FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 8 (LAST PART) – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 8 (LAST PART)

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
Sudah hari ke-9.
Saatnya share part terakhir dari season 2 ini.
Saatnya berpisah pada kesedihan semua pemain😀

-hope-

-hope-

Yang pasti, semoga yang baca baik itu dari season 1 atau baru dari season 2 bisa terhibur

yuuu, jja silahkan dibaca… ^_^
.
.
.

-hope-

-hope-

.
.
.
.
.

(PART SEBELUMNYA…)

“Jadi, dia juga sudah tahu….”


“Ne.. Tapi eomma tidak tahu, apakah dia masih menyayangimu atau tidak. Karena setelah kejadian itu, semuanya kembali seperti biasa, dan dia tidak pernah lagi membahas kejadian itu dengan eomma. Eomma jadi khawatir, jangan-jangan dia tidak memiliki perasaan lagi padamu… Aishh… Eomma takut, jangan-jangan selama kalian berpisah, dia sudah berhasil melupakanmu, sehingga meski dia tahu kebenarannya, dia tidak pernah memikirkanmu lagi…” ucap eomma. Yah.. Itu juga yang kutakutkan… Dia berhasil melupakanku karena dia saat itu sudah terlanjur membenciku. Miris memang…


“Bagaimana kalau aku menemuinya saja eomma… Setidaknya dia sudah tahu kan kalau aku tidak bersalah…” lanjutku.


“Andwe. Jangan sekarang…”


“Wae?”


“Hyun Hee pernah bilang, kalau suatu saat kau kembali, dia akan melanjutkan sidang perceraian yang dulu sempat tertunda. Eomma tidak mau melihat kalian bercerai… Aishh… Itu benar-benar mengkhawatirkan…” ucap eomma. Aigoo… Jadi Hyun Hee berencana untuk melanjutkan perceraian itu? Anni.. Aku juga tidak mau. Aku masih mencintainya. Lebih baik dia tidak usah tahu aku kembali kesini daripada dia memintaku melanjutkan perceraian.

* * *

~~Sementara itu…

Author POV

“Aku pulaaang…..” sahut Minhyun setibanya di pintu. Hyun Hee segera membukakan pintu dan mengajak Minhyun masuk. Minhyun sedari tadi terlihat sangat ceria setelah pulang dari rumah neneknya. Bahkan dia bersenandung dan sesekali bernyanyi kencang.

“Ya! Ada apa denganmu, Minhyun ah….?? Sepertinya ceria sekali?” tanya Hyun Hee sambil menggendong Minhyun.
“Anniyo. Tidak apa-apa, eomma….” ucap Minhyun berbohong.

“Ah, tidak mungkin. Biasanya kau tidak seceria ini, chagi…” ucap Hyun Hee.

“Aku ceria karena hari ini nenek sangat seru saat bermain denganku…” lanjut Minhyun lagi dengan sumringah. Hyun Hee segera mengangguk-angguk. ‘anak ini…’ gumam Hyun Hee gemas.

Sepanjang waktu Minhyun terlihat bersemangat. Selain karena ia akhirnya bisa bertemu appanya, hal lain yang membuatnya senang adalah akhirnya suatu hari nanti dia bisa menunjukkan pada musuhnya kalau dia punya appa. Hal yang selama ini ingin ia buktikan pada semua orang.

* * *

————————————————————————————————————

GET MARRIED (SEASON 2)

    CHAPTER 8 (LAST PART)- I ALWAYS LOVE YOU, SUNGMIN-ah…

============================================================================================================

.
.

Seminggu sudah berlalu dan Minhyun tidak pernah melewatkan satu haripun untuk bertemu appanya. Dia setiap hari selalu mampir ke rumah neneknya agar bisa bermain dengan appanya. Hyun Hee yang tidak tahu apa-apa tidak merasa curiga sedikitpun. Tidak ada yang janggal menurutnya.

Setibanya di rumah neneknya, Minhyun segera mencari appanya, namun kali ini appanya tidak bisa menemani karena sedang mengerjakan sesuatu.

Sungmin POV

Sudah seminggu aku disini. Sebenarnya maksud kepulanganku ke rumah ini selain untuk menemui eomma, juga karena ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting pada eomma. Sore ini Minhyun juga sedang bermain dirumah. Tapi aku tidak bisa menemaninya. Akhirnya dia bermain bersama pembantu eomma.

Sudah lama hal ini kupikirkan. Bahkan saat aku belum kembali ke rumah ini. Segala bentuk pertimbangan dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi sudah kupikirkan dengan matang. Keputusanku sudah bulat, untuk itulah aku ingin menyampaikan keinginanku pada eomma. Hari ini juga. Aku kemudian bersiap-siap dan berpakaian rapi.

“Eomma…” sahutku saat menghampiri eomma di ruang tengah.

“Ne, Sungmin ah… Wae?” sahut eomma. Aku kemudian duduk disampingnya. Menyiapkan diriku untuk menyampaikan hal penting itu. Eomma terlihat masih fokus menonton tv.

“Aku ingin berpamitan….” Eomma terlihat bingung. Eomma segera melihat ke arahku sambil mengernyitkan dahinya.

“Maksudmu?”

“Aku… Aku ingin pamit….”

“Haiss… Memangnya kau mau kemana… Kalau mau berjalan-jalan keluar tidak usah berpamitan se-serius ini…” ucap eomma sambil tertawa dan menepuk bahuku.

“Tidak untuk jalan-jalan….”

“Oh…” ucap eomma mengangguk-angguk sambil kembali mengalihkan pandangannya menuju tv.

“Aku akan pergi ke Jepang dan menetap disana…” sahutku lagi setelah hening beberapa saat. Terlihat ekspresi terkejut dari wajah eomma.

“A…Apa maksudmu, Sungmin ah?”

“Aku sudah putuskan untuk tinggal di Jepang. Aku akan memulai karirku disana dan menetap disana. Ada temanku yang menawari pekerjaan disana. Aku rasa ini adalah keputusan terbaik. Aku akan tinggal di Jepang dan mungkin….tidak kembali lagi…kesini…” sahutku perlahan. Aku menunduk tapi aku tahu eomma menatapku dengan tatapan tak percaya.

“Tinggal di jepang, dan…tidak kembali? Apa maksudmu, Sungmin ah… Jangan bicara yang aneh-aneh…” sahut eomma sambil menyentuh bahuku.

“Keputusanku sudah bulat. Aku sudah memikirkannya matang-matang. Akan lebih baik jika aku tidak disini lagi, karena semakin lama aku disini, akan semakin sulit bagiku melupakan Hyun Hee. Mianhae, eomma…”

“Bukankah masih ada cara lain selain meninggalkan Korea….”

“Tidak, eomma… Aku sudah memikirkannya baik-baik, dan ini sudah fix. Bahkan hal ini sudah kupikirkan jauh sebelum aku pulang ke rumah ini…” sahutku. Kudengar suara eomma yang mulai menangis. Sebisa mungkin aku menahan diri untuk tidak ikut menangis.

“Aku…akan pergi sore ini… Aku sudah membeli tiket jauh-jauh hari, tanpa sepengetahuan eomma… Mian. Mungkin sekitar satu atau dua jam lagi…aku akan berangkat ke bandara, eomma…” lanjutku.

“Anniya… Jebal Sungmin ah… Jangan tinggalkan eomma lagi. Apa kau tega meninggalkan Minhyun yang sudah lama menunggumu… Apa kau tega…” ucap eomma sambil menangis. Aku menghela napas.

“Mian, eomma… Mianhae…” hanya itu yang bisa kukatakan sekarang. Aku akan tetap pergi. Aku sengaja memberitahu hari ini supaya tidak ada yang menghalangiku, karena aku juga sudah memesan tiket pesawat. Aku masih diam sambil menunduk dan eomma hanya bisa terisak disampingku, namun itu tidak berlangsung lama karena putriku tiba-tiba datang setelah bermain di taman belakang.

“Appa… Nenek kenapa?” tanyanya khawatir melihat eomma menangis. Dia mendekati eomma dan mengusap airmata eomma.

“Anniya… Nenek kelilipan…” eomma berusaha bersikap biasa agar Minhyun tidak khawatir. Eomma segera menghentikan tangisnya supaya Minhyun tidak terus bertanya.

“Waeyo….” Minhyun yang kebingungan bertanya sambil melihat ke arahku dengan pandangan bingung.

“Dan appa rapi sekali… Appa mau kemana?” tanyanya sambil menghampiriku dan duduk di sebelahku.

“Ah… Apa hari ini appa mau mengajakku berjalan-jalan?” ucap Minhyun semangat. Aku hanya bisa menarik napas panjang mendengar pertanyaan polos darinya.

“Appa, jebal katakan appa mau kemana? Kalau mau jalan-jalan aku ikut ne…” sahut Minhyun bersemangat.

“Minhyun ah… Mianhae… Appa harus pergi sendirian…”

“Memangnya appa mau kemana?”

“Appa… Akan pergi ke suatu tempat. Ke luar negeri, chagi… Jadi, Minhyun tidak bisa ikut, nanti eomma kesepian…”

“Oh… Baiklah.. Apa luar negeri itu jauh, appa? Terus, kapan appa pulang?” dia masih bertanya padaku. Aku tidak sanggup melihat Minhyun.

“Appamu tidak akan pulang lagi, Minhyun ah…” eomma langsung menjawab dengan nada bergetar.

“Mwo? Maksud nenek?” Minhyun masih terlihat bingung.

“Appamu akan meninggalkan kita selamanya…”

“Mwoya?! Anni… Appa tidak boleh….” ucap Minhyun menggeleng kemudian memelukku seakan tidak mau melepasku.

“Mian, Minhyun ah… Tapi.. Appa harus pergi….”

“SHIRREO!! Tidak boleh! Anniya, appa… Jebal jangan tinggalkan Minhyun…” Minhyun mulai menangis sambil terus memelukku.

“Mian…”

“Appa kan janji mau memberi kejutan pada eomma… Kenapa malah mau pergi! Anniya appa… Jebal jangan begini…” Minhyun semakin menangis kencang.

“Tapi… Appa memang tidak bisa melakukan itu, Minhyun ah….” ucapku mengusap rambutnya. Minhyun melepas rangkulannya dan menatapku marah.

“Appa… Wae appa!” dia menatapku marah sambil air matanya terus mengalir sedangkan eomma sejak tadi juga sudah menangis karena melihat Minhyun yang seperti ini… Aku hanya bisa menggeleng menjawab pertanyaan Minhyun.

“Aku benci appa!! Appa tidak bisa menepati janji! Appa penipu! Aku mau pulang…!! Nenek aku mau pulang….!!” Minhyun segera berlari keluar rumah masih sambil menangis sesenggukan. Aku dan eomma mengejar Minhyun namun dia segera masuk ke mobil dan memaksa supir eomma untuk mengantarnya pulang. Sejenak supir eomma menatap bingung ke arah kami, namun aku segera mengangguk mengiyakan bahwa aku setuju kalau Minhyun diantar pulang. Mobil itu kemudian membawa Minhyun pergi. Selamat tinggal, Minhyun ah… Putri appa… Mataku berair namun sebisa mungkin kutahan.. Aku tidak boleh menangis. Meski nyatanya perasaanku sakit saat Minhyun mengatakan kalau dia membenciku.

-skip-

“Eomma juga seperti Minhyun… Tidak menginginkan kepergianmu. Tapi.. .Sepertinya sekeras apapun kami meminta, kau tidak akan pernah mendengar… Tapi ingatlah, pintu rumah ini masih terbuka untukmu. Pikirkan lagi selama kau di Jepang. Pikirkan bahwa tinggal di Korea bersama keluarga jauh lebih menyenangkan.” ucap eomma saat di dalam rumah. Satu jam lagi aku akan ke bandara dan aku sudah mengangkat koperku keluar dari kamar.

“Mian….”

“Setidaknya, sebelum kau pergi… Pamitlah pada Minhyun… Karena dia sangat terpukul…” ucap eomma menunduk.

“Tapi eomma… Itu tidak mungkin bisa… Tidak mungkin aku kesana, aku tidak bisa bertemu Hyun Hee nantinya. Aku tidak mau melihat kebencian dari matanya untukku…”

“Bahkan untuk terakhir kali, kau masih tidak mau melakukan itu… Minhyun akan makin terpukul nanti jika dia tidak tahu kapan persisnya kau pergi…” ucap eomma ke arahku.

* * *

Author POV

Setengah jam berlalu akhirnya Minhyun tiba di rumah mereka. Dia langsung turun sambil menangis sesenggukan kemudian menerobos pintu rumah dengan emosi. Hyun Hee terkejut melihat Minhyun menangis sesenggukan. ‘apa yang terjadi…’ gumam Hyun Hee. Ia segera menyusul Minhyun ke kamar Minhyun karena ingin bertanya. Ia benar-benar bingung karena selama ini Minhyun tidak cengeng dan tidak pernah menangis seperti itu. Hyun Hee benar-benar khawatir.

“Minhyun ah, waeyo? Mengapa menangis…” ucap Hyun Hee khawatir sambil mengusap rambut Minhyun. Ya, Minhyun sedang menangis sambil telungkup di tempat tidurnya. Dia benar-benar sesenggukan, Hyun Hee benar-benar cemas, apa sebenarnya yang membuat putrinya menangis separah ini.

“Biasanya Minhyun tidak pernah menangis kalau pulang dari rumah nenek. Bahkan belakangan ini selalu ceria. Tapi kenapa hari ini beda… Waeyo chagiya? Jebal cerita pada eomma…” sahut Hyun Hee lembut masih mengusap rambut Minhyun. Minhyun segera duduk kemudian memeluk eommanya dan masih menangis.

[BACKSOUND: THE WAY TO BREAK UP – Super Junior Kyuhyun]

“Eomma… Eotthokke…” ucapnya sesenggukan.

‘ada apa….chagiya… Kenapa tangisanmu sesedih ini…’ gumam Hyun Hee dalam hati dengan perasaan bingung. Hyun Hee bisa merasakan dengan batinnya bahwa Minhyun benar-benar sedih. Ikatan batin mereka kuat. Minhyun kemudian melepas pelukan.

“Eomma… Apakah wajar kita marah jika ada yang tidak menepati janji pada kita?”

“Menurut eomma, itu wajar.. .Karena janji itu seperti hutang, chagiya…” sahut Hyun Hee lembut.

“Kalau begitu tidak salah kan kalau aku memarahi appa… Karena appa juga tidak bisa menepati janjiinya!!” sahut Minhyun.

Song Hyun Hee POV

“Kalau begitu tidak salah kan kalau aku memarahi appa… Karena appa juga tidak bisa menepati janjiinya!!” sahut Minhyun kearahku dengan tatapan sedih. Tunggu. Apa yang Minhyun katakan? Appa? Appa siapa?

“Appa? M…mwo? Maksud Minhyun bagaimana….?” tanyaku bingung.

“Ne…. Appa sudah melanggar janjinya. Dia bilang suatu hari nanti akan datang kesini dan memberi kejutan pada eomma. Tapi apa! Dia malah akan pergi, eomma…. Andwae…” Minhyun menggeleng. Aku makin bingung. Apa maksud Minhyun. Apa yang dia bicarakan?

“Eomma… Tidak mengerti maksudmu, chagi…” sahutku.

“Appa bilang, dia akan pergi, dan tidak akan kembali lagi kerumah nenek… Eomma, jebal, bagaimana ini….” ucapnya padaku. Aku terkejut. Apa Sungmin ada di Korea?

“Maksud Minhyun, appa sudah kembali? Minhyun kenal pada appa?”

“Ne.. Appa bahkan sudah lama dirumah nenek. Seminggu lalu appa sudah pulang. Sebenarnya appa melarangku memberitahu pada eomma kalau dia ada disini, tapi mau bagaimana lagi, appa sudah mengingkari janjinya, jadi aku juga berhak untuk mengingkari janjiku…” ucap Minhyun dengan mata sembab. Omo…! Sungmin sudah ada disini sejak seminggu yang lalu dan…tidak ada satupun yang mengabariku? Dan setelah aku tahu, justru disaat itu pula dia akan pergi… Andwae.. Aku sudah lama mencarinya, dan menunggunya pulang… Aku ingin memperbaiki hubungan yang dulu sempat rusak…

“Jebal katakan pada eomma, appa mau kemana?” ucapku pada Minhyun.

“Appa bilang ke luar negeri dan tidak akan kembali lagi. Nenek bilang appa akan pergi selamanya… Eomma, apakah luar negeri itu jauh…?” tanya Minhyun padaku. Seketika air mataku menetes. Kenapa dia harus pergi… Tidak mungkin…

“Eomma… Eomma juga menangis…?” ucapnya kemudian mengusap air mataku. Hatiku sesak. Aku tidak sanggup jika Sungmin pergi lagi. Apa dia tidak berniat mengembalikan keluarga kami seperti dulu lagi? Apa dia memang tidak mencintaiku lagi sehingga dia berpikiran untuk pergi meninggalkan Korea selamanya…? Apakah penantianku selama ini harus berakhir dengan cara seperti ini… Aku hanya bisa menangis di kamar Minhyun. Minhyun memelukku, mencoba membuatku lebih tenang. Aku tidak bisa bicara. Lidahku rasanya tercekat karena rasa terkejut yang menimpaku. Apa yang harus kulakukan…


* * *

Beberapa menit berlalu. Minhyun sudah tertidur karena terlalu lelah menangis. Aku masih menatapnya sedih. Baru saja dia bertemu appanya, kini harus berpisah lagi… Waeyo… Kenapa semua harus jadi begini… Aku hanya bisa terdiam dan mataku sangat sembab.

Aku… Aku akan mencoba menemuinya. Semoga dia belum pergi. Aku segera bergegas mengambil ponselku dan menghubungi eomma mertua.

“Yeoboseo….”

“Eomma… ini aku, Hyun Hee… Sung.. Sungmin… Apa dia sudah pergi, eomma?” ucapku dengan jantung bergetar. Aku berharap belum. Eomma masih diam.

“Eomma… ?”

“Kau sudah tahu, kalau dia kembali…?” ucap eomma.

“Ne…”

“Sungmin… sudah hampir 25 menit yang lalu pergi dari rumah…. Dia bilang dia tidak mau terlambat sampai ke bandara…” kudengar isakan sedih eomma dari seberang telepon. Aku tersentak kaget, dan tanpa kusadari ponselku meluncur begitu saja ke lantai dan kakiku lemas. Aku terduduk dilantai, ini benar-benar mimpi buruk… Aku menangis kencang. Tidak adakah kesempatan untukku mengembalikan pernikahan ini seperti semula….

.
.

Perasaanku kacau. Aku benar-benar panik sekarang. Aku harus mencarinya. Dengan sigap aku segera bangkit berdiri. Aku masih punya kesempatan. Aku akan menyusulnya ke bandara. Bukankah kata eomma Sungmin baru 25 menit lalu berangkat dari rumah. Sepertinya aku masih bisa menyusulnya. Aku harus bisa menemukannya. Aku akan berusaha semampuku. Aku kemudian mengusap air mataku, merapikan diri kemudian bergegas menuju pintu depan setelah sebelumnya mengecek Minhyun yang sudah tidur dengan pulas. Aku kemudian mengambil kunci mobil dan berlari ke depan dan segera membuka pintu, dan di saat yang sama pula aku tertegun…

Song Hyun Hee POV End

[BACKSOUND: JUST ONCE – Super Junior Kyuhyun]

Author POV

Hyun Hee berdiri terpaku di dekat pintu rumahnya. Ia menatap kaget ke arah namja yang ada dihadapannya.

“Annyeong… Aku…… Hanya ingin pamitan….pada Minhyun…..” Sahut Sungmin kaku sambil mengusap tengkuknya.

Hyun Hee terkejut karena tiba-tiba melihat Sungmin sudah ada di hadapannya. Matanya menatap lurus ke arah Sungmin yang masih berdiri sekitar sejauh 3 meter dari hadapannya.

‘ya Tuhan… Betapa aku sangat merindukannya….’ gumam Hyun Hee dalam hati. Hyun Hee menatap Sungmin dengan segala bentuk perasaan yang campur aduk. Sungmin juga menatap Hyun Hee karena ia sebenarnya sangat merindukan yeoja yang dihadapannya. Hening. Mereka masih hening karena keterkejutan mereka. Namun mereka masih saling memandang, entah apa arti tatapan mereka itu. Terlihat mata Hyun Hee menatap dengan tatapan sedih dan susah diartikan. Sungmin makin khawatir, ia merasa sepertinya Hyun Hee tidak menginginkannya ada disini.

“Ah, tapi kalau kau tidak memperbolehkanku, juga tidak apa-apa… Aku… tidak akan memaksa…” ucap Sungmin lagi sambil kembali mengusap tengkuknya. Air mata Hyun Hee kemudian tumpah dan Sungmin jadi cemas. ‘dia pasti kesal karena melihatku…’ gumam Sungmin kecewa.

Hyun Hee menggerakkan kakinya dan melangkah perlahan ke arah Sungmin. Masih dengan berurai air mata, dengan pasti Hyun Hee mendekat ke arah Sungmin sedangkan Sungmin hanya bisa bingung. Hyun Hee sudah berada tepat di hadapan Sungmin. Terdengar isakan kecil dari mulut Hyun Hee. Hyun Hee mengarahkan tangannya ke wajah Sungmin, menyentuh wajah Sungmin perlahan, wajah yang sudah lama ia rindukan. Dan kemudian dengan refleks ia memeluk Sungmin erat. Sungmin terkejut. Dia makin bingung dengan sikap Hyun Hee. ‘apa dia tidak membenciku..’ gumam Sungmin bingung.

“Sungmin ah, jebal jangan pergi… Mianhae karena dulu aku tidak percaya padamu. Tapi… Kumohon jangan tinggalkan kami… Aku sudah lama mencarimu… Jebal jangan pergi…” Hyun Hee menangis terisak dan air mata Sungmin jatuh karena terharu mendengar ucapan Hyun Hee.

“Hyun Hee ah… Aku… tidak salah dengar kan..?’ ucap Sungmin. Hyun Hee menggeleng dan dengan cepat Sungmin segera membalas pelukan Hyun Hee. Ia memeluk Hyun Hee sangat erat seakan tidak mau melepaskan.

“Kau kemana saja Sungmin ah…” sahut Hyun Hee sambil menepuk dada Sungmin. “Mian karena dulu telah mengusirmu… Mianhae….” sahut Hyun Hee terbata-bata karena isakan tangisannya. Dia benar-benar takut Sungmin pergi.
“Kau… Tidak membenciku, Hyun Hee ah….?”

“Tidak ada alasan bagiku untuk membencimu….” ucap Hyun Hee lagi. Sungmin tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya.

“Aigoo… Gomawo… Gomawo Hyun Hee ah… Jinjja gomawo karena masih menerimaku… Gomawo… Apa, kau masih mencintaku, Hyun Hee ah…?” tanya Sungmin penuh harap sambil memegang kedua pipi Hyun Hee dengan tangannya. Hyun Hee mengangguk dan Sungmin segera mencium kening Hyun Hee lama… Dia sangat lega karena ternyata Hyun Hee masih mencintainya. Sungmin kembali memeluk Hyun Hee erat.

“Gomawo….” ucap Sungmin. Mereka berdua menangis disana. Dan masih berpelukan. Tidak ada satupun yang berniat melepaskan pelukan itu. Meski udara sangat dingin karena cuaca yang akhir-akhir ini sangat mendung, mereka tidak merasakan hal itu sedikitpun. Yang mereka ingin lakukan hanya memeluk orang yang sangat mereka cintai.

“Jangan pergi… Kembalilah ke rumah ini…”

“Ne…” sahut Sungmin kemudian mengecup puncak kepala Hyun Hee dengan sangat bahagia.

‘ya Tuhan, terimakasih karena sudah membawaku untuk datang ke rumah ini, kalau aku tidak datang untuk pamit pada Minhyun, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi…gomawo Hyun Hee ah…Sudah bisa menerimaku dan masih mencintaiku…. Untunglah aku akhirnya memutuskan datang kemari, padahal aku sudah sempat menolak saran eomma… Tuhan benar-benar baik…’ gumam Sungmin sambil tersenyum lega dan masih terus memeluk Hyun Hee erat.

“Hyun Hee ah….”

“Hm?”

“Ayo kita kejutkan putri nakal itu…” sahut Sungmin tersenyum kemudian mereka segera bergegas masuk ke rumah, ingin membawa kabar baik pada putri mereka.

Author POV End

.
.
.


Song Hyun Hee POV

“Minhyun ah….” Sungmin berusaha membangunkan Minhyun. Dan beberapa saat kemudian Minhyun terbangun. Ia mengucek-ucek matanya yang terlihat bengkak karena terlalu banyak menangis. Kasihan, Minhyun…

“APPA!! Appa tidak jadi pergi?!!!” tanyanya saat melihat appanya sedang duduk di dekatnya. Sungmin menggeleng sambil tersenyum.

“Appa…..!!!!” Minhyun menjerit senang kemudian memeluk Sungmin. Aku tersenyum melihat Minhyun begitu bahagia. Aku benar-benar bersyukur, karena akhirnya aku mendapatkan kesempatan itu. Aku sangat lega karena semua sudah membaik. Terimakasih Tuhan, sudah memberi kebahagiaan seperti ini… Keluarga kami sudah utuh… Aku menarik napas panjang karena sudah lega, akhirnya kesedihan kami berakhir…

Senang melihat Sungmin kembali, senang bisa melihatnya lagi dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Senang melihatnya yang sudah kompak dengan Minhyun. Aishh… Hatiku benar-benar bahagia. Aku sangat senang. Aku menyayangi mereka… Suami dan putriku Minhyun…

* * *

.
.
.
.
.

    -Epilog-


Author POV



“Yeorobuuuuunn….. Lihat! Aku menepati janjiku kan? Ini aku membawa appaku. Kenalkan, ini adalah appaku, Lee Sungmin, dan aku Lee Minhyun. Kami bermarga LEE! Aku tidak bohong kan…! Sudah kubilang aku punya appa. Jadi, aku minta jangan pernah membullyku dan mengejek eommaku lagi ne….!” sahut Minhyun lantang di taman dekat rumah mereka sore itu. Anak-anak kecil yang sedang berkumpul itu segera mengangguk-angguk karena sudah mengetahui kebenaran.

“Hm… Ne… Baiklah… Kalau begitu, Minhyun ah sekarang kita teman….” ucap mereka ricuh kemudian mengerumuni Minhyun dan merangkulnya. Sungmin dan Hyun Hee tersenyum melihat hal itu. Ya, sebenarnya Minhyun yang tadi memaksa appa dan eommanya untuk mengantarnya ke taman, dan ternyata ini yang ingin ia lakukan. Sungmin dan Hyun Hee senang melihat Minhyun sudah diterima teman-temannya. Sungmin kemudian merangkul bahu Hyun Hee sambil tersenyum lega.

-skip-

“Minhyun ah, hati-hati…. Aigoo….” Hyun Hee mengomel dari bangku taman saat melihat Minyun terjatuh karena berlari-lari saat bermain dengan temannya. Minhyun hanya tertawa sambil menunjukkan tanda V khas dia ke arah orang tuanya kemudian lanjut bermain.

“Chagiya…”

“Hm?”

“Kau senang??”

“Neomu!” sahut Hyun Hee senang sambil menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin.

“Gomawo…Karena masih menerimaku….”

“Aish… Jangan terus mengatakan itu… Arra!” ucap Hyun Hee sambil mencubit pipi Sungmin geram.

“Chagiya! Nanti malam kita makan malam diluar saja ne… Aku bosan makan di rumah…”

“Kau bosan makan masakanku eoh? Ya!!”

“Anniyo… Aku hanya ingin makan masakan yang lebih enak, chagi….” sahut Sungmin santai.

“Oh… Jadi masakanku tidak enak, begitu???!”

“Hm…. Sepertinya begitu…” sahut Sungmin mengangguk-angguk dengan santai.

“YAK!!!! Aku akan menghajarmu, pink!!” teriak Hyun Hee. Sungmin segera berlari meninggalkan Hyun Hee yang mengamuk. Yah, kebiasaannya masih sama, suka membuat Hyun Hee kesal dan suka kabur setelah mengganggu Hyun Hee.

“Kemari kau, Lee Sungmin!!” Hyun Hee mengacung-acungkan ranting kecil sambil mengejar Sungmin. Ne, yeorobun. Mereka kejar-kejaran sekarang -_-

“Poppo dulu, ne!”

“Shirreo!”

“Kalau kau tidak mau memberiku poppo, aku yang akan memberimu poppo…” Sungmin malah balik mengejar Hyun Hee dan sekarang siapa yang mengejar siapa sangat tidak jelas. -_-“

“Appa, Minhyun ikut bermain ne…!!” Minhyun menyusul appanya yang sedang mengejar Hyun Hee.

“Eh, Minhyun-ie main dengan teman yang lain saja ya… Ini urusan eomma dan appa.”

“Shirreo! Pokoknya Minhyun juga mau main kejar-kejaran dengan eomma dan appa…”

“Minhyun-ah, kami ikut…” anak kecil yang lain justru ikut menyusul mereka.

“Kajja, yeorobun…” teriak Minhyun memanggil semua temannya. Mereka justru berlari lebih kencang daripada Sungmin dan akhirnya berhasil lebih dulu menangkap Hyun Hee.

“Baiklah, baiklah eomma kalah. Serang kita bermain bersama, hum??”

“Neeee!” jawab semua anak itu serempak. Hyun Hee kini justru bermain bersama Minhyun dan teman-teman Minhyun sekaligus menelantarkan Sungmin.

“Astaga anak-anak ini…” Sungmin menepuk keningnya.

“Chagiya!!!” teriak Sungmin memanggil.

“Waee??” jawab Hyun Hee sambil mengejar-ngejar anak-anak itu.

“Bagaimana dengan poppo yang kuminta???”

“Kapan-kapan…!”

“Yaish!!”

Sedangkan sepasang mata yang tidak asing menatap ke arah taman secara sembunyi-sembunyi dengan tatapan senang. Ia menarik napas lega. ‘tugasku sudah selesai. Gomawo Sungmin ah, sudah mau mengabulkan permohonanku untuk kembali kesini… Semoga kalian bahagia…’ sahut Ha Raa dalam hati kemudian perlahan meninggalkan taman itu. Ia pergi.

      .
      Pelajaran penting yang bisa kita dapat adalah, kebenaran pasti akan selalu terungkap meski waktunya kita tidak tahu kapan. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik dan akan membuat semua yang rusak kembali baik. Dan juga, satu hal penting adalah jangan berhenti berharap ketika kesempatan masih ada…
      .

Kisah yang berakhir bahagia… Semoga di kehidupan nyata semua kisah cinta bisa berakhir bahagia… Semoga….
-author-

[ENDING BACKSOUND : CHERRY BLOSSOM ENDING – Busker Busker ]

.
.
.


~FIN~

.
.
.

-haengbokhabnida - LEE SUNGMIN-

.
.
.
.
LUNAS!

Ah, lega sekali bisa selesai share fanfict ini.
Semoga yang baca bisa terhibur

Author hanyalah orang biasa yang berbagi tulisan buatan sendiri di blog sederhana ini, just 1 goal: YOU ALL!

Yup, hanya ingin memberi hiburan buat orang lain.😀

Semoga senang dengan endingnya. Semoga ….

Ah, akhirnya kita berpisah dari fanfict get married ini.

Buat semua reader yang sudah meluangkan waktu untuk membaca, yang udah pernah kasih komentar ke facebook pribadi author, yang udah pernah re-share di twitter, yang menjadi silent reader, terima kasih untuk kalian semua. Terima kasih

Bagi yang bersedia memberi komentar, silahkan dikomen🙂
bagi yang tetap teguh untuk menjadi silent reader, terima kasih untuk kedatangannya. Gak usah komen jg gapapa. Mau gimana lagi ya kan, mungkin karakternya udah begitu…


Sekali lagi, GAMSHAMNIDA……….


DEZILOMING

YeDongHae Anae

3 pemikiran pada “FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 8 (LAST PART) – SERIES – SUNGMIN

  1. Yg chapter ini sekarang ngak di pw terakhir baca kok di pw in yahh😦 tinggal baca chapter ini hwaaaa udah lupa2 nama pemerannya… Baca ulang

    Suka

  2. huaaa ternyat happy ending T.T *nangis terharu* bner2 jalan ceritanya ga bisa di tebak sampe2 aku pikir sad ending huaaa keren eonn keren bagus banget , dan yanf paling aku suka itu kata2 yg terakhir ^_^ bijak sekali eonnie ,aku suka kata2nya (y) woaa akhirnya rasa penasaran pupus juga😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s