DARK LIFE (CurCol)

Ditengah-tengah suramnya hidup ini, masih ada yang membawa ‘penerangan’ sehingga hidupku lebih bercahaya. Setidaknya penerangan yang dibawa sudah bisa membantuku untuk berjalan dan tidak tersandung.

Kadang kala aku berpikir, tidakkah sebenarnya dunia ini benar-benar makin suram bagiku? Disaat-saat aku butuh sesuatu, tidak ada satupun yang bisa menolongku. Entah itu karena ada masalah dengan si A, atau si B sedang sibuk, atau si C yang sudah lenyap, atau si D yang tidak menyadari, atau si E yang sedang apa, entahlah. Bagiku entah kenapa, selalu ada ‘jembatan retak’ yang membuatku jadi susah menjangkau si A si B si C dan lainnya. Jembatan retak yang tidak disengaja, tentunya, tapi berefek fatal bagi kelangsungan hubungan komunikasi, bukan?

Aku sempat menyerah saat melihat kenyataan hidupku. Yah, bahkan aku bicara lagi pada diriku sendiri: “nak, lihatlah, betapa menyedihkannya dirimu. Di tahun pertama ini, tidak ada satupun yang bisa kau harapkan karena ketidakterlihatannya dirimu bagi mereka…”

Hahah… Bahkan setelah itu aku tertawa. Tertawa miris. Sibuk memikirikan kesialan hidupku yang entah mengapa, lagi-lagi sangat menyakiti otak dan batinku.

Tapi mungkin yah, saat itu aku terlalu cepat mengambil kesimpulan, bisa dikatakan, aku istilahnya belum melakukan eksperimen dengan baik, tapi sudah sok jago menyusun data dan mengambil kesimpulan. Ya, aku terlalu terburu-buru dalam menyimpulkan kisah hidupku. Buktinya, seperti kukatakan *atau lebih tepatnya seperti yang kutulis* diatas, ditengah-tengah kesuraman hidupku, ternyata masih ada ‘pembawa pelita’ yang akhirnya mampu membantuku berjalan dan tidak menabrak sesuatu.

Masih ada orang yang kalau dalam bahasa asingnya : “holong/care” kepadaku… Hahah… Yah, kali ini bukan tawa miris, tapi tawa haru. Ah, bahkan hidupku terasa makin melankolis saja belakangan ini. Kadang termenung, kadang merana, kadang tertekan, dan sebagainya.

Tapi yah seperti itu tadi, syukurlah masih ada yang bisa kuharapkan di kesuraman dunia ini. Syukurlah…

Tapi memang, susah sekali menemukan yang seperti itu, ‘pembawa pelita atau lentera’. Susah sekali menemukannya disini. Jadi, jangan salahkan aku jika aku terlalu sering meng-compare lingkungan ini dengan lingkunganku dulu. Itu benar-benar jauh berbeda.

Sudahlah, tidak baik terlalu sering kembali ke masa lalu. Biarlah masa lalu menjadi bagian termenarik dalam hidupku. Biarlah masa kini menjadi bagian yang paling menantang dalam hidupku, dan biarlah masa depan menjadi kejutan bagi hidupku.

Setidaknya aku berusaha dulu untuk menjalani masa suram ini. Masa yang benar-benar suram sepanjang aku hidup sejak dari 18 tahun yang lalu.

Benar-benar suram…

Ya Tuhan, suram…

-D.g.D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s