Something that make me say “WHY”

tearvinciasutanta-blogspot-com

Something that make me say “WHY”

Jja yeorobun… Seperti biasa author ini melanglang buana di dunia tarik menarik blog itu pas tengah malam atau bahkan pagi buta. Butaaaa…. Karena otak author itu baru nyala kalo udah jam-jam segini => 23:04 WIB <= #jderr. Jadi mohon dimaklumi lah ya kalo tulisan author betebaran dimalam hari dan mengganggu kenyamanan yeorobun…😀
Sambil ditemani the way to break up nya Kyuhyun SJ, admin mencoba menapaki pikiran, menyesapi setiap keadaan, dan mencerna makna-makna tersirat dibalik semua hal yang dialami author akhir-akhir ini. Dan perjalanan admin dalam hal menapak kisah ini diakhiri dengan kata tanya yang sudah lazim kalian dengar dimana-mana: WHY. Kenapa kenapa kenapa atau dalam bahasa gaulnya wae wae wae.
Ada satu kejadian yang berulang terjadi yang membuat author bertanya wae??? Why? Kenapa ya? Kejadian yang terjadi dalam bidang yang sama yang sebenarnya ekspektasi kita terhadap bidang itu gak seburuk itu, ya meskipun author tahu author juga orang yang bodoh sih. Bodoh bgt malah. Tapi bagi author seharusnya hal itu tidak terjadi seperti itu. #banyak banget kata “itu” nya -_-
Jadi karena kejadian memprihatinkan ini terulang lagi, yang author bisa lakukan ya bilang: WHY.😀 Gak bisa ngomong apa-apa lagi #nah ini loe ngomong banyak bgt thor #ini kan nulis, bukan ngomong… #oooohh *kokmalahngomongsendiri -_-
Author sadar semua ini terjadi karena satu hal yang sering dianggap sepele bahkan terlupakan., yaitu DOA. Saat kemalangan terjadi, author baru menyadari kalau ada hal yang tidak sengaja terlupa, yaitu berdoa. Satu hal yang sederhana, gratis, dan bebas, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Kesimpulan: author Pabo!
Dan setelah kemalangan terjadi, yang bisa dilakukan hanya lah menyesal. Dan dibumbui dengan kata andai: Andai tadi aku berdoa… andai tadi aku , andai tadi, andai, andai, andai, dorr.
Dan author merasakan angin sejuk itu berkata: “nak, sudah terlanjur… Lain kali jangan begitu nak… Ingat Bapa…” Aih, author yang baru saja mengikuti kebaktian, tersentuh dengan pertunjukan dan sempat mengalami evaluasi diri beberapa menit kini langsung bisa melupakan Bapa… Ya Tuhan ampuni anakMu ini…
Author memang merasa, sejak keluar dari sekolah SMA swasta yang admin pijaki dulu, kadar keimanan author jadi terkikis. Gimana enggak begitu?
Dulu…

[FLASHBACK]
“Sebelum kita memulai pelajaran kita, marilah kita berdoa. Bapa kami yang di surga, dst…”
“Sebelum pulang marilah kita berdoa, dst…”
“Kita mau berangkat outbond, satu orang pimpin doa, dst…”
“Ya Bapa, sebentar lagi kami mau retreat, berkati kami, dst…”
“Ya Bapa berkati porseni kami. Nanti yg mau tampil itu tari tradisional, dst…”
“Ya Bapa berkatilah makanan kami, dst…”
“Tundukkan kepalamu, bayangkan jika kau melihat ibumu terikat seperti tadi… Bagaimana kah sikapmu… dst…” (retreat moment)
“Ya Tuhan, berkatilah teman kami si X supaya segera lekas sembuh, dst…”
“Ya Tuhan, ampunilah dosa kami, dst…”
[FLASHBACK END]

Betapa banyak hal yang dilakukan dengan diawali doa dan dampaknya sangat baik. Tapi semenjak author lulus dari sekolah itu, author kehilangan sedikit demi sedikit rasa ketergantungan dengan Tuhan. Author memang keterlaluan.
Dan sekarang kata “WHY” atau “wae” atau “kenapa” itu terjawab sudah… Something that make me say “WHY” adalah karena lalai dalam hal DOA.

Yeorobun… Ambil lah sisi positinya. Intinya, ini ditujukan ke semua jenis keyakinan/ iman kepercayaan masing-masing. Poin utama dari sini adalah tetaplah awali segala hal dengan doa maka semua hal yang akan kau lakukan pasti lancar-lancar saja…

Ahh… Pertanyaan yg langsung terjawab. Kelegaan sudah menyentuh hati author…

Jja… Tengkiyu berapi api ya sudah mau baca tulisan kepo nan alay nan lemah tak berdaya galau pupus terlena gundah gulana ini…
Semoga malam-malam kalian sedikit lebih berwarna dengan tulisan spam ini… HAHAHAHAHA

Jaljjayo yeorobun…. Saranghaeyo… Neomu jinjja joahaeyo… .^_^

d.g.d

Lonely girl and a beautiful view

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s