[Review] Super Junior di A-Nation Japan 2015, WAAAH!!! (Kenapa ada yang salah-salah! -_-)

[Review] Super Junior di A-Nation Japan 2015, WAAAH!!! Kenapa ada yang salah-salah! -_-

Wah!!!

image

Ya, beneran wah. Saya sebagai fans suju sejak 2010 sangat excited waktu tau SJ akan ada di A-nation 2015, dan terlebih lagi mereka adalah HEADLINER nya! Atau dengan kata lain, mereka bintang utamanya di panggung a-nation 29 Agustus 2015! WOW!

Hihi, artis yang ga pernah dibuat SM debut resmi di jepang dan hanya mengeluarkan single-single serta baru 1 album jepang ini, ternyata bisa jadi headliner disana, dan mendapat kesempatan untuk tampil selama 1 jam lebih nonstop. #terharu. Yeah, sebagai seorang fans seperti pada umumnya, ketika SJ mendapat pencapaian-pencapaian baru pasti bikin hati seneng. Yes, itu klasik lah bagi seorang fans terhadap idolanya. Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – “KOTA MATI” – CHAPTER 2 – SERIES – DONGHAE

KOTA MATI – Chapter 2

vlcsnap-2015-07-29-22h30m55s63

.

.

Donghae meludah untuk kesekian kalinya setelah memukul wajah Kibum. Kibum masih terduduk di tanah.

“Belajarlah untuk rasional. Seharusnya kau menyalahkan orang yang sudah menyalahgunakan alatku. Kalau kau tidak tahu sejarah, lebih baik kau tutup mulut.” Kibum bicara sambil bangkit berdiri. Donghae hanya memasang tampang sinis. Sungguhan, dia sangat benci alat itu, dan dia lebih benci kepada orang yang telah menemukan alat itu, dan kini justru ia harus bertatap muka dengan orang yang bersangkutan. Donghae mengepalkan tangannya namun kemudian mengendurkannya kembali. Ia mengurungkan niatnya untuk kembali menghajar Kibum.

Baca lebih lanjut

[ARTICLE] Yesung “Dreaming a Dream” Memimpikan sebuah Mimpi

Yesung “Dreaming a Dream” Si Pemimpi yang sedang Bermimpi

ganteng si yesung

Hohoho….

Whatsup :D

Seger banget hari ini akhirnya OST Hwajung yang dinyanyiin Yesung rilis. <3

Ah, setelah sekian lama dia hiatus, akhirnya dia membawakan OST lagi. Pengennya sih Yesung-ssi juga segera rilis solo album, tapi sepertinya harus ditunda dulu karena Yesung mau fokus main webdrama dulu yakan HAHAHA cieee Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – “KOTA MATI” – CHAPTER 1 – SERIES – DONGHAE

KOTA MATI – Chapter 1

 

vlcsnap-2015-07-29-22h29m38s55

 

 

.

———————————————————————–

FOUND

————————————————————————

.

.

“Yaish! YAK!” seorang pria berguling ketika terjatuh dari posisi tidurnya. Sudah pagi. Ia segera berdiri dan berjalan menuju sungai jernih di dekat ‘markas’nya. Ia membasuh wajahnya untuk menyegarkan diri. Masih belum cukup, ia memutuskan untuk berenang sebentar. Ia butuh bugar, dan itu satu-satunya cara.

“WOAH! Dingin sekali. Ah, aku lapar…” pria itu segera berjalan lagi ketika selesai berenang. Ia melangkah ke arah selatan dari posisinya untuk memetik beberapa buah yang ada disana. Mengusahakan agar ia memiliki tenaga yang cukup. Ia hanya bisa mengumpulkan sedikit raspberry dan pisang. Sepertinya hewan lain sudah lebih dulu memetiknya.

“Kau terlambat bangun, lagi…” Dia mengomeli dirinya sendiri. Tanpa peduli dengan nasibnya, ia segera kembali ke markasnya, sebuah rumah kayu yang berada dibawah pohon besar, ia sengaja memilih lokasi itu untuk melindungi keberadaan ‘markasnya’ dari mata-mata negara.

Dengan sigap ia segera menghabiskan sarapannya. Setelah itu ia segera mengambil ‘berkas’nya dan mengamatinya.

“Sial, kenapa ini rusak??? Arrrgggghhh! Aku susah payah membuatnya tapi jadi rusak seperti ini. Pasti ulah tupai itu! Arghh!” Donghae membanting berkasnya dengan kesal. Susah payah ia merancang semua itu namun rusak karena ulah binatang liar. Jangan salahkan binatang liar itu, salahkanlah takdir yang membuat Donghae harus hidup di hutan belantara seorang diri bertahun-tahun, hanya bisa mengenakan pakaian yang itu-itu saja, hanya bisa menjadi manusia primitif yang mencari makan dengan cara yang primitif layaknya manusia di zaman mesolitikum.

“Yaish!” Donghae menendang-nendang ranting di dekatnya kemudian kembali duduk. Ia menghela napas, kemudian kembali berjalan ke sungai tempatnya berenang tadi. Duduk menepi disana sambil mengamati betapa jernihnya sungai itu. Itu satu-satunya sungai yang bersih sampai saat ini, sehingga ia betah berlama-lama di sungai itu. Donghae duduk sambil bersila. Ia melipat tangannya sambil melamun.

Ia seakan kembali memikirkan masa lalunya yang dulu sangat sosial, kini hanya individual. Hidup sendirian di tempat seperti ini membuatnya seperti orang gila. Ya, mungkin kalau dia tidak bisa mengendalikan diri, dia sudah gila di tengah hutan itu. Bayangkan saja bagaimana susahnya hidup sendirian di tengah hutan, berinteraksi hanya bersama kera, tupai, burung-burung, bahkan ular. Halo, dia bukan tarzan yang kelahiran di hutan, dia adalah manusia biasa yang dilahirkan di sebuah kota besar namun harus berakhir disini akibat ulah presidennya. Salah satu korban dari keserakahan pemimpin negara.

Donghae tidak tahu sudah berapa lama ia hidup di hutan itu. Yang dia ingat adalah, dia sudah berada disana sejak ia kecil, sejak ia terakhir berusia 14 tahun. Sekarang dia sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang tinggi, tapi kembali lagi, dia tidak tahu sudah berapa tahun dia terjebak di situasi itu. Ia menghela napas. Ia membungkukkan diri ke arah air sungai, untuk sekadar bercermin di air itu, melihat bagaimana wajahnya. Setiap hari ia melakukan hal itu agar ia bisa ingat bagaimana wajahnya. Kadang air sungai yang terlalu jernih susah memantulkan bayangan wajahnya, sehingga ia harus sering-sering bercermin di air untuk mendapatkan gambaran pasti wajahnya.

“Sepertinya aku tampan. Hey, Donghae, kurasa kau tergolong pria tampan meski kau hidup di hutan menyedihkan ini.” Donghae berbicara sendiri sambil menunjuk-nunjuk air sungai dimana wajahnya tampak, namun itu tidak berlangsung lama ketika ia mendengar seperti ada suara-suara asing disekitarnya. Ayolah, Donghae ini sudah terlatih hidup di hutan, dia sudah hapal betul bagaimana irama langkah kaki segala macam binatang disini, dan kali ini, langkah kaki, suara-suara yang ia dengar itu seperti suara asing. Ia bisa merasakan ada yang tidak beres.

Donghae dengan sigap segera berdiri dan mencari posisi aman untuk memata-matai keadaan. Ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut yang bisa ia jangkau. Tidak ada apa-apa. Donghae menunggu, dan kembali suara-suara gemerisik itu terdengar. Ia tak sengaja menangkap siluet dari sumber bunyi itu. Siluet yang asing, yang terlihat seperti siluetnya. Tunggu! Seperti siluetnya? Apa itu manusia juga? Donghae tersentak. Ia segera mengambil dahan basah yang masih padat komponennya. Dia harus berjaga-jaga, siapa tahu itu merupakan salah satu ajudan negara yang ditugaskan untuk menyisir hutan. Donghae sangat waspada, ia juga memastikan bahwa yang ada disitu hanya satu orang. Setelah yakin, ia segera keluar dari persembunyiannya dan menyerang orang itu.

“Hiyaaaatttttttttt!!!!!!” Donghae mengayunkan kayu itu ke arah manusia yang hanya tampak punggungnya itu, namun dengan sigap orang itu mengelak dan balik menyerang Donghae.

“NEO NUGUYA!!!!” Donghae berteriak sambil menyerang balik orang itu. Orang itu tidak menjawab dan menghajar balik Donghae.

“BRUKKK”

Mereka terpental ke tanah, namun tidak sampai disitu, mereka masih terus bertarung meski darah sudah bercipratan kemana-mana.

“Brengsek! Pergilah dari hutan ini!” Orang asing itu memaki-maki Donghae sambil memukulinya. Donghae tidak tinggal diam, ia juga terus melawan dan menyerang orang asing itu.

“Seharusnya kau yang pergi dari sini! Ini rumahku! BODOH!” Donghae berujar kasar kemudian kembali bertarung. Namun kali ini Donghae sudah tidak berkutik dan terperangkap dalam kungkungan orang asing itu. Donghae tidak bisa bergerak lagi.

“SIAPA KAU! APA KAU DIKIRIM OLEH NEGARA???? CIH!” Donghae meludah ketika badannya ditelungkupkan ke arah tanah.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa kau, adalah suruhan negara untuk mencariku disini?” suara orang yang mengalahkan Donghae itu terdengar lebih tenang namun penuh tekanan.

“Haha! Omong kosong! Cih!” Donghae meludah disela bibirnya yang penuh darah.

“Aku bertanya dengan tegas sekali lagi padamu, anak muda! Siapa kau!” pria itu kini bertanya lebih kencang.

“Kalau kau bertanya, aku adalah penghuni hutan ini!” Donghae bicara sambil berusaha berontak dari kungkungan pria itu.

“Aku tidak percaya padamu!”

“Aku tidak peduli!”

“Hanya aku penghuni hutan ini. Tidak ada yang lain dan memang tidak mungkin ada yang lain!” Sahut pria itu sambil memandang Donghae dengan tatapan membunuh penuh kebencian.

“Aku! Aku bahkan sudah lama disini, bodoh! Aku bahkan memiliki tempat tinggal yang kubuat sendiri di dekat sini!” Donghae membalas dengan suara tinggi. Laki-laki yang satu lagi memandang pakaian Donghae, dan terlihat lusuh sekali, terlihat kumuh dan miskin, dan lebih tepatnya terlihat primitif.

“Kau siapa?” Donghae kali ini bertanya.

“Aku juga tinggal di hutan ini.” Orang itu bicara tegas, namun kali ini ia meregangkan kungkungannya dari Donghae, membiarkan Donghae bisa lebih leluasa sekarang. Mereka saling memandang, dan mereka sejauh ini terlihat sama. Sama-sama kotor, sama-sama gondrong, sama-sama bau, sama-sama berpakaian aneh, dan sama-sama primitif.

“Baik, aku mempercayaimu, orang tua.” Donghae bicara. “Kau bukan ajudan negara?” Donghae bertanya memastikan. Pria itu menggeleng.

“Aku buangan negara.” Jawab pria itu. “Bagaimana denganmu?”

“Aku? Aku pemberontak negara. Aku tidak mau dikendalikan oleh mereka, jadi aku kabur sampai ke tempat ini.” Jawab Donghae.

“Hm… Menarik. Bagaimana bisa kau kabur dari alat itu? Oh, Sudah berapa lama kau disini?” pria itu bertanya.

“Sejak aku kecil aku sudah disini. Sejak usia 14 tahun, tapi aku sudah terjebak dalam perbuatan presiden sialan itu selama 7 tahun hidupku. Dari usia 7-14. Namun akhirnya aku berhasil bebas di usiaku yang ke-14 dan lepas dari negara. Aku bahkan tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu. Hey paman, di hutan tidak ada jam, tidak ada kalender.” Ucap Donghae. “Bagaimana denganmu? Kalau kau memang penghuni hutan ini.”

“Sudah sejak lama, sejak presiden mulai melakukan hal kotor itu, aku sudah disini.”

“WOW! Hahaha, kau pikir aku percaya. Menurut berita yang beredar, tidak ada satupun orang yang dikabarkan berhasil lolos selama aku ada disana.”

“Aku bukan pelarian, aku buangan.”

“Maksudmu?”

“Aku Kim Kibum, apa kau tidak tahu nama itu?” pria bernama Kim Kibum itu bertanya.

“Kim…Kibum…?” Donghae seperti familiar dengan nama itu, namun ia masih susah mengingat.

“Kim Kibum, penemu chip otak, penemu sekaligus pemilik hak paten. Orang bodoh yang memperkenalkan alat itu kepada orang yang salah. Orang yang sudah dilemparkan ke hutan ini demi kenyamanan presiden tercinta.”

“Kim Kibum? Kau? Penemu itu? KAU!” Donghae segera memukul wajah Kim Kibum sekali hingga Kim Kibum terpental ke tanah.

“Akibat penemuan sampahmu, negara jadi hancur!” Donghae memaki Kibum.

“Sopanlah kepada orang yang lebih tua darimu, anak muda. Dimana etikamu!” Kibum hanya tertawa sinis.

“Cih!”

.

.

.

To Be Continued

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Author:

DeziloMing

 .

Main Casts:

Donghae, Kibum

 .

Other Casts:

. . .

.

Rate:

15+

.

Genre:

Fantasy, Action

.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

DeziloMing

HaeYeSungmin Anae

[FANFICTION] – “KOTA MATI” – INTRO – SERIES – DONGHAE

KOTA MATI – Intro

 

vlcsnap-2015-07-29-22h31m17s39

 

 

———————————————————————–

…Intro

————————————————————————

“NO TALK…

NO PLAY…

NO LOVE…”

Tiga frasa, bergaung berulang-ulang memenuhi kota besar itu, bergema di setiap sisi kota tanpa terkecuali, terdengar lantang dan jelas ditengah sunyinya kota. Bukan sunyi karena tidak berpenghuni, melainkan karena memang tidak ada satupun makhluk yang bersuara disana. Semuanya hanya diam, berjalan mengikuti barisan yang sudah ditentukan, dan diawasi oleh beratus-ratus ajudan yang diperintahkan oleh pemilik negara.

Baca lebih lanjut

(CurCol di Malam Buta) Sorry not Sorry, Sungmin again Sungmin again

Hai guyssssssssss…

Hai hai… ^_^

Long long long time tak bersua ya aiguuu XD

Sudah berapa lama sejak gue posting sebuah tulisan wkwk. Buat viewers pasti bisa tau postingan terakhir gue sebelum ini tentang apa.

And now, gue balik lagi. Lol.

Ah… Aneh aja, tiba-tiba gue pengen nulis sesuatu disini, padahal sebelumnya gue mau tutup situs blog gue ini karena mulai bosan dan ga punya banyak waktu luang -_-

Hari ini… Desember…

Baca lebih lanjut

[Curcol di Subuh Bolong] – Last Post for Lee Sungmin’s Wedding News

Untuk terakhir kali, gue akan mencoba berpendapat untuk semua hubungan asmara Sungmin ini…

Gue… Baca lebih lanjut

[CURCOL di Subuh Buta] – Sungmin kenapa harus gini sih….

Repost from 26 September 2014 pukul 3:57 

alone-lonely-girl-beautiful-sad-waiting-seaside

– – – – – – –

Hm…

Hidup dalam dunia fangirl-ing ini ternyata ngga segampang yang gue ekspektasikan di masa lalu. Yah, dimasa lalu ketika gue pertama kali masuk dalam dunia mengerikan ini, gue cuman mikir bahwa ini cool! Ngefans sama artis korea yang bening, dengan lagu yang catchy, plus menonton tingkah lucu mereka adalah hal yang begitu menyenangkan dalam dunia fangirl-ing. So, apalah beratnya untuk hidup dalam lingkaran hitam ini yakan? Yang kita perlukan cuman nonton dan nikmatin hiburan yang idol berikan ke kita…

Tapi… Baca lebih lanjut

[UPDATE] It’s All About L.O.V.E, Super Junior~

It’s All About L.O.V.E,

Super Junior~

 

SJ Piramid

 

Apa yang muncul dipikiran kalian sebagai seorang E.L.F ketika mendengar sebuah frase yang berbunyi : “Super Junior”? Hey, mungkin bakal ada yang bilang: Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – “AND I LOVE YOU” – CHAPTER 2 – SERIES – YESUNG

AND I LOVE YOU – chapter 2

si yesung ganteng

.

.

———————————————————————–

…This love, Hoping  that you are the owner,  so I just need for waiting without anxiety…

-(…sehingga aku hanya perlu bersabar tanpa khawatir…)-

————————————————————————

Baca lebih lanjut

[ARTICLE] Hey SUJU, Kapan Kamu Comebacknya, Nak?

bow sj ss5 last

Hoah…. Udah tanggal segini aja. Apa kabar suju? Apa kabar 7jib? Apa kabar MV baru? Apa kabar SMEnt?

Oalah, menunggu Suju comeback 7jib itu serasa seperti sedang melihat seekor siput yang lagi menyeberang. Pergerakannya yang cuman: “ngek~ …. ngek~…. ngek~…..” Laaamaaaaaaaaa

Jenuh ya?

Iya, jenuh.

Menunggu itu memang sebuah kegiatan yang paling membosankan dan menyebalkan, dan ini terjadi sekarang diantara kehidupan ELF bahkan sejak 2013 kemarin.

Ck, gimana kabarnya nih 7jib? Apa SJ akan Baca lebih lanjut

[UPDATE] Super Junior Duo EUNHAE = Anak Disko (+link video)

[UPDATE] Super Junior Duo EUNHAE = Anak Disko

eunhae tersangka

Hai hai hai…. Lama saya nggak share artikel ya. Haha, selama ini malas ngetik broh, jadinya baru hari ini kesampaian. Tapi, semoga para pengunjung setia tetap pantengin blog ini dengan semangat menggebu-gebu, ya yeorobun… Sama seperti bagaimana menggebu-gebunya anda menunggu cinta bias #lho

Anyway, selamat menyambut bulan July, guys… Haha, ulang tahun Leeteuk juga kan? Udah pada ngucapin? :D Yang belum, yaudah sana dulu gih serbu akun twitternya si bebek, jangan lupa bilangin ke si abang JungSoo, kalau saya Baca lebih lanjut

(NEW) [FANFICTION] – “AND I LOVE YOU” – Chapter 1 – Series – Yesung

AND I LOVE YOU

 

 yesungie

.

.

.

———————————————————————–

…This love, Hoping  that you are the owner,  so I just need for waiting without anxiety…

-(…sehingga aku hanya perlu bersabar tanpa khawatir…)-

————————————————————————

Baca lebih lanjut

(CurCol Di Tengah Malam Buta) – Hatiku oh Hatiku

-anggep itu gue yang lagi meluk visitors wkwk-

-anggep itu gue yang lagi meluk visitors wkwk-

Hey-yo, yeorobun… Aduh, long time no see, udah lama nggak apdet sesuatu di blog keramat ini. Ini semacam rasa bersalah ke visitor tercinta karena sudah saya abaikan beberapa waktu. Yah, maafkanlah saya yang belakangan ini males update di blog. Ada banyak alasan yang bikin saya malas. Pertama, karena ngga punya topik. Kedua, modem lelet. Ketiga, wordpress berat banget kalo mau dibuka, jadi ya tunggu timing yang pas baru bisa buka blog.  :D

Anyway, seneng nih rasanya ngeliat visitors tetap nambah meski saya ngga Baca lebih lanjut

[ARTIKEL] – OH MY GOD SJ-M New Mini ALBUM “SWING”!!!

Hey, ELF!!!!

Aha, kali ini saya datang menyuguhkan sebuah tulisan singkat tentang sesuatu hal.

WHAT IS THAT???

1…

2…

3…

Super Junior – M COMEBACK, guys!!!!!

Hahaha… (ketawa girang)

Ngga nyangka, comebacknya bulan ini, aku pikir kemarin bakal comeback bulan april soalnya banyak rumor yang menuliskan bahwa SJ M comeback itu pas Baca lebih lanjut

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 6 (Last Part) – SERIES – SUNGMIN

Chapter 6: Time for Miracle…

 

11028_478620162186529_451321733_n

 

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 5 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 5: Sorry, too Late…

549069_273568522763667_1808685353_n

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 4 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 4: This is Life, with Full of Tears…

 

ming naturally

 

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 3 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 3: Old Memories, Sweet Memories

 ming

 

 

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka  berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani...

 Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 2 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 2: The Tears Fall

suam


Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

(NEW) FANFICTION – “WHY I LIKE U” – Chapter 1 – SERIES – Sungmin

-CHAPTER ONE-

483999_399077856814046_2122676863_n



Cho Min Ji, gadis yang sangat mencintai Sungmin. Mencintai Sungmin bukanlah perkara sulit baginya. Tapi, tidak dengan Sungmin itu sendiri. Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidupnya, terlebih lagi pada kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani...

Baca lebih lanjut

FANFICTION – “JOMBLO – SEPENGGAL KISAH 3 JOMBLO-ERS DI AKHIR SEMESTER-” {THE DAY HE FALL IN LOVE} – SERIES – KYUHYUN, RYEOWOOK, EUNHYUK

author: Desi Gloria Damanik (@DeziloYeSungmin – DeziloMing)

main cast: KRE (Kyuhyun Ryeowook Eunhyuk)

other cast: member suju (Sungmin, Donghae), Luna

genre: comedi gagal (sengaja menggunakan gaya bahasa Indo campur Korea)

rating: tidak ada batasan

————————————————————————————————–

JOMBLO

-Sepenggal kisah 3 jomblo-ers di akhir semester-

{CHAPTER 1 – THE DAY HE FALL IN LOVE}

————————————————————————————————————–

~~Pagi yang ditemani kehangatan matahari…

[MUSIK BACKSOUND: Super Junior – Boom Boom] *hahaha* Baca lebih lanjut

FANFICTION – “JOMBLO – Sepenggal Kisah 3 Jomblo-ers di Akhir Semester-” {Prolog} – Series – Kyuhyun, Ryeowook, Eunhyuk –

author: Desi Gloria Damanik (@DeziloYeSungmin – DeziloMing)

main cast: KRE (Kyuhyun Ryeowook Eunhyuk)

other cast: member suju yang lain, dll (temukan sendiri di tiap chapter)

genre: comedi gagal

rating: tidak ada batasan

————————————————————————————————–

JOMBLO

-Sepenggal kisah 3 jomblo-ers di akhir semester-

————————————————————————————————————–

Tiga sekawan. Eunhyuk, Ryeowook, dan Kyuhyun. Tiga pria Korea ini adalah sebagian kecil orang yang sedang mengalami dilema besar-besaran di masa ini. Yah, ada banyak problema yang berseliweran sih, dalam kehidupan kita. Namun untuk problem yang satu ini, mereka bertiga benar-benar merasa tidak terima. Galau, hancur, miris, pilu, dan segala macam kata-kata sedih ini sedang melanda batin dan jiwa mereka. Jomblo! Yap, tiga pria Korea ini, yang mengaku sebagai pria paling tampan dan paling kece se-antero Korea sedang mengalami situasi yang menurut mereka Baca lebih lanjut

[UPDATE] Dilema, SUPER JUNIOR 13 or 15??

Dilema, SUPER JUNIOR 13 or 15??

Ga sengaja tadi nemuin pertanyaan ELF di sebuah grup facebook, pertanyaan yang cukup menuai kontroversi pastinya :D Tapi pertanyaannya itu cukup bagus. Itu bisa dipakai untuk mengecek bagaimana isi pikiran ELF lain tentang formasi SJ.

Pertanyaan itu kurang lebih begini:

“13 atau 15?”

Kalau kalian pribadi ditanya, bagaimana?

Hmm… Merujuk dari bermacam komentar yang muncul pada pertanyaan itu di grup faceook yang saya ikuti, mungkin sudah bisa mewakili pendapat anda-anda juga. Mayoritas menjawab bahwa mereka lebih pro ke Baca lebih lanjut

[ARTICLE] – GOT7 New K-Star, How?

GOT7 New K-Star, How?

Yeah, gatau kenapa kali ini pengen sekali membahas tentang siapa itu artis baru? Hup, betul sekali. GOT7. Artis yang baru didebutkan oleh salah satu agensi besar di Korea, JYP Ent. Niatan pengen bahas mereka gara-gara sepertinya banyak yang heboh diluaran sana semenjak mereka debut. Apalagi karena image ‘muda’ yang masih melekat di diri mereka, akhirnya fans-fans dari sebuah grup ‘muda’ dari agensi SMEnt merasa jantungan, takut kawanannya pindah fandom. Ckckck, dunia perfandoman memang rumit.

Ada apa dengan GOT7?

Ya, ada apa?

Banyak orang yang antusias dengan debutnya mereka. Kenapa?

Pertama, mungkin karena mereka Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – ONESHOT – “2060, ‘TILL THE END OF TIME” – SUPER JUNIOR

Title: 2060, TILL THE END OF TIME

Cast: All SJ members

Author: Desi Gloria Damanik (pen name: DeziloMing)

Disclaimer:

Annyeonghasseo… Super junior members adalah milik Tuhan semata, namun jalan cerita, ide cerita, serta keseluruhan ff ini adalah milik author. Author yang mengarang sendiri di tengah malam pukul 1 pagi karena gak bisa tertidur. Ngetik gak sampe 1 jam karena hanya Oneshoot. Ide muncul begitu aja kayak hantu *eh *malahcurcol*

Semoga yang baca bisa terhibur dgn ff sederhana ini. :D Mungkin ini belum sempurna, tapi setidaknya terimalah niat author yaitu untuk menghibur kalian semua… *tsk *tangisHaru

:’(

Jangan lupa tinggalin review (Like-komment) ya…

Gomawoyo~~

p.s: FF ini sudah lama ditulis, sekitar 2013 kemaren.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Summary:

Mereka adalah keluarga, sejak dulu sampai akhir. Mereka adalah pria tangguh yang sudah berjuang sejak mereka masih seumur jagung, melakukan training dengan susah payah dan semangat, menjalani dunia keartisan dengan perasaan luar biasa dan tidak pernah mengeluh untuk ELF-nya, dan mereka selalu saling mendukung satu sama lain.

Ketika umur bertambah, badan makin rapuh, dan sedikit demi sedikit kepopuleran itu sirna, mereka masih punya satu sama lain, mereka masih punya orang-orang yang sudah seperti saudara kandung sendiri. Mereka… Super Junior member…

-Uri Super Junior-

-Uri Super Junior-

Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – DRABBLE – “MY EX” – KYUHYUN

My Ex

cast: Kyuhyun, Hye Na

author: DeziloMing

length: drabble

genre: maybe angst? entahlah, bingung sendiri juga -_-

Yeah, sebenarnya ini gegara mimpi tadi sore. Mimpi ngelihat Kyuhyun lagi duduk di halte, dan dalam mimpi itu gatau kenapa author merasa sedih, padahal uri GaemGyu bukan di urutan no.1 kalo masalah bias-biasan di SUJU. Haha… Jadilah akhirnya FF ini dibuat, karena hati author masih sakit aja sejak bangun dari tidur siang tadi… Ckck…

————————————————————————————————————————————

summary:

Kadangkala tidak ada satupun yang bisa menebak, mengapa pertemuan harus terjadi. Apalagi pertemuan yang tak pernah diharapkan.

Namun kadangkala akal sehat tidak bisa menebak, mengapa pertemuan yang sebenarnya tidak diharapkan itu justru mampu mengobati kerinduan…

Meski pada akhirnya pertemuan itu harus diakhiri kembali oleh perpisahan…

Baca lebih lanjut

[UPDATE] – Selamat Datang, EUNHAE! (Still You MV) ~ cuaps-cuaps Author

Selamat Datang, EUNHAE! (Still You/Ajik Do Nan MV)

-Still You EunHae-

-Still You EunHae-

Yayaya, saya tahu, judulnya aneh. Wkwk.. Yah, tapi itu sungguhan loh. Itu merupakan ucapan selamat datang dari saya, spesial untuk EunHae karena akhirnya mereka debut juga di Korea. Selama ini kan duo EunHae itu lebih fokus ke single atau album Jepang. Nah, baru kali ini, setelah 8 tahun debut, setelah tahun ke-2 jadi subgrup, SMEnt memberi mereka kesempatan untuk Baca lebih lanjut

FANFICTION – ONESHOOT – “AJIK DO NAN (Still You)” – Donghae

~AJIK DO NAN~

Sebuah fanfiction singkat yang terinspirasi dari MV “Still You” yang dinyanyikan EunHae…

Berhubung saya bukan seorang YAOI Lovers, jadi tentu saja saya TIDAK AKAN membuat fanfict ini menjadi kisah cinta antara EunHae. Big NO!

Sebagian besar adegan di FF ini memang diambil dari MV nya. Soalnya lagunya bagus sekali, MV nya juga langka! Jarang-jarang loh SMEnt bikin MV kayak begitu… :D Jadinya tangan ini gatal pengen bikin fanfict nya. HAHA *pukul gue*

Oh, kenapa main castnya Donghae? kenapa bukan Eunhyuk? Yah, karena pas pertama kali lihat teaser MV nya, udah langsung kesemsem sama si Hae pas pake baju hitam. Ulala~ :D

SUMMARY:

Ini hanya sebuah kesepakatan konyol antara sepasang kekasih. Kesepakatan yang tujuannya hanya untuk uji coba rasa rindu. Di hari selanjutnya mereka memang menjalani hari minggunya seorang diri, tapi pada akhirnya mereka bertemu kembali di malam yang menyenangkan, secara tidak sengaja…di sebuah jalan…Everlasting Street

Okelah tidak perlu berlama-lama, yang berniat membaca, happy reading… ^^

p.s: ada baiknya saat kalian membaca, putar juga lagu Still You dari EunHae, okay!!

Baca lebih lanjut

FANFICTION [Drabble] – “CASE CLOSED” – Sungmin (Author POV)

Fanfiction {Drabble}

Berhubung drabble, jadi tentu saja sangat singkat ~ Haha

Sebuah cerita pendek yang tidak terlalu jelas isi ceritanya apa -_-

Tema cerita yang gaje dan sepertinya tidak layak baca :'(

p.s: FF ini sejenis kode rahasia dari reality *eaaaa *gesek-Biola-Mr.Crab*

Sangat tidak layak baca

Jangan dibaca!

Jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!

*menjerit rombeng*

~DeziloMing~

Baca lebih lanjut

[ARTICLE] Ketika Super Junior Kembali Disebut Sebagai KING OF KOREAN WAVE oleh Orang Korea Sendiri

Ketika Super Junior Kembali Disebut Sebagai KING OF KOREAN WAVE oleh Orang Korea Sendiri

-SJ win-

-SJ win-

Masih ingat postingan saya tentang SJ dalam tayangan MBC? Yang waktu itu saya cerita kalau MBC mengatakan kalau SJ adalah The King of Korean Wave, mengatakan bahwa Super Junior adalah tokoh yang memang membuat negara mereka bisa lebih dikenal luas di negara lain. Kalian bisa buka postingan author yang waktu itu disini

MBC itu channel TV Korea yang besar lah. Mereka sendiri, orang Koreanya langsung bilang kalau memang uri SUJU yang berpengaruh besar dalam penyebaran kpop. Nah, baru-baru ini ada lagi tayangan korea yang mengatakan kalau SJ adalah The King of Korean Wave. Acara apa? Arirang.

Tahu Arirang? Salah satu program TV Korea yang Baca lebih lanjut

FANFICTION – ONESHOOT – “Ghost!!! GHOST in Our DORM!” – Super Junior

Ghost!!! GHOST in Our DORM! .

-GHOST-
-GHOST-

. . .

    Title: Ghost!!! GHOST in Our DORM!
    Author: DeziloMing
    Cast: all members SJ
    Summary:
    Naas itu adalah ketika suju members sedang asik2 tidur, tiba-tiba lampu mati dan….ada yang mengetuk pintu, di tengah hujan deras…
    p.s: sengaja menggunakan gaya campuran ala indonesia + korea biar kehancurannya makin keliatan WKWK

Happy reading… . .

———————————————————-

~~Ghost in Our Dorm~~

“Gedebak gedebuk….” terdengar kerusuhan di kamar utama dorm. Ceritanya di dorm Suju, mereka (members) hanya punya 1 kamar yang super lebar. mereka ber-13 tidur disana berdempet-dempet seperti ikan kalengan. XD

“Pletakk~”

“Akh… Hyoong… Singkirkan kakimu dari pipi cantikku…” sahut Wookie samar-samar ditengah-tengah tidurnya.

“Nyam nyam…” Shindong hanya menyahut dengan cara seperti itu (-,-“)

“Dhuarrr~”

“Eh……” sontak Donghae terduduk. Ia mendengar suara petir menggelegar sangat kuat dan membuat jantungnya cenat cenut kayak lagu sm#sh. (-..-“) Baca lebih lanjut

[UPDATE] – Special Thanks just for you, LEETEUK-ssi (Park Jung Soo)

    LEETEUK-ssi, GOMAWOYO…

 

-Leeteuk at SS4-

-Leeteuk at SS4-

Kilas balik ke beberapa waktu belakangan ini, tidak terasa uri Leeteuk-ssi a.k.a Park Jung Soo sudah masuk wajib militer kurang lebih 13 bulan ya? Dia masuk sejak Oktober 2012 kemudian akan pulang sekitar akhir bulan Juli 2014.

Ah, bagaimana rasanya? Tidak terasa ya, Leader-nim sudah mengabdi dalam dunia militer lebih dari 1 tahun. Ckckck, hebat!

Baca lebih lanjut

[UPDATE] KETIKA BLUE WORLD MV (short ver.) Super Junior RILIS!

BLUE WORLD MV SHORT VERSION RILIS!!

-BLUE WORLD-

-BLUE WORLD-

Pagi ini, tepatnya tanggal 29 Nopember 2013, saya baru aja bangun sekitar pukul 09:30 WIB pagi, dengan posisi tubuh tergeletak tak berdaya di lantai kamar. Bukan! Saya bukan jatuh menggelinding dari kasur, tapi Baca lebih lanjut 

Suara napas normal dan abnormal

isungminanae:

Suara Napas Abnormal

Originally posted on nisha's blog:

SUARA NAPAS NORMAL

Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli, dengan sifat bersih
• Suara nafas normal :
a) Bronchial : sering juga disebut dengan “Tubular sound” karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa), suaranya terdengar keras, nyaring, dengan hembusan yang lembut. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi, dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch.
b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada.
c) Vesikular : terdengar lembut, halus, seperti angin sepoi-sepoi. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi, ekspirasi terdengar seperti tiupan.

 

SUARA NAPAS TAMBAHAN/ABNORMAL


  1. Crackles

Adalah bunyi yang berlainan, non kontinu akibat penundaan pembukaan  kembali jalan napas yang menutup…

Lihat yang asli 426 kata lagi

[ARTICLE] Setelah Sungmin Jatuh, ini OBROLAN LUCU SJ Setelah Penampilan BLUE WORLD ss5 osaka day 2

Setelah Sungmin Jatuh, ini OBROLAN LUCU SJ setelah penampilan BLUE WORLD ss5 osaka day 2

.
.

-Bule World- Japan Single-

-Bule World- Japan Single-

.
.
.

Sudah tau kan, pas hari ke-2 di sushow 5 osaka, sungmin jatuh saat melakukan part meloncat. padahal part itu keren huhuhu mingie…

Nah, ketika Baca lebih lanjut

[ARTICLE] Liputan Super Show 5 Documentary (130608) at MBC tv channel

Liputan Super Show 5 Documentary (130608) at MBC tv channel
 .
 .
 .
 .
Di episode pertama penayangan acara documentary SS5 di South America, MBC menampilkan keterangan seperti berikut ini di awal-awal video: Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 8 (LAST PART) – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 8 (LAST PART)

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
Sudah hari ke-9.
Saatnya share part terakhir dari season 2 ini.
Saatnya berpisah pada kesedihan semua pemain :D

-hope-

-hope-

Yang pasti, semoga yang baca baik itu dari season 1 atau baru dari season 2 bisa terhibur

yuuu, jja silahkan dibaca… ^_^ Baca lebih lanjut

FANFICTION – DRABBLE – Coffee & Milk {FIRST DATE} – Eunhyuk

DRABBLE

 

COFFEE and MILK – {FIRST DATE}

 

Author: DeziloMing (as always :3 )

 

Cast(s) : Lee Hyuk Jae as Eunhyuk
Jin Ri as Jin Ri

 
Cuaps2 author:
little confuse -_-

alur membingungkan, gaje, blur, apa adanya zzz
Hanya sebuah ff ringan yang tidak memiliki konflik rumit seperti ff berchapter milikku :v
Namanya juga drabble, jadi ga perlu konflik-konflik seram lah :D

Cuzz, dibaca~
.
.
.

-EunHyuk-

-EunHyuk-


.
.
.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~********************~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


COFFEE and MILK {FIRST DATE}

 

Beberapa helai dedaunan yang sudah menguning itu berguguran seiring dengan tiupan angin yang bergonta-ganti arah. Ranting pepohonan juga saling bergesekan karena tenaga angin yang memang jauh lebih besar daripada pertahanan mereka. Sore ini dipenuhi dengan beragam jenis aktivitas dari separuh warga korea yang sedang menikmati musim gugur. Ada yang bepergian bersama suami dan anak-anak mereka, ada segerombolan anak remaja yang menghabiskan waktu dengan bersepeda, ada pasangan muda mudi yang memilih untuk bersantai di taman kota, dan sebagainya. Sore hari seperti ini, sore yang penuh dengan tiupan semilir angin khas musim gugur memang sangat cocok dihabiskan dengan bersantai bukan? Ah, minggu pertama di musim gugur seperti ini memang sebaiknya disambut dengan semangat juga.

 

Di sudut kedai tradisional di ujung kota yang terlihat ramai itu, seorang pria berpakaian modis dengan aksesoris yang seadanya sedang duduk sambil mengutak atik ponsel pintarnya. Earphone berwarna silver juga tergantung apik di lubang telinganya. Musik memang salah satu pelariannya jika sedang sendirian. Tapi untuk kali ini, dia tidak akan terlalu lama mengalami hal yang disebut dengan ‘sendirian’ itu. Tidak lagi, kawan. Hari ini akan menjadi berbeda dari yang lainnya.

Wae?

 

First date!

 

Yup, first date yang menarik bagi Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk, nama orang itu, karena ini merupakan kencan pertamanya setelah melewati karir keartisannya kurang lebih 8 tahun. Selama ini dia memang memilih untuk jomblo sesaat demi menyenangkan hati fans kesayangannya. Namun tidak untuk tahun ke-8. Takdir mempertemukannya pada seorang gadis berambut gelombang sebahu, yang menurut Eunhyuk terlihat sangat kyeopta. Jja, dia yakin, dia dan yeoja ini nantinya bisa melewati hari yang menyenangkan. Dia yakin gadis ini pasti sesuai dengan kriteria yang ia cari. Bahkan ia merasa yakin seratus lima puluh tujuh persen. *itu berlebihan -_-*

 

Mianhae, Eunhyuk-ie, aku terlambat. Aish, seharusnya aku menyetujui tawaran appa untuk mengantarku sampai kesini, tapi aku terlalu keras kepala dan tetap memutuskan untuk naik bus, dan yah, seperti yang kau lihat sekarang, aku…datang…terlambat.” ._.

 

Jin Ri segera duduk di salah satu bangku dihadapan Eunhyuk setelah mengoceh panjang lebar disela-sela napasnya yang terputus-putus karena habis berlari-lari kecil. Eunhyuk hanya menyodorkan gummy smile maut miliknya untuk menyiratkan pada sang pacar baru, bahwa dia baik-baik saja kok.

 

Gwenchanayo. Ah, tidak usah minta maaf seperti itu, Jin Ri-ah…” ucap Eunhyuk, dan lagi-lagi ia memamerkan gummy smile miliknya yang bahkan pernah membuat noona dari Jonghyun shinee merasa jatuh cinta juga. Ckck, meski member super junior berkata bahwa Eunhyuk yang bertampang paling ‘buruk’ di grup, pada kenyataannya banyak yeoja yang terpikat pada gummy smile-nya itu, bukan?

 

“Wah, syukurlah, aku pikir kau marah. Sekali lagi mianhae, aku terlambat sekitar…7 menit. Ck.” Jin Ri menatap jam tangannya sebentar.

 

‘Imut sekali.’ Hanya itu yang terlontar dalam hati Eunhyuk.

 

 

END? TBC?

Entahlah~

Kalau mood mari ditunggu, siapa tahu ada sequelnya :3

.
.
.
.
DeziloMing

YeSungmin Anae

D.g.D

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 7 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 7

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
yuhuuu. Yah, 1, 2, 3, 4, wuah, sudah pas hari ke-7 ya di update… Too late, right? -__-
*deep bowing*
Mau gimana lagi ya kan, kehidupan di dunia maya memang harus ditelantarkan lebih sering karena kesibukan di dunia nyata ini, yeorobun… :D
Cuzz lah, kajja langsung ke part 7 nya aja…

p.s: menuju chapter-chapter akhir season 2 nih ^_^
.
.
.

-Sungmin ssi-

-Sungmin ssi-

.
.
.
.
.
.

(PART SEBELUMNYA…)
“Appa… Hmm… appamu orangnya aneh….”
“Mwo?”
“Dia tidak mau mengalah, dia itu usil, dia suka mengganggu eomma, dan kau tahu…”
“apa?”
“Appamu suka bertingkah aegyo… -_-“
“Jinjja? Bagaimana appa melakukannya?”
“Dia akan mengedip-ngedipkan mata, kemudian mengepalkan kedua tangannya lalu diputar-putar di pipinya…”
“bbuing bbuing!!”
“Tepat. Dia akan bertingkah seperti itu kemudian bersuara seperti anak kecil…”
“Jinjjayo?”
“Ne… Dan kalau dia begitu, eomma yang tadinya kesal akhirnya tertawa kencang karena wajahnya benar-benar lucu… -_-“
“Hahahahah…..” Minhyun tertawa mendengar curhatan eommanya. Dia senang sekali karena akhirnya eommanya mau bercerita panjang lebar padanya tentang appa misteriusnya. Dia juga bingung, kenapa eommanya bisa berubah begini. Biasanya eommanya selalu mengelak kalau disuruh bercerita.
“Lalu, apa lagi keburukan appa?”
“Kalau tidur mulutnya sering terbuka… Bahkan kadang-kadang mengorok…Aishh… Benar-benar berisik…-_-“
“Lagi!”
“Appamu juga sering mengganggu eomma kalau memasak…”
“Aish.. Appa benar-benar payah… -_-“ ucap Minhyun menggeleng dan membuat Hyun Hee gemas.
“Tapi appamu berbakat. Dia pintar musik, dia suka belajar alat musik, dia suka bernyanyi, em.. Dia bisa bermain sulap, gelembung sabun, memasak, apa lagi ya? Oh, bahkan dia ahli bela diri cina. Namanya martial art…”
“Jinjja? Wah.. Kalau begitu aku ada lawan main…”
“Mwo?”
“Ne… Kalau aku bosan, kan aku bisa mengajak appa berkelahi…”
“Yak!! Dipikiranmu hanya berkelahi saja…” ucap Hyun Hee kemudian mencubit pipi Minhyun. “Oh, ada lagi yang terlupa. Tanggal ulang tahun kalian sama…” ucap Hyun Hee lagi.
“1 Januari, eomma?”
“Ne…”

Malam semakin dingin, tapi ibu dan anak itu tidak merasakan dingin itu lagi karena perbincangan hangat mereka yang terus berlanjut. Hari ini sabtu malam, jadi Hyun Hee tidak memaksa Minhyun untuk segera tidur. Dia membiarkan putrinya bebas malam ini. Sekali lagi dia merasa beruntung memiliki putri seperti Minhyun, yang bijak, cerdas, cerewet, dan termasuk anak nakal. Putri kecil yang masih berumur 5 tahun… Putri yang menyenangkan untuk diajak bertukar pikiran.

* * *

————————————————————————————————
GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 7 – I Love You, my Daughter…

————————————————————————————————-

Kim Ha Raa POV

Setiap ada kesempatan, aku selalu berusaha memantau keadaan Minhyun. Entah kenapa, semenjak insiden kemarin saat dia hampir tertabrak, aku merasa dia itu seperti putri kecilku. Aku menyayanginya. Terdengar aneh memang. Tapi ini adalah kebenaran. Mungkin karena rasa bersalahku lah yang menyebabkan semua ini, ditambah karena putriku yang meninggal tertabrak mobil karena kecerobohanku membiarkannya berjalan sendiri. Sekali lagi aku melihat gadis kecil itu dibully teman-temannya. Namun dia tidak pernah terlihat sedih, dia hanya marah dan berusaha menahan diri agar tidak berkelahi. Anak yang kuat… Aku tersenyum melihatnya namun hatiku tetap sakit. Tentu aku merasa begitu karena semua ini terjadi tidak lain adalah akibat kejahatanku dulu. Andai dulu aku tidak melakukan perbuatan kotor itu…
Beruntungnya Hyun Hee memiliki Minhyun. Sungmin juga.. Ah, andai Sungmin melihat putrinya sangat kuat seperti ini, dia pasti bangga. Dimana dia sekarang… Andai aku tahu dia dimana, aku akan minta maaf padanya karena sudah menjadi orang ketiga di keluarga mereka. Aku…memang masih mencintainya, tapi aku tahu diri, sekeras apapun aku berusaha mendapatkannya, hatinya tidak akan pernah ada untukku, tapi untuk Hyun Hee. Yah, lagi-lagi ini semua memang imbas dari sikapku dulu. Aku yang dulu memutuskan hubungan dengannya, atau bahasa kasarnya adalah mencampakkannya. Aku terlalu egois dulu. Keinginan menjadi yeoja sukses membuatku jadi egois. Aku memutuskannya bahkan sempat merendahkannya.

“Wae….? Kita sudah bertunangan… Kita sudah mengikat janji dan kita saling mencintai… Kalau kau ingin melanjutkan pascasarjanamu di LA tidak masalah, kita bisa melakukan hubungan jarak jauh… Kenapa harus putus, Ha Raa ya….” ucap Sungmin menyentuh kedua bahuku.
“Hmhh. Mian Sungmin ah. Tidak mungkin bisa! Kalau kita tetap berpacaran, bisa-bisa pendidikanku tidak lancar. Aku tidak bisa berkonsentrasi. Kau nantinya hanya mengganggu belajarku saja. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini.”
“Hajiman… Kita sudah berpacaran sejak SMA, dan kita saling mencintai…” ucap Sungmin kemudian meraih tanganku.
“Sudahlah Sungmin ah… Jangan memaksaku. Lihat. Sekarang saja kau sudah berusaha menghambat cita-citaku, apalagi kalau aku di LA, kau pasti terus menerus menggangguku. Entah itu bertelepon atau yang lainnya dan itu pasti sangat mengganggu, kau tahu!”
“Aku tidak bermaksud menghambat cita-citamu. Bagaimanapun juga aku mencintaimu dan akan selalu mendukung keputusanmu, termasuk kuliah di LA.”
“Kalau kau memang selalu mendukung keputusanku, berarti kau juga harus mendukung keinginanku untuk mengakhiri hubungan ini…” ucapku, kemudian melepaskan genggaman tangannya.
“Kita sudah bertunangan, Ha Ra ya…”
“Itu hanya tunangan kan? Belum pernikahan. Lupakan pertunangan itu, anggap saja itu tidak pernah terjadi. Aisshh… Sudahlah Sungmin ah, sekeras apapun kau mengehentikanku aku tetap teguh dengan keputusanku. Hubungan kita berakhir dan kumohon jangan hubungi aku lagi. Tolong hargai aku… Mian, aku harus pergi… Aku ingin menjadi wanita karir yang sukses.”
“Apa maksudmu jika aku bersamamu kau tidak akan bisa sukses begitu?”
“Ne!”

Aku kemudian meinggalkannya dan ku tahu dia pasti terluka. Aku tahu. Tapi entah mengapa, ambisiku untuk menjadi pebisnis sukses membutakan hatiku, membuatku menjadi tega seperti itu bahkan tidak peduli padanya, pada perasaannya.

Ketika aku sampai di LA semuanya baik-baik saja. Tahun pertama sangat lancar dan menarik. Tapi… Entah bagaimana awalnya, aku mulai merindukan Sungmin. Aku benar-benar rindu padanya saat itu. Ingin rasanya aku bertemu dengannya sekadar melihatnya tersenyum padaku. Ne. Perasaan itu tidak pernah hilang, hanya saja sedang disembunyikan. Perlahan aku mulai mencoba menghubungi nomornya. Sejak aku berpisah dengannya aku tidak pernah menghapus nomornya dengan alasan kalau sampai dia meneleponku, aku bisa jaga-jaga untuk tidak mengangkatnya. Namun saat aku menelepon, hasilnya nihil. Nomornya tidak pernah aktif. Sepertinya dia mengganti nomor ponselnya. Aku bertanya pada teman-temanku yang mengenalnya tapi satupun tidak ada yang tahu.

Aku kemudian mencoba mengirim surat tapi sia-sia. Lintas negara mengirim surat? Ah, bahkan aku sangat pesimis itu bisa terjadi, namun karena kerinduanku padanya, aku tetap melakukan itu. 5 Tahun sudah aku lalui di LA, aku sudah menyelesaikan pendidikan pascasarjanaku dengan sempurna. Aku bertekad untuk kembali ke Korea dengan tujuan bahwa aku ingin bekerja mengembangkan bisnis appa sekalian ingin kembali pada Sungmin. Aku optimis saat itu. Aku yakin dia pasti masih menungguku mengingat bahwa dulu dia sangat sangat mencintaiku. Aku benar-benar optimis. Namun apa… Saat kami bertemu lagi, dia dingin padaku. Kupikir itu terjadi karena dia kaget melihat kedatanganku atau karena terlalu merindukanku. Tapi ternyata..dia sudah menikah, bahkan istrinya, Hyun Hee, saat itu sedang hamil. Aku marah dan kesal! Ditambah saat aku mengetahui kalau aku hamil karena perbuatan mantan kekasihku di LA beberapa waktu sebelum aku pulang ke Korea. Yah, memang selama di LA aku memiliki pacar, tapi dia berbuat yang tidak-tidak padaku sehingga aku memutuskannya. Dan ketika semua terjadi, aku hamil… Perasaanku kacau balau dan akhirnya aku melakukan semua kejahatan itu…

Kembali ke keadaan sekarang… Aku menyesal atas semuanya. Aku memang bodoh. Tidak ada gunanya jika prestasiku selalu bagus saat kuliah jika moralku tidak terdidik seperti ini. sifatku malah lebih bobrok dari orang-orang yang tidak berpendidikan. Aku malu pada diriku sendiri, malu pada keluargaku, malu pada semuanya.
Aku ingin memperbaiki semua kerusakan. Aku ingin mengembalikan keluarga Sungmin seperti dulu, seperti saat aku belum masuk ke kehidupan mereka. Ada dimana Sungmin sekarang… Aku benar-benar ingin menebus kesalahanku, terutama ingin membahagiakan Minhyun… Aku bertekad, bahwa aku akan mencari Sungmin. Aku akan berusaha memperbaiki semuanya. Ini adalah wujud rasa permohonan maafku pada mereka, terutama pada Hyun Hee…

 

* * *

~~Beberapa bulan kemudian…


Author POV

Sepanjang waktu, Hyun Hee terus memikirkan Sungmin. Di setiap saat, ketika dia sendirian, pikirannya pasti melayang pada Sungmin. Rasa bersalahnya juga semakin hari semakin besar. Ia menyesal karena dulu tidak percaya pada Sungmin. Entah dimana dia sekarang, Hyun Hee tidak tahu. Dia mencoba diam-diam mencari informasi tapi hasilnya nihil. Dia benar-benar merindukan Sungmin dan ingin minta maaf atas sikapnya yang dulu yang tidak mau percaya pada Sungmin. Dan satu hal yang selalu dilakukan adalah, berharap suatu hari nanti ia bisa bersatu lagi dengan Sungmin…

“Hati-hati chagiya….” Hyun Hee melambaikan tangan ke arah Minhyun yang sudah ada di mobil mertuanya. Seperti biasa, Minhyun akan bermain di rumah neneknya untuk menghabiskan waktu luang, dan seperti biasa, supir neneknya lah yang mengantar maupun menjemput Minhyun. Hyun Hee juga segera bergegas pergi ke kantor karena dia ada beberapa pekerjaan yang mendesak sore ini.

-skip-

Sore ini terlihat mendung. Akhir-akhir ini cuaca kurang bagus di Seoul. Namun begitu semua orang selalu berusaha melakukan aktivitas seperti biasa, mencoba melakukan yang terbaik di hari-hari mereka.
Seseorang dengan pakaian sederhana ditambah balutan mantel tebal berwarna biru itu baru saja tiba di kota kelahirannya, Seoul. Dia sebentar lagi akan pulang ke rumahnya. Meski rasanya ragu, dia tetap membulatkan tekad. Ne… Dia Sungmin. Dia sedang berada di taxi sekarang dan sebentar lagi dia akan tiba di rumahnya… Rumah keluarganya….
Beberapa tahun belakangan ini dia tinggal berpindah-pindah tempat. Ia mencoba menghilangankan jejaknya dari Ha Raa, takut-takut Ha Raa menguntitnya dan mencarinya. Ia mencoba mencari tempat yang paling cocok untuknya agar bisa melupakan semua masalah yang ia hadapi, dan agar bisa dengan cepat melupakan Hyun Hee. Beberapa bulan lalu, ia menemukan tempat yang baru dan menurutnya tempat itu sepertinya cocok dengannya.. Yah, meski bagi Sungmin, rumah keluarga adalah yang paling nyaman… Namun karena suatu hal, ia akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke rumah orang tuanya…

Sungmin menapakkan kakinya di gerbang depan rumahnya. Dia segera menekan bel agar penjaga gerbang membukakan gerbang. Dan tentu saja mereka terkejut, melihat tuannya kembali lagi setelah hampir 5 tahun lebih tidak terlihat. Sungmin kemudian melangkah melewati taman depan rumahnya, menilik sekitar, dan semua masih terlihat sama… Senyuman terlukis di wajahnya, ia benar-benar merindukan tempat ini. Kemudian sampailah ia di depan pintu utama. Pintu yang sedang ditutup rapat saat itu. Ia berdiri dan tertegun disana, mengira-ngira apakah pintu itu masih dibukakan untuknya? Ia berharap semoga saja… Entah pun itu hanya sebentar, dia sudah merasa senang. Ia menarik napas panjang sejenak, mengumpulkan keberaniannya untuk menemui eommanya disitu. Ia meletakkan kopernya kemudian mengarahkan tangannya untuk menekan bel rumah. Sejenak ia menghentikan tangannya. Sungmin gelisah. Takut jika ia tidak disambut hangat. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia inginkan. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba. Karena jika tidak mencoba, selamanya dia tidak akan tahu bagaimana jawabannya.

“ting tong….” Sungmin menekan bel sekali. Dia menunggu tapi belum ada yang keluar. Dengan takut-takut, ia menekan bel itu lagi lebih lama, dan akhirnya pintu itu terbuka dan dibuka oleh orang yang ingin ia temui saat ini… Eommanya…

“Sung… Sungmin ah….” ucap eommanya terkejut. Sungmin tersenyum, mencoba menyembunyikan rasa kecemasannya.
“Sungmin ah…! Ini benar-benar Sungmin kan…!!! Omona…. Putraku…!!” eommanya dengan sigap memeluk Sungmin yang masih ada dihadapannya sambil menangis haru. Sungmin juga menangis perlahan. ‘ternyata aku masih diterima…’ gumam Sungmin sambil membalas pelukan eommanya.
“Bogoshippoyo, Sungmin ah.. Eomma merindukanmu…. Aishh.. Kenapa baru kembali sekarang… Aigoo….” ucap eommanya bahagia ditengah-tengah tangis harunya. Sungmin masih diam, namun dia tersenyum dalam pelukan itu. Dia bukannya tidak ingin mengatakan apa-apa, tapi dia memang sedang tidak bisa mengatakan apapun karena rasa bahagianya dan karena dia sangat rindu pada eommanya.
“Aish… Kau masih tetap seperti dulu.. Tampan dan sangat eomma rindukan. Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja kah? Apakah kau makan dengan baik? Sungmin ah, kau tidak sakit kan… Kajja kita masuk. Diluar dingin. Kau tidak lihat eoh, diluar sangat mendung… Aissh… Kau sudah makan belum… ? Apa perlu eomma memasak sup labu kesukaanmu? Omo, tapi itu terlalu lama. Ah, sudah, begini saja……” eommanya terus berbicara panjang lebar sambil menuntun Sungmin masuk ke rumah mereka. Sungmin kembali tersenyum melihat perhatian eommanya yang masih sama seperti dulu. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar rumah, dan semua masih sama. Tidak ada yang berubah. Sekali lagi yang bisa ia lakukan adalah tersenyum. Perasaannya campur aduk. Bahagia, tentu saja.
“Nenek…. Nenek lama sekali….! Aku sudah bosan menunggu, nek….! Aishh… !” terdengar suara kesal Minhyun yang datang dari ruang tengah dengan langkah tergesa-gesa. Ia tadinya sedang bermain dengan neneknya, tapi karena ada yang menekan bel, neneknya pergi sebentar.
“Eomma… Ige nuguya?” tanya Sungmin kepada eommanya. Sungmin sangat suka dengan anak kecil. Dan refleks, Sungmin segera berjongkok di depan Minhyun dan mensejajarkan tinggi mereka sekadar untuk menyapa.
“Nuguseyo, gadis kecil…?” ucap Sungmin sambil tersenyum ke arah Minhyun yang sedang berdiri.
“Oh… Annyeonghasseo ahjussi… Minhyun imnida… Lee Minhyun…. Bangapseumnida…” ucap Minhyun sambil membungkuk dan tersenyum, persis seperti yang selalu diajarkan eommanya jika bertemu kenalan baru. Sopan.

Degh.

Jantung Sungmin bergetar. Bukankah nama itu nama yang ia buat dulu… ‘astaga…’ gumam Sungmin terkejut. Sungmin berdiri sambil melihat ke arah eommanya seperti ingin menanyakan sesuatu.
“Ne…” eommanya langsung mengangguk seakan mengerti apa maksud sikap Sungmin. Dan kembali Sungmin terkejut akan pertemuan yang tidak ia duga ini. Dengan cepat ia segera kembali berjongkok kemudian memeluk Minhyun erat. Akhirnya impiannya tercapai.. Bisa bertemu dengan putrinya. ‘gomawo Tuhan…’ gumam Sungmin dalam hati sambil memejamkan mata dan masih memeluk Minhyun erat.
“Ahjussi, wae? Kenapa tiba-tiba memelukku?” Minhyun yang polos dan masih merasa bingung langsung bertanya.
“Minhyun ah… Ini…. ini appa… Appamu… Aku appamu, Minhyun ah…” ucap Sungmin masih memeluk Minhyun. Dan sama seperti Sungmin, Minhyun juga terkejut dan tidak percaya. Minhyun melirik ke arah neneknya yang berdiri di belakang appanya.
“Nenek…?”
“Ne… Dia appamu, Minhyun ah…” ucap neneknya sambil mengangguk dan tersenyum. Menjawab kebingungan Minhyun yang tergambar jelas diwajahnya.
“Jinjja?” Neneknya mengangguk menjawab pertanyaan Minhyun.
“Kyaaa….!! Appa! APPA!!! Minhyun sudah lama mencari appa! Kyaa!! Appa akhirnya pulang… Appaaaaa…..!!!” Minhyun menjerit kegirangan sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Sungmin untuk membalas pelukan appanya. Dia memeluk Sungmin dengan sangat kencang sangking bahagianya. Dia meloncat-loncat namun tetap memeluk Sungmin. Dia tidak mau melepas pelukannya karena dia takut appanya hilang lagi. Hati Minhyun sedang meledak-ledak sekarang. Sedangkan eomma Sungmin menangis haru melihat pertemuan antara Sungmin dan Minhyun. Ia tidak bisa membendung air mata bahagianya melihat semua itu.
“Minhyun selama ini mencari appa? Jinjja?” tanya Sungmin tersenyum sambil mengusap rambut hitam Minhyun.
“NE!!!” ucap Minhyun pasti. “Appa, saranghaeyo…..!!! Gomawo karena appa akhirnya datang….Kyaa…!!!!” teriak Minhyun lagi.
“Nado, Minhyun ah…Aigoo putri appa ternyata imut sekali…” ucap Sungmin gemas setelah mereka selesai berpelukan. Terlihat setitik air mata Sungmin menetes perlahan di pipinya dan senyum Sungmin tidak luput dari wajahnya.
“Appa, temani aku bermain, ne..!!”

* * *

Sebenarnya eomma Sungmin ingin menanyakan banyak hal pada Sungmin, namun ia mengurungkan niatnya, melihat Sungmin dan Minhyun sepertinya sedang asyik bermain. Ia tidak mau mengganggu mereka. Menurutnya, lebih baik membiarkan Minhyun dan Sungmin menghabiskan waktu bersama agar mereka makin dekat. Namun di sisi lain eomma Sungmin masih cemas, bagaimana kalau Hyun Hee tahu Sungmin kembali? Bagaimana rekasi Hyun Hee…. Lima tahun berlalu sejak Sungmin pergi, dan 5 tahun juga Sungmin Hyun Hee tidak bertemu. Eomma Sungmin tidak yakin apakah perasaan Hyun Hee masih seperti dulu atau sudah hilang. Dan yang ia khawatirkan, bagaimana kalau Hyun Hee melakukan hal yang dulu pernah ia katakan, ingin melanjutkan sidang perceraian kalau Sungmin kembali…

Sungmin POV

Sudah lama aku tidak kembali kesini. Beberapa tahun lalu aku pergi berpindah-pindah tempat, berharap agar Ha Raa tidak bisa menemukanku. Aku juga selalu berpindah tempat untuk mencari tempat tenang agar pikiranku tidak kacau karena masalah itu ditambah rasa rinduku pada keluargaku terutama Hyun Hee…
Tapi, dengan mengumpulkan keberanianku, aku akhirnya memutuskan untuk datang ke rumah ini… Berharap semoga aku bisa diberi seulas senyum saja… Sudah cukup.

Kebahagiaan yang berlipat ganda… Aku tidak menyangka akan bertemu dengan putriku. Ini benar-benar di luar dugaan. Aku senang sekali akhirnya Minhyun menerimaku dan sama sekali tidak membenciku. Itu artinya Hyun Hee juga tidak mengatakan hal-hal buruk tentangku pada Minhyun. Aish, bukan berarti maksudku Hyun Hee orang seperti itu… Bukan… Hanya saja, aku khawatir, siapa tahu Hyun Hee mengatakan kalau aku sudah tidak ada karena dia membenciku… Mendengar pernyataan Minhyun tadi membuatku lega. Dia bilang kalau selama ini dia mencariku. Berarti Hyun Hee tidak berbuat begitu. Hyun Hee masih seperti dulu ternyata… Meski dia benci padaku ataupun pada seseorang, dia tidak pernah menularkan kebenciannya pada orang disekitarnya.
Minhyun mirip denganku. Wajahnya lebih condong meniru wajahku. sifatnya sedikit tomboy. Namun masih batas wajar, tidak berlebihan. Hmh… Senang sekali rasanya saat dia memanggilku dengan sebutan appa. Oh, dan satu lagi, tenyata tawaranku diterima, mereka memberi nama putri kami: Minhyun. Berarti eomma berhasil. Aigoo, aku senang sekali.

“Appa… Selama ini appa tersesat dimana?” tanya Minhyun sambil mengutak atik mainannya didekatku.
“Tersesat?”
“Ne… Appa tersesat dimana? Eomma bilang appa sedang tersesat dan tidak tahu bagaimana caranya pulang ke rumah..” ucap Minhyun. Hyun Hee benar… Aku memang tersesat dan bodoh.
“Haha.. Entahlah chagi. Appa tidak tahu… Namanya juga tersesat…” ucapku sambil mengacak rambutnya.
“Minhyun ah…”
“Ne?”
“Minhyun benar-benar mencari appa?”
“Ne, appa. Selama ini aku bertanya pada eomma, tapi eomma bilang dia juga tidak tahu.. Hoah…” dengusnya.
“Minhyun dan eomma tinggal berdua ya?” tanyaku lagi.
“Ne… Memangnya dengan siapa lagi…” ucap Minhyun padaku. Syukurlah… Setidaknya Hyun Hee belum menikah lagi. Tapi… siapa tahu dia sudah memiliki kekasih. Entahlah…
“Appa kenapa tidak kembali ke rumah kita saja? Eomma pasti senang…” ucap Minhyun kemudian.
“Appa… Appa hanya ingin membuat kejutan untuk eomma. Tapi tidak sekarang… Kau suka kan jika appa membuat kejutan untuk eomma?”
“Geureumyeon… !!!”
“Nah, kalau begitu, jangan beritahu eomma ne, kalau appa ada disini. Biar nanti appa yang datang sendiri beberapa hari lagi untuk mengagetkan eomma.”
“Oh! Jadi kita bermain rahasia, ne appa? Wahh… Seru.. Baiklah, aku akan merahasiakan ini. Appa tenang saja.. Yang penting eomma bisa senang…” ucap Minhyun bersemangat.
“Aigoo… Putri appa seperti malaikat.. Sangat baik pada eommanya…Kyaa…” ucapku gemas padanya. Minhyun tertawa.
“Hm… Tapi Minhyun bisa dipercaya, kan?” tanyaku lagi.
“Percayakan padaku, appa…..” ucap Minhyun meyakinkan sambil menunjukkan tanda V dengan jarinya.

-skip-

Hari sudah malam. Setelah Minhyun makan malam dia segera diantar kembali ke rumahnya. Rumah bersama Hyun Hee.
“Ingat apa yang sudah kita bicarakan tadi, ne.. .Jangan beritahu eomma, arraseo?”
“Ne….!” sahut Minhyun dari mobil. Kemudian mobil pun berangkat mengantarnya. Eomma bilang, Minhyun memang selalu diantar dan dijemput supir eomma karena Hyun Hee tidak mau ke rumah ini. Eomma bilang Hyun Hee tidak mau jika melihat benda-benda yang ada kaitannya denganku di rumah ini. Ah… Jelas sudah, dia sama sekali tidak mencintaiku lagi… Sedih…

~~Kemudian…

“Bagaimana bisa kau terpanggil untuk pulang, Sungmin ah? Selama ini kau tidak pernah memberi kabar pada eomma kau ada dimana dan keadaanmu bagaimana. Eomma sangat khawatir. Eomma takut pikiranmu dicuci Ha Raa sialan itu…” ucap eomma saat kami mengobrol di ruang tengah. Appa sedang diluar kota karena ada pekerjaan, jadi appa belum kembali ke rumah.
“Beberapa hari yang lalu… Ha Raa menemuiku…”
“Jinjjayo?? Mau apa lagi dia? Mau menggodamu? Aishh… Padahal dia bilang pada eomma kalau dia tidak tahu kau ada dimana… Dasar yeoja penipu!” dengus eomma kesal.
“Anni. Dia memang tidak tahu aku dimana. Pertemuan itu sangat tidak disengaja. Saat kami bertemu, dia sangat kaget. Dan singkatnya, dia minta maaf padaku dan mengatakan padaku kalau dia sudah mengakui semua kesalahannya pada eomma. Dan dia memohon kepadaku untuk kembali pulang karena katanya eomma sedang sakit karena memikirkanku. Karena itulah aku kembali… Tapi untunglah eomma tidak sakit. Dia ternyata berbohong dengan mengatakan kalau eomma sakit parah supaya aku mau pulang ke rumah dan memperbaiki semuanya…” ucapku menjelaskan.
“Oh… Begitu ternyata… Sebenarnya… Hyun Hee juga sudah tahu tentang kebenarannya. Karena sebenarnya Ha Raa datang ke rumah kalian, bukan kesini.”
“Jinjja?”
“Ne… Justru eomma lah yang tidak sengaja melihat mereka bertengkar….”
“Jadi, dia juga sudah tahu….”
“Ne.. Tapi eomma tidak tahu, apakah dia masih menyayangimu atau tidak. Karena setelah kejadian itu, semuanya kembali seperti biasa, dan dia tidak pernah lagi membahas kejadian itu dengan eomma. Eomma jadi khawatir, jangan-jangan dia tidak memiliki perasaan lagi padamu… Aishh… Eomma takut, jangan-jangan selama kalian berpisah, dia sudah berhasil melupakanmu, sehingga meski dia tahu kebenarannya, dia tidak pernah memikirkanmu lagi…” ucap eomma. Yah.. Itu juga yang kutakutkan… Dia berhasil melupakanku karena dia saat itu sudah terlanjur membenciku. Miris memang…
“Bagaimana kalau aku menemuinya saja eomma… Setidaknya dia sudah tahu kan kalau aku tidak bersalah…” lanjutku.
“Andwe. Jangan sekarang…”
“Wae?”
“Hyun Hee pernah bilang, kalau suatu saat kau kembali, dia akan melanjutkan sidang perceraian yang dulu sempat tertunda. Eomma tidak mau melihat kalian bercerai… Aishh… Itu benar-benar mengkhawatirkan…” ucap eomma. Aigoo… Jadi Hyun Hee berencana untuk melanjutkan perceraian itu? Anni.. Aku juga tidak mau. Aku masih mencintainya. Lebih baik dia tidak usah tahu aku kembali kesini daripada dia memintaku melanjutkan perceraian.
Sungmin POV End


* * *

~~Sementara itu…

Author POV

“Aku pulaaang…..” sahut Minhyun setibanya di pintu. Hyun Hee segera membukakan pintu dan mengajak Minhyun masuk. Minhyun sedari tadi terlihat sangat ceria setelah pulang dari rumah neneknya. Bahkan dia bersenandung dan sesekali bernyanyi kencang.
“Ya! Ada apa denganmu, Minhyun ah….?? Sepertinya ceria sekali?” tanya Hyun Hee sambil menggendong Minhyun.
“Anniyo. Tidak apa-apa, eomma….” ucap Minhyun berbohong.
“Ah, tidak mungkin. Biasanya kau tidak seceria ini, chagi…” ucap Hyun Hee.
“Aku ceria karena hari ini nenek sangat seru saat bermain denganku…” lanjut Minhyun lagi dengan sumringah. Hyun Hee segera mengangguk-angguk. ‘anak ini…’ gumam Hyun Hee gemas.
Sepanjang waktu Minhyun terlihat bersemangat. Selain karena ia akhirnya bisa bertemu appanya, hal lain yang membuatnya senang adalah akhirnya suatu hari nanti dia bisa menunjukkan pada musuhnya kalau dia punya appa. Hal yang selama ini ingin ia buktikan pada semua orang.

 

* * *
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-ming-

-ming-

.
.
.

Segini dulu chapter 7 nya. semoga terhibur.
Nah, Sungmin sudah kembali tuh… :D
Yang nungguin si pria unyu ini selama ini, yah penantian kalian terjawab hari ini… Bisa bertemu juga tuh dia sama putri kecilnya… ^_^

Menurut kalian apakah ff ini bakalan happy ending dgn season 1 nya? Atau justru sebaliknya?

Setia ngikutin yaaa… :D

clue utk part selanjutnya: “want to go to Japan, eomma…”

Ah, tapi kayaknya, perlu juga nih dikasih sedikit potongan cerita, supaya ada gambarannya ke readers sekalian…:)

“Appa… Wae appa!” dia menatapku marah sambil air matanya terus mengalir sedangkan eomma sejak tadi juga sudah menangis karena melihat Minhyun yang seperti ini… Aku hanya bisa menggeleng menjawab pertanyaan Minhyun.
“Aku benci appa!! Appa tidak bisa menepati janji! Appa penipu! Aku mau pulang…!! Nenek aku mau pulang….!!” Minhyun segera berlari keluar rumah masih sambil menangis sesenggukan. Aku dan eomma mengejar Minhyun namun dia segera masuk ke mobil dan memaksa supir eomma untuk mengantarnya pulang. Sejenak supir eomma menatap bingung ke arah kami, namun aku segera mengangguk mengiyakan bahwa aku setuju kalau Minhyun diantar pulang. Mobil itu kemudian membawa Minhyun pergi. Selamat tinggal, Minhyun ah… Putri appa… Mataku berair namun sebisa mungkin kutahan.. Aku tidak boleh menangis. Meski nyatanya perasaanku sakit saat Minhyun mengatakan kalau dia membenciku.
Sungmin POV End
“Sungmin… sudah hampir 25 menit yang lalu pergi dari rumah…. Dia bilang dia tidak mau terlambat sampai ke bandara…” kudengar isakan sedih eomma dari seberang telepon. Aku tersentak kaget, dan tanpa kusadari ponselku meluncur begitu saja ke lantai dan kakiku lemas. Aku terduduk dilantai, ini benar-benar mimpi buruk… Aku menangis kencang. Tidak adakah kesempatan untukku mengembalikan pernikahan ini seperti semula….
Hyun Hee POV End

.
.
.
.

yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

 

D.g.D

DeziloMing

YeSungminAnae

[ARTICLE] – Kata Orang, Super Junior itu…

Kata Orang…

-Super Junior-

-Super Junior-

Kata orang-orang, dance Super Junior itu gak bagus-bagus sekali. Kalau soal dance, ada SHINee yang jauh lebih unggul.
Kata orang, Baca lebih lanjut

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 6 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 6

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
Waduh, sudah sekitar 5 hari author ga update chapter selanjutnya. Mianhata yeorobun…. Author dari senin kmaren lagi ada uts di kampus, jadi yah baru sekarang sempat share… :D
Oh ya, kali ini isinya agak lebih panjang lah dari chapter sebelumnya. :)
Okelah, cap cuzz ke chapter 6
.
.
.

-ming-

-ming-


.
.
.
.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)
~~Beberapa hari kemudian…

Terlihat seorang yeoja berbaju biru safir berjalan tertatih-tatih dan duduk di sebuah tempat duduk. Ia sangat kusut, terlihat menyedihkan. Sesekali air matanya jatuh dan dengan cepat ia menghapusnya. Ia menghapus air matanya namun air matanya dengan mudah datang lagi. Di cuaca mendung itu dia hanya mengenakan pakaian biasa tanpa mengenakan jaket. Hari memang masih sore, namun cuaca benar-benar buruk saat itu. Seburuk hati yeoja itu.
Yeoja itu hanya bisa menangis. Menangisi semuanya. Semua yang ada di hidupnya. Penampilannya saat ini benar-benar acak-acakan. Ia tidak peduli lagi. Yang bisa ia lakukan hanya meratapi nasibnya. Nasib malangnya sebagai seorang manusia.

“Sudah kubilang aku punya appa!”
“Kalau begitu bawa kemari!”
“Baik! Aku akan buktikan kalau aku bisa membawa appaku kesini, tapi tidak sekarang, mengerti!” bentak bocah itu.
“Ha! Sudah jelas kau itu anak menyedihkan dan tidak punya appa! Dasar anak sial! Pergi kau dari taman bermain ini! Hanya anak-anak yang memiliki orang tua lengkap yang boleh kemari!” bentak yang lainnya. Anak-anak lain itu membully yeoja kecil itu terus menerus.

“Kalau bukan karena eomma yang memintaku supaya tidak berkelahi, aku pasti sudah memukul kalian!” ucap anak kecil itu kemudian berjalan cepat menyingkir dari taman itu. Ekor mata yeoja berbaju biru itu sejak tadi menonton pertengkaran anak kecil itu dengan malas. Matanya terus mengikuti anak kecil yang dibully itu. Anak itu sekarang sedang berjalan entah kemana dan sepertinya ingin menyeberang. Anak itu tidak sadar ada beberapa mobil yang sebentar lagi akan melintas. Yeoja berbaju biru yang tadinya hanya menatap anak itu dengan malas kini berubah kaget ketika melihat satu mobil melesat cepat menuju arah anak kecil itu. Tidak mau mengulang kisah lama, ia segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari ke arah anak kecil yang cuek itu. Ia dengan sigap mendekap anak itu dan membawanya ke tepi jalan, lalu terpaku sesaat disana masih sambil mendekap anak itu erat.

“Gwenchanayo?” ucap yeoja itu sambil mensejajarkan tingginya dengan anak kecil itu. Anak itu hanya mengangguk.
“Gomawo, ahjumma…” sahut anak itu lagi.
“Aish, lain kali hati-hati ne… Jangan menyeberang sembarangan. siapa namamu, anak manis?”
“Lee Minhyun imnida, ahjumma…” sahutnya membungkuk.
“Kau manis sekali…” ucap yeoja itu. Dan lagi-lagi yeoja itu menitikkan air mata.
“Waeyo, ahjumma….? Uljimma… Aku kan tidak apa-apa..” ucap anak kecil itu polos sambil mengusap air mata yeoja itu.

—————————————————————————————–

GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 6 – She’s back… Where are you?


—————————————————————————————–

“Anni. Ahjumma hanya…teringat seseorang… Emm, karena sudah sore, dan takut kalau kau kenapa-napa, bagaimana kalau ahjumma mengantarmu pulang?”
“Emm… Eomma melarangku pergi dengan orang asing, ahjumma…”
“Eommamu bijak sekali ne… Tapi ahjumma janji tidak akan macam-macam. Ahjumma hanya takut kalau kau kena bahaya lagi…” Anak kecil itu berpikir sejenak. Akhirnya ia mengangguk setuju. Mereka kemudian berjalan beriringan sambil anak itu menunjukkan alur menuju rumahnya.

“Jinjjayo? 5 tahun? Kau masih kecil tapi pergi sendirian…”
“Heheh… Tadi eomma sedang sibuk jadi aku diam-diam pergi bermain, karena kalau aku menonton tv atau bermain game, eomma bisa terganggu…” jawab anak itu polos.
“Oh ya… Kalau ahjumma tidak salah, tadi kau sepertinya bertengkar dengan anak-anak lainnya. Waeyo, Minhyun-ie?”
“Gwenchanayo, ahjumma.. Itu masalah anak kecil saja..” ucap anak itu lagi. Dan lagi-lagi yeoja berbaju biru safir itu tersenyum melihat anak bijak itu. Dia berharap seandainya waktu bisa diulang, dia pasti bisa seperti ini dengan anak yang lain… Anak yang berharga baginya…

“Nah ahjumma, itu rumahku. Aku dan eomma tinggal disana. Ahjumma mau masuk? Supaya berkenalan dengan eommaku…” tawar Minhyun. Yeoja itu mematung sejenak dan dengan cepat ia menggeleng.

“Anni. Ahjumma masih ada urusan, lain kali saja, chagi… Ahjumma pergi dulu ne…” ucap yeoja itu bergegas. Ia segera berbalik dengan cepat dan pergi dari sana tepat saat Hyun Hee keluar dari rumahnya.

“Aigoo…. Minhyun ah, darimana saja kau… Eomma pusing mencarimu…. Arrgghh…”
“Mianhaeyo, eomma sayaaang….” terdengar sayup-sayup obrolan mereka di telinga yeoja itu. Yeoja berbaju biru safir.

* * *

Yeoja itu berjalan tergesa-gesa. Ia bergegas kembali ke rumahnya. Ia segera masuk setelah sebelumnya mengunci pintu. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa.

Ia teringat dengan kejadian tadi. Ia menyentuh jantungnya, masih merasakan kekagetan.
“Jadi dia anak dari Hyun Hee… dan Sungmin…” gumamnya lagi. Ia hanya bisa tertegun. Ia kemudian meraih foto putrinya, anak kecil yang baru meninggal beberapa bulan lalu. Ia menatap foto anak berumur 4 tahun itu dengan sedih kemudian kembali menangis.

“Chagiya… Andai eomma melakukan hal yang sama saat itu padamu…” ucapnya sambil memeluk erat foto itu. Ia kembali terisak. Ia menangisi betapa menyedihkannya hidupnya. “Wae! Kenapa aku harus mengalami ini semua!” ia marah dan berteriak di rumah sewanya. ‘apa ini balasan atas semua perbuatanku…’ gumamnya sambil menangis.


[FLASHBACK]

“Kau! Teganya kau, Ha Raa ya!” bentak Yun Ma setelah menampar pipi Ha Raa keras. Ha Raa yang sudah biasa ditampar hanya tersenyum sinis.
“Tampar sepuasmu, aku tidak akan peduli!” ucap Ha Raa santai meski pipinya terasa panas.
“Kim Ha Raa! Kau keterlaluan! Kenapa kau tega melakukan semua ini pada Hyun Hee! Apa kau tidak sadar kalau dia sedang mengandung?!!! Dimana hatimu sebagai seorang yeoja! Kenapa kau tega! Wae!!!” bentak Yun Ma kasar sambil menunjuk wajah Ha Raa.
“Wae? Kau bilang wae? Karena aku mencintai Sungmin! Dia milikku dan akan tetap begitu! Dan sekarang aku mengandung anaknya, kau puas!” sahut Ha Raa tidak mau kalah.
“Sekarang kau bisa bersenang-senang atas kejahatan yang kau lakukan! Atas apa yang kau perbuat pada keluarga Hyun Hee! Tapi ingatlah Ha Raa, suatu saat nanti kau akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatanmu! Bahkan aku bisa jamin suatu hari nanti kesedihanmu akan berlipat ganda dari kesedihan Hyun Hee! Camkan kata-kataku!” bentak Yun Ma kemudian bergegas pergi dari ruang kerja Ha Raa.
“Hah.. Bicaralah sepuasmu. Cih!” gumam Ha Raa dengan tatapan sinis saat melihat Yun Ma keluar.

[FLASHBACK END]

Ia bersandar lagi di sofanya. ‘inikah balasan itu… Tuhan sedang menghukumku…’ gumam Ha Raa lirih. Ia kembali merasa bersalah atas apa yang sudah ia perbuat, atas semua hal yang sudah menyakiti hati orang lain. Ia menyesal atas semuanya, karena pada akhirnya beginilah yang ia dapat. Kesendirian dan penderitaan.

“Jebal, apa yang harus kulakukan Tuhan, agar Kau tidak menghukumku lagi…” isak Ha Raa sambil tertunduk.

“Sudah kubilang aku punya appa!”
“Kalau begitu bawa kemari dan tunjukkan pada kami!”
“Baik! Aku akan buktikan kalau aku bisa membawa appaku kesini, tapi tidak sekarang, mengerti!” bentak bocah itu.
“Ha! Sudah jelas kau itu anak menyedihkan dan tidak punya appa! Dasar anak sial! Pergi kau dari taman bermain ini! Hanya anak-anak yang memiliki orang tua lengkap yang boleh kemari!” bentak yang lainnya. Anak-anak lain itu membully yeoja kecil itu terus menerus.

Ia teringat lagi pertengkaran Minhyun. Ia merasa menyesal. ‘gara-gara aku anak itu menderita, terpisah dari appanya… Ya Tuhan… Sebegitu kejikah aku selama ini.. Gara-gara aku, seorang anak kecil yang tidak berdosa merasakan penderitaan karena telah kupisahkan dari appanya…’ Ha Raa menepuk-nepuk dadanya. Sesak yang ia rasakan saat itu. Rasa bersalah akan semuanya dan penderitaan yang bertubi-tubi ia dapatkan telah membuat dia sadar bahwa semua itu adalah imbas dari perbuatannya selama ini. ‘Bagaimana caraku menebus kesalahan ini… Aku tidak mau terus menerus dihukum Tuhan…’ lirihnya.

* * *

.
.
.
.

Sore ini Hyun Hee bersantai di ruang tengah sambil menyaksikan acara TV. Putrinya sedang bermain ke rumah mertuanya, dan nanti akan diantar oleh eomma Sungmin. Kebetulan diluar sedang hujan, jadi dia malas pergi keluar untuk sekadar berjalan-jalan dengan mobil. Apalagi jika ke rumah eomma Sungmin. Sudah 5 tahun lebih dia tidak menginjakkan kaki disana karena tidak mau melihat hal-hal atau barang-barang yang ada kaitannya dengan Sungmin, entah itu foto, lukisan, atau sejenisnya. Maka dari itu eomma Sungmin lah yang selalu mengantar dan menjemput Minhyun kalau Minhyun ingin bermain ke rumah orang tua Sungmin.

“Ting tong…” terdengar suara bel rumah berbunyi. Ia segera bergegas membukakan pintu setelah meminum cappuccino nya.

“Annyeong… Hyun Hee…” ucap tamu itu sambil menunduk. Hyun Hee memicingkan matanya, menduga-duga tamu ini kira-kira siapa.
“Neo nuguya?” ucap Hyun Hee ke arah yeoja yang memakai tudung hitam itu. Yeoja itu dengan takut-takut menegakkan kepalanya, untuk memperkenalkan identitasnya.

“Neo-ya. Sedang apa kau kemari?!” ucap Hyun Hee dingin dan datar.
“Boleh…aku…masuk….?” tanya yeoja itu takut-takut. Hyun Hee segera masuk ke rumahnya mengisyaratkan bahwa yeoja itu diizinkan masuk. Hyun Hee masih heran, untuk apa lagi yeoja itu datang, apa lagi yang akan ia lakukan? Apa lagi yang akan ia rusak setelah rumah tangganya dulu dirusak? Apa yeoja ini belum puas membuat kerusuhan?

“Langsung saja katakan ada apa kau datang kemari. Maaf aku tidak menyediakan minum karena aku tidak niat sedikitpun melakukan itu.”
“Em… Hyun Hee ah… Bagaimana…kabarmu…”
“Langsung saja katakan apa tujuanmu, tidak usah basa-basi. Aku tidak suka basa-basi karena itu hanya buang-buang waktu.” Sahut Hyun Hee sedikit meninggi. Dia duduk di bangku yang ada di hadapan Ha Raa.

“Sebenarnya ada hal penting yang…ingin ku katakan padamu… Hyun Hee ah… Kau tahu, Karirku hancur… Appa mengusirku dan tidak mengizinkanku memimpin perusahaan karena kehamilanku waktu itu. Setelah itu barang-barangku seperti uang dan lainnya dirampok orang saat tengah malam….” Ha Raa berhenti cerita sejenak. Mencoba menenangkan dirinya karena rasa sedihnya mulai muncul lagi. Hyun Hee masih diam dan cuek.

“Lalu… Sudah hampir 3 tahun lalu Sungmin meninggalkanku, dan sekitar 4 bulan yang lalu, putriku yang berumur 4 tahun meninggal…” Ha Raa kemudian terisak karena ia kembali merasakan luka itu. Ia berhenti bicara sejenak karena menangis. Dia tidak sanggup melanjutkan bicaranya saat itu. Hyun Hee hanya memperhatikannya dengan datar, biasa saja dan tidak simpati sama sekali.

“Kesedihanku sudah berlipat ganda karena Sungmin meninggalkanku, tapi itu belum berakhir ketika putri kecilku ditabrak mobil saat aku membawanya ke luar. Aku tidak mengawasinya sehingga semua itu terjadi. Dan dia meninggal di tempat karena kepalanya retak. Dan aku melihat dengan mataku sendiri…” Ia bicara dengan suara yang bergetar dan kadang tidak jelas karena tangisannya.

“Sepanjang hari aku menderita dan sendirian… Aku kehilangan semuanya. Dan pada akhirnya aku hidup sendiri di rumah sewa yang kecil, dan tinggal menunggu waktu, kapan aku akan diusir karena tidak sanggup bayar uang sewa…” ucapnya lagi. Tangisnya makin deras. Hyun Hee sama sekali tidak menangis melihat itu. Ekspresinya biasa saja, dia tidak tersentuh atau merasa empati sedikitpun. Dan bukan berarti dia bahagia saat musuh besarnya ini menderita. Dia tidak merasa sedih, tapi tidak juga merasa senang. Yah, perasaannya benar-benar mati untuk Ha Raa.

“Apa kau sudah selesai bercerita? Kalau kau sudah selesai sepertinya kau sudah boleh pulang. Aku ingin melanjutkan menonton acara tv kesukaanku.” Sahut Hyun Hee datar sambil berdiri.

“Hyun Hee ah… Kau bahagia kan melihat semua ini… Aku tau, pasti kau sangat menginginkan hal ini terjadi…” ucap Ha Raa masih berada di posisinya.

“Aku memang membencimu, bahkan aku jijik melihatmu. Tapi sedikitpun aku tidak pernah berdoa atau mengharapkan kau merasakan penderitaan seperti ini. Aku tidak pernah menginginkan hal itu karena aku tidak mau ikut-ikutan memiliki watak kotor sepertimu. Asal kau tahu, aku tidak mau menghabiskan energi dan pikiranku hanya untuk mendoakan supaya kau menderita. Lebih baik aku mendoakan diriku dan putriku supaya jauh-jauh dari iblis sepertimu.” Sahut Hyun Hee dengan nada ketus. Sakit. Itu yang dirasakan Ha Raa. Kata-kata Hyun Hee sangat menohok jantungnya, tapi ia terima. Karena menurutnya ia pantas mendapatkan itu.

“Hah… Sudahlah, kurasa ada baiknya kalau kau pergi. Ambil saja payung di guci itu jika kau tidak punya payung.” Sahut Hyun Hee kemudian.

“Hyun Hee ah…mianhae… Mianhae atas semua yang sudah aku lakukan saat itu…Mianhae.. Aku…aku menyesal…Aku benar-benar menyesal… Aku sudah mendapatkan karma atas dosaku dan aku menyesal. Mianhaeyo, Hyun hee… Mianhae… Maafkan aku…” Ha Raa bersujud di kaki Hyun Hee dan menyentuh kaki Hyun Hee sambil menangis.

“Maafkan aku karena sudah merusak hubunganmu dengan Sungmin, maafkan aku karena telah memisahkan kalian dan membuat putrimu menderita… Mianhae…” dia melanjutkan bicaranya masih dengan posisi yang sama dan menangis terisak. Hyun Hee menangis. Ia menangis karena benar-benar kesal. Kesal akan semuanya, kesal karena masa lalu kelam itu diungkit lagi, bukan karena kasihan pada Ha Raa.

“TERLAMBAT!!! Sudah hampir 5 tahun berlalu kau baru sadar akan sikapmu? Kau pikir dengan minta maaf sekarang, kau akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula? Hah, mentang-mentang suamimu meninggalkanmu, baru kau minta maaf. Cih! Aku tidak butuh ucapan maafmu. Semua sudah terjadi dan semua permintaan maafmu tidak ada gunanya!”

“Sungmin bukan suamiku… Kami tidak pernah menikah… Dia tidak pernah mau menikahiku..” lanjutnya.

“Aku tidak peduli! Sekarang pergilah sebelum aku berpikiran untuk membunuhmu!” ucap Hyun Hee geram.

“Mianhae karena telah membohongi kalian semua… Aku tidak pernah punya anak dari Sungmin. Sungmin tidak pernah melakukan itu padaku… Aku yang menjebaknya dengan cara mencampur sesuatu ke wine Sungmin, kemudian mengambil ponselnya dan menonaktifkannya supaya kau tidak bisa menghubunginya. Aku melakukan kegilaan itu karena aku terlanjur hamil dibuat mantan kekasihku di LA beberapa hari sebelum kembali ke Korea… Ditambah karena aku masih mencintai Sungmin, aku kemudian membuatnya mabuk dengan mencampurkan sesuatu di gelas wine nya dan memfitnahnya… Dia tidak pernah memiliki anak dariku… Dia tidak bersalah…” lanjut Ha Raa yang sukses membuat Hyun Hee terkejut. Hyun Hee terpaku. Ia sekarang makin menangis. Kini ia merasa bersalah pada Sungmin. ‘kenapa aku dulu tidak percaya padamu, Sungmin ah…’ gumam Hyun Hee dalam hati. Ia geram pada Ha Raa karena sudah tega membiarkan semua itu terjadi karena keegoisannya. Emosinya kini sudah sampai di ubun-ubun. Ia meraih lengan Ha Raa secara kasar dan membantunya berdiri.

“Kau…Memaafkanku, Hyun Hee ah…?” ucapnya.
“Plakk” Ia menampar keras pipi Ha Raa. Ha Raa diam saja dan tidak mengelak.
“Tidak apa-apa.. Tampar saja sampai kau bisa memaafkanku…” jawab Ha Raa sambil menangis.

“Teganya kau melakukan itu semua! Kau telah menyakiti semua orang! Dan gara-gara kau aku sudah mengusir Sungmin dan membuat putriku jauh darinya! Gara-gara kau aku menangis sepanjang waktu disaat kehamilanku! Gara-gara kau orangtua kami tidak sebahagia dulu! Gara-gara kau anakku direndahkan teman-temannya! Gara-gara kau….” Hyun Hee tidak tahu lagi ingin mengatakan apa karena ia sangat kesal. Ia marah, menangis, dan napasnya memburu.

“Arrghh….. Aku benci padamu!”

“plakk” Hyun Hee kembali menampar Ha Raa. Ia terus menerus menampar Ha Raa. Entah sudah berapa kali ia menampar pipi Ha Raa karena kekesalannya. Bahkan pipi Ha Raa sudah memerah dan rambutnya sudah berantakan.

“Kau tidak punya otak!!!!! Aku benci padamu!!!!!! Katakan kemana Sungmin pergi!!!!” bentak Hyun Hee. Ia benar-benar merasa bersalah pada Sungmin karena dulu tidak percaya pada Sungmin dan telah mengusirnya dulu.

“Mollayo, Hyun Hee.. Dia pergi begitu saja…saat dia mengetahui kenyataan bahwa aku sudah memfitnahnya… Aku kehilangan kontak dengannya… Mianhae…” ucap Ha Raa terbata-bata sambil menangis.

“Akkh…! Aku benci padamu!” Hyun Hee kembali hendak menampar Ha Raa kalau saja eomma Sungmin tidak datang.

“Hyun Hee ah hentikan…” eomma Sungmin segera berlari mencoba menghentikan amarah Hyun Hee.

“Anni! Sebelum dia mati, aku tidak akan berhenti!” bentaknya sambil mencoba berontak dari pegangan eommanya. Untungnya Minhyun masih di mobil karena hujan, jadi dia tidak melihat pertengkaran itu dengan mata kepalanya sendiri.
“Jangan lakukan itu! Ingat, kalau kau ada kasus, putrimu akan menderita… Dia masih butuh kau…” ucap Eomma Sungmin meski dia juga sebenarnya sangat geram karena hari ini bertemu lagi dengan yeoja kotor itu.

“Pergilah keluar! Tapi jangan kabur! Tunggu aku diluar!” ucap eomma Sungmin tegas sambil menatap Ha Raa.
Sedangkan Hyun Hee sudah berhenti berontak karena mendengar ucapan eommanya tadi, kalau Minhyun masih membutuhkannya. Ha Raa segera pergi keluar dengan tangis yang makin kencang kemudian ia berteduh entah dimana, karena eomma Sungmin melarangnya pergi jauh. Ia menurut saja.

“Tenangkan dirimu, Hyun Hee ah…Bersihkan air matamu. Jangan sampai Minhyun melihatmu begini… Dia pasti bertanya-tanya…” eomma mertuanya mengingatkan. Hyun Hee masih menangis di pelukan eomma mertuanya itu. Dia masih terpukul akan fakta itu. Fakta bahwa Sungmin tidak salah dan fakta bahwa dia sudah bodoh karena tidak percaya pada Sungmin. Dia menyesal…

“Eomma…” ucapnya mengerang sambil menangis sesenggukan. Eomma mertuanya hanya bisa menepuk punggung Hyun Hee, mencoba menenangkan, dia pun masih bingung, kenapa yeoja itu bisa datang dan kenapa Hyun Hee bisa semarah itu tadi. Dia penasaran sekarang. Apa yang baru terjadi… Ia teringat kalau dia tadi menyuruh Ha Raa untuk menunggunya. Ia akan menanyai Ha Raa atas apa yang terjadi.

“Eomma harus menemui yeoja tadi, bisakah kau eomma tinggal…?” tanya eomma mertuanya setelah tangis Hyun Hee mereda. Hyun Hee mengangguk lemah.

“Baiklah. Segera perbaiki penampilanmu, karena eomma akan membawa Minhyun masuk ke rumah. Ah, semoga saja dia masih tidur jadi ia tidak melihatmu begini. Aish, hujan juga belum reda.. Ah, tunggu lah Hyun Hee-ya, biar eomma menggendong Minhyun…” ucap eomma mertuanya kemudian bergegas kembali keluar. Ia kemudian menggendong Minhyun yang ternyata masih tertidur. Minhyun segera dimasukkan ke kamar supaya tidak bangun dulu.

“Eomma pergi ne.. Eomma akan mengurus yeoja itu…” ucapnya pasti kemudian pergi ke luar sedangkan Hyun Hee mencoba menenangkan perasaannya.

* * *

“Jadi kemana Sungmin pergi….?” tanya eomma Sungmin setelah Ha Raa menjelaskan panjang lebar tentang semua kebenaran. Ha Raa sedang berasa di mobil eomma Sungmin. Mobil sedang berjalan mengelilingi kota.
“Mollayo,, ahjumma… Mianhae…” ucap Ha Raa.
“Kau benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?!” ucap eomma Sungmin dengan nada curiga. Ia benar-benar belum bisa percaya sepenuhnya pada yeoja ini.

“jeongmal… Aku tidak tahu… Dia tidak bilang pergi kemana saat itu. Dia langsung meninggalkanku saat ia mendengar pembicaraanku dengan sahabatku…” ucap Ha Raa lagi. Ya, kejadian itu terjadi sekitar 3 tahun lalu. Atau lebih tepatnya 2 tahun sejak Sungmin tinggal dengan Ha Raa. Saat itu Ha Raa sedang mengobrol lewat telepon dengan sahabat lamanya. Dia bicara panjang lebar bagaimana akhirnya ia berhasil mendapatkan Sungmin kembali, yaitu dengan menjebaknya agar ia bisa menyelamatkan status kehamilannya dan juga sekaligus bisa kembali bersama Sungmin. Namun disaat dia bercerita, dia tidak sadar bahwa siang itu Sungmin sudah mendengar semua ucapannya dari balik pintu kamar. Ha Raa tidak menyadari kedatangan Sungmin karena Sungmin jarang pulang siang hari.

Sungmin langsung menampar Ha Raa kemudian memaki Ha Raa akan semua itu. Dengan pasti Sungmin segera mengemasi barangnya dan tidak mau lagi tinggal bersama Ha Raa apalagi mengurus anak itu. Anak yang saat itu sudah berumur hampir dua tahun. Sungmin marah besar kemudian pergi dari kota itu, meninggalkan Ha Raa yang mengemis minta maaf sambil menangis, meninggalkan semua hal yang selama ini membuat Sungmin menderita kemudian mengganti nomor ponselnya dan pindah entah kemana. Karena hal itu pula lah eomma Sungmin juga kehilangan kontak dengan Sungmin. Terakhir kali mereka berkomunikasi adalah saat Hyun Hee melahirkan.

“Mianhaeyo…ahjumma… Aku benar-benar menyesal…” Ha Raa hanya bisa mengucapkan itu sejak tadi sambil menangis. Ia tidak tahu ingin mengatakan apa lagi selain itu. Eomma Sungmin hanya bisa menghela napas. Ia ingin semua kerusakan ini kembali baik, Sungmin tidak boleh pisah dengan Hyun Hee, tapi bagaimana caranya menyatukan mereka kembali? Sungmin entah dimana dia tidak tahu. Perasaan Hyun Hee pada Sungmin juga belum tentu seperti dulu. Sekarang kebingungan melanda eomma Sungmin, tapi sedikit kelegaan juga ada di hatinya. Ia lega karena dulu Sungmin tidak datang ke sidang perceraian. Seandainya waktu itu Sungmin datang, tentu sangat mustahil untuk menyatukan mereka lagi.

* * *

.
.
.
.

Hyun Hee duduk sendirian di luar. Ia sesekali menengadahkan kepalanya ke langit. Malam ini bulannya penuh, jadi cukup terang untuk menemani malam Hyun Hee. Sesekali angin bertiup dan ia mengeratkan mantelnya mencoba menghangatkan tubuhnya.

“Mianhae… Aku tidak mempercayaimu… Seharusnya dalam sebuah pernikahan, harus ada kepercayaan bukan…? Aku…aku sudah gagal di pernikahan kita. Kepercayaan itu tidak ada dariku…Mianhae…” sahut Hyun Hee bermonolog.

‘Kau pasti marah padaku karena ikut mengusirmu… Dimana kau sekarang…? Kebenaran itu 3 tahun lalu sudah kau ketahui, tapi kau tidak datang pada kami sekadar untuk menjelaskan… Sepertinya hatimu sudah beku karena perbuatanku yang tega mengusirmu bahkan sempat mengajakmu bercerai…. Sungmin ah, mianhae…’ lagi lagi Hyun Hee mengucapkan kata maaf.

‘Kau tahu… Meski selama ini aku marah padamu, aku selalu teringat semua hal tentangmu… Entah itu di sudut rumah ini, entah itu di tempat-tempat yang dulu pernah kita kunjungi, bahkan di diri Minhyun kau tergambar jelas… Ah, Sungmin-ie, tahukah kau, anak kita yeoja… Sesuai keinginanmu dulu…’ ucap Hyun Hee perlahan. Ia kembali mendongakkan kepalanya ke arah langit malam, menyesapi tiupan angin yang lumayan kencang.

“Eomma, aku tidak bisa tidur…” terdengar suara kecil Minhyun menghampiri eommanya di taman depan sambil mengucek-ngucek mata kanannya.

“Aigoo… Kenapa keluar.. .Disini dingin, chagiya.,..”

“Eomma saja bisa di luar, kenapa aku tidak bisa? Lagipula aku kan pakai mantel, eomma…” ucap Minhyun tidak mau kalah.. Seperti Sungmin yang dulu tidak mau kalah kalau berdebat dengan Hyun Hee. ‘lagi-lagi aku mengingatmu…’

Minhyun kemudian duduk dan bersandar di lengan eommanya sedangkan Hyun Hee kembali sibuk dengan pikirannya. ‘lagi-lagi aku mengingatmu… Apa mustahil jika aku menginginkanmu kembali…Lee Sungmin…? Kurasa iya… Aku sudah tega mengusirmu waktu itu padahal kau sudah memberi penjelasan… Aku bukan istri yang baik. Dan kurasa 3 tahun belakangan ini kau sudah mempunyai kehidupan baru yang lebih baik lagi…’ gumam Hyun Hee.

“Eomma!! !” ucap Minhyun kemudian berbaring dan menumpukan kepalanya di paha Hyun Hee.
“Yak…! Kenapa teriak begitu, eoh… Tidak sopan” -_- ucap Hyun Hee.
“Bagaimana aku tidak teriak kalau dari tadi eomma diam saja saat ku panggil…” ucapnya dengan wajah cemberut.
“Ah, mianhaeyo…” :D ucap Hyun Hee sambil mengusap pipi Minhyun.

“Eomma…”
“Ne?”
“Boleh aku bertanya sesuatu?”
“hum.. Tentu saja…”
“Kapan appa pulang? Aku sudah terlanjur janji kepada musuh-musuhku kalau suatu saat nanti aku akan membawa appa pada mereka…” Hyun Hee hanya bisa mematung.
“Eomma!!”
“Aish… Eomma juga tidak tahu, chagi…” ucap Hyun Hee.
“Karena pertanyaan tadi belum terjawab, boleh aku bertanya lagi?”
“Hmh.. Baiklah.. Apa itu?”
“Apa eomma menyayangi appa?” Hyun Hee terdiam. Dia sedang menimbang-nimbang, apakah ia masih mencintai Sungmin atau tidak, meski sebenarnya dia sudah tahu jawabannya…

“Aish… Eomma selalu tidak menjawab pertanyaanku yang satu ini! Setiap aku menanyakan hal yang sama kemarin-kemarin, eomma juga tidak jawab… Jebal eomma jawablah… Kali ini saja…” Minhyun merengek.
“Eomma… Emm…”
“Yak!!”
“Arrasseo eomma jawab. Eomma… eomma tentu menyayangi appamu…” ucap Hyun Hee yang sukses membuat Minhyun gembira saat mendengarnya.

“Seberapa besar eomma menyayangi appa?”
“Aish, mau tahu saja…”
“Eomma…!”
“Hmm, seberapa besar? Eomma tidak bisa menggambarkannya sangking besarnya chagi…” ucap Hyun Hee lagi.
“Kyaa…Eomma romantis sekali…”
“Eh…” -_-
“Apa eomma rindu pada appa?”
“Hm… Ne…”
“Jeongmal?”
“Jeongmal neomu…” ucap Hyun Hee sambil mencubit pipi Minhyun.

“Appa itu sebenarnya bagaimana, eomma? Jebal ceritakan padaku… Aku kan putrinya, jadi aku wajib tahu, supaya kalau appa pulang, aku sudah tahu sifat appa…” ucap Minhyun bijak sedangkan Hyun Hee hanya menghembuskan napas perlahan. ‘dia belum tentu akan kembali…bahkan mungkin tidak kembali, Minhyun ah…’ gumamnya.

“Appa… Hmm… appamu orangnya aneh….”
“Mwo?”
“Dia tidak mau mengalah, dia itu usil, dia suka mengganggu eomma, dan kau tahu…”
“apa?”
“Appamu suka bertingkah aegyo…” -_-
“Jinjja? Bagaimana appa melakukannya?”
“Dia akan mengedip-ngedipkan mata, kemudian mengepalkan kedua tangannya lalu diputar-putar di pipinya…”
“bbuing bbuing!!”
“Tepat. Dia akan bertingkah seperti itu kemudian bersuara seperti anak kecil…”
“Jinjjaro?”
“Ne… Dan kalau dia begitu, eomma yang tadinya kesal akhirnya tertawa kencang karena wajahnya benar-benar lucu…” -_-
“Hahahahah…..” Minhyun tertawa mendengar curhatan eommanya. Dia senang sekali karena akhirnya eommanya mau bercerita panjang lebar padanya tentang appa misteriusnya. Dia juga bingung, kenapa eommanya bisa berubah begini. Biasanya eommanya selalu mengelak kalau disuruh bercerita.

“Lalu, apa lagi keburukan appa?”
“Kalau tidur mulutnya sering terbuka… Bahkan kadang-kadang mengorok…Aishh… Benar-benar berisik…” -_-
“Lagi!”
“Appamu juga sering mengganggu eomma kalau memasak…”
“Aish.. Appa benar-benar payah… -_-“ ucap Minhyun menggeleng dan membuat Hyun Hee gemas.
“Tapi appamu berbakat. Dia pintar musik, dia suka belajar alat musik, dia suka bernyanyi, em.. Dia bisa bermain sulap, gelembung sabun, memasak, apa lagi ya? Oh, bahkan dia ahli bela diri cina. Namanya martial art…”
“Jinjja? Wah.. Kalau begitu aku ada lawan main…”
“Mwo?”
“Ne… Kalau aku bosan, kan aku bisa mengajak appa berkelahi…”
“Yak!! Dipikiranmu hanya berkelahi saja…” ucap Hyun Hee kemudian mencubit pipi Minhyun. “Oh, ada lagi yang terlupa. Tanggal ulang tahun kalian sama…” ucap Hyun Hee lagi.
“1 Januari, eomma?”
“Ne…”

Malam semakin dingin, tapi ibu dan anak itu tidak merasakan dingin itu lagi karena perbincangan hangat mereka yang terus berlanjut. Hari ini sabtu malam, jadi Hyun Hee tidak memaksa Minhyun untuk segera tidur. Dia membiarkan putrinya bebas malam ini. Sekali lagi dia merasa beruntung memiliki putri seperti Minhyun, yang bijak, cerdas, cerewet, dan termasuk anak nakal. Putri kecil yang masih berumur 5 tahun… Putri yang menyenangkan untuk diajak bertukar pikiran.

* * *

.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-Lee Sungmin-

-Lee Sungmin-


.
.
.
Segini dulu chapter 6 nya. Ini isinya lebih banyak lah dari yang chapter 5, semoga terhibur.
Dan untuk beberapa waktu ini, kita biarkan dulu uri Sungmin menghilang dari cerita :D

Oh ya, FF ini sudah menuju part-part akhir.. :)
Setia ngikutin yaaa… :D

yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungminAnae