[ARTIKEL] – OH MY GOD SJ-M New Mini ALBUM “SWING”!!!

Hey, ELF!!!!

Aha, kali ini saya datang menyuguhkan sebuah tulisan singkat tentang sesuatu hal.

WHAT IS THAT???

1…

2…

3…

Super Junior – M COMEBACK, guys!!!!!

Hahaha… (ketawa girang)

Ngga nyangka, comebacknya bulan ini, aku pikir kemarin bakal comeback bulan april soalnya banyak rumor yang menuliskan bahwa SJ M comeback itu pas Baca lebih lanjut

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 6 (Last Part) – SERIES – SUNGMIN

Chapter 6: Time for Miracle…

 

11028_478620162186529_451321733_n

 

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 5 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 5: Sorry, too Late…

549069_273568522763667_1808685353_n

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 4 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 4: This is Life, with Full of Tears…

 

ming naturally

 

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 3 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 3: Old Memories, Sweet Memories

 ming

 

 

Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka  berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani...

 Baca lebih lanjut 

FANFICTION – “WHY I LIKE U” – CHAPTER 2 – SERIES – SUNGMIN

Chapter 2: The Tears Fall

suam


Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidup pria bernama Sungmin, terlebih lagi kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani... Baca lebih lanjut 

(NEW) FANFICTION – “WHY I LIKE U” – Chapter 1 – SERIES – Sungmin

-CHAPTER ONE-

483999_399077856814046_2122676863_n



Cho Min Ji, gadis yang sangat mencintai Sungmin. Mencintai Sungmin bukanlah perkara sulit baginya. Tapi, tidak dengan Sungmin itu sendiri. Cinta Cho Min Ji merupakan hal yang rumit dalam hidupnya, terlebih lagi pada kenyataannya usia mereka berjarak 8 tahun, hal yang menurut Sungmin sangat sulit untuk dijalani...

Baca lebih lanjut

FANFICTION – “JOMBLO – SEPENGGAL KISAH 3 JOMBLO-ERS DI AKHIR SEMESTER-” {THE DAY HE FALL IN LOVE} – SERIES – KYUHYUN, RYEOWOOK, EUNHYUK

author: Desi Gloria Damanik (@DeziloYeSungmin – DeziloMing)

main cast: KRE (Kyuhyun Ryeowook Eunhyuk)

other cast: member suju (Sungmin, Donghae), Luna

genre: comedi gagal (sengaja menggunakan gaya bahasa Indo campur Korea)

rating: tidak ada batasan

————————————————————————————————–

JOMBLO

-Sepenggal kisah 3 jomblo-ers di akhir semester-

{CHAPTER 1 – THE DAY HE FALL IN LOVE}

————————————————————————————————————–

~~Pagi yang ditemani kehangatan matahari…

[MUSIK BACKSOUND: Super Junior – Boom Boom] *hahaha* Baca lebih lanjut

FANFICTION – “JOMBLO – Sepenggal Kisah 3 Jomblo-ers di Akhir Semester-” {Prolog} – Series – Kyuhyun, Ryeowook, Eunhyuk –

author: Desi Gloria Damanik (@DeziloYeSungmin – DeziloMing)

main cast: KRE (Kyuhyun Ryeowook Eunhyuk)

other cast: member suju yang lain, dll (temukan sendiri di tiap chapter)

genre: comedi gagal

rating: tidak ada batasan

————————————————————————————————–

JOMBLO

-Sepenggal kisah 3 jomblo-ers di akhir semester-

————————————————————————————————————–

Tiga sekawan. Eunhyuk, Ryeowook, dan Kyuhyun. Tiga pria Korea ini adalah sebagian kecil orang yang sedang mengalami dilema besar-besaran di masa ini. Yah, ada banyak problema yang berseliweran sih, dalam kehidupan kita. Namun untuk problem yang satu ini, mereka bertiga benar-benar merasa tidak terima. Galau, hancur, miris, pilu, dan segala macam kata-kata sedih ini sedang melanda batin dan jiwa mereka. Jomblo! Yap, tiga pria Korea ini, yang mengaku sebagai pria paling tampan dan paling kece se-antero Korea sedang mengalami situasi yang menurut mereka Baca lebih lanjut

[UPDATE] Dilema, SUPER JUNIOR 13 or 15??

Dilema, SUPER JUNIOR 13 or 15??

Ga sengaja tadi nemuin pertanyaan ELF di sebuah grup facebook, pertanyaan yang cukup menuai kontroversi pastinya :D Tapi pertanyaannya itu cukup bagus. Itu bisa dipakai untuk mengecek bagaimana isi pikiran ELF lain tentang formasi SJ.

Pertanyaan itu kurang lebih begini:

“13 atau 15?”

Kalau kalian pribadi ditanya, bagaimana?

Hmm… Merujuk dari bermacam komentar yang muncul pada pertanyaan itu di grup faceook yang saya ikuti, mungkin sudah bisa mewakili pendapat anda-anda juga. Mayoritas menjawab bahwa mereka lebih pro ke Baca lebih lanjut

[ARTICLE] – GOT7 New K-Star, How?

GOT7 New K-Star, How?

Yeah, gatau kenapa kali ini pengen sekali membahas tentang siapa itu artis baru? Hup, betul sekali. GOT7. Artis yang baru didebutkan oleh salah satu agensi besar di Korea, JYP Ent. Niatan pengen bahas mereka gara-gara sepertinya banyak yang heboh diluaran sana semenjak mereka debut. Apalagi karena image ‘muda’ yang masih melekat di diri mereka, akhirnya fans-fans dari sebuah grup ‘muda’ dari agensi SMEnt merasa jantungan, takut kawanannya pindah fandom. Ckckck, dunia perfandoman memang rumit.

Ada apa dengan GOT7?

Ya, ada apa?

Banyak orang yang antusias dengan debutnya mereka. Kenapa?

Pertama, mungkin karena mereka Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – ONESHOT – “2060, ‘TILL THE END OF TIME” – SUPER JUNIOR

Title: 2060, TILL THE END OF TIME

Cast: All SJ members

Author: Desi Gloria Damanik (pen name: DeziloMing)

Disclaimer:

Annyeonghasseo… Super junior members adalah milik Tuhan semata, namun jalan cerita, ide cerita, serta keseluruhan ff ini adalah milik author. Author yang mengarang sendiri di tengah malam pukul 1 pagi karena gak bisa tertidur. Ngetik gak sampe 1 jam karena hanya Oneshoot. Ide muncul begitu aja kayak hantu *eh *malahcurcol*

Semoga yang baca bisa terhibur dgn ff sederhana ini. :D Mungkin ini belum sempurna, tapi setidaknya terimalah niat author yaitu untuk menghibur kalian semua… *tsk *tangisHaru

:’(

Jangan lupa tinggalin review (Like-komment) ya…

Gomawoyo~~

p.s: FF ini sudah lama ditulis, sekitar 2013 kemaren.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Summary:

Mereka adalah keluarga, sejak dulu sampai akhir. Mereka adalah pria tangguh yang sudah berjuang sejak mereka masih seumur jagung, melakukan training dengan susah payah dan semangat, menjalani dunia keartisan dengan perasaan luar biasa dan tidak pernah mengeluh untuk ELF-nya, dan mereka selalu saling mendukung satu sama lain.

Ketika umur bertambah, badan makin rapuh, dan sedikit demi sedikit kepopuleran itu sirna, mereka masih punya satu sama lain, mereka masih punya orang-orang yang sudah seperti saudara kandung sendiri. Mereka… Super Junior member…

-Uri Super Junior-

-Uri Super Junior-

Baca lebih lanjut

[FANFICTION] – DRABBLE – “MY EX” – KYUHYUN

My Ex

cast: Kyuhyun, Hye Na

author: DeziloMing

length: drabble

genre: maybe angst? entahlah, bingung sendiri juga -_-

Yeah, sebenarnya ini gegara mimpi tadi sore. Mimpi ngelihat Kyuhyun lagi duduk di halte, dan dalam mimpi itu gatau kenapa author merasa sedih, padahal uri GaemGyu bukan di urutan no.1 kalo masalah bias-biasan di SUJU. Haha… Jadilah akhirnya FF ini dibuat, karena hati author masih sakit aja sejak bangun dari tidur siang tadi… Ckck…

————————————————————————————————————————————

summary:

Kadangkala tidak ada satupun yang bisa menebak, mengapa pertemuan harus terjadi. Apalagi pertemuan yang tak pernah diharapkan.

Namun kadangkala akal sehat tidak bisa menebak, mengapa pertemuan yang sebenarnya tidak diharapkan itu justru mampu mengobati kerinduan…

Meski pada akhirnya pertemuan itu harus diakhiri kembali oleh perpisahan…

Baca lebih lanjut

[UPDATE] LEE SUNGMIN (Who is He)??? (76 Interesting Points of Sungmin)

isungminanae:

special reshare for ming’s birthday

Originally posted on DeziloMing:

LEE SUNGMIN, NUGUNDE (Who is He)??? (76 Interesting Points of Sungmin)

...SUNGMIN...

…SUNGMIN…

_Sungmin_Young namja_

_Sungmin_Young namja_

Lee Sung Min – Kesejahteraan, Kekuatan ; Terselesaikan ; Kecerdasan

Hah? Maksudnya?? Mungkin ada yang bingung dengan satu frase atau lebih tepatnya 4 kata sifat yang baru disebutkan diatas. Maksudnya apa? Nah, tahukah kamu, Uri Sungminie memiliki makna nama seperti disebuntukan diatas. Suatu nama Korea selalu memiliki makna tersendiri dari tiap penggalan. Jadi, nama asli uri Ming memiliki arti juga, yaitu:

View original 5.724 more words

[UPDATE] – Selamat Datang, EUNHAE! (Still You MV) ~ cuaps-cuaps Author

Selamat Datang, EUNHAE! (Still You/Ajik Do Nan MV)

-Still You EunHae-

-Still You EunHae-

Yayaya, saya tahu, judulnya aneh. Wkwk.. Yah, tapi itu sungguhan loh. Itu merupakan ucapan selamat datang dari saya, spesial untuk EunHae karena akhirnya mereka debut juga di Korea. Selama ini kan duo EunHae itu lebih fokus ke single atau album Jepang. Nah, baru kali ini, setelah 8 tahun debut, setelah tahun ke-2 jadi subgrup, SMEnt memberi mereka kesempatan untuk Baca lebih lanjut

FANFICTION – ONESHOOT – “AJIK DO NAN (Still You)” – Donghae

~AJIK DO NAN~

Sebuah fanfiction singkat yang terinspirasi dari MV “Still You” yang dinyanyikan EunHae…

Berhubung saya bukan seorang YAOI Lovers, jadi tentu saja saya TIDAK AKAN membuat fanfict ini menjadi kisah cinta antara EunHae. Big NO!

Sebagian besar adegan di FF ini memang diambil dari MV nya. Soalnya lagunya bagus sekali, MV nya juga langka! Jarang-jarang loh SMEnt bikin MV kayak begitu… :D Jadinya tangan ini gatal pengen bikin fanfict nya. HAHA *pukul gue*

Oh, kenapa main castnya Donghae? kenapa bukan Eunhyuk? Yah, karena pas pertama kali lihat teaser MV nya, udah langsung kesemsem sama si Hae pas pake baju hitam. Ulala~ :D

SUMMARY:

Ini hanya sebuah kesepakatan konyol antara sepasang kekasih. Kesepakatan yang tujuannya hanya untuk uji coba rasa rindu. Di hari selanjutnya mereka memang menjalani hari minggunya seorang diri, tapi pada akhirnya mereka bertemu kembali di malam yang menyenangkan, secara tidak sengaja…di sebuah jalan…Everlasting Street

Okelah tidak perlu berlama-lama, yang berniat membaca, happy reading… ^^

p.s: ada baiknya saat kalian membaca, putar juga lagu Still You dari EunHae, okay!!

Baca lebih lanjut

[ARTICLE] Ketika Super Junior Kembali Disebut Sebagai KING OF KOREAN WAVE oleh Orang Korea Sendiri

Ketika Super Junior Kembali Disebut Sebagai KING OF KOREAN WAVE oleh Orang Korea Sendiri

-SJ win-

-SJ win-

Masih ingat postingan saya tentang SJ dalam tayangan MBC? Yang waktu itu saya cerita kalau MBC mengatakan kalau SJ adalah The King of Korean Wave, mengatakan bahwa Super Junior adalah tokoh yang memang membuat negara mereka bisa lebih dikenal luas di negara lain. Kalian bisa buka postingan author yang waktu itu disini

MBC itu channel TV Korea yang besar lah. Mereka sendiri, orang Koreanya langsung bilang kalau memang uri SUJU yang berpengaruh besar dalam penyebaran kpop. Nah, baru-baru ini ada lagi tayangan korea yang mengatakan kalau SJ adalah The King of Korean Wave. Acara apa? Arirang.

Tahu Arirang? Salah satu program TV Korea yang Baca lebih lanjut

FANFICTION – ONESHOOT – “Ghost!!! GHOST in Our DORM!” – Super Junior

Ghost!!! GHOST in Our DORM! .

-GHOST-
-GHOST-

. . .

    Title: Ghost!!! GHOST in Our DORM!
    Author: DeziloMing
    Cast: all members SJ
    Summary:
    Naas itu adalah ketika suju members sedang asik2 tidur, tiba-tiba lampu mati dan….ada yang mengetuk pintu, di tengah hujan deras…
    p.s: sengaja menggunakan gaya campuran ala indonesia + korea biar kehancurannya makin keliatan WKWK

Happy reading… . .

———————————————————-

~~Ghost in Our Dorm~~

“Gedebak gedebuk….” terdengar kerusuhan di kamar utama dorm. Ceritanya di dorm Suju, mereka (members) hanya punya 1 kamar yang super lebar. mereka ber-13 tidur disana berdempet-dempet seperti ikan kalengan. XD

“Pletakk~”

“Akh… Hyoong… Singkirkan kakimu dari pipi cantikku…” sahut Wookie samar-samar ditengah-tengah tidurnya.

“Nyam nyam…” Shindong hanya menyahut dengan cara seperti itu (-,-”)

“Dhuarrr~”

“Eh……” sontak Donghae terduduk. Ia mendengar suara petir menggelegar sangat kuat dan membuat jantungnya cenat cenut kayak lagu sm#sh. (-..-”) Baca lebih lanjut

[UPDATE] – Special Thanks just for you, LEETEUK-ssi (Park Jung Soo)

    LEETEUK-ssi, GOMAWOYO…

 

-Leeteuk at SS4-

-Leeteuk at SS4-

Kilas balik ke beberapa waktu belakangan ini, tidak terasa uri Leeteuk-ssi a.k.a Park Jung Soo sudah masuk wajib militer kurang lebih 13 bulan ya? Dia masuk sejak Oktober 2012 kemudian akan pulang sekitar akhir bulan Juli 2014.

Ah, bagaimana rasanya? Tidak terasa ya, Leader-nim sudah mengabdi dalam dunia militer lebih dari 1 tahun. Ckckck, hebat!

Baca lebih lanjut

[UPDATE] KETIKA BLUE WORLD MV (short ver.) Super Junior RILIS!

BLUE WORLD MV SHORT VERSION RILIS!!

-BLUE WORLD-

-BLUE WORLD-

Pagi ini, tepatnya tanggal 29 Nopember 2013, saya baru aja bangun sekitar pukul 09:30 WIB pagi, dengan posisi tubuh tergeletak tak berdaya di lantai kamar. Bukan! Saya bukan jatuh menggelinding dari kasur, tapi Baca lebih lanjut 

Suara napas normal dan abnormal

isungminanae:

Suara Napas Abnormal

Originally posted on nisha's blog:

SUARA NAPAS NORMAL

Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli, dengan sifat bersih
• Suara nafas normal :
a) Bronchial : sering juga disebut dengan “Tubular sound” karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa), suaranya terdengar keras, nyaring, dengan hembusan yang lembut. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi, dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch.
b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada.
c) Vesikular : terdengar lembut, halus, seperti angin sepoi-sepoi. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi, ekspirasi terdengar seperti tiupan.

 

SUARA NAPAS TAMBAHAN/ABNORMAL


  1. Crackles

Adalah bunyi yang berlainan, non kontinu akibat penundaan pembukaan  kembali jalan napas yang menutup…

View original 426 more words

[ARTICLE] Setelah Sungmin Jatuh, ini OBROLAN LUCU SJ Setelah Penampilan BLUE WORLD ss5 osaka day 2

Setelah Sungmin Jatuh, ini OBROLAN LUCU SJ setelah penampilan BLUE WORLD ss5 osaka day 2

.
.

-Bule World- Japan Single-

-Bule World- Japan Single-

.
.
.

Sudah tau kan, pas hari ke-2 di sushow 5 osaka, sungmin jatuh saat melakukan part meloncat. padahal part itu keren huhuhu mingie…

Nah, ketika Baca lebih lanjut

[ARTICLE] Liputan Super Show 5 Documentary (130608) at MBC tv channel

Liputan Super Show 5 Documentary (130608) at MBC tv channel
 .
 .
 .
 .
Di episode pertama penayangan acara documentary SS5 di South America, MBC menampilkan keterangan seperti berikut ini di awal-awal video: Baca lebih lanjut 

Diproteksi: FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 8 (LAST PART) – SERIES – SUNGMIN

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

FANFICTION – DRABBLE – Coffee & Milk {FIRST DATE} – Eunhyuk

DRABBLE

 

COFFEE and MILK – {FIRST DATE}

 

Author: DeziloMing (as always :3 )

 

Cast(s) : Lee Hyuk Jae as Eunhyuk
Jin Ri as Jin Ri

 
Cuaps2 author:
little confuse -_-

alur membingungkan, gaje, blur, apa adanya zzz
Hanya sebuah ff ringan yang tidak memiliki konflik rumit seperti ff berchapter milikku :v
Namanya juga drabble, jadi ga perlu konflik-konflik seram lah :D

Cuzz, dibaca~
.
.
.

-EunHyuk-

-EunHyuk-


.
.
.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~********************~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


COFFEE and MILK {FIRST DATE}

 

Beberapa helai dedaunan yang sudah menguning itu berguguran seiring dengan tiupan angin yang bergonta-ganti arah. Ranting pepohonan juga saling bergesekan karena tenaga angin yang memang jauh lebih besar daripada pertahanan mereka. Sore ini dipenuhi dengan beragam jenis aktivitas dari separuh warga korea yang sedang menikmati musim gugur. Ada yang bepergian bersama suami dan anak-anak mereka, ada segerombolan anak remaja yang menghabiskan waktu dengan bersepeda, ada pasangan muda mudi yang memilih untuk bersantai di taman kota, dan sebagainya. Sore hari seperti ini, sore yang penuh dengan tiupan semilir angin khas musim gugur memang sangat cocok dihabiskan dengan bersantai bukan? Ah, minggu pertama di musim gugur seperti ini memang sebaiknya disambut dengan semangat juga.

 

Di sudut kedai tradisional di ujung kota yang terlihat ramai itu, seorang pria berpakaian modis dengan aksesoris yang seadanya sedang duduk sambil mengutak atik ponsel pintarnya. Earphone berwarna silver juga tergantung apik di lubang telinganya. Musik memang salah satu pelariannya jika sedang sendirian. Tapi untuk kali ini, dia tidak akan terlalu lama mengalami hal yang disebut dengan ‘sendirian’ itu. Tidak lagi, kawan. Hari ini akan menjadi berbeda dari yang lainnya.

Wae?

 

First date!

 

Yup, first date yang menarik bagi Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk, nama orang itu, karena ini merupakan kencan pertamanya setelah melewati karir keartisannya kurang lebih 8 tahun. Selama ini dia memang memilih untuk jomblo sesaat demi menyenangkan hati fans kesayangannya. Namun tidak untuk tahun ke-8. Takdir mempertemukannya pada seorang gadis berambut gelombang sebahu, yang menurut Eunhyuk terlihat sangat kyeopta. Jja, dia yakin, dia dan yeoja ini nantinya bisa melewati hari yang menyenangkan. Dia yakin gadis ini pasti sesuai dengan kriteria yang ia cari. Bahkan ia merasa yakin seratus lima puluh tujuh persen. *itu berlebihan -_-*

 

Mianhae, Eunhyuk-ie, aku terlambat. Aish, seharusnya aku menyetujui tawaran appa untuk mengantarku sampai kesini, tapi aku terlalu keras kepala dan tetap memutuskan untuk naik bus, dan yah, seperti yang kau lihat sekarang, aku…datang…terlambat.” ._.

 

Jin Ri segera duduk di salah satu bangku dihadapan Eunhyuk setelah mengoceh panjang lebar disela-sela napasnya yang terputus-putus karena habis berlari-lari kecil. Eunhyuk hanya menyodorkan gummy smile maut miliknya untuk menyiratkan pada sang pacar baru, bahwa dia baik-baik saja kok.

 

Gwenchanayo. Ah, tidak usah minta maaf seperti itu, Jin Ri-ah…” ucap Eunhyuk, dan lagi-lagi ia memamerkan gummy smile miliknya yang bahkan pernah membuat noona dari Jonghyun shinee merasa jatuh cinta juga. Ckck, meski member super junior berkata bahwa Eunhyuk yang bertampang paling ‘buruk’ di grup, pada kenyataannya banyak yeoja yang terpikat pada gummy smile-nya itu, bukan?

 

“Wah, syukurlah, aku pikir kau marah. Sekali lagi mianhae, aku terlambat sekitar…7 menit. Ck.” Jin Ri menatap jam tangannya sebentar.

 

‘Imut sekali.’ Hanya itu yang terlontar dalam hati Eunhyuk.

 

 

END? TBC?

Entahlah~

Kalau mood mari ditunggu, siapa tahu ada sequelnya :3

.
.
.
.
DeziloMing

YeSungmin Anae

D.g.D

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 7 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 7

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
yuhuuu. Yah, 1, 2, 3, 4, wuah, sudah pas hari ke-7 ya di update… Too late, right? -__-
*deep bowing*
Mau gimana lagi ya kan, kehidupan di dunia maya memang harus ditelantarkan lebih sering karena kesibukan di dunia nyata ini, yeorobun… :D
Cuzz lah, kajja langsung ke part 7 nya aja…

p.s: menuju chapter-chapter akhir season 2 nih ^_^
.
.
.

-Sungmin ssi-

-Sungmin ssi-

.
.
.
.
.
.

(PART SEBELUMNYA…)
“Appa… Hmm… appamu orangnya aneh….”
“Mwo?”
“Dia tidak mau mengalah, dia itu usil, dia suka mengganggu eomma, dan kau tahu…”
“apa?”
“Appamu suka bertingkah aegyo… -_-“
“Jinjja? Bagaimana appa melakukannya?”
“Dia akan mengedip-ngedipkan mata, kemudian mengepalkan kedua tangannya lalu diputar-putar di pipinya…”
“bbuing bbuing!!”
“Tepat. Dia akan bertingkah seperti itu kemudian bersuara seperti anak kecil…”
“Jinjjayo?”
“Ne… Dan kalau dia begitu, eomma yang tadinya kesal akhirnya tertawa kencang karena wajahnya benar-benar lucu… -_-“
“Hahahahah…..” Minhyun tertawa mendengar curhatan eommanya. Dia senang sekali karena akhirnya eommanya mau bercerita panjang lebar padanya tentang appa misteriusnya. Dia juga bingung, kenapa eommanya bisa berubah begini. Biasanya eommanya selalu mengelak kalau disuruh bercerita.
“Lalu, apa lagi keburukan appa?”
“Kalau tidur mulutnya sering terbuka… Bahkan kadang-kadang mengorok…Aishh… Benar-benar berisik…-_-“
“Lagi!”
“Appamu juga sering mengganggu eomma kalau memasak…”
“Aish.. Appa benar-benar payah… -_-“ ucap Minhyun menggeleng dan membuat Hyun Hee gemas.
“Tapi appamu berbakat. Dia pintar musik, dia suka belajar alat musik, dia suka bernyanyi, em.. Dia bisa bermain sulap, gelembung sabun, memasak, apa lagi ya? Oh, bahkan dia ahli bela diri cina. Namanya martial art…”
“Jinjja? Wah.. Kalau begitu aku ada lawan main…”
“Mwo?”
“Ne… Kalau aku bosan, kan aku bisa mengajak appa berkelahi…”
“Yak!! Dipikiranmu hanya berkelahi saja…” ucap Hyun Hee kemudian mencubit pipi Minhyun. “Oh, ada lagi yang terlupa. Tanggal ulang tahun kalian sama…” ucap Hyun Hee lagi.
“1 Januari, eomma?”
“Ne…”

Malam semakin dingin, tapi ibu dan anak itu tidak merasakan dingin itu lagi karena perbincangan hangat mereka yang terus berlanjut. Hari ini sabtu malam, jadi Hyun Hee tidak memaksa Minhyun untuk segera tidur. Dia membiarkan putrinya bebas malam ini. Sekali lagi dia merasa beruntung memiliki putri seperti Minhyun, yang bijak, cerdas, cerewet, dan termasuk anak nakal. Putri kecil yang masih berumur 5 tahun… Putri yang menyenangkan untuk diajak bertukar pikiran.

* * *

————————————————————————————————
GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 7 – I Love You, my Daughter…

————————————————————————————————-

Kim Ha Raa POV

Setiap ada kesempatan, aku selalu berusaha memantau keadaan Minhyun. Entah kenapa, semenjak insiden kemarin saat dia hampir tertabrak, aku merasa dia itu seperti putri kecilku. Aku menyayanginya. Terdengar aneh memang. Tapi ini adalah kebenaran. Mungkin karena rasa bersalahku lah yang menyebabkan semua ini, ditambah karena putriku yang meninggal tertabrak mobil karena kecerobohanku membiarkannya berjalan sendiri. Sekali lagi aku melihat gadis kecil itu dibully teman-temannya. Namun dia tidak pernah terlihat sedih, dia hanya marah dan berusaha menahan diri agar tidak berkelahi. Anak yang kuat… Aku tersenyum melihatnya namun hatiku tetap sakit. Tentu aku merasa begitu karena semua ini terjadi tidak lain adalah akibat kejahatanku dulu. Andai dulu aku tidak melakukan perbuatan kotor itu…
Beruntungnya Hyun Hee memiliki Minhyun. Sungmin juga.. Ah, andai Sungmin melihat putrinya sangat kuat seperti ini, dia pasti bangga. Dimana dia sekarang… Andai aku tahu dia dimana, aku akan minta maaf padanya karena sudah menjadi orang ketiga di keluarga mereka. Aku…memang masih mencintainya, tapi aku tahu diri, sekeras apapun aku berusaha mendapatkannya, hatinya tidak akan pernah ada untukku, tapi untuk Hyun Hee. Yah, lagi-lagi ini semua memang imbas dari sikapku dulu. Aku yang dulu memutuskan hubungan dengannya, atau bahasa kasarnya adalah mencampakkannya. Aku terlalu egois dulu. Keinginan menjadi yeoja sukses membuatku jadi egois. Aku memutuskannya bahkan sempat merendahkannya.

“Wae….? Kita sudah bertunangan… Kita sudah mengikat janji dan kita saling mencintai… Kalau kau ingin melanjutkan pascasarjanamu di LA tidak masalah, kita bisa melakukan hubungan jarak jauh… Kenapa harus putus, Ha Raa ya….” ucap Sungmin menyentuh kedua bahuku.
“Hmhh. Mian Sungmin ah. Tidak mungkin bisa! Kalau kita tetap berpacaran, bisa-bisa pendidikanku tidak lancar. Aku tidak bisa berkonsentrasi. Kau nantinya hanya mengganggu belajarku saja. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini.”
“Hajiman… Kita sudah berpacaran sejak SMA, dan kita saling mencintai…” ucap Sungmin kemudian meraih tanganku.
“Sudahlah Sungmin ah… Jangan memaksaku. Lihat. Sekarang saja kau sudah berusaha menghambat cita-citaku, apalagi kalau aku di LA, kau pasti terus menerus menggangguku. Entah itu bertelepon atau yang lainnya dan itu pasti sangat mengganggu, kau tahu!”
“Aku tidak bermaksud menghambat cita-citamu. Bagaimanapun juga aku mencintaimu dan akan selalu mendukung keputusanmu, termasuk kuliah di LA.”
“Kalau kau memang selalu mendukung keputusanku, berarti kau juga harus mendukung keinginanku untuk mengakhiri hubungan ini…” ucapku, kemudian melepaskan genggaman tangannya.
“Kita sudah bertunangan, Ha Ra ya…”
“Itu hanya tunangan kan? Belum pernikahan. Lupakan pertunangan itu, anggap saja itu tidak pernah terjadi. Aisshh… Sudahlah Sungmin ah, sekeras apapun kau mengehentikanku aku tetap teguh dengan keputusanku. Hubungan kita berakhir dan kumohon jangan hubungi aku lagi. Tolong hargai aku… Mian, aku harus pergi… Aku ingin menjadi wanita karir yang sukses.”
“Apa maksudmu jika aku bersamamu kau tidak akan bisa sukses begitu?”
“Ne!”

Aku kemudian meinggalkannya dan ku tahu dia pasti terluka. Aku tahu. Tapi entah mengapa, ambisiku untuk menjadi pebisnis sukses membutakan hatiku, membuatku menjadi tega seperti itu bahkan tidak peduli padanya, pada perasaannya.

Ketika aku sampai di LA semuanya baik-baik saja. Tahun pertama sangat lancar dan menarik. Tapi… Entah bagaimana awalnya, aku mulai merindukan Sungmin. Aku benar-benar rindu padanya saat itu. Ingin rasanya aku bertemu dengannya sekadar melihatnya tersenyum padaku. Ne. Perasaan itu tidak pernah hilang, hanya saja sedang disembunyikan. Perlahan aku mulai mencoba menghubungi nomornya. Sejak aku berpisah dengannya aku tidak pernah menghapus nomornya dengan alasan kalau sampai dia meneleponku, aku bisa jaga-jaga untuk tidak mengangkatnya. Namun saat aku menelepon, hasilnya nihil. Nomornya tidak pernah aktif. Sepertinya dia mengganti nomor ponselnya. Aku bertanya pada teman-temanku yang mengenalnya tapi satupun tidak ada yang tahu.

Aku kemudian mencoba mengirim surat tapi sia-sia. Lintas negara mengirim surat? Ah, bahkan aku sangat pesimis itu bisa terjadi, namun karena kerinduanku padanya, aku tetap melakukan itu. 5 Tahun sudah aku lalui di LA, aku sudah menyelesaikan pendidikan pascasarjanaku dengan sempurna. Aku bertekad untuk kembali ke Korea dengan tujuan bahwa aku ingin bekerja mengembangkan bisnis appa sekalian ingin kembali pada Sungmin. Aku optimis saat itu. Aku yakin dia pasti masih menungguku mengingat bahwa dulu dia sangat sangat mencintaiku. Aku benar-benar optimis. Namun apa… Saat kami bertemu lagi, dia dingin padaku. Kupikir itu terjadi karena dia kaget melihat kedatanganku atau karena terlalu merindukanku. Tapi ternyata..dia sudah menikah, bahkan istrinya, Hyun Hee, saat itu sedang hamil. Aku marah dan kesal! Ditambah saat aku mengetahui kalau aku hamil karena perbuatan mantan kekasihku di LA beberapa waktu sebelum aku pulang ke Korea. Yah, memang selama di LA aku memiliki pacar, tapi dia berbuat yang tidak-tidak padaku sehingga aku memutuskannya. Dan ketika semua terjadi, aku hamil… Perasaanku kacau balau dan akhirnya aku melakukan semua kejahatan itu…

Kembali ke keadaan sekarang… Aku menyesal atas semuanya. Aku memang bodoh. Tidak ada gunanya jika prestasiku selalu bagus saat kuliah jika moralku tidak terdidik seperti ini. sifatku malah lebih bobrok dari orang-orang yang tidak berpendidikan. Aku malu pada diriku sendiri, malu pada keluargaku, malu pada semuanya.
Aku ingin memperbaiki semua kerusakan. Aku ingin mengembalikan keluarga Sungmin seperti dulu, seperti saat aku belum masuk ke kehidupan mereka. Ada dimana Sungmin sekarang… Aku benar-benar ingin menebus kesalahanku, terutama ingin membahagiakan Minhyun… Aku bertekad, bahwa aku akan mencari Sungmin. Aku akan berusaha memperbaiki semuanya. Ini adalah wujud rasa permohonan maafku pada mereka, terutama pada Hyun Hee…

 

* * *

~~Beberapa bulan kemudian…


Author POV

Sepanjang waktu, Hyun Hee terus memikirkan Sungmin. Di setiap saat, ketika dia sendirian, pikirannya pasti melayang pada Sungmin. Rasa bersalahnya juga semakin hari semakin besar. Ia menyesal karena dulu tidak percaya pada Sungmin. Entah dimana dia sekarang, Hyun Hee tidak tahu. Dia mencoba diam-diam mencari informasi tapi hasilnya nihil. Dia benar-benar merindukan Sungmin dan ingin minta maaf atas sikapnya yang dulu yang tidak mau percaya pada Sungmin. Dan satu hal yang selalu dilakukan adalah, berharap suatu hari nanti ia bisa bersatu lagi dengan Sungmin…

“Hati-hati chagiya….” Hyun Hee melambaikan tangan ke arah Minhyun yang sudah ada di mobil mertuanya. Seperti biasa, Minhyun akan bermain di rumah neneknya untuk menghabiskan waktu luang, dan seperti biasa, supir neneknya lah yang mengantar maupun menjemput Minhyun. Hyun Hee juga segera bergegas pergi ke kantor karena dia ada beberapa pekerjaan yang mendesak sore ini.

-skip-

Sore ini terlihat mendung. Akhir-akhir ini cuaca kurang bagus di Seoul. Namun begitu semua orang selalu berusaha melakukan aktivitas seperti biasa, mencoba melakukan yang terbaik di hari-hari mereka.
Seseorang dengan pakaian sederhana ditambah balutan mantel tebal berwarna biru itu baru saja tiba di kota kelahirannya, Seoul. Dia sebentar lagi akan pulang ke rumahnya. Meski rasanya ragu, dia tetap membulatkan tekad. Ne… Dia Sungmin. Dia sedang berada di taxi sekarang dan sebentar lagi dia akan tiba di rumahnya… Rumah keluarganya….
Beberapa tahun belakangan ini dia tinggal berpindah-pindah tempat. Ia mencoba menghilangankan jejaknya dari Ha Raa, takut-takut Ha Raa menguntitnya dan mencarinya. Ia mencoba mencari tempat yang paling cocok untuknya agar bisa melupakan semua masalah yang ia hadapi, dan agar bisa dengan cepat melupakan Hyun Hee. Beberapa bulan lalu, ia menemukan tempat yang baru dan menurutnya tempat itu sepertinya cocok dengannya.. Yah, meski bagi Sungmin, rumah keluarga adalah yang paling nyaman… Namun karena suatu hal, ia akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke rumah orang tuanya…

Sungmin menapakkan kakinya di gerbang depan rumahnya. Dia segera menekan bel agar penjaga gerbang membukakan gerbang. Dan tentu saja mereka terkejut, melihat tuannya kembali lagi setelah hampir 5 tahun lebih tidak terlihat. Sungmin kemudian melangkah melewati taman depan rumahnya, menilik sekitar, dan semua masih terlihat sama… Senyuman terlukis di wajahnya, ia benar-benar merindukan tempat ini. Kemudian sampailah ia di depan pintu utama. Pintu yang sedang ditutup rapat saat itu. Ia berdiri dan tertegun disana, mengira-ngira apakah pintu itu masih dibukakan untuknya? Ia berharap semoga saja… Entah pun itu hanya sebentar, dia sudah merasa senang. Ia menarik napas panjang sejenak, mengumpulkan keberaniannya untuk menemui eommanya disitu. Ia meletakkan kopernya kemudian mengarahkan tangannya untuk menekan bel rumah. Sejenak ia menghentikan tangannya. Sungmin gelisah. Takut jika ia tidak disambut hangat. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia inginkan. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba. Karena jika tidak mencoba, selamanya dia tidak akan tahu bagaimana jawabannya.

“ting tong….” Sungmin menekan bel sekali. Dia menunggu tapi belum ada yang keluar. Dengan takut-takut, ia menekan bel itu lagi lebih lama, dan akhirnya pintu itu terbuka dan dibuka oleh orang yang ingin ia temui saat ini… Eommanya…

“Sung… Sungmin ah….” ucap eommanya terkejut. Sungmin tersenyum, mencoba menyembunyikan rasa kecemasannya.
“Sungmin ah…! Ini benar-benar Sungmin kan…!!! Omona…. Putraku…!!” eommanya dengan sigap memeluk Sungmin yang masih ada dihadapannya sambil menangis haru. Sungmin juga menangis perlahan. ‘ternyata aku masih diterima…’ gumam Sungmin sambil membalas pelukan eommanya.
“Bogoshippoyo, Sungmin ah.. Eomma merindukanmu…. Aishh.. Kenapa baru kembali sekarang… Aigoo….” ucap eommanya bahagia ditengah-tengah tangis harunya. Sungmin masih diam, namun dia tersenyum dalam pelukan itu. Dia bukannya tidak ingin mengatakan apa-apa, tapi dia memang sedang tidak bisa mengatakan apapun karena rasa bahagianya dan karena dia sangat rindu pada eommanya.
“Aish… Kau masih tetap seperti dulu.. Tampan dan sangat eomma rindukan. Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja kah? Apakah kau makan dengan baik? Sungmin ah, kau tidak sakit kan… Kajja kita masuk. Diluar dingin. Kau tidak lihat eoh, diluar sangat mendung… Aissh… Kau sudah makan belum… ? Apa perlu eomma memasak sup labu kesukaanmu? Omo, tapi itu terlalu lama. Ah, sudah, begini saja……” eommanya terus berbicara panjang lebar sambil menuntun Sungmin masuk ke rumah mereka. Sungmin kembali tersenyum melihat perhatian eommanya yang masih sama seperti dulu. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar rumah, dan semua masih sama. Tidak ada yang berubah. Sekali lagi yang bisa ia lakukan adalah tersenyum. Perasaannya campur aduk. Bahagia, tentu saja.
“Nenek…. Nenek lama sekali….! Aku sudah bosan menunggu, nek….! Aishh… !” terdengar suara kesal Minhyun yang datang dari ruang tengah dengan langkah tergesa-gesa. Ia tadinya sedang bermain dengan neneknya, tapi karena ada yang menekan bel, neneknya pergi sebentar.
“Eomma… Ige nuguya?” tanya Sungmin kepada eommanya. Sungmin sangat suka dengan anak kecil. Dan refleks, Sungmin segera berjongkok di depan Minhyun dan mensejajarkan tinggi mereka sekadar untuk menyapa.
“Nuguseyo, gadis kecil…?” ucap Sungmin sambil tersenyum ke arah Minhyun yang sedang berdiri.
“Oh… Annyeonghasseo ahjussi… Minhyun imnida… Lee Minhyun…. Bangapseumnida…” ucap Minhyun sambil membungkuk dan tersenyum, persis seperti yang selalu diajarkan eommanya jika bertemu kenalan baru. Sopan.

Degh.

Jantung Sungmin bergetar. Bukankah nama itu nama yang ia buat dulu… ‘astaga…’ gumam Sungmin terkejut. Sungmin berdiri sambil melihat ke arah eommanya seperti ingin menanyakan sesuatu.
“Ne…” eommanya langsung mengangguk seakan mengerti apa maksud sikap Sungmin. Dan kembali Sungmin terkejut akan pertemuan yang tidak ia duga ini. Dengan cepat ia segera kembali berjongkok kemudian memeluk Minhyun erat. Akhirnya impiannya tercapai.. Bisa bertemu dengan putrinya. ‘gomawo Tuhan…’ gumam Sungmin dalam hati sambil memejamkan mata dan masih memeluk Minhyun erat.
“Ahjussi, wae? Kenapa tiba-tiba memelukku?” Minhyun yang polos dan masih merasa bingung langsung bertanya.
“Minhyun ah… Ini…. ini appa… Appamu… Aku appamu, Minhyun ah…” ucap Sungmin masih memeluk Minhyun. Dan sama seperti Sungmin, Minhyun juga terkejut dan tidak percaya. Minhyun melirik ke arah neneknya yang berdiri di belakang appanya.
“Nenek…?”
“Ne… Dia appamu, Minhyun ah…” ucap neneknya sambil mengangguk dan tersenyum. Menjawab kebingungan Minhyun yang tergambar jelas diwajahnya.
“Jinjja?” Neneknya mengangguk menjawab pertanyaan Minhyun.
“Kyaaa….!! Appa! APPA!!! Minhyun sudah lama mencari appa! Kyaa!! Appa akhirnya pulang… Appaaaaa…..!!!” Minhyun menjerit kegirangan sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Sungmin untuk membalas pelukan appanya. Dia memeluk Sungmin dengan sangat kencang sangking bahagianya. Dia meloncat-loncat namun tetap memeluk Sungmin. Dia tidak mau melepas pelukannya karena dia takut appanya hilang lagi. Hati Minhyun sedang meledak-ledak sekarang. Sedangkan eomma Sungmin menangis haru melihat pertemuan antara Sungmin dan Minhyun. Ia tidak bisa membendung air mata bahagianya melihat semua itu.
“Minhyun selama ini mencari appa? Jinjja?” tanya Sungmin tersenyum sambil mengusap rambut hitam Minhyun.
“NE!!!” ucap Minhyun pasti. “Appa, saranghaeyo…..!!! Gomawo karena appa akhirnya datang….Kyaa…!!!!” teriak Minhyun lagi.
“Nado, Minhyun ah…Aigoo putri appa ternyata imut sekali…” ucap Sungmin gemas setelah mereka selesai berpelukan. Terlihat setitik air mata Sungmin menetes perlahan di pipinya dan senyum Sungmin tidak luput dari wajahnya.
“Appa, temani aku bermain, ne..!!”

* * *

Sebenarnya eomma Sungmin ingin menanyakan banyak hal pada Sungmin, namun ia mengurungkan niatnya, melihat Sungmin dan Minhyun sepertinya sedang asyik bermain. Ia tidak mau mengganggu mereka. Menurutnya, lebih baik membiarkan Minhyun dan Sungmin menghabiskan waktu bersama agar mereka makin dekat. Namun di sisi lain eomma Sungmin masih cemas, bagaimana kalau Hyun Hee tahu Sungmin kembali? Bagaimana rekasi Hyun Hee…. Lima tahun berlalu sejak Sungmin pergi, dan 5 tahun juga Sungmin Hyun Hee tidak bertemu. Eomma Sungmin tidak yakin apakah perasaan Hyun Hee masih seperti dulu atau sudah hilang. Dan yang ia khawatirkan, bagaimana kalau Hyun Hee melakukan hal yang dulu pernah ia katakan, ingin melanjutkan sidang perceraian kalau Sungmin kembali…

Sungmin POV

Sudah lama aku tidak kembali kesini. Beberapa tahun lalu aku pergi berpindah-pindah tempat, berharap agar Ha Raa tidak bisa menemukanku. Aku juga selalu berpindah tempat untuk mencari tempat tenang agar pikiranku tidak kacau karena masalah itu ditambah rasa rinduku pada keluargaku terutama Hyun Hee…
Tapi, dengan mengumpulkan keberanianku, aku akhirnya memutuskan untuk datang ke rumah ini… Berharap semoga aku bisa diberi seulas senyum saja… Sudah cukup.

Kebahagiaan yang berlipat ganda… Aku tidak menyangka akan bertemu dengan putriku. Ini benar-benar di luar dugaan. Aku senang sekali akhirnya Minhyun menerimaku dan sama sekali tidak membenciku. Itu artinya Hyun Hee juga tidak mengatakan hal-hal buruk tentangku pada Minhyun. Aish, bukan berarti maksudku Hyun Hee orang seperti itu… Bukan… Hanya saja, aku khawatir, siapa tahu Hyun Hee mengatakan kalau aku sudah tidak ada karena dia membenciku… Mendengar pernyataan Minhyun tadi membuatku lega. Dia bilang kalau selama ini dia mencariku. Berarti Hyun Hee tidak berbuat begitu. Hyun Hee masih seperti dulu ternyata… Meski dia benci padaku ataupun pada seseorang, dia tidak pernah menularkan kebenciannya pada orang disekitarnya.
Minhyun mirip denganku. Wajahnya lebih condong meniru wajahku. sifatnya sedikit tomboy. Namun masih batas wajar, tidak berlebihan. Hmh… Senang sekali rasanya saat dia memanggilku dengan sebutan appa. Oh, dan satu lagi, tenyata tawaranku diterima, mereka memberi nama putri kami: Minhyun. Berarti eomma berhasil. Aigoo, aku senang sekali.

“Appa… Selama ini appa tersesat dimana?” tanya Minhyun sambil mengutak atik mainannya didekatku.
“Tersesat?”
“Ne… Appa tersesat dimana? Eomma bilang appa sedang tersesat dan tidak tahu bagaimana caranya pulang ke rumah..” ucap Minhyun. Hyun Hee benar… Aku memang tersesat dan bodoh.
“Haha.. Entahlah chagi. Appa tidak tahu… Namanya juga tersesat…” ucapku sambil mengacak rambutnya.
“Minhyun ah…”
“Ne?”
“Minhyun benar-benar mencari appa?”
“Ne, appa. Selama ini aku bertanya pada eomma, tapi eomma bilang dia juga tidak tahu.. Hoah…” dengusnya.
“Minhyun dan eomma tinggal berdua ya?” tanyaku lagi.
“Ne… Memangnya dengan siapa lagi…” ucap Minhyun padaku. Syukurlah… Setidaknya Hyun Hee belum menikah lagi. Tapi… siapa tahu dia sudah memiliki kekasih. Entahlah…
“Appa kenapa tidak kembali ke rumah kita saja? Eomma pasti senang…” ucap Minhyun kemudian.
“Appa… Appa hanya ingin membuat kejutan untuk eomma. Tapi tidak sekarang… Kau suka kan jika appa membuat kejutan untuk eomma?”
“Geureumyeon… !!!”
“Nah, kalau begitu, jangan beritahu eomma ne, kalau appa ada disini. Biar nanti appa yang datang sendiri beberapa hari lagi untuk mengagetkan eomma.”
“Oh! Jadi kita bermain rahasia, ne appa? Wahh… Seru.. Baiklah, aku akan merahasiakan ini. Appa tenang saja.. Yang penting eomma bisa senang…” ucap Minhyun bersemangat.
“Aigoo… Putri appa seperti malaikat.. Sangat baik pada eommanya…Kyaa…” ucapku gemas padanya. Minhyun tertawa.
“Hm… Tapi Minhyun bisa dipercaya, kan?” tanyaku lagi.
“Percayakan padaku, appa…..” ucap Minhyun meyakinkan sambil menunjukkan tanda V dengan jarinya.

-skip-

Hari sudah malam. Setelah Minhyun makan malam dia segera diantar kembali ke rumahnya. Rumah bersama Hyun Hee.
“Ingat apa yang sudah kita bicarakan tadi, ne.. .Jangan beritahu eomma, arraseo?”
“Ne….!” sahut Minhyun dari mobil. Kemudian mobil pun berangkat mengantarnya. Eomma bilang, Minhyun memang selalu diantar dan dijemput supir eomma karena Hyun Hee tidak mau ke rumah ini. Eomma bilang Hyun Hee tidak mau jika melihat benda-benda yang ada kaitannya denganku di rumah ini. Ah… Jelas sudah, dia sama sekali tidak mencintaiku lagi… Sedih…

~~Kemudian…

“Bagaimana bisa kau terpanggil untuk pulang, Sungmin ah? Selama ini kau tidak pernah memberi kabar pada eomma kau ada dimana dan keadaanmu bagaimana. Eomma sangat khawatir. Eomma takut pikiranmu dicuci Ha Raa sialan itu…” ucap eomma saat kami mengobrol di ruang tengah. Appa sedang diluar kota karena ada pekerjaan, jadi appa belum kembali ke rumah.
“Beberapa hari yang lalu… Ha Raa menemuiku…”
“Jinjjayo?? Mau apa lagi dia? Mau menggodamu? Aishh… Padahal dia bilang pada eomma kalau dia tidak tahu kau ada dimana… Dasar yeoja penipu!” dengus eomma kesal.
“Anni. Dia memang tidak tahu aku dimana. Pertemuan itu sangat tidak disengaja. Saat kami bertemu, dia sangat kaget. Dan singkatnya, dia minta maaf padaku dan mengatakan padaku kalau dia sudah mengakui semua kesalahannya pada eomma. Dan dia memohon kepadaku untuk kembali pulang karena katanya eomma sedang sakit karena memikirkanku. Karena itulah aku kembali… Tapi untunglah eomma tidak sakit. Dia ternyata berbohong dengan mengatakan kalau eomma sakit parah supaya aku mau pulang ke rumah dan memperbaiki semuanya…” ucapku menjelaskan.
“Oh… Begitu ternyata… Sebenarnya… Hyun Hee juga sudah tahu tentang kebenarannya. Karena sebenarnya Ha Raa datang ke rumah kalian, bukan kesini.”
“Jinjja?”
“Ne… Justru eomma lah yang tidak sengaja melihat mereka bertengkar….”
“Jadi, dia juga sudah tahu….”
“Ne.. Tapi eomma tidak tahu, apakah dia masih menyayangimu atau tidak. Karena setelah kejadian itu, semuanya kembali seperti biasa, dan dia tidak pernah lagi membahas kejadian itu dengan eomma. Eomma jadi khawatir, jangan-jangan dia tidak memiliki perasaan lagi padamu… Aishh… Eomma takut, jangan-jangan selama kalian berpisah, dia sudah berhasil melupakanmu, sehingga meski dia tahu kebenarannya, dia tidak pernah memikirkanmu lagi…” ucap eomma. Yah.. Itu juga yang kutakutkan… Dia berhasil melupakanku karena dia saat itu sudah terlanjur membenciku. Miris memang…
“Bagaimana kalau aku menemuinya saja eomma… Setidaknya dia sudah tahu kan kalau aku tidak bersalah…” lanjutku.
“Andwe. Jangan sekarang…”
“Wae?”
“Hyun Hee pernah bilang, kalau suatu saat kau kembali, dia akan melanjutkan sidang perceraian yang dulu sempat tertunda. Eomma tidak mau melihat kalian bercerai… Aishh… Itu benar-benar mengkhawatirkan…” ucap eomma. Aigoo… Jadi Hyun Hee berencana untuk melanjutkan perceraian itu? Anni.. Aku juga tidak mau. Aku masih mencintainya. Lebih baik dia tidak usah tahu aku kembali kesini daripada dia memintaku melanjutkan perceraian.
Sungmin POV End


* * *

~~Sementara itu…

Author POV

“Aku pulaaang…..” sahut Minhyun setibanya di pintu. Hyun Hee segera membukakan pintu dan mengajak Minhyun masuk. Minhyun sedari tadi terlihat sangat ceria setelah pulang dari rumah neneknya. Bahkan dia bersenandung dan sesekali bernyanyi kencang.
“Ya! Ada apa denganmu, Minhyun ah….?? Sepertinya ceria sekali?” tanya Hyun Hee sambil menggendong Minhyun.
“Anniyo. Tidak apa-apa, eomma….” ucap Minhyun berbohong.
“Ah, tidak mungkin. Biasanya kau tidak seceria ini, chagi…” ucap Hyun Hee.
“Aku ceria karena hari ini nenek sangat seru saat bermain denganku…” lanjut Minhyun lagi dengan sumringah. Hyun Hee segera mengangguk-angguk. ‘anak ini…’ gumam Hyun Hee gemas.
Sepanjang waktu Minhyun terlihat bersemangat. Selain karena ia akhirnya bisa bertemu appanya, hal lain yang membuatnya senang adalah akhirnya suatu hari nanti dia bisa menunjukkan pada musuhnya kalau dia punya appa. Hal yang selama ini ingin ia buktikan pada semua orang.

 

* * *
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-ming-

-ming-

.
.
.

Segini dulu chapter 7 nya. semoga terhibur.
Nah, Sungmin sudah kembali tuh… :D
Yang nungguin si pria unyu ini selama ini, yah penantian kalian terjawab hari ini… Bisa bertemu juga tuh dia sama putri kecilnya… ^_^

Menurut kalian apakah ff ini bakalan happy ending dgn season 1 nya? Atau justru sebaliknya?

Setia ngikutin yaaa… :D

clue utk part selanjutnya: “want to go to Japan, eomma…”

Ah, tapi kayaknya, perlu juga nih dikasih sedikit potongan cerita, supaya ada gambarannya ke readers sekalian…:)

“Appa… Wae appa!” dia menatapku marah sambil air matanya terus mengalir sedangkan eomma sejak tadi juga sudah menangis karena melihat Minhyun yang seperti ini… Aku hanya bisa menggeleng menjawab pertanyaan Minhyun.
“Aku benci appa!! Appa tidak bisa menepati janji! Appa penipu! Aku mau pulang…!! Nenek aku mau pulang….!!” Minhyun segera berlari keluar rumah masih sambil menangis sesenggukan. Aku dan eomma mengejar Minhyun namun dia segera masuk ke mobil dan memaksa supir eomma untuk mengantarnya pulang. Sejenak supir eomma menatap bingung ke arah kami, namun aku segera mengangguk mengiyakan bahwa aku setuju kalau Minhyun diantar pulang. Mobil itu kemudian membawa Minhyun pergi. Selamat tinggal, Minhyun ah… Putri appa… Mataku berair namun sebisa mungkin kutahan.. Aku tidak boleh menangis. Meski nyatanya perasaanku sakit saat Minhyun mengatakan kalau dia membenciku.
Sungmin POV End
“Sungmin… sudah hampir 25 menit yang lalu pergi dari rumah…. Dia bilang dia tidak mau terlambat sampai ke bandara…” kudengar isakan sedih eomma dari seberang telepon. Aku tersentak kaget, dan tanpa kusadari ponselku meluncur begitu saja ke lantai dan kakiku lemas. Aku terduduk dilantai, ini benar-benar mimpi buruk… Aku menangis kencang. Tidak adakah kesempatan untukku mengembalikan pernikahan ini seperti semula….
Hyun Hee POV End

.
.
.
.

yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

 

D.g.D

DeziloMing

YeSungminAnae

[ARTICLE] – Kata Orang, Super Junior itu…

Kata Orang…

-Super Junior-

-Super Junior-

Kata orang-orang, dance Super Junior itu gak bagus-bagus sekali. Kalau soal dance, ada SHINee yang jauh lebih unggul.
Kata orang, Baca lebih lanjut

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 6 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 6

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
Waduh, sudah sekitar 5 hari author ga update chapter selanjutnya. Mianhata yeorobun…. Author dari senin kmaren lagi ada uts di kampus, jadi yah baru sekarang sempat share… :D
Oh ya, kali ini isinya agak lebih panjang lah dari chapter sebelumnya. :)
Okelah, cap cuzz ke chapter 6
.
.
.

-ming-

-ming-


.
.
.
.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)
~~Beberapa hari kemudian…

Terlihat seorang yeoja berbaju biru safir berjalan tertatih-tatih dan duduk di sebuah tempat duduk. Ia sangat kusut, terlihat menyedihkan. Sesekali air matanya jatuh dan dengan cepat ia menghapusnya. Ia menghapus air matanya namun air matanya dengan mudah datang lagi. Di cuaca mendung itu dia hanya mengenakan pakaian biasa tanpa mengenakan jaket. Hari memang masih sore, namun cuaca benar-benar buruk saat itu. Seburuk hati yeoja itu.
Yeoja itu hanya bisa menangis. Menangisi semuanya. Semua yang ada di hidupnya. Penampilannya saat ini benar-benar acak-acakan. Ia tidak peduli lagi. Yang bisa ia lakukan hanya meratapi nasibnya. Nasib malangnya sebagai seorang manusia.

“Sudah kubilang aku punya appa!”
“Kalau begitu bawa kemari!”
“Baik! Aku akan buktikan kalau aku bisa membawa appaku kesini, tapi tidak sekarang, mengerti!” bentak bocah itu.
“Ha! Sudah jelas kau itu anak menyedihkan dan tidak punya appa! Dasar anak sial! Pergi kau dari taman bermain ini! Hanya anak-anak yang memiliki orang tua lengkap yang boleh kemari!” bentak yang lainnya. Anak-anak lain itu membully yeoja kecil itu terus menerus.

“Kalau bukan karena eomma yang memintaku supaya tidak berkelahi, aku pasti sudah memukul kalian!” ucap anak kecil itu kemudian berjalan cepat menyingkir dari taman itu. Ekor mata yeoja berbaju biru itu sejak tadi menonton pertengkaran anak kecil itu dengan malas. Matanya terus mengikuti anak kecil yang dibully itu. Anak itu sekarang sedang berjalan entah kemana dan sepertinya ingin menyeberang. Anak itu tidak sadar ada beberapa mobil yang sebentar lagi akan melintas. Yeoja berbaju biru yang tadinya hanya menatap anak itu dengan malas kini berubah kaget ketika melihat satu mobil melesat cepat menuju arah anak kecil itu. Tidak mau mengulang kisah lama, ia segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari ke arah anak kecil yang cuek itu. Ia dengan sigap mendekap anak itu dan membawanya ke tepi jalan, lalu terpaku sesaat disana masih sambil mendekap anak itu erat.

“Gwenchanayo?” ucap yeoja itu sambil mensejajarkan tingginya dengan anak kecil itu. Anak itu hanya mengangguk.
“Gomawo, ahjumma…” sahut anak itu lagi.
“Aish, lain kali hati-hati ne… Jangan menyeberang sembarangan. siapa namamu, anak manis?”
“Lee Minhyun imnida, ahjumma…” sahutnya membungkuk.
“Kau manis sekali…” ucap yeoja itu. Dan lagi-lagi yeoja itu menitikkan air mata.
“Waeyo, ahjumma….? Uljimma… Aku kan tidak apa-apa..” ucap anak kecil itu polos sambil mengusap air mata yeoja itu.

—————————————————————————————–

GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 6 – She’s back… Where are you?


—————————————————————————————–

“Anni. Ahjumma hanya…teringat seseorang… Emm, karena sudah sore, dan takut kalau kau kenapa-napa, bagaimana kalau ahjumma mengantarmu pulang?”
“Emm… Eomma melarangku pergi dengan orang asing, ahjumma…”
“Eommamu bijak sekali ne… Tapi ahjumma janji tidak akan macam-macam. Ahjumma hanya takut kalau kau kena bahaya lagi…” Anak kecil itu berpikir sejenak. Akhirnya ia mengangguk setuju. Mereka kemudian berjalan beriringan sambil anak itu menunjukkan alur menuju rumahnya.

“Jinjjayo? 5 tahun? Kau masih kecil tapi pergi sendirian…”
“Heheh… Tadi eomma sedang sibuk jadi aku diam-diam pergi bermain, karena kalau aku menonton tv atau bermain game, eomma bisa terganggu…” jawab anak itu polos.
“Oh ya… Kalau ahjumma tidak salah, tadi kau sepertinya bertengkar dengan anak-anak lainnya. Waeyo, Minhyun-ie?”
“Gwenchanayo, ahjumma.. Itu masalah anak kecil saja..” ucap anak itu lagi. Dan lagi-lagi yeoja berbaju biru safir itu tersenyum melihat anak bijak itu. Dia berharap seandainya waktu bisa diulang, dia pasti bisa seperti ini dengan anak yang lain… Anak yang berharga baginya…

“Nah ahjumma, itu rumahku. Aku dan eomma tinggal disana. Ahjumma mau masuk? Supaya berkenalan dengan eommaku…” tawar Minhyun. Yeoja itu mematung sejenak dan dengan cepat ia menggeleng.

“Anni. Ahjumma masih ada urusan, lain kali saja, chagi… Ahjumma pergi dulu ne…” ucap yeoja itu bergegas. Ia segera berbalik dengan cepat dan pergi dari sana tepat saat Hyun Hee keluar dari rumahnya.

“Aigoo…. Minhyun ah, darimana saja kau… Eomma pusing mencarimu…. Arrgghh…”
“Mianhaeyo, eomma sayaaang….” terdengar sayup-sayup obrolan mereka di telinga yeoja itu. Yeoja berbaju biru safir.

* * *

Yeoja itu berjalan tergesa-gesa. Ia bergegas kembali ke rumahnya. Ia segera masuk setelah sebelumnya mengunci pintu. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa.

Ia teringat dengan kejadian tadi. Ia menyentuh jantungnya, masih merasakan kekagetan.
“Jadi dia anak dari Hyun Hee… dan Sungmin…” gumamnya lagi. Ia hanya bisa tertegun. Ia kemudian meraih foto putrinya, anak kecil yang baru meninggal beberapa bulan lalu. Ia menatap foto anak berumur 4 tahun itu dengan sedih kemudian kembali menangis.

“Chagiya… Andai eomma melakukan hal yang sama saat itu padamu…” ucapnya sambil memeluk erat foto itu. Ia kembali terisak. Ia menangisi betapa menyedihkannya hidupnya. “Wae! Kenapa aku harus mengalami ini semua!” ia marah dan berteriak di rumah sewanya. ‘apa ini balasan atas semua perbuatanku…’ gumamnya sambil menangis.


[FLASHBACK]

“Kau! Teganya kau, Ha Raa ya!” bentak Yun Ma setelah menampar pipi Ha Raa keras. Ha Raa yang sudah biasa ditampar hanya tersenyum sinis.
“Tampar sepuasmu, aku tidak akan peduli!” ucap Ha Raa santai meski pipinya terasa panas.
“Kim Ha Raa! Kau keterlaluan! Kenapa kau tega melakukan semua ini pada Hyun Hee! Apa kau tidak sadar kalau dia sedang mengandung?!!! Dimana hatimu sebagai seorang yeoja! Kenapa kau tega! Wae!!!” bentak Yun Ma kasar sambil menunjuk wajah Ha Raa.
“Wae? Kau bilang wae? Karena aku mencintai Sungmin! Dia milikku dan akan tetap begitu! Dan sekarang aku mengandung anaknya, kau puas!” sahut Ha Raa tidak mau kalah.
“Sekarang kau bisa bersenang-senang atas kejahatan yang kau lakukan! Atas apa yang kau perbuat pada keluarga Hyun Hee! Tapi ingatlah Ha Raa, suatu saat nanti kau akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatanmu! Bahkan aku bisa jamin suatu hari nanti kesedihanmu akan berlipat ganda dari kesedihan Hyun Hee! Camkan kata-kataku!” bentak Yun Ma kemudian bergegas pergi dari ruang kerja Ha Raa.
“Hah.. Bicaralah sepuasmu. Cih!” gumam Ha Raa dengan tatapan sinis saat melihat Yun Ma keluar.

[FLASHBACK END]

Ia bersandar lagi di sofanya. ‘inikah balasan itu… Tuhan sedang menghukumku…’ gumam Ha Raa lirih. Ia kembali merasa bersalah atas apa yang sudah ia perbuat, atas semua hal yang sudah menyakiti hati orang lain. Ia menyesal atas semuanya, karena pada akhirnya beginilah yang ia dapat. Kesendirian dan penderitaan.

“Jebal, apa yang harus kulakukan Tuhan, agar Kau tidak menghukumku lagi…” isak Ha Raa sambil tertunduk.

“Sudah kubilang aku punya appa!”
“Kalau begitu bawa kemari dan tunjukkan pada kami!”
“Baik! Aku akan buktikan kalau aku bisa membawa appaku kesini, tapi tidak sekarang, mengerti!” bentak bocah itu.
“Ha! Sudah jelas kau itu anak menyedihkan dan tidak punya appa! Dasar anak sial! Pergi kau dari taman bermain ini! Hanya anak-anak yang memiliki orang tua lengkap yang boleh kemari!” bentak yang lainnya. Anak-anak lain itu membully yeoja kecil itu terus menerus.

Ia teringat lagi pertengkaran Minhyun. Ia merasa menyesal. ‘gara-gara aku anak itu menderita, terpisah dari appanya… Ya Tuhan… Sebegitu kejikah aku selama ini.. Gara-gara aku, seorang anak kecil yang tidak berdosa merasakan penderitaan karena telah kupisahkan dari appanya…’ Ha Raa menepuk-nepuk dadanya. Sesak yang ia rasakan saat itu. Rasa bersalah akan semuanya dan penderitaan yang bertubi-tubi ia dapatkan telah membuat dia sadar bahwa semua itu adalah imbas dari perbuatannya selama ini. ‘Bagaimana caraku menebus kesalahan ini… Aku tidak mau terus menerus dihukum Tuhan…’ lirihnya.

* * *

.
.
.
.

Sore ini Hyun Hee bersantai di ruang tengah sambil menyaksikan acara TV. Putrinya sedang bermain ke rumah mertuanya, dan nanti akan diantar oleh eomma Sungmin. Kebetulan diluar sedang hujan, jadi dia malas pergi keluar untuk sekadar berjalan-jalan dengan mobil. Apalagi jika ke rumah eomma Sungmin. Sudah 5 tahun lebih dia tidak menginjakkan kaki disana karena tidak mau melihat hal-hal atau barang-barang yang ada kaitannya dengan Sungmin, entah itu foto, lukisan, atau sejenisnya. Maka dari itu eomma Sungmin lah yang selalu mengantar dan menjemput Minhyun kalau Minhyun ingin bermain ke rumah orang tua Sungmin.

“Ting tong…” terdengar suara bel rumah berbunyi. Ia segera bergegas membukakan pintu setelah meminum cappuccino nya.

“Annyeong… Hyun Hee…” ucap tamu itu sambil menunduk. Hyun Hee memicingkan matanya, menduga-duga tamu ini kira-kira siapa.
“Neo nuguya?” ucap Hyun Hee ke arah yeoja yang memakai tudung hitam itu. Yeoja itu dengan takut-takut menegakkan kepalanya, untuk memperkenalkan identitasnya.

“Neo-ya. Sedang apa kau kemari?!” ucap Hyun Hee dingin dan datar.
“Boleh…aku…masuk….?” tanya yeoja itu takut-takut. Hyun Hee segera masuk ke rumahnya mengisyaratkan bahwa yeoja itu diizinkan masuk. Hyun Hee masih heran, untuk apa lagi yeoja itu datang, apa lagi yang akan ia lakukan? Apa lagi yang akan ia rusak setelah rumah tangganya dulu dirusak? Apa yeoja ini belum puas membuat kerusuhan?

“Langsung saja katakan ada apa kau datang kemari. Maaf aku tidak menyediakan minum karena aku tidak niat sedikitpun melakukan itu.”
“Em… Hyun Hee ah… Bagaimana…kabarmu…”
“Langsung saja katakan apa tujuanmu, tidak usah basa-basi. Aku tidak suka basa-basi karena itu hanya buang-buang waktu.” Sahut Hyun Hee sedikit meninggi. Dia duduk di bangku yang ada di hadapan Ha Raa.

“Sebenarnya ada hal penting yang…ingin ku katakan padamu… Hyun Hee ah… Kau tahu, Karirku hancur… Appa mengusirku dan tidak mengizinkanku memimpin perusahaan karena kehamilanku waktu itu. Setelah itu barang-barangku seperti uang dan lainnya dirampok orang saat tengah malam….” Ha Raa berhenti cerita sejenak. Mencoba menenangkan dirinya karena rasa sedihnya mulai muncul lagi. Hyun Hee masih diam dan cuek.

“Lalu… Sudah hampir 3 tahun lalu Sungmin meninggalkanku, dan sekitar 4 bulan yang lalu, putriku yang berumur 4 tahun meninggal…” Ha Raa kemudian terisak karena ia kembali merasakan luka itu. Ia berhenti bicara sejenak karena menangis. Dia tidak sanggup melanjutkan bicaranya saat itu. Hyun Hee hanya memperhatikannya dengan datar, biasa saja dan tidak simpati sama sekali.

“Kesedihanku sudah berlipat ganda karena Sungmin meninggalkanku, tapi itu belum berakhir ketika putri kecilku ditabrak mobil saat aku membawanya ke luar. Aku tidak mengawasinya sehingga semua itu terjadi. Dan dia meninggal di tempat karena kepalanya retak. Dan aku melihat dengan mataku sendiri…” Ia bicara dengan suara yang bergetar dan kadang tidak jelas karena tangisannya.

“Sepanjang hari aku menderita dan sendirian… Aku kehilangan semuanya. Dan pada akhirnya aku hidup sendiri di rumah sewa yang kecil, dan tinggal menunggu waktu, kapan aku akan diusir karena tidak sanggup bayar uang sewa…” ucapnya lagi. Tangisnya makin deras. Hyun Hee sama sekali tidak menangis melihat itu. Ekspresinya biasa saja, dia tidak tersentuh atau merasa empati sedikitpun. Dan bukan berarti dia bahagia saat musuh besarnya ini menderita. Dia tidak merasa sedih, tapi tidak juga merasa senang. Yah, perasaannya benar-benar mati untuk Ha Raa.

“Apa kau sudah selesai bercerita? Kalau kau sudah selesai sepertinya kau sudah boleh pulang. Aku ingin melanjutkan menonton acara tv kesukaanku.” Sahut Hyun Hee datar sambil berdiri.

“Hyun Hee ah… Kau bahagia kan melihat semua ini… Aku tau, pasti kau sangat menginginkan hal ini terjadi…” ucap Ha Raa masih berada di posisinya.

“Aku memang membencimu, bahkan aku jijik melihatmu. Tapi sedikitpun aku tidak pernah berdoa atau mengharapkan kau merasakan penderitaan seperti ini. Aku tidak pernah menginginkan hal itu karena aku tidak mau ikut-ikutan memiliki watak kotor sepertimu. Asal kau tahu, aku tidak mau menghabiskan energi dan pikiranku hanya untuk mendoakan supaya kau menderita. Lebih baik aku mendoakan diriku dan putriku supaya jauh-jauh dari iblis sepertimu.” Sahut Hyun Hee dengan nada ketus. Sakit. Itu yang dirasakan Ha Raa. Kata-kata Hyun Hee sangat menohok jantungnya, tapi ia terima. Karena menurutnya ia pantas mendapatkan itu.

“Hah… Sudahlah, kurasa ada baiknya kalau kau pergi. Ambil saja payung di guci itu jika kau tidak punya payung.” Sahut Hyun Hee kemudian.

“Hyun Hee ah…mianhae… Mianhae atas semua yang sudah aku lakukan saat itu…Mianhae.. Aku…aku menyesal…Aku benar-benar menyesal… Aku sudah mendapatkan karma atas dosaku dan aku menyesal. Mianhaeyo, Hyun hee… Mianhae… Maafkan aku…” Ha Raa bersujud di kaki Hyun Hee dan menyentuh kaki Hyun Hee sambil menangis.

“Maafkan aku karena sudah merusak hubunganmu dengan Sungmin, maafkan aku karena telah memisahkan kalian dan membuat putrimu menderita… Mianhae…” dia melanjutkan bicaranya masih dengan posisi yang sama dan menangis terisak. Hyun Hee menangis. Ia menangis karena benar-benar kesal. Kesal akan semuanya, kesal karena masa lalu kelam itu diungkit lagi, bukan karena kasihan pada Ha Raa.

“TERLAMBAT!!! Sudah hampir 5 tahun berlalu kau baru sadar akan sikapmu? Kau pikir dengan minta maaf sekarang, kau akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula? Hah, mentang-mentang suamimu meninggalkanmu, baru kau minta maaf. Cih! Aku tidak butuh ucapan maafmu. Semua sudah terjadi dan semua permintaan maafmu tidak ada gunanya!”

“Sungmin bukan suamiku… Kami tidak pernah menikah… Dia tidak pernah mau menikahiku..” lanjutnya.

“Aku tidak peduli! Sekarang pergilah sebelum aku berpikiran untuk membunuhmu!” ucap Hyun Hee geram.

“Mianhae karena telah membohongi kalian semua… Aku tidak pernah punya anak dari Sungmin. Sungmin tidak pernah melakukan itu padaku… Aku yang menjebaknya dengan cara mencampur sesuatu ke wine Sungmin, kemudian mengambil ponselnya dan menonaktifkannya supaya kau tidak bisa menghubunginya. Aku melakukan kegilaan itu karena aku terlanjur hamil dibuat mantan kekasihku di LA beberapa hari sebelum kembali ke Korea… Ditambah karena aku masih mencintai Sungmin, aku kemudian membuatnya mabuk dengan mencampurkan sesuatu di gelas wine nya dan memfitnahnya… Dia tidak pernah memiliki anak dariku… Dia tidak bersalah…” lanjut Ha Raa yang sukses membuat Hyun Hee terkejut. Hyun Hee terpaku. Ia sekarang makin menangis. Kini ia merasa bersalah pada Sungmin. ‘kenapa aku dulu tidak percaya padamu, Sungmin ah…’ gumam Hyun Hee dalam hati. Ia geram pada Ha Raa karena sudah tega membiarkan semua itu terjadi karena keegoisannya. Emosinya kini sudah sampai di ubun-ubun. Ia meraih lengan Ha Raa secara kasar dan membantunya berdiri.

“Kau…Memaafkanku, Hyun Hee ah…?” ucapnya.
“Plakk” Ia menampar keras pipi Ha Raa. Ha Raa diam saja dan tidak mengelak.
“Tidak apa-apa.. Tampar saja sampai kau bisa memaafkanku…” jawab Ha Raa sambil menangis.

“Teganya kau melakukan itu semua! Kau telah menyakiti semua orang! Dan gara-gara kau aku sudah mengusir Sungmin dan membuat putriku jauh darinya! Gara-gara kau aku menangis sepanjang waktu disaat kehamilanku! Gara-gara kau orangtua kami tidak sebahagia dulu! Gara-gara kau anakku direndahkan teman-temannya! Gara-gara kau….” Hyun Hee tidak tahu lagi ingin mengatakan apa karena ia sangat kesal. Ia marah, menangis, dan napasnya memburu.

“Arrghh….. Aku benci padamu!”

“plakk” Hyun Hee kembali menampar Ha Raa. Ia terus menerus menampar Ha Raa. Entah sudah berapa kali ia menampar pipi Ha Raa karena kekesalannya. Bahkan pipi Ha Raa sudah memerah dan rambutnya sudah berantakan.

“Kau tidak punya otak!!!!! Aku benci padamu!!!!!! Katakan kemana Sungmin pergi!!!!” bentak Hyun Hee. Ia benar-benar merasa bersalah pada Sungmin karena dulu tidak percaya pada Sungmin dan telah mengusirnya dulu.

“Mollayo, Hyun Hee.. Dia pergi begitu saja…saat dia mengetahui kenyataan bahwa aku sudah memfitnahnya… Aku kehilangan kontak dengannya… Mianhae…” ucap Ha Raa terbata-bata sambil menangis.

“Akkh…! Aku benci padamu!” Hyun Hee kembali hendak menampar Ha Raa kalau saja eomma Sungmin tidak datang.

“Hyun Hee ah hentikan…” eomma Sungmin segera berlari mencoba menghentikan amarah Hyun Hee.

“Anni! Sebelum dia mati, aku tidak akan berhenti!” bentaknya sambil mencoba berontak dari pegangan eommanya. Untungnya Minhyun masih di mobil karena hujan, jadi dia tidak melihat pertengkaran itu dengan mata kepalanya sendiri.
“Jangan lakukan itu! Ingat, kalau kau ada kasus, putrimu akan menderita… Dia masih butuh kau…” ucap Eomma Sungmin meski dia juga sebenarnya sangat geram karena hari ini bertemu lagi dengan yeoja kotor itu.

“Pergilah keluar! Tapi jangan kabur! Tunggu aku diluar!” ucap eomma Sungmin tegas sambil menatap Ha Raa.
Sedangkan Hyun Hee sudah berhenti berontak karena mendengar ucapan eommanya tadi, kalau Minhyun masih membutuhkannya. Ha Raa segera pergi keluar dengan tangis yang makin kencang kemudian ia berteduh entah dimana, karena eomma Sungmin melarangnya pergi jauh. Ia menurut saja.

“Tenangkan dirimu, Hyun Hee ah…Bersihkan air matamu. Jangan sampai Minhyun melihatmu begini… Dia pasti bertanya-tanya…” eomma mertuanya mengingatkan. Hyun Hee masih menangis di pelukan eomma mertuanya itu. Dia masih terpukul akan fakta itu. Fakta bahwa Sungmin tidak salah dan fakta bahwa dia sudah bodoh karena tidak percaya pada Sungmin. Dia menyesal…

“Eomma…” ucapnya mengerang sambil menangis sesenggukan. Eomma mertuanya hanya bisa menepuk punggung Hyun Hee, mencoba menenangkan, dia pun masih bingung, kenapa yeoja itu bisa datang dan kenapa Hyun Hee bisa semarah itu tadi. Dia penasaran sekarang. Apa yang baru terjadi… Ia teringat kalau dia tadi menyuruh Ha Raa untuk menunggunya. Ia akan menanyai Ha Raa atas apa yang terjadi.

“Eomma harus menemui yeoja tadi, bisakah kau eomma tinggal…?” tanya eomma mertuanya setelah tangis Hyun Hee mereda. Hyun Hee mengangguk lemah.

“Baiklah. Segera perbaiki penampilanmu, karena eomma akan membawa Minhyun masuk ke rumah. Ah, semoga saja dia masih tidur jadi ia tidak melihatmu begini. Aish, hujan juga belum reda.. Ah, tunggu lah Hyun Hee-ya, biar eomma menggendong Minhyun…” ucap eomma mertuanya kemudian bergegas kembali keluar. Ia kemudian menggendong Minhyun yang ternyata masih tertidur. Minhyun segera dimasukkan ke kamar supaya tidak bangun dulu.

“Eomma pergi ne.. Eomma akan mengurus yeoja itu…” ucapnya pasti kemudian pergi ke luar sedangkan Hyun Hee mencoba menenangkan perasaannya.

* * *

“Jadi kemana Sungmin pergi….?” tanya eomma Sungmin setelah Ha Raa menjelaskan panjang lebar tentang semua kebenaran. Ha Raa sedang berasa di mobil eomma Sungmin. Mobil sedang berjalan mengelilingi kota.
“Mollayo,, ahjumma… Mianhae…” ucap Ha Raa.
“Kau benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?!” ucap eomma Sungmin dengan nada curiga. Ia benar-benar belum bisa percaya sepenuhnya pada yeoja ini.

“jeongmal… Aku tidak tahu… Dia tidak bilang pergi kemana saat itu. Dia langsung meninggalkanku saat ia mendengar pembicaraanku dengan sahabatku…” ucap Ha Raa lagi. Ya, kejadian itu terjadi sekitar 3 tahun lalu. Atau lebih tepatnya 2 tahun sejak Sungmin tinggal dengan Ha Raa. Saat itu Ha Raa sedang mengobrol lewat telepon dengan sahabat lamanya. Dia bicara panjang lebar bagaimana akhirnya ia berhasil mendapatkan Sungmin kembali, yaitu dengan menjebaknya agar ia bisa menyelamatkan status kehamilannya dan juga sekaligus bisa kembali bersama Sungmin. Namun disaat dia bercerita, dia tidak sadar bahwa siang itu Sungmin sudah mendengar semua ucapannya dari balik pintu kamar. Ha Raa tidak menyadari kedatangan Sungmin karena Sungmin jarang pulang siang hari.

Sungmin langsung menampar Ha Raa kemudian memaki Ha Raa akan semua itu. Dengan pasti Sungmin segera mengemasi barangnya dan tidak mau lagi tinggal bersama Ha Raa apalagi mengurus anak itu. Anak yang saat itu sudah berumur hampir dua tahun. Sungmin marah besar kemudian pergi dari kota itu, meninggalkan Ha Raa yang mengemis minta maaf sambil menangis, meninggalkan semua hal yang selama ini membuat Sungmin menderita kemudian mengganti nomor ponselnya dan pindah entah kemana. Karena hal itu pula lah eomma Sungmin juga kehilangan kontak dengan Sungmin. Terakhir kali mereka berkomunikasi adalah saat Hyun Hee melahirkan.

“Mianhaeyo…ahjumma… Aku benar-benar menyesal…” Ha Raa hanya bisa mengucapkan itu sejak tadi sambil menangis. Ia tidak tahu ingin mengatakan apa lagi selain itu. Eomma Sungmin hanya bisa menghela napas. Ia ingin semua kerusakan ini kembali baik, Sungmin tidak boleh pisah dengan Hyun Hee, tapi bagaimana caranya menyatukan mereka kembali? Sungmin entah dimana dia tidak tahu. Perasaan Hyun Hee pada Sungmin juga belum tentu seperti dulu. Sekarang kebingungan melanda eomma Sungmin, tapi sedikit kelegaan juga ada di hatinya. Ia lega karena dulu Sungmin tidak datang ke sidang perceraian. Seandainya waktu itu Sungmin datang, tentu sangat mustahil untuk menyatukan mereka lagi.

* * *

.
.
.
.

Hyun Hee duduk sendirian di luar. Ia sesekali menengadahkan kepalanya ke langit. Malam ini bulannya penuh, jadi cukup terang untuk menemani malam Hyun Hee. Sesekali angin bertiup dan ia mengeratkan mantelnya mencoba menghangatkan tubuhnya.

“Mianhae… Aku tidak mempercayaimu… Seharusnya dalam sebuah pernikahan, harus ada kepercayaan bukan…? Aku…aku sudah gagal di pernikahan kita. Kepercayaan itu tidak ada dariku…Mianhae…” sahut Hyun Hee bermonolog.

‘Kau pasti marah padaku karena ikut mengusirmu… Dimana kau sekarang…? Kebenaran itu 3 tahun lalu sudah kau ketahui, tapi kau tidak datang pada kami sekadar untuk menjelaskan… Sepertinya hatimu sudah beku karena perbuatanku yang tega mengusirmu bahkan sempat mengajakmu bercerai…. Sungmin ah, mianhae…’ lagi lagi Hyun Hee mengucapkan kata maaf.

‘Kau tahu… Meski selama ini aku marah padamu, aku selalu teringat semua hal tentangmu… Entah itu di sudut rumah ini, entah itu di tempat-tempat yang dulu pernah kita kunjungi, bahkan di diri Minhyun kau tergambar jelas… Ah, Sungmin-ie, tahukah kau, anak kita yeoja… Sesuai keinginanmu dulu…’ ucap Hyun Hee perlahan. Ia kembali mendongakkan kepalanya ke arah langit malam, menyesapi tiupan angin yang lumayan kencang.

“Eomma, aku tidak bisa tidur…” terdengar suara kecil Minhyun menghampiri eommanya di taman depan sambil mengucek-ngucek mata kanannya.

“Aigoo… Kenapa keluar.. .Disini dingin, chagiya.,..”

“Eomma saja bisa di luar, kenapa aku tidak bisa? Lagipula aku kan pakai mantel, eomma…” ucap Minhyun tidak mau kalah.. Seperti Sungmin yang dulu tidak mau kalah kalau berdebat dengan Hyun Hee. ‘lagi-lagi aku mengingatmu…’

Minhyun kemudian duduk dan bersandar di lengan eommanya sedangkan Hyun Hee kembali sibuk dengan pikirannya. ‘lagi-lagi aku mengingatmu… Apa mustahil jika aku menginginkanmu kembali…Lee Sungmin…? Kurasa iya… Aku sudah tega mengusirmu waktu itu padahal kau sudah memberi penjelasan… Aku bukan istri yang baik. Dan kurasa 3 tahun belakangan ini kau sudah mempunyai kehidupan baru yang lebih baik lagi…’ gumam Hyun Hee.

“Eomma!! !” ucap Minhyun kemudian berbaring dan menumpukan kepalanya di paha Hyun Hee.
“Yak…! Kenapa teriak begitu, eoh… Tidak sopan” -_- ucap Hyun Hee.
“Bagaimana aku tidak teriak kalau dari tadi eomma diam saja saat ku panggil…” ucapnya dengan wajah cemberut.
“Ah, mianhaeyo…” :D ucap Hyun Hee sambil mengusap pipi Minhyun.

“Eomma…”
“Ne?”
“Boleh aku bertanya sesuatu?”
“hum.. Tentu saja…”
“Kapan appa pulang? Aku sudah terlanjur janji kepada musuh-musuhku kalau suatu saat nanti aku akan membawa appa pada mereka…” Hyun Hee hanya bisa mematung.
“Eomma!!”
“Aish… Eomma juga tidak tahu, chagi…” ucap Hyun Hee.
“Karena pertanyaan tadi belum terjawab, boleh aku bertanya lagi?”
“Hmh.. Baiklah.. Apa itu?”
“Apa eomma menyayangi appa?” Hyun Hee terdiam. Dia sedang menimbang-nimbang, apakah ia masih mencintai Sungmin atau tidak, meski sebenarnya dia sudah tahu jawabannya…

“Aish… Eomma selalu tidak menjawab pertanyaanku yang satu ini! Setiap aku menanyakan hal yang sama kemarin-kemarin, eomma juga tidak jawab… Jebal eomma jawablah… Kali ini saja…” Minhyun merengek.
“Eomma… Emm…”
“Yak!!”
“Arrasseo eomma jawab. Eomma… eomma tentu menyayangi appamu…” ucap Hyun Hee yang sukses membuat Minhyun gembira saat mendengarnya.

“Seberapa besar eomma menyayangi appa?”
“Aish, mau tahu saja…”
“Eomma…!”
“Hmm, seberapa besar? Eomma tidak bisa menggambarkannya sangking besarnya chagi…” ucap Hyun Hee lagi.
“Kyaa…Eomma romantis sekali…”
“Eh…” -_-
“Apa eomma rindu pada appa?”
“Hm… Ne…”
“Jeongmal?”
“Jeongmal neomu…” ucap Hyun Hee sambil mencubit pipi Minhyun.

“Appa itu sebenarnya bagaimana, eomma? Jebal ceritakan padaku… Aku kan putrinya, jadi aku wajib tahu, supaya kalau appa pulang, aku sudah tahu sifat appa…” ucap Minhyun bijak sedangkan Hyun Hee hanya menghembuskan napas perlahan. ‘dia belum tentu akan kembali…bahkan mungkin tidak kembali, Minhyun ah…’ gumamnya.

“Appa… Hmm… appamu orangnya aneh….”
“Mwo?”
“Dia tidak mau mengalah, dia itu usil, dia suka mengganggu eomma, dan kau tahu…”
“apa?”
“Appamu suka bertingkah aegyo…” -_-
“Jinjja? Bagaimana appa melakukannya?”
“Dia akan mengedip-ngedipkan mata, kemudian mengepalkan kedua tangannya lalu diputar-putar di pipinya…”
“bbuing bbuing!!”
“Tepat. Dia akan bertingkah seperti itu kemudian bersuara seperti anak kecil…”
“Jinjjaro?”
“Ne… Dan kalau dia begitu, eomma yang tadinya kesal akhirnya tertawa kencang karena wajahnya benar-benar lucu…” -_-
“Hahahahah…..” Minhyun tertawa mendengar curhatan eommanya. Dia senang sekali karena akhirnya eommanya mau bercerita panjang lebar padanya tentang appa misteriusnya. Dia juga bingung, kenapa eommanya bisa berubah begini. Biasanya eommanya selalu mengelak kalau disuruh bercerita.

“Lalu, apa lagi keburukan appa?”
“Kalau tidur mulutnya sering terbuka… Bahkan kadang-kadang mengorok…Aishh… Benar-benar berisik…” -_-
“Lagi!”
“Appamu juga sering mengganggu eomma kalau memasak…”
“Aish.. Appa benar-benar payah… -_-“ ucap Minhyun menggeleng dan membuat Hyun Hee gemas.
“Tapi appamu berbakat. Dia pintar musik, dia suka belajar alat musik, dia suka bernyanyi, em.. Dia bisa bermain sulap, gelembung sabun, memasak, apa lagi ya? Oh, bahkan dia ahli bela diri cina. Namanya martial art…”
“Jinjja? Wah.. Kalau begitu aku ada lawan main…”
“Mwo?”
“Ne… Kalau aku bosan, kan aku bisa mengajak appa berkelahi…”
“Yak!! Dipikiranmu hanya berkelahi saja…” ucap Hyun Hee kemudian mencubit pipi Minhyun. “Oh, ada lagi yang terlupa. Tanggal ulang tahun kalian sama…” ucap Hyun Hee lagi.
“1 Januari, eomma?”
“Ne…”

Malam semakin dingin, tapi ibu dan anak itu tidak merasakan dingin itu lagi karena perbincangan hangat mereka yang terus berlanjut. Hari ini sabtu malam, jadi Hyun Hee tidak memaksa Minhyun untuk segera tidur. Dia membiarkan putrinya bebas malam ini. Sekali lagi dia merasa beruntung memiliki putri seperti Minhyun, yang bijak, cerdas, cerewet, dan termasuk anak nakal. Putri kecil yang masih berumur 5 tahun… Putri yang menyenangkan untuk diajak bertukar pikiran.

* * *

.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-Lee Sungmin-

-Lee Sungmin-


.
.
.
Segini dulu chapter 6 nya. Ini isinya lebih banyak lah dari yang chapter 5, semoga terhibur.
Dan untuk beberapa waktu ini, kita biarkan dulu uri Sungmin menghilang dari cerita :D

Oh ya, FF ini sudah menuju part-part akhir.. :)
Setia ngikutin yaaa… :D

yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungminAnae

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 5 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 5

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
Yaah, namanya juga anak kuliahan ya. Waktu luang cuma pas akhir pekan T^T
Jadinya baru sekarang deh sempat share chapter 5.
Semoga tidak bosan menunggu..
Cuzz langsung ke TKP
.
.
.

-ming-

-ming-


.
.
.
.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)
“Em…Sungmin ah…”
“Ne?”
“Kau mau….anakmu…diberi nama siapa?” ucap eomma ragu-ragu. Degh. Aku tersentuh. Yah, aku juga sudah lama ingin memberi nama untuk anak kami.
“Kalau bisa, beri nama Minhyun. Lee Minhyun…” ucapku kepada eomma.
“Ne… Nanti eomma akan menawarkannya pada Hyun Hee. Semoga dia mau menerima tawaran eomma.”
“Hajiman… Jangan beritahu kalau nama itu aku yang memberi. Aku takut dia marah…” jawabku lagi.
“Tenang saja…”
“Gomawo, eomma. Gomawo karena masih bisa memaafkanku…” jawabku lagi.
“Hmh… Entah mengapa, eomma tetap bisa memaafkanmu meski kau sudah berbuat melenceng. Hanya saja appamu masih marah padamu. Wajar saja, karena ia sangat merasa bersalah pada keluarga Song.” Aku menrik napas. Aku wajar mendapatkan itu.
“Eh, baiklah Sungmin ah. Eomma sudahi dulu. Sepertinya mereka memanggil eomma. Saranghae…” ucap eomma mengakhiri sambungan telepon kami. Telepon sudah terputus dan aku kembali meneguk kopiku.
“Appa berharap suatu hari nanti bisa bertemu denganmu, putriku… Minhyun…” bisikku. ’aku menang Hyun Hee ah…’ gumamku dalam hati sambil tersenyum. Aku teringat kembali perdebatan kami dulu sebelum tidur.

[FLASHBACK]
“Chagi…”
“Hmm?” Hyun Hee menatap wajahku.
“Kau ingin anak kita namja atau yeoja?”
“Aku mau namja!!!” Hyun Hee bersemangat menyahut pertanyaanku dengan wajah sumringah.
“Aishh… Aku maunya yeoja!” aku mempoutkan bibirku.
“Namja, Ming!”
“Anniyo… Yeoja! Harus yeoja!”
“Yak! Aku berharap anakku bukan yeoja!”
[FLASHBACK]

Aku tersenyum mengingat masa itu. Aku ingat jelas wajah lucunya saat melotot ke arahku karena aku menolak pilihannya. Sebenarnya tidak masalah bagiku jika anak kami namja atau yeoja. Saat itu aku hanya ingin memanas-manasinya saja. Hmh… Aku sangat merindukannya, dan masih sangat mencintainya. Bahkan semakin bertambah…
“Apa suatu hari nanti ada kesempatan bagiku untuk kembali padamu, Hyun Hee? Aku berharap ada… Meskipun itu terasa mustahil…” sekali lagi aku meneguk kopiku sedikit, menghangatkan badanku yang sudah kedinginan karena sejak tadi membiarkan jendela terbuka.

Sungmin POV End

——————————————————————————-

GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 5 – Let’s Start to Move On…~~

——————————————————————————-


Author POV

“Ada apa memanggilku…” ucap eomma Sungmin.
“Mari kita bicarakan nama yang cocok untuk cucu kita…” sahut yang lain.
“Ah, ne…Aku setuju. Em, bagaimana kalau diberi nama Kyuhyun saja…” ucap Kyuhyun bersemangat.
“Yak! Apa-apaan kau memberi nama cucuku seperti namamu. Yaish…” ucap eomma Hyun Hee sambil melotot dan nyaris menggetok kepala Kyuhyun.
“Aigoo, ahjumma. Itu bukan semata-mata namaku. Disitu kan ada unsur nama Hyun Hee juga…” jawab Kyuhyun lancar.
“Oh, iya… Benar sekali…” jawab appa Hyun Hee.
“Yak! Kenapa appa malah menyetujuinya… -_-“ jawab Hyun Hee memasang tampang sial.
“Oh, bagaimana kalau Heekyu”
“Andwe!!!” jawab mereka.
“Emm, kalau YunKyu, atau HyunKyu, atau HyunMa, atau KyuMa, atau…”
“Ya!!! Sebenarnya ini putriku atau putrimu dengan Yun Ma, eoh!” sahut Hyun Hee yang sukses membuat mereka tertawa. Kyuhyun hanya menyengir bangga sedangkan Yun Ma istrinya menepuk kening pasrah. Pasrah melihat suaminya yang sedikit pabo hari ini…
“Segera buat anak supaya kau bisa bebas memberi nama!” ucap Hyun Hee sambil mengejek dan Yun Ma hanya garuk-garuk kepala. Kyuhyun? Dia menatap ke langit-langit sambil bergumam, “oh iya, ya…” menyetujui saran Hyun Hee.
“Chagiya! Kapan-kapan kita harus bikin…” ucap Kyuhyun lantang.
“Eh…!!” Yun Ma mendengus karena malu melihat tingkah suaminya yang asal ceplas ceplos di depan banyak orang. Semuanya tertawa.
“Emm… Bolehkah eomma menawarkan nama?” usul eomma Sungmin.
“Ne… tentu saja eomma… Semua boleh memberi usul kecuali si tuan Cho!” lanjut Hyun Hee masih sambil menggendong bayinya. Ia tidak melepaskan pandangan dari bayi mungilnya. Meski sejak tadi mengobrol, matanya lebih lama tertuju pada bayi digendongannya. Putrinya.
“Bagaimana kalau Minhyun? Entah kenapa bagi eomma nama itu terdengar manis.” Ucap eomma Sungmin ragu-ragu.
“Wah setuju! Itu terdengar seperti gabungan nama Sung… Aww” Kyuhyun menghentikan kalimatnya ketika Yun Ma menginjak kakinya.
“Yak! Jangan sebut nama Sungmin disini, nanti dia bisa sedih lagi!” bisik Yun Ma sambil mencubit pinggang Kyuhyun tanpa perasaan(!). Hyun Hee tadi tidak menyimak ucapan Kyuhyun karena sibuk bermain dengan bayinya sehingga yang ada disana sedikit lega.
“Em, eomma tadi bilang namanya siapa?”
“Minhyun….”
“Wah, terdengar bagus. Baiklah, tawaran eomma diterima…” ucap Hyun Hee tersenyum. Semua senang. Akhirnya nama untuk bayi mungil itu sudah dipilih.

* * *

Semua sudah tertidur. Mereka tidur sekitar pukul 5 setelah lelah mengobrol. Hyun Hee belum tertidur, namun bayinya tadi sudah dibawa suster kembali ke kamar khusus bayi.
‘Aku tahu, nama itu adalah namaku dan namamu. Aku tahu Kyuhyun juga ingin mengatakan itu tadi. Aku sedikit tersentak saat Kyuhyun mengatakan hal itu, meski dia belum mengatakannya dengan lengkap, tapi aku tahu arah ucapannya. Aku sempat tidak terima, tapi aku tahu, eomma pasti sangat menginginkan nama itu. Lagipula, bagaimanapun juga kau adalah appanya. Aku masih menghargaimu… Dan aku akhirnya dengan senang hati menerima nama itu…’ Hyun Hee bergumam dalam hati sambil tubuhnya berbaring di ruang inapnya.
‘Kau pasti sudah bahagia dengan Ha Raa… Kalian pasti sudah menikah. Terserahlah. Itu hakmu. Aku tidak akan ikut campur. Kuharap aku bisa segera melupakanmu.’ Lanjut Hyun Hee bermonolog didalam hatinya. Meski dia sudah bangkit dari keterpurukannya, tidak bisa dipungkiri kalau ia masih mengingat semua kenangannya dengan Sungmin.
‘kurasa begini juga yang kau alami saat bersama Ha Raa. Meski Ha Raa sudah pernah menyakitimu, kau masih mengingat kenanganmu dengannya. Aku mengerti. Aku jadi mengerti, kau tentu tidak bisa melupakannya, dan aku yakin kau sangat mencintainya…’ Lagi-lagi Hyun Hee bergumam.

* * *

~~Beberapa bulan berlalu…

Hyun Hee sangat bahagia dengan keberadaan putrinya. Dia sangat semangat dan tidak lagi mengingat-ingat masa sulitnya itu. Dia bertekad untuk fokus pada putrinya daripada sibuk memikirkan masalahnya.
Ini sudah bulan ke 10, dan Hyun Hee memutuskan untuk tinggal kembali ke rumah lamanya. Dengan hati yang bulat, ia sudah yakin untuk tinggal kembali disana. Rumah orangtuanya memang besar, namun baginya tidak nyaman jika terus menerus merepotkan orangtuanya. Dia ingin mandiri. Layaknya orangtua lainnya.

Hari ini mereka semua mengantar Hyun Hee beserta bayi Minhyun ke rumah itu. Di perjalanan mereka bernyanyi-nyanyi kecil melepas kebosanan karena duduk di dalam mobil.
“Yaa!! Kenapa suaramu tidak enak sekali yeobo…-_- Coba dengar suara Kyuhyun, omo… merdu sekali. Harusnya kau bernyanyi dengan cara seperti itu.. Kau merusak vocal grup ini saja…” dengus eomma Hyun Hee sambil menepuk bahu suaminya yang duduk di depannya. Hari ini kebetulan Kyuhyun yang menawarkan diri untuk menyetir.
“Gomawo, ahjumma… Ahjumma memang yang terbaik…” ucap Kyuhyun bangga.
“Eomma tahu? Anak ini dulu pernah mengikuti kontes nyanyi saat 17 tahun, dan dia berhasil menyabet juara 3. Daebak kan…” ucap Hyun Hee. Tentu dia tahu, karena Kyuhyun dulunya adalah mantan kekasihnya. :)
“Jinjja?? Suara sebagus ini hanya dapat posisi ke-3? Omo… Aku tidak terima…” ucap eomma Hyun Hee.
“Ne, ahjumma.. Dia hanya mendapat posisi 3. Tapi ada baiknya kalau ahjumma tidak terus-menerus memuji namja evil ini, nanti bisa-bisa telinganya bisa makin tinggi, rambutnya makin panjang, dan kepalanya makin besar…” ucap Yun Ma menyadarkan(?) eomma Hyun Hee. Mereka tertawa sedangkan Kyu mempoutkan bibirnya.
“Awas kau chagiya… Tunggu nanti malam…” *eh?

-skip-

“Akhirnya kita sampai….” ucap eomma Hyun Hee saat mobil sudah terparkir di depan.
“Wah, ternyata lama tidak dihuni, rumput-rumput liat tumbuh sesukanya ya…” ucap appa Hyun Hee saat turun dari mobil. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Hyun Hee menatap rumah lamanya. Kemudian tersenyum.
“Hmm… Masih bagus…Ya, uri Minhyun chagiya eomma, kita akan tinggal disini… Semoga kau suka…” ucap Hyun Hee sambil mencium pipi bayinya.
“Baik, karena rumah ini sedikit kotor, kita akan bagi tugas, kalian siaaappp?!”

“Yakk, ahjussi… Kita makan dulu ne, atau minum dulu… Baru bekerja…” sahut Kyuhyun yang sudah duduk di sofa sambil bermalas-malasan.
“Arrasseo… Kali ini aku setuju…”

-skip-

“Baiklah, appa akan menghabisi rumput liar yang di halaman, kau Kyuhyun, bantu Hyun Hee mengatur barang-barang. Tugasmu adalah menggeser barang-barang yang perlu dipindahkan. Hyun Hee bilang dia mau menata ulang isi rumah ini, jadi kau sebagai seorang namja, harus mengerjakan itu, arra!!”
“Aishh.. Kenapa ahjussi mengerjakan yang mudah sedangkan aku yang berat-berat…” ucap Kyuhyun lemas.
“Eee… Tidak boleh menolak perintah orang tua.” Ucap appa Hyun Hee membela diri. Mereka tertawa mengejek Kyuhyun.

-kemudian…

Mereka semua sedang sibuk berbenah. Mereka melarang Hyun Hee untuk bergabung, mereka menyuruh Hyun Hee agar fokus menggendong bayinya saja. :D
Seperti kesepakatan, appa Hyun Hee lah yang membereskan rumput, Kyuhyun mengangkat dan menggeser barang-barang, eomma Hyun Hee mengganti beberapa peralatan yang kotor seperti tirai, sarung bantal, bed cover, dan sejenisnya. Yun Ma bertugas menghias rumah dengan bunga hias dan menggantungkan beberapa foto maupun hiasan dinding lainnya, sedangkan Hyun Hee menyiapkan minuman untuk keluarganya dan membuat beberapa makanan ringan. Semua sangat bahagia. Mereka bahagia terlebih karena Hyun Hee sudah kembali semangat. Kembai seperti semula, penuh senyuman dan senang bercanda. Mereka berharap semoga Hyun Hee tetap begini, bisa menjadi yeoja tegar dan nantinya akan menjadi ibu yang luar biasa bagi Minhyun.

* * *
.

    .
    .
    .
    .
    .
    .

~~4,5 Years later….

“Eomma, aku akan masuk taman kanak-kanak kan… Eomma sudah janji ne…” Ucap Minhyun dengan suara kecilnya.
“Ne… Eomma pasti menepati janji eomma… Aigoo… Senangnya melihat putri eomma suka sekolah…” Hyun Hee mencubit pipi Minhyun dengan gemas. Hari ini adalah ulang tahun Minhyun yang ke-5, jadi sebentar lagi dia akan masuk TK. Itu adalah permintaan Minhyun sendiri. Dia bilang dia ingin seperti anak tetangga mereka, masuk TK.
“Gomawo, eomma…”
“Ne, chagiya…” ucap Hyun Hee sambil mencium pipi putrinya. Ini ulang tahun Minhyun, dan tentu saja keluarga yang lain ada disini, terutama Kyuhun Yun Ma beserta anak mereka. Beberapa bulan lagi akan genap 4 tahun.
“Baiklah, sekarang kita bernyanyi, lalu Minhyun ah, kau tiup lilinnya arra?”
Ne….” jawab Minhyun semangat.

-skip-

“Senang melihat Minhyun tumbuh lincah begitu… Kau berhasil merawatnya…” ucap eomma mertua Hyun Hee…
“Ah, eomma. Baru 5 tahun… Belum bisa menggambarkan aku sudah sukses atau belum.” Jawab Hyun Hee. Mereka sedang berkumpul di taman belakang. Minhyun dan putra Kyuhyun sedang bermain bersama kakeknya, dan appa Hyun Hee sedang sibuk tanding matematika(!) dengan Kyuhyun. Kalau Yun Ma dan eomma Hyun Hee sedang sibuk membahas model tas terbaru di katalog yang mereka pegang.
“Kau tidak ada rencana mencari appa untuk Minhyun?”
“Anniya… Aku masih bisa merawat Minhyun sendirian. Lagipula, bagaimanapun juga aku belum resmi bercerai dengan Sungmin. Sangat tidak etis jika aku menikah apalagi agama kita melarang hal itu, eomma…”
“Syukurlah..”
“Kalau aku sudah resmi bercerai, baru aku akan memikirkan hal itu. Tinggal menunggu waktu kapan Sungmin kembali agar kami bisa melanjutkan perceraian yang sudah sempat batal 5 tahun lalu.” Jawab Hyun Hee sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi taman itu.
“Oh…” jawab eomma Sungmin ssingkat. Dia sebenarnya tidak ingin Hyun Hee suatu saat menikah dengan orang lain. Dia takut jika Hyun Hee menikah, Hyun Hee akan makin jauh dengannya padahal ia sudah sangat menyayangi Hyun Hee juga Minhyun.
“Meski kau nanti menikah dengan yang lain, eomma harap kau jangan jauh dari eomma… Karena, eomma sangat menyayangimu juga Minhyun…” sahut eomma Sungmin sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Hyun Hee melirik sekilas ke arah eomma Sungmin, tersentuh… ‘sebenarnya sedikitpun aku tidak ingin menikah lagi, eomma… Aku tidak ada niat lagi. Aku trauma…’ ucap Hyun Hee dalam hati.

5 Tahun sudah berlalu, Hyun Hee sudah kembali bekerja di perusahaan appanya sejak Minhyun berumur 3 tahun. Saat ia bekerja, biasanya eommanya yang mengurus Minhyun atau kadang-kadang eomma mertuanya yang menjaga. Sekarang karena Minhyun meminta untuk masuk sekolah, Hyun Hee sudah merasa sedikit lega, setidaknya eommanya tidak akan terlalu repot. Hyun Hee juga sekarang sudah punya mobil. Hal itu jadi memudahkannya kalau ingin bepergian bersama Minhyun atau mengantar Minhyun nantinya.
Minhyun sangat lincah. Dia juga terlihat cerewet seperti Hyun Hee. Tapi dia juga suka bernyanyi dan kadang-kadang suka melihat-lihat alat musik yang sama sekali belum dia tahu itu alat musik apa. Sepertinya jiwa musik appanya turun kepadanya.
Namun terkadang yang sering menohok ulu hati Hyun Hee adalah ketika Minhyun bertanya, dimana appanya. Hyun Hee hanya mengatakan kalau appanya sedang pergi jauh, dan Minhyun tidak usah menunggu karena appa tidak tahu jalan pulang.

[FLASHBACK]
“Kalau begitu, kalau Minhyun sudah dewasa, Minhyun akan membantu eomma mencari appa, supaya appa bisa pulang. Eomma… Minhyun ingin sekali bertemu appa. Apa eomma tidak punya foto appa?” tanya Minhyun yang saat itu sedang bermain bersama eommanya di teras rumah.
“Mianhaeyo, chagi… Eomma tidak punya… Sudahlah, jangan terlalu sibuk mencari appa, arra…” Hyun Hee mencoba membuat Minhyun tidak memikirkan appanya supaya Minhyun tidak menanyainya.
“Eomma… Apa eomma sayang pada appa?”
“Emm… Menurut Minhyun bagaimana?”
“Minhyun yakin eomma sayang appa…” Hyun Hee hanya tersenyum kecil merespon pernyataan putrinya.
“Bisa eomma ceritakan pada Minhyun appa itu bagaimana?”
“Aigoo… Eomma tidak ingat lagi, chagi… Mianhae…”
“Ya…! Eomma parah sekali… Masa lupa dengan appa… Aish…” Minhyun mempoutkan bibirnya, persis seperti Sungmin saat melakukan aegyo. ‘mianhae.. eomma terlalu sering berbohong…’ gumam Hyun Hee dalam hari.

[FLASHBACK END]

Ia sebenarnya sangat kasihan melihat Minhyun. Minhyun sangat menginginkan bertemu dengan appanya, tapi Hyun Hee tidak bisa mengabulkannya. Ia sedih karena Minhyun hidup tanpa seorang appa. Hyun Hee sedih karena Minhyun selalu bertanya dimana appanya. Dia sedih karena putrinya tidak bisa seberuntung anak-anak lain. Terkadang Hyun Hee menangis sendirian ketika teringat suara kecil Minhyun bertanya tentang appanya.

* * *

Hari ini Minhyun kembali dijemput dari sekolahnya, taman kanak-kanak di pusat kota. Hyun Hee sedang menunggu di dekat gerbang sedangkan Minhyun sudah terlihat datang dengan langkah tergesa-gesa menuju posisi eommanya.
“Ya,,, chagi….Waeyo? Kenapa berantakan begini?” Hyun Hee terkejut melihat penampilan putrinya yang sangat acak-acakan. Roknya berputar kemana, rambutnya mengarah kemana, dan bajunya kusut. Minhyun masih memasang wajah kesal.
“Chagiya, cepat jawab apa yang baru kau lakukan… aish…”
“Aku baru saja menjambak beberapa musuhku, dan mereka melawan.” Dengan lantang dan yakin Minhyun menjawab pertanyaan eommanya.
“Mwo?!”
“Aku bahkan mengalahkan mereka semua, eomma… Sampai menangis! Dan aku tidak menangis sedikitpun, meskipun songsaenim itu tadi memarahiku…!” lanjut Minhyun sambil menunjuk seorang guru yang berlari-lari kecil menyusul Minhyun. Hyun Hee hanya bisa mengusut keningnya karena shock dengan tingkah putrinya.
“Mwoya….?”
“Dan mereka, anak-anak nakal itu pantas mendpatkannya!” lanjutnya dengan tegas.
“Sebenarnya, ada apa yang terjadi…” tanya Hyun Hee kepada songsaenim yang baru tiba didekat mereka.

-skip-

@Mobil

“Lain kali jangan diulangi, ne… Eomma tidak mau kau dibenci teman-temanmu.. Eomma juga tidak mau kau dimarahi songsaenim, dan eomma paling tidak mau melihatmu berantakan seperti tadi… Seperti anak laki-laki saja…” ucap Hyun Hee lembut.
“Mianhaeyo, eomma…”
“Sebenarnya apa alasanmu menghajar mereka? Songsaenim saja tidak tahu masalahnya, makanya eomma bertanya padamu…” ucap Hyun Hee kemudian.
“Mereka bilang aku anak sial, karena mereka tidak pernah melihatku dijemput appa.”
“eh…”
“Mereka bilang aku tidak punya appa dan mereka bilang aku ini memprihatinkan. Mereka terus mengolok-olokku padahal aku sudah sering mengatakan pada mereka kalau aku punya appa dan appaku sedang berada di kota lain, tapi mereka tidak mau percaya dan terus saja mengatakan aku ini anak menyedihkan. Bahkan mereka bilang eomma juga menyedihkan. Ya sudah kuhajar saja mereka.” Sahut Minhyun panjang lebar. Hyun Hee hanya bisa menghela napas. ‘Lagi-lagi karena ada kaitannya dengan appanya…’ gumam Hyun Hee. Dia hanya bisa pasrah melihat putrinya yang sangat berani berkelahi melawan orang banyak, bahkan tidak cengeng, seperti….seperti appanya… Ne, Sungmin juga begitu sejak kecil. Dia tidak cengeng dan suka menggunakan martial artnya jika ada yang mengganggunya. ‘anak ini benar-benar mirip appanya… Aish… Kenapa dia harus kuingat lagi…’ gumam Hyun Hee lagi. Hyun Hee hanya bisa menghembuskan napas panjang.

* * *

~~Beberapa hari kemudian…

Terlihat seorang yeoja berbaju biru safir berjalan tertatih-tatih dan duduk di sebuah tempat duduk. Ia sangat kusut, terlihat menyedihkan. Sesekali air matanya jatuh dan dengan cepat ia menghapusnya. Ia menghapus air matanya namun air matanya dengan mudah datang lagi. Di cuaca mendung itu dia hanya mengenakan pakaian biasa tanpa mengenakan jaket. Hari memang masih sore, namun cuaca benar-benar buruk saat itu. Seburuk hati yeoja itu.
Yeoja itu hanya bisa menangis. Menangisi semuanya. Semua yang ada di hidupnya. Penampilannya saat ini benar-benar acak-acakan. Ia tidak peduli lagi. Yang bisa ia lakukan hanya meratapi nasibnya. Nasib malangnya sebagai seorang manusia.

“Sudah kubilang aku punya appa!”
“Kalau begitu bawa kemari!”
“Baik! Aku akan buktikan kalau aku bisa membawa appaku kesini, tapi tidak sekarang, mengerti!” bentak bocah itu.
“Ha! Sudah jelas kau itu anak menyedihkan dan tidak punya appa! Dasar anak sial! Pergi kau dari taman bermain ini! Hanya anak-anak yang memiliki orang tua lengkap yang boleh kemari!” bentak yang lainnya. Anak-anak lain itu membully yeoja kecil itu terus menerus.
“Kalau bukan karena eomma yang memintaku supaya tidak berkelahi, aku pasti sudah memukul kalian!” ucap anak kecil itu kemudian berjalan cepat menyingkir dari taman itu. Ekor mata yeoja berbaju biru itu sejak tadi menonton pertengkaran anak kecil itu dengan malas. Matanya terus mengikuti anak kecil yang dibully itu. Anak itu sekarang sedang berjalan entah kemana dan sepertinya ingin menyeberang. Anak itu tidak sadar ada beberapa mobil yang sebentar lagi akan melintas. Yeoja berbaju biru yang tadinya hanya menatap anak itu dengan malas kini berubah kaget ketika melihat satu mobil melesat cepat menuju arah anak kecil itu. Tidak mau mengulang kisah lama, ia segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari ke arah anak kecil yang cuek itu. Ia dengan sigap mendekap anak itu dan membawanya ke tepi jalan, lalu terpaku sesaat disana masih sambil mendekap anak itu erat.
“Gwenchanayo?” ucap yeoja itu sambil mensejajarkan tingginya dengan anak kecil itu. Anak itu hanya mengangguk.
“Gomawo, ahjumma…” sahut anak itu lagi.
“Aish, lain kali hati-hati ne… Jangan menyeberang sembarangan. siapa namamu, anak manis?”
“Lee Minhyun imnida, ahjumma…” sahutnya membungkuk.
“Kau manis sekali…” ucap yeoja itu. Dan lagi-lagi yeoja itu menitikkan air mata.
“Waeyo, ahjumma….? Uljimma… Aku kan tidak apa-apa..” ucap anak kecil itu polos sambil mengusap air mata yeoja itu.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-ming-

-ming-


.
.
.

Segini dulu chapter 5 nya. Ini isinya lebih banyak lah dari yang chapter 4, semoga terhibur.
Dan untuk beberapa waktu ini, kita biarkan dulu uri Sungmin menghilang dari cerita :D

yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungminAnae

Diproteksi: FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 4 – SERIES – SUNGMIN

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 3 – SERIES – SUNGMIN

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 3

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
maaf terlalu lama lanjutannya di share… .__.
langsung saja, cap cuzz…
.
.
.

-sungmin-

-sungmin-

FF

.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)

“Nona Kim belum datang, nyonya… Apa anda mau menunggu?”
“Oh… Kira-kira pukul berapa dia sampai?”
“Paling cepat pukul 8, nyonya…” Hyun Hee melihat jam. Baru pukul 7 lewat beberapa menit.
“Aishh, paling cepat satu jam lagi. Aku tidak mungkin menunggu. Kalau begitu boleh aku meminta alamat tempat tinggalnya?”

-skip-

Hyun Hee sudah kelelahan. Dia bingung mencari Sungmin, bahkan karena kepanikannya, dia tidak tahu bekal yang dia bawa tadi sekarang ada dimana. Tapi dia tidak peduli, lebih baik fokus mencari Sungmin, dan satu-satunya yang bisa membantunya saat ini adalah Ha Raa. Sesekali ia memejamkan mata karena rasa kantuk yang menerpanya.
“Aishh, perutku sakit..” ucapnya perlahan namun ia menahan itu.
“Apa masih jauh lagi, ahjussi?” tanya Hyun Hee pada pengemudi taksi itu.
“Sekitar 10 menit lagi, nyonya…” jawabnya. Hyun Hee kembali bersandar. Ia mencoba menghubungi ponsel Ha Raa tapi ponsel Ha Raa tidak aktif.
“Ada apa dengan mereka berdua?! Apa jangan-jangan mereka kecelakaan mobil atau bagaimana?” Hyun Hee makin panik. Tidak biasanya Sungmin tidak pulang dan ponsel tidak aktif, karena itulah dia takut sekali.

Hyun Hee mendongak melihat gedung apartement yang tinggi.
“Omo! Aku harus ke lantai 15 untuk menemui Ha Raa? Gila…” Hyun Hee menepuk keningnya. “Aku lelah….” erangnya, namun semangatnya kembali muncul, “aku harus tanya padanya dimana terakhir kali bersama Sungmin.” sahutnya pasti, kemudian masuk menuju bangunan tinggi itu.

——————————————————————————–

GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 3 – Why, Sungmin…~~


———————————————————————————

“Ting tong….” Hyun Hee sesekali menyeka keringatnya sambil menekan bel apartement Ha Raa.
“Cklekk…”
“Eh, Hyun Hee….?”
“Annyeong, Ha Raa ah…” sahut Hyun Hee tersenyum.
“Em… Ada apa kau kemari?”
“Aku ingin tanya, terakhir Sungmin bersamamu kan?”
“Ne.”
“Kau tahu dia dimana? Aku takut dia kecelakaan atau dirampok, dan sebagainya. Teleponnya mati jadi aku tidak bisa menghubunginya…” ucap Hyun Hee khawatir.
“Sebenarnya…” sahut Ha Raa ragu-ragu. Ia kembali menatap wajah Hyun Hee kemudian membukakan pintu. “Masuklah…” undang Ha Raa pada Hyun Hee. Hyun Hee segera masuk.

“Sungmin… Dia… tadi malam, dia sudah…. tidur denganku…Hyun Hee ah…” Kalimat itu lolos dengan mudah dari mulut Ha Raa dan sontak membuat jantung Hyun Hee berdegup kencang.
“Ha, jangan bercanda, aku tahu kalau kau menyukainya bahkan masih menginginkannya, aku masih bisa memaklumimu akan kenyataan itu, tapi aku tidak suka jika kau memfitnah suamiku seperti itu! Sungminku tidak seperti itu!” sahut Hyun Hee sinis. Ha Raa malah membalas dengan senyum simpul.
“Ne! Aku memang masih menginginkan suamimu, karena itulah aku mau saat dia melakukan itu padaku!”
“Diam kau!” bentak Hyun Hee sambil menunjuk wajah Ha Raa.
“Perlu kubuktikan, nyonya Lee yang terhormat??! silahkan cek di dalam kamarku, siapa yang tertidur pulas…” jantung Hyun Hee makin tidak karuan. Dia segera menggeser Ha Raa kemudian membuka pintu kamar dengan cepat.
“Kau lihat, nyonya Lee? Suamimu sedang nyenyak bukan? Jangan ganggu dia, dia sedang pulas.” Ucap Ha Raa sambil tersenyum sombong menghampiri Hyun Hee yang berdiri kaku di depan pintu kamar. Hyun Hee hanya bisa diam dan menutup mulutnya dengan tangannya. Dia melihat pakaian Sungmin berantakan di dekat kasur. ‘blash…’ air matanya turun membanjiri pipinya. Tubunya bergetar, apalagi melihat Ha Raa yang sebenarnya masih memakai pakaian tidur.
“Aku tidak akan melepaskannya, kau tahu! Kau yang mencurinya dariku, karena itu aku mengambilnya kembali!” ucap Ha Raa angkuh sambil tersenyum sinis melihat wajah sedih Hyun Hee. Hyun Hee tidak mempedulikan ucapan Ha Raa, ia langsung berjalan sambil menghampiri Sungmin yang masih tidur.
“plakk!” “bangun kau Lee Sungmin! Bangun!!!” Hyun Hee berulang-ulang menampar wajah Sungmin.
“Cha…chagiya…” Sungmin membuka matanya dan terkejut melihat Hyun Hee yang sudah menangis di hadapannya.
“Astaga!” Sungmin semakin terkejut mendapati pakaiannya ada di sisi tempat tidur.
“Sudah jelas semuanya! Aku tidak akan pernah memaafkanmu, camkan itu!!!” Hyun Hee berteriak dengan suara serak karena ia sudah kehilangan suaranya. Ia segera bergegas keluar dari kamar itu sedangkan Ha Raa melambaikan tangan sambil tersenyum.
“Dan kau!! silahkan ambil Lee Sungminmu sepuasnya! Aku jijik padanya! Dan juga padamu! Kalian sampah!” Hyun Hee mengusap air matanya kasar kemudian pergi keluar. Badannya sakit, kepalanya sakit, perutnya sakit, dan sekarang hatinya sakit. Ia secepat mungkin pergi meninggalkan gedung itu.

Sementara itu…

“Apa yang kau lakukan padaku!” bentak Sungmin ke arah Ha Raa setelah ia mengenakan kemejanya.
“Aku? Seharusnya aku yang bicara begitu! Tadi malam kau terlalu banyak minum wine sehingga kau mabuk dan memaksaku melakukan itu!”
“Plakk” Sungmin menampar Ha Raa.
“Beraninya kau menjebakku!” sahut Sungmin kasar.
“Kau sudah melakukan itu padaku, Sungmin ah! Kau harus bertanggung jawab!” bentak Ha Raa sambil menyentuh pipinya.
“Aku tidak akan bertanggung jawab akan apa yang tidak pernah kulakukan!” balas Sungmin kemudian bergegas pergi ingin menyusul Hyun Hee untuk menjelaskan semuanya. “Ini salah paham.” Gumam Sungmin. ‘aku tidak mungkin berbuat seperti itu…’ gumamnya lagi. Ia kembali menyesal kenapa tadi malam mau minum beberapa gelas wine saat di apartement Ha Raa. Dia benci pada dirinya yang terlalu suka minum wine.

-skip-

[BACKSOUND: COAGULATION – Super Junior KRY]

Song Hyun Hee POV

Aku tidak peduli lagi saat semua mata menatapku aneh karena menangis. Aku segera pulang ke rumah dengan perasaan kacau. Kenapa dia tega… Sampai begitunya kah ia mencintai Ha Raa sampai-sampai tega melakukan hal yang tidak-tidak dibelakangku… Aku terisak kencang di dalam taksi, tidak peduli saat supir menanyaiku. Aku tidak peduli dengan sakit yang melanda perutku.

-sesampainya di rumah…

Aku segera menuju rumah ketika ada yang memanggilku dari belakang…
“Hyun Hee ah….” aku berhenti berjalan. Aku kenal suara itu.
“Gwenchanayo? Omona… Ada apa Hyun Hee ah… Mengapa menangis…?”
“Eomma…” sahutku kemudian memeluk eomma kencang.
* * *

“Omo!” eomma menutup mulutnya dan ikut menangis karena terkejut saat mendengar penjelasanku. Aku lemas. Lelah. Semuanya. Aku terus terisak. Aku tidak bisa menghentikan air mataku.
“Hyun Hee ah, aku bisa jelaskan…” terdengar suara Sungmin dari arah pintu. Aku tidak mau melihatnya. Aku tidak kuat melihatnya. Hatiku makin sakit mengingat dia sudah melakukan hal yang tidak-tidak dengan seseorang yang masih ada di ingatan Sungmin. Ha Raa…
“Kau keterlaluan, Sungmin!” kudengar satu tamparan keras menggema di ruangan ini. Eomma memaki Sungmin dan aku meninggalkan mereka. Aku bergegas masuk ke kamar. Aku ingin tidur. Atau mungkin tidur untuk selamanya…
Song Hyun Hee POV End

* * *

Author POV

“Aku tidak mungkin melakukan itu, Hyun Hee ah…”
“Aku sudah muak padamu. Aku sudah cukup bersabar ketika kau menjalin hubungan bisnis dengan dia, dan aku masih bisa sabar saat terjadi insiden ciuman kemarin. Tapi untuk kali ini, aku tidak bisa memaafkanmu.” Sahut Hyun Hee datar. Ia tidak menangis, dan tidak mau melihat Sungmin sedikitpun.
“Dia menjebakku… Dia pasti menjebakku… Saat itu dia minta bantuanku untuk mengantarkannya pulang, dan saat di apartementnya dia menyodorkan sedikit wine padaku. Dia pasti menjebakku…” sahut Sungmin lagi.
“Kau pikir aku percaya ucapanmu!” lanjut Hyun Hee datar.
“Kalau kau memang punya otak dan masih menghargaiku, tidak seharusnya malam itu kau mau mengantarnya pulang, kau masih bisa menyuruh orang, atau mencari supir untuk mengantarnya.”
“Saat itu sudah larut malam… Dan aku…”
“Kau tahu dia menginginkanmu, kau tahu dia itu agresif, tapi kau tidak inisiatif untuk menghindarinya. Hah. Semua sudah jelas kalau kau masih mencintainya dan tidak peduli pada perasaanku!” Lanjut Hyun Hee.
“Aku mengetahui semuanya Sungmin. Aku tahu kalau kau belum bisa melupakan kenangan kalian.” Sahut Hyun Hee sarkastik.
“Apa maksudmu…”
“Aku mendengar ucapanmu malam sehabis pesta, saat kau bilang kalau kau memang belum sepenuhnya lupa kenangan kalian. Kau tahu, aku saat itu tidak benar-benar tidur.” Ucap Hyun Hee dingin dan sontak membuat Sungmin terkejut.
“Aku memang belum lupa tapi aku tidak mencintainya lagi, chagiya…” jawab Sungmin memelas.
“Berhenti memanggilku chagiya. Apa kau tidak dengar apa yang eomma perintahkan tadi sebelum kau masuk kesini? Segera kemasi barangmu dan pergi dari sini. Tanggung jawab pada yeoja yang kau cintai itu.” Sahut Hyun Hee lagi. Matanya masih menatap lurus ke arah jendela.
“Hyun Hee…”
“Pergilah…”
“Bahkan kau tidak percaya dengan penjelasanku…. Jadi kau menginginkanku pergi… Baiklah jika itu maumu.. Aku akan pergi… Tapi satu yang harus kau tahu, aku tidak mungkin melakukan itu sekalipun aku mabuk…” jawab Sungmin. Ia segera beranjak keluar tanpa mengambil barangnya. Hyun Hee mulai meneteskan air mata. Hatinya benar-benar remuk.
“Tunggu…” sahut Hyun Hee. Sungmin menghentikan langkahnya. Berharap Hyun Hee menarik kata-katanya dan percaya padanya serta mau memaafkannya.
“Secepat mungkin kita akan bercerai.” Jawab Hyun Hee dingin. Sungmin terpaku.

* * *
.
.
.

“Kau brengsek! Kau sialan! Teganya kau menghancurkan rumah tangga putraku! Dimana hatimu sebagai seorang yeoja!” bentak eomma Sungmin di ruangan Ha Raa sambil menjambak rambut Ha Raa kencang.
“Lepaskan aku, ahjumma!” bentak Ha Raa.
“Kau, dan semua orang pasti menyalahkan aku akan semua ini! Kalian pikir aku suka hal ini terjadi, eoh! Akulah yang jelas-jelas sebagai korban disini! Kau tahu, aku sudah hamil dan aku yang pastinya menanggung malu! Bukan putramu!” jawab Ha Raa sambil menangis.
“Cih, kau pikir aku percaya dengan ucapanmu?! Kau memang yeoja kotor!”
“Berhenti menghinaku seperti itu! Ini buktinya!” Ha Raa melayangkan secarik kertas ke arah eomma Sungmin dan ternyata itu adalah hasil tes dari rumah sakit, dan Ha Raa memang benar-benar hamil.
“Aku tidak percaya! Aku tahu kau pasti sudah membayar dokter untuk membuat data tipuan ini! Menjijikkan!” jawab eomma Sungmin sambil mengepalkan tangannya.
“Aku benar-benar hamil, ahjumma!!!” teriak Ha Raa ke arah eomma Sungmin.
“Kita tes ulang!” jawabnya sambil menarik lengan Ha Raa secara paksa. Eomma Sungmin kemudian membawa Ha Raa ke praktek dokter pribadinya.

~~Kemudian…

“chukkae…. Nyonya Lee, nyonya Kim Ha Raa positif hamil…” sahutnya sambil menyerahkan hasil tes.
“Ti…tidak mungkin….” ucapnya pada dokter itu.
“Anni. Dia memang hamil…” sahut dokter itu karena memang tidak tahu duduk permasalahan Ha Raa dan eomma Sungmin.
“Ahjumma lihat kan, aku tidak menipu. Kau juga ikut kan ke ruang periksa? Dan sejak tadi kita selalu bersama, jadi aku murni tidak melakukan kecurangan. Aku HAMIL!” sahutnya tegas.

* * *

~~Lee’s house

“Pergilah dari rumah ini, eomma tidak ingin melihat wajahmu. Kau memalukan…” sahut eommanya dingin ke arah Sungmin.
“Eomma…”
“Yeoja itu benar-benar hamil! “ tegas eommanya.
“Tidak mungkin!”
“Aku sendiri yang mengajaknya memeriksa ke dokter dan semuanya sudah jelas. Pergilah, dan urus urusanmu dengan yeoja itu. Eomma malu melihat sikapmu. Bertanggung jawablah akan anakmu itu!” jawab eomma Sungmin lagi. Sungmin yang beberapa hari lalu baru diusir dari rumah mereka, kini diusir juga dari rumah orang tuanya. Appa Sungmin hanya terdiam mengetahui putranya berbuat tidak wajar. Satu yang ia rasakan. Kecewa.

* * *

Hari-hari berlalu. sidang perceraian sudah tiba namun Sungmin tidak datang. Sungmin tidak bisa dideteksi keberadaannya. sidang tidak mungkin berlanjut tanpa Sungmin. Dan fix, sidang perceraian dibatalkan. Hyun Hee hanya mendesah perlahan.
Sementar di sisi lain, Ha Raa dan Sungmin sudah tinggal bersama di suatu tempat, jauh dari kota mereka. Sungmin sebenarnya sama sekali tidak menginginkan hal itu, namun beberapa waktu lalu Ha Raa mencoba bunuh diri karena Sungmin tidak mau tinggal bersamanya. Sungmin pun kemudian pasrah dan menuruti keinginan Ha Raa, sehingga mereka segera pergi padahal Sungmin ada sidang perceraian. Ia sudah lupa akan sidang itu karena masalah percobaan bunuh diri Ha Raa.
.
.
.
.
.

Hyun Hee duduk sendirian di tepi tempat tidurnya, di dekat jendela. Malam ini dingin karena salju pertama baru saja turun. Salju pertama sudah turun dan itu menandakan tinggal sebulan lagi Hyun Hee akan melahirkan. Dia masih sedih. Eommanya berusaha mampir namun Hyun Hee tidak pernah membukakan pintu. Saat ini dia membiarkan jendela kamarnya terbuka lebar, membiarkan angin malam menerobos dengan leluasa dan menyentuh kulit arinya. Dia terpukul, dan seakan tidak punya semangat hidup lagi. Ia beberapa kali berkeinginan untuk bunuh diri, tapi dia sadar kalau bayinya tidak boleh jadi korban. Satu-satunya alasan yang membuatnya bertahan adalah kandungannya. Dia tidak akan membiarkan kandungannya ikut menderita.
“Terimakasih karena sudah menyakitiku… Terimakasih karena sudah menjadi orang yang paling jahat…Gomawo…” ucap Hyun Hee bergetar menahan rasa dingin di tubuhnya. Air matanya terus menetes. Suara isakannya menggema di sudut kamarnya yang gelap tanpa cahaya lampu…

* * *

~~Pagi hari..

“ting tong…” terdengar ada yang menekan bel. Hyun Hee dengan malas-malas pergi ke depan untuk membukakan pintu.
“ting tong…” Hyun Hee segera membuka pintu. ‘mungkin eomma…’ gumamnya dalam hati.
“cklek”
“Annyeong hasseyoooooo!!!!!!!!” sahut tamu itu berbarengan.

-skip-

“Yak, aigoo, kenapa tidak bilang kalau mau mampir… Setidaknya aku bisa menelepon restoran langgananku untuk mengantar makanan…” ucap Hyun Hee perlahan sambil mencoba tersenyum kemudian melepas pelukan Yun Ma dan Kyuhyun. Sudah lama mereka tidak bertemu. Setelah menikah, Kyuhyun dan Yun Ma pindah ke Cina karena mengurus bisnis disana.
“Aigoo… Perutmu menunjukkan kalau sebentar lagi kau akan melahirkan… Omo! Aku tidak sabar menunggu keponakanku lahir…” jawab Yun Ma semangat.
“Chagi, kapan kita punya anak?” sahut Kyuhyun sambil duduk di kursi di ruang makan.
“Yak, sudah kubilang kapan-kapan pasti kita punya anak…” jawabnya sambil memajukan bibirnya kemudian ikut duduk di kursi lain sedangkan Hyun Hee sudah pergi ke dapur.
“Emm, kalian mau minum apa? Teh atau jus, atau sirup?” sahut Hyun Hee dari dapur. Yun Ma menyusul Hyun Hee ke dapur.
“Tidak usah repot, kau sedang hamil ,biar kami saja yang bikin…” ucap Yun Ma.
“Aish, mianhae, aku baru sadar, tidak ada buah-buahan untuk dijadikan jus.. Apa kalian mau teh atau kopi? Aish.. Mianhae, gula dan kopiku juga habis. Ini lagi, sirup di kulkas tidak ada.. Emm, kalau ku telepon ke restoran saja bagaimana? Aduh, aku jadi tidak enak.. Atau aku belanja sebentar? Ah, iya… Belanja… Aku akan belanja… Kalian tunggu saja sebentar…” ucap Hyun Hee mondar mandir. Yun Ma menangkap tangan Hyun Hee.
“Tidak usah seperti ini… Hyun Hee ah… Jangan begini… Kami… Kami sudah tahu semuanya… Kau dan Sungmin…” jawab Yun Ma lembut sambil menghentikan aktivitas Hyun Hee. Hyun Hee tertunduk.

* * *

[BACKSOUND: THE WAY TO BREAK UP – Super Junior Kyuhyun]

“Menangislah jika kau ingin menangis… Tidak usah kau tahan… Menangislah dibahuku…” ucap Yun Ma saat mendengar sedikit isakan Hyun Hee. Ya, Hyun Hee tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Dia meletakkan kepalanya di bahu Yun Ma, berharap bisa mendapat ketenangan dari sana, sedangkan Kyu mencoba menepuk-nepuk pundak Hyun Hee mencoba menyalurkan sedikit kekuatannya untuk Hyun Hee.
“Aku selalu setia padanya, aku selalu memaafkannya, tapi kenapa dia tidak bisa menghargaiku… Kami sudah sepakat bercerai, tapi kenapa dia menghilang saat sidang… Dan akhirnya sidang batal… Dan dia tinggal dengan Ha Raa entah dimana. Apa maunya!” ucap Hyun Hee sesenggukan. Yun Ma berusaha mengusap air mata sahabatnya itu. Dia membiarkan sahabatnya mengeluarkan semua kesedihannya, berharap semoga dengan begitu Hyun Hee bisa sedikit lega.
“Aku masih tidak percaya, Sungmin-ssi melakukan hal separah ini…” sahut Kyuhyun.

-skip-

“Sebaiknya jangan tinggal sendirian disini… Bagaimana kalau kau butuh sesuatu… Kau sedang hamil dan pasti akan kesusahan… Menurutku, ada baiknya kau tinggal dirumah ahjumma… Lagipula ahjumma juga meminta bantuan kami untuk membujukmu agar tinggal kembali bersama mereka. Mereka cemas jika kau sendirian disi, apalagi kehamilanmu sudah trimester akhir…” saran Yun Ma. Hyun Hee mencoba berpikir, dan kemudian setelah berpikir lama, ia setuju. Baginya itu mungkin adalah jalan yang paling tepat saat ini, karena jika ia berlama-lama di rumah ini, dia akan mengingat bayangan Sungmin lagi, suami yang sudah menyakitinya.
Hyun Hee kemudian mulai mengepak barang-barangnya yang ada di kamar. Disana masih ada semua barang-barang Sungmin. Ya, waktu itu Sungmin tidak membawa barang apapun. Pikirannya kacau jadi tidak ada tempat dipikirannya untuk membawa barang-barang.
Ia duduk di tepi tempat tidurnya. Ia menatap sekeliling kamar yang sudah menyimpan banyak kenangan itu. Ia menatap ke arah pintu, dan kenangan mulai berputar di kepalanya.

[FLASHBACK]
“Cepat, Hyun Hee…” sahut Sungmin perlahan sambil membawa beberapa barang dari kamar Hyun Hee.
“Aish….Aku lelah sekali bolak balik begini.”
“Siapa suruh punya barang-barang sebanyak itu!” sungmin mempoutkan bibirnya kesal.
“Kau saja ya yang melanjutkan…Aku capek.” Ucap Hyun Hee sambil duduk di pinggir tempat tidur.
“Tidak bisa! Ini kan barang-barangmu.” Sungmin melotot. Mereka bertengkar mulut sejenak ketika tiba-tiba dua pasang mata menatap mereka tajam. Poor…

“Oh….Jadi begini ya kelakuan anak kita. Tidur terpisah. Wah…Hebat hebat…” Mereka kemudian menghampiri Sungmin dan Hyun Hee dan menjewer telinga mereka.
“Aishh.. Eomma…Cukup…Itu sakit..” Ucap Hyun Hee sambil memajukan bibirnya.
“Mulai besok, kamar ini akan di kunci dan kuncinya kami yang memegang. Kalau kalian sampai tidur terpisah lagi, awas ya! Kau juga Sungmin, jangan sampai kau tidur di lantai atau di sofa. Eomma akan menghajarmu. Arraseo!” Ucap eommanya sambil menyeringai ngeri. Sungmin menelan salivanya dan mengangguk cepat.
–@season 1

“Cklek..cklek..” terdengar suara pintu seperti sedang dibuka.
“Hyun Hee, cepat hadap kemari..” desak Sungmin yang sepertinya juga menyadari suara itu. Hyun Hee yang tidak mengerti apa maunya menurut saja menghadap kearahnya. Ia kemudian menyingkirkan bantal guling itu ke belakang Hyun Hee dan menarik Hyun Hee ke pelukannya.
“Apa yang kau..”
“Stt…Ini hanya pura-pura. Mereka pasti mau mengintai kita. Kita harus akting!” ucap Sungmin menatap Hyun Hee. Hyun Hee pun mengangguk setuju.
“Sekarang pejamkan matamu. Pura-pura tidur supaya mereka tidak curiga.”
“Oke…” ucap Hyun Hee tertawa kemudian membenamkan wajahnya ke dada Sungmin dan Sungmin mengeratkan pelukannya di leher Hyun Hee.

–@season 1
[FLASHBACK END]

Hyun Hee menghela napas. Tertunduk sebentar namun kenangan lain mulai bermain di otaknya…

[FLASHBACK]
“Sungmin ah…”
“Hmm?” Sungmin menatap wajah Hyun Hee.
“Sejak kapan kau suka padaku?”
“Sejak malam mati lampu itu…Heheh..” dia mengelus rambut Hyun Hee sesaat. Hyun Hee tersenyum.
“Bagaimana denganmu chagiya..”
“Eh, kau memanggilku apa tadi?”
“Chagiya… Mulai sekarang aku akan memanggilmu chagiya dan kau juga begitu, arra?” Hyun Hee mengangguk sambil tertawa.
“Sejak kapan chagi menyukaiku?” tanya Sungmin kemudian.
“Sama sepertimu, sejak insiden mati lampu itu. Hehehe..” Hyun Hee tertawa sambil mengelus pipi chuby Sungmin.
“Yak, jadi selama ini kita sama-sama saling suka tapi sama-sama tidak tahu? Aigoo… Sudah berapa bulan kita lalui semua ini dengan kepura-puraan seperti itu. Aishh… Kita sudah menyia-nyiakan banyak waktu. Ckckck” dia bicara panjang lebar dan Hyun Hee hanya tersenyum. ‘Yak, Lee Sungmin, aku sangat mencintaimu…’ bisik Hyun Hee dalam hati. Dia kemudian menarik Hyun Hee dan meletakkan kepala Hyun Hee di dadanya. Dia memeluk Hyun Hee dan mengusap kepala Hyun Hee sedangkan Hyun Hee memeluk pinggangnya.
“Chagiya…”
“Hmm?” sahut Hyun Hee.
“Jangan pernah meninggalkanku ya..”
“Pasti. Kau juga, jangan pernah meninggalkanku.” Dia mengecup puncak kepala Hyun Hee sekilas.
–@season 1
[FLASHBACK END]

“Dan semua itu hanya omong kosong…” bisik Hyun Hee perlahan sambil tersenyum hambar. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar, kemudian menemui sahabatnya yang sudah menunggu di mobil, karena sebentar lagi mereka akan mengantar Hyun Hee ke rumah eommanya.

Hyun Hee sudah sampai di depan. Ia kemudian mengunci pintu depan rumahnya, mencoba menutup kenangan yang tumbuh di rumah itu. Ia menatap pintu itu lurus, menyentuh pintu rumah kesayangannya perlahan, seperti sedang berpamitan, dan lagi-lagi ia teringat sesuatu.


[FLASHBACK]

“Baiklah. Kami rasa nenek kalian benar. Kalau begitu, kami pulang ya…” Ucap appa Sungmin dengan sumringah. Sungmin dan Hyun Hee kemudian mengantar mereka sampai ke pintu. Saat mereka akan masuk ke mobil, mereka semua berpandangan sejenak yang tentunya membuat Hyun Hee dan Sungmin bingung. Mungkin ada yang tinggal atau apalah…
“Sungmin, Hyun Hee…” panggil eomma Hyun Hee.
“Ne?” ucap mereka serempak. Mereka masih sama-sama berdiri di dekat pintu. Hening sejenak.
“Berikan kami cucu yang banyak ya… Daahhh…” ucap mereka serempak. SEREMPAK! Hyun Hee dan sungmin berpandangan ngeri. Seketika Hyun Hee meloncat menjauh dari Sungmin dan begitu juga Sungmin.

–@season 1
[FLASHBACK END]

Ia menangis namun dengan segera ia mengusap air matanya. ‘aku tidak boleh begini.’ Gumamnya. Setelah wajahnya kering, ia mencoba tersenyum kemudian berbalik arah menuju halaman. Ia segera masuk ke mobil Kyuhyun dan mereka semua pergi.

* * *
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-goodbye-

-goodbye-

.
.
.
Yayaya, author tahu, Sungmin menyebalkan! Ha Raa juga! Mereka menyebalkan!! Arrgghh!
*sok mendalami*

Maafkan author jika ceritanya tragis begini. SUngmin pergi dan tinggal bersama Ha Raa, sedangkan Hyun Hee harus sendirian di kehamilannya tanpa seorang suami.

*kok gitu thor?!!

Yah, seperti yang author katakan di awal season 2, ff itu ga greget kan kal oga ada konflik ^o^

Bagaimana nantinya uri Sungminie dan Hyun Hee, ikutin aja ya perkembangan Ff nya dgn sabar. Jangan males mampir :D

Maap ya yang ini pendek, trus isinya banyakan yang flashback season 1 :D

yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungminAnae

FANFICTION – “GET MARRIED (SEASON 2)” – CHAPTER 2 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 2

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
maaf terlalu lama lanjutannya di share… .__.
langsung saja, cuzz…
.
.
.

-ming-

-ming-


.
.
.

(PART SEBELUMNYA…)

“Aku tidak berniat untuk pergi lama waktu itu…”
“Dan nyatanya hampir 5 tahun kau pergi, ya kan?” sahut Sungmin lagi.
“Aku hanya ingin menyelesaikan pendidikanku dulu, dan aku pasti kembali… Kau saja yang tidak bersabar…”
“Bukan aku yang tidak bersabar, tapi aku ini dibuang karena dianggap sebagai pengganggu…” sahut Sungmin tajam
“Sungmin ssi!”
“Dan itulah kenyataannya!” mereka saling memandang dengan emosi. Suasana terasa tidak nyaman bagi Hyun Hee. Bagaimana tidak, sekarang ia sedang menyaksikan pertengkaran antara suaminya dengan mantan tunangan suaminya. Hyun Hee benar-benar tidak nyaman. ‘Apa mereka sebenarnya masih saling menunggu?’ gumam Hyun Hee dalam hati. Ia merasa tidak betah, ia ingin segera pergi dari posisinya, tidak tahan berlama-lama melihat dua orang dihadapannya sedang sibuk membahas kisah masa lalu.
“Apa sudah selesai kalian berdebat? Emm, kalau belum biar kutinggal dulu, sepertinya bayiku ingin makan puding. Aku pergi sebentar…” tanpa mendapat izin dari mereka, Hyun Hee segera bangkit dari tempat duduknya dengan wajah menahan emosi.
“Ya, chagiya, tunggu….” Sungmin kemudian ikut menyusul Hyun Hee, ia bisa menyadari ada nada tidak suka saat Hyun Hee bicara.
“Selesaikanlah masalah kalian…” ucap Hyun Hee pura-pura tenang sambil terus berjalan tanpa menghiraukan Sungmin yang dibelakangnya.
“Anni… Mianhae, aku tidak bermaksud membahas itu… Aku…”
“Gwanchana. Tidak usah minta maaf, kan tidak ada yang salah, arra..” Hyun Hee berbalik untuk sekadar memberi senyum seadanya ke arah Sungmin agar bisa menyembunyikan perasaannya. Miris… Hyun Hee kembali berjalan entah menuju meja yang mana, dia tidak tahu dan tidak mau tahu dia sedang berjalan kemana, ia hanya ingin sendiri saat ini karena masih kesal.

* * *
—————————————————————————————-

GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 2 – Welcome, Trouble…~~

—————————————————————————————-

“Hoahmm… Jadi bagaimana? Apa kau masih lama?” tanya Hyun Hee yang sudah mengantuk. Ini sudah hampir pukul sebelas malam. Dia sudah lelah dan ingin segera istirahat.
“Chagi, kami masih ada pesta wine, aku, appa, dan beberapa kollega penting. Apa kau masih mau menunggu atau ingin pulang?” tanya Sungmin dengan nada menyesal.
“Oh, sepertinya aku pulang saja, aku mengantuk sekali…” ucap Hyun Hee sambil sesekali menguap.
“Baiklah, biar kusuruh supir appa yang mengantarmu ne.. Tidak apa-apa kan?” ucap Sungmin sambil memegang kedua pipi Hyun Hee.
“Anniya.. Tidak apa-apa..” ucap Hyun Hee tersenyum. Sungmin kemudian mengantar Hyun Hee sampai ke pintu depan, sekadar berjaga-jaga semoga istrinya baik-baik saja.
“Chagi, sampai ketemu dirumah…” ucap Sungmin dari posisinya sambil melambaikan tangan ke arah Hyun Hee yang sudah masuk ke mobil. Terlihat sekilas Hyun Hee tertawa dari mobil. Dan lagi-lagi sepasang mata menatap dengan pandangan aneh kearahnya.

-skip-

01:03 KST

“Sungmin ssi…” terdengar suara Ha Raa memanggil Sungmin saat Sungmin baru tiba diparkiran.
“Ne? Wae?” tanyanya.
“Bisa tolong antarkan aku ke apartementku? Mobilku mogok jadi aku tidak bisa pulang dengan mobil ini…” tunjuknya ke arah mobilnya yang terparkir persis di dekat mobil Sungmin.
“Mogok bagaimana?”
“Mollayo… Tolong antarkan aku…”
“Hajiman…”
“Tolonglah sekali ini….” ucapnya memelas.
“Hmh… Baiklah… Kajja..” sahut Sungmin kemudian dengan terpaksa.

-skip-

Mereka berdua kini sudah berada di mobil. Hening. Tidak ada yang mulai bicara. Tentu saja kekakuan itu masih ada.
“Sepertinya kau sudah bahagia dengan keluarga barumu ya…” ucap Ha Raa memulai pembicaraan.
“Ne…” sahut Sungmin singkat.
“Sudah berapa lama kalian menikah?”
“Dua tahun. Ini tahun ke 2.” sahut Sungmin seadanya.
“Kau mencintainya?”
“Tentu… Bahkan itu bisa terlihat dengan jelas kan, kami akan segera punya bayi.” Suasana hening sebentar, namun Ha Raa kembali bicara.
“Kenapa kau tidak menungguku kembali?” tanya Ha Raa kembali.
“Menunggumu? Haha… Apa yang kau bicarakan? Aku akan terlihat sangat bodoh jika terus menunggu seseorang yang sudah jelas-jelas mencampakkanku…” ucap Sungmin sambil pandangannya tetap fokus ke depan.
“Jadi perasaan itu tidak tertinggal sedikitpun lagi?”
“Menurutmu?” sahut Sungmin sarkastik.
“Aku rasa masih… Tidak mungkin mudah untukmu melupakan kenangan kita….”
“Itu menurutmu, tapi kenyataanya aku tidak pernah lagi mengingat hal itu… Bisakah kita membicarakan yang lain? Aku tidak suka topik pembicaraan ini.” Sahut Sungmin mencoba mengakhiri perdebatan mereka. Kepalanya panas melihat sifat Ha Raa yang terlihat sesuka hati dalam bertindak. Dulu pergi sekarang kembali dan bicara yang aneh-aneh.
“Ah, sudah sampai…” ucap Ha Raa kemudian. ‘Syukurlah…’ batin Sungmin lega.
“Gomawo Sungmin ah sudah mengantarkanku…” ucapnya sambil masih duduk di mobil.
“Hm..” sahut Sungmin singkat. Ha Raa sedang bergegas keluar namun ia mengurungkan niatnya dan berbalik arah ke arah Sungmin, sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.
“Sungmin ah, aku masih mencintaimu…”
“Apa yang kau katakan?!!!”
“Tinggalkan Hyun Hee dan kembali padaku…”
“Kau gila! Kau pikir hidupku ini kau yang mengatur, hah?!” ucap Sungmin sambil menatapnya tajam.
“Kau tahu, aku kembali dari LA ke Korea hanya untuk kembali bersamamu, kemudian memperbaiki hubungan kita, apa kau tidak bisa menghargai usahaku ini?” ucapnya masih terlihat memaksa.
“Aku tidak pernah memintamu untuk pulang kesini dan kembali padaku. Dan aku tidak pernah menginginkan kau kembali lagi dihidupku, kau tahu! Dan sekarang seenaknya kau menyuruhku untuk menghargai usahamu ini? Sadarlah Ha Raa-ssi! Aku tidak butuh usahamu itu! Bisa kau turun sekarang dari mobilku? Aku rasa istriku tercinta sedang khawatir menungguku di rumah…” sahut Sungmin dengan menekankan nada suaranya pada kata ‘istriku tercinta’.
“Aku tidak yakin kau bisa melepaskanku. Aku yakin suatu saat aku bisa mendapatkanmu kembali setelah dicuri sekian lama oleh Hyun Hee. Aku yakin kau masih mencintaiku, Sungmin ah.” Ucapnya kemudan turun dari mobil.
“Terserah kau!” dengus Sungmin kesal kemudian dengan segera ia menginjak pedal gas saat pintu mobil sudah tertutup.

~~Kemudian…

Sungmin membanting pintu mobilnya kemudian segera masuk ke rumah. Kepalanya panas, otaknya panas, hatinya panas, ia benar-benar emosi sekarang.
“Arggghh…” gerutu Sungmin sambil berjalan ke kamarnya. Ia masih tidak habis pikir bagaimana bisa Ha Raa bersikap mengerikan seperti tadi. Ia sekarang merasa sangat was was dengan keberadan Ha Raa yang baru saja muncul di kehidupan mereka.
Ia segera masuk ke kamar dan ingin segera tidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Yang ia butuhkan saat ini hanya Hyun Hee. Ia baru bisa kembali tenang saat melihat wajah Hyun Hee yang tertidur pulas. Ia segera membaringkan badannya di samping Hyun Hee.
“Mianhae… Hari ini merupakan hari yang buruk… Dia kembali dan aku khawatir dengan keberadaannya. Aku takut, Hyun Hee ah…” ucapnya sambil mengusap pipi Hyun Hee yang tetap tertidur.
“Dia memintaku kembali… Memang benar, tidak sepenuhnya aku lupa akan kenangan masa lalu saat bersamanya. Tapi tenang saja, aku akan tetap bersamamu karena aku hanya mencintaimu…” sahut Sungmin kembali. Ia mendekap istrinya kemudian ikut tertidur.

* * *

“Morning, chagi….” sahut Sungmin kearah istrinya. Hyun Hee tersenyum simpul membalas sapaan suaminya.
“Kau kenapa bangun cepat? Ini hari Minggu jadi teruskan saja tidurmu. Ah, satu lagi, kenapa kau tidak ganti baju dulu sebelum tidur dan malah seenaknya memelukku dengan pakaianmu yang sudah bau itu. Aish…” sahut Hyun Hee.
“Hehe… Mianhae…” ucap Sungmin manja. “Habisnya aku ingin segera memelukmu saat melihat wajahmu yang galak itu…” ucap Sungmin aegyo. Hyun Hee hanya mendengus. ‘dasar namja pink.’ Bisiknya perlahan.
“Kenapa kau semalam lama sekali? Jam berapa kau sampai?”
“Sekitar tengah 2 pagi.. :D” ucapnya menjawab pertanyaan Hyun Hee.
“Kau ini! Tidak menjaga kesehatan! Sudah tahu sekarang sedang banyak proyek, proyek besar lagi, malah cuek dengan kesehatan. Yeobo, kalau kau sakit nanti siapa yang menghandle pekerjaanmu, dan kalau kau sakit siapa yang akan membantu appa mertua di kantor, dan kalau kau sakit, siapa yang akan membantuku ini itu melihat situasi bahwa perutku sudah gembung begini. Karena itu, jangan sepele dengan kesehatanmu… Jaga kesehatanmu ne, kalau kau sakit….”
“Gomawo chagi…” belum sempat Hyun Hee melanjutkan ocehannya, Sungmin langsung memeluk istrinya.
“Untuk?”
“Karena sudah memperhatikanku…”
“Yak! Itu wajar, karena kau itu namphyeonku, paboya… -_-“ jawab Hyun Hee.
“Gomawo…. Aku mencintaimu… Neomu saranghae…” ucapnya lagi masih sambil memeluk Hyun Hee. ‘entah kenapa aku sedikit cemas… Aku berharap kita akan terus begini…Bersama…’ gumam Sungmin dalam hati sedangkan Hyun Hee juga bingung melihat tingkah suaminya yang agak serius pagi ini.

~~Beberapa minggu kemudian…

Sungmin makin sibuk di kantor karena mengerjakan proyek besar yang sedang ia jalani bersama perusahaan Ha Raa. Mereka berdua makin sering bertemu, namun Sungmin dan Ha Raa selalu fokus membahas pekerjaan, bukan membahas masalah pribadi mereka. Hanya saja terkadang Ha Raa mencoba membahas masalah pribadi itu namun Sungmin tidak pernah menanggapi. Ha Raa adalah orang yang ambisius. Jadi dia selalu berusaha dan tidak menyerah untuk bisa mendapatkan Sungmin, termasuk dengan mulai membuat Sungmin benar-benar sibuk sehingga Sungmin dan Hyun Hee jadi jarang bertemu. Paling cepat Sungmin sampai di rumah sekitar pukul 9 malam, dan pagi pun harus berangkat sebelum jam 7. Ha Raa merupakan orang yang cerdik, ia selalu bisa menemukan celah untuk membuat Sungmin harus bersamanya. Ada saja hal-hal licik yang ia temukan agar bisa berlama-lama dengan Sungmin, entah itu merusak data, melama-lamakan pekerjaannya, atau pura-pura tidak mengerti. Cerdik. Atau… picik!
Author POV End

Song Hyun Hee POV

Siang ini aku akan mengantarkan makan siang untuk sungmin, takut-takut ia belum makan karena sibuk bekerja. Ck, bahkan dia sering tidak sarapan di rumah karena pekerjaannya itu. Aku merindukannya… Karena biasanya pagi hari ia selalu berlama-lama denganku. Serasa sepi memang, tapi aku harus memaklumi, dia kan sedang mengerjakan proyek besar.
Aku segera naik taksi dan menuju kantor Sungmin. Tadi aku sudah menelepon sekretarisnya, dan dia bilang Sungmin masih di kantor dan tetap dikantor sampai sore ini. Aku akan memberi kejutan kecil-kecilan. Haha…

-skip-

“Siang, nyonya Lee…” beberapa menyapaku dan aku membalas dengan anggukan serta senyuman. Mereka berlebihan, seharusnya tidak usah seperti itu. Aku bukan siapa-siapa dikantor ini. Aku kemudian menuju lift dan menuju lantai 3. Meski kandunganku sudah besar, tenagaku masih banyak. Jadi aku masih sanggup bepergian. :D
“tiing” pintu lift terbuka. Aku segera melangkahkan kakiku menuju ruangan Sungmin yang tidak terlalu jauh dari lift. Ditanganku sudah ada beberapa kotak berisi makanan kesukaan si namja pink itu, juga makanan yang sehat supaya dia tidak sakit. ‘Nah, sudah sampai…’ gumamku. Aku langsung membuka pintu ruangan Sungmin.
“prang…” semua bekal ditanganku terjatuh. Aku segera berbalik dan keluar meninggalkan ruangan itu.
“Hyun Hee ah… Chagiya, tunggu…” Sungmin terdengar memanggilku sedangkan aku segera melesat pergi secepat mungkin menuju lift. Aku tidak bisa menahan perasaanku lagi. Aku menangis sejadi-jadinya di dalam lift bahkan sampai keluar gedung. Dia tega… Teganya berciuman di ruangannya. Kenapa dia melakukan itu? Aku tidak percaya dia berbuat itu. Apa dia masih mencintai Ha Raa…? Aku tidak sanggup mengingat hal itu. Aku benar-benar terpukul dan air mataku masih deras.
“Chakkam….” kurasakan ada yang menahan lenganku.
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan… Sungguh aku tidak mungkin melakukan hal itu… Aku hanya mencintaimu…” ucapnya. Aku masih menangis. Yeoja manapun pasti akan sakit jika melihat suaminya berciuman dengan mantan kekasih suaminya… Di ruangan tertutup.
“Percayalah padaku… Dia yang menciumku lebih dulu dan saat kau datang, dia baru saja melakukan itu. Aku hendak menghindar tepat saat kau datang… Jebal percayalah padaku, dia yang mencuri ciuman itu. Aku sama sekali tidak pernah ingin menciumnya…” Aku antara percaya atau tidak.
“Mianhae… Aku membuatmu menangis…” dia mengusap air mataku.
“Jebal percayalah, itu kecelakaan….” ucapnya lagi berusaha meyakinkanku. Aku pun berusaha berbesar hati memaafkannya, dan mencoba percaya kalau dia tidak bersalah, meski perasaanku ragu. ‘Kali ini aku memaafkanmu… Meskipun sulit…’ gumamku.

* * *

Hening. Suasana hening. Aku sedang tidak ingin bicara saat ini. Sesak. Sedih. Aku mencoba memejamkan mata supaya bisa terlelap di mobil Sungmin. Dia sedang mengantarku menuju rumah. Aku sedang tidak ingin bicara karena itulah aku pura-pura tidur.

~~Kemudian…

“Sudah, kau kembalilah ke kantor. Bukankah kau sibuk akhir-akhir ini… Dan satu lagi, jangan lupa makan siang.” ucapku saat kulihat dia hendak turun dari mobil. Belum sempat ia menjawab aku segera pergi masuk ke rumah. Kuharap ia tidak masuk ke rumah saat ini, melihat wajahnya akan membuatku sakit.
Song Hyun Hee POV End

Author POV

Sungmin ingin turun dan menyusul Hyun Hee, namun ia mengurungkan niatnya. Ia tahu, Hyun Hee pasti masih marah dan tidak ingin melihatnya. Dengan berat hati ia melajukan mobilnya dan kembali ke kantor.
‘ne… aku akan makan siang…’ gumamnya lagi saat mengingat ucapan Hyun Hee sebelum turun dari mobil. ‘bahkan disaat dia marah padaku, dia masih bisa memperhatikanku… maafkan aku, aku tidak bisa menghindari Ha Raa saat menciumku. Entah mengapa aku tadi diam saja saat Ha Raa menciumku. Maafkan aku karena tidak menghindar. Maaf, aku sudah berbohong. Aku tidak tahu kenapa aku tidak sempat menghindar. Maaf…. Aku tidak akan mengulanginya…’ gumam Sungmin lagi. Sungmin sedang dalam suasana buruk. Dia merasa bersalah, mengapa tadi diam saja saat Ha Raa menciumnya. Dia tidak lagi mencintai Ha Raa tapi entah kenapa dia masih sering mengingat masa lalu mereka. Berat bagi Sungmin untuk menghapus beberapa kenangan penting yang mereka jalani dulu. Namun ia selalu berusaha menepis saat mengingat Hyun Hee.
-malam hari….

“Tumben malam ini cepat pulang…” ucap Hyun Hee sambil membukakan pintu. Ya, Hyun Hee sudah baikan. Ia kembali mengatur perasaannya agar tidak mengingat masalah tadi siang dan kembali bersikap baik pada Sungmin. Dia masih mencoba meyakinkan dirinya kalau kejadian tadi siang memang tidak sengaja, karena ia tahu kalau Ha Raa sepertinya masih menginginkan Sungmin. Jadi bisa saja Ha Raa memang yang mencuri ciuman itu.
“Eh… Ne… Aku… tidak terlalu sibuk hari ini…” sahut Sungmin ragu. Ia masih merasa bersalah namun ia lebih merasa bersalah lagi saat melihat Hyun Hee dengan sikap begini, kembali baik padanya. Ia merasa menjadi orang yang terlalu jahat.
“Makanlah… Kebetulan makanan itu masih hangat.”
“Ne… Arrasseo….” sahut Sungmin senang.

“Jadi bagaimana, apa ada kesulitan saat kau mengerjakan proyek itu?” tanya Hyun Hee sambil memandangi suaminya yang sedang makan dengan lahap.
“Lelah chagi… Sering sekali terjadi kesalahan di data yang sudah tersimpan. Tapi semoga saja itu tidak terjadi lagi… Oh, kenapa chagi tidak makan?” tanya Sungmin kemudian.
“Aku sudah makan.” Ucap Hyun Hee berbohong. Mereka kemudian sibuk kembali dengan diri sendiri. Sungmin ssibuk makan, Hyun Hee sibuk dengan pikirannya.
“Chagiya… Masalah yang tadi…”
“Sudah, jangan dibahas lagi…” sahut Hyun Hee saat Sungmin mulai bicara setelah selesai makan.
“Apa kau sudah memaafkanku…?”
“Ne…” sahut Hyun Hee lagi.
“Mianhae… Aku benar-benar merasa bersalah, chagi…”
“Sudah, tidak perlu diungkit lagi. Kali ini kau kumaafkan, aku masih bisa percaya padamu.” Ucap Hyun Hee lagi.
“Gomawo, chagi…” sahut Sungmin sambil ingin mencium pipi Hyun Hee, namun Hyun Hee segera beranjak dari kursinya.
“Aku baru ingat acara tv kesayanganku sebentar lagi akan mulai. Aku menonton dulu ne…” ucap Hyun Hee mengelak. Sungmin tahu kalau Hyun Hee tidak ingin dicium. Hyun Hee masih tidak ingin dicium mengingat bibir itu tadi siang disentuh oleh yeoja lain.
“Mianhae…” bisik Sungmin.

-beberapa minggu berlalu

Seperti biasa Sungmin makin sering pulang malam dan berangkat pagi. Hyun Hee selalu mencemaskan namja pink nya. Sungmin makin intens bertemu Ha Raa dan makin dekat. Sedangkan di sisi lain, Hyun Hee makin kesepian karena Sungmin sudah jarang di rumah.
“Aishh… Angkat teleponku kenapa….! Arghh…” Hyun Hee menggerutu sambil bolak balik menghubungi Sungmin.
“Yoboseo, chagiya.”
“Omona, ini sudah jam berapa… Pulanglah, apa kau tidak lelah?!” ucapnya.
“Mianhae, aku sibuk.. ”
“Jam berapa kau pulang?”
“Aku pasti pulang, tapi terlambat. Jadi kau langsung tidur saja ne, tidak usah menungguku… Daah, chagi…” tut tut tut. Telepon terputus. Hyun Hee mendengus. Sudah kesekian kalinya Sungmin seperti ini. “Kenapa memutus telepon seenaknya begitu…!!!!” geram Hyun Hee. Perasaannya selama ini selalu tidak enak, mengingat rekan bisnis Sungmin adalah Ha Raa. Dia takut Sungmin akan kembali pada Ha Raa karena Ha Raa merupakan orang yang punya banyak kenangan bersama Sungmin.
“Ash, aku tidak boleh berpikir yang tidak-tidak..” desah Hyun Hee lagi sambil menggeleng. Namun.. Dia memang sering cemas, pasalnya seringkali saat dia menelepon yang mengangkat adalah Ha Raa. Dia sering bertanya-tanya, mengapa Ha Raa sering mengangkat ponsel Sungmin? Bahkan akhir-akhir ini Sungmin tidak manja-manja lagi pada Hyun Hee.
“Yak, kumohon jangan bertindak yang aneh-aneh Sungmin ah…” bisik Hyun Hee sambil duduk di ruang tengah. Bagaimanapun juga ia tidak bisa tenang, karena ia sudah tahu satu hal… Satu hal yang pernah terlontar dari mulut Sungmin sendiri. Sesuatu yang terlontar malam itu, malam sehabis pesta perusahaan.


[FLASHBACK]

“Mianhae… Hari ini merupakan hari yang buruk… Dia kembali dan aku khawatir dengan keberadaannya. Aku takut, Hyun Hee ah…” ucapnya sambil mengusap pipi Hyun Hee yang tetap tertidur.
“Dia memintaku kembali… Memang benar, tidak sepenuhnya aku lupa akan kenangan masa lalu bersamanya.”

[FLASHBACK END]

Hal itu membuat Hyun Hee terkejut waktu itu. Malam itu dia memang sudah terlelap, namun ia sedikit terbangun ketika merasakan ada yang berbaring di sampingnya, saat ia ingin membuka mata, ia mendengar Sungmin berbicara. Dan ternyata Sungmin mengatakan hal itu. Hal bahwa dia belum bisa melupakan kenangan masa lalunya… Dengan Ha Raa… Ini lah penyebab utama yang membuatnya cemas, namun ia selalu berusaha meyakinkan dirinya kalau Sungmin tidak akan berbuat jauh… Meski ciuman saat itu sedikit membuktikan kalau Sungmin sepertinya tidak menolak, ia tetap berusaha menghibur perasaannya. Ia selalu mengatakan pada dirinya kalau Sungmin tidak akan menyakitinya, Sungmin pasti setia…

Satu jam, dua jam, bahkan sudah pukul 1 pagi, Sungmin tidak kembali juga. Hyun Hee mencoba menelepon ponsel Sungmin namun ponsel Sungmin tidak aktif. Dia takut Sungmin kenapa-kenapa.
“Apa dia kecelakaan? Atau mobilnya mogok? Atau dia dirampok, atau ada masalah lain? Aish.. Dimana kau Sungmin ah…” ucap Hyun Hee cemas. Ia tidak bisa tertidur sejak tadi. Ia terus menunggu Sungmin pulang namun sia-sia. Tidak ada tanda-tanda Sungmin kembali. Kembali ia menghubungi ponsel Sungmin dan lagi-lagi tidak aktif. ‘Semoga dia baik-baik saja…’ gumam Hyun Hee dalam hati.

Kemudian…

~~6.30 KST

Hyun Hee segera bergegas berangkat menuju kantor Sungmin dengan naik taksi. Dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Sungmin, siapa tahu dia pingsan karena tidak makan, atau kelelahan jadi ketiduran di kantor, atau.. Entahlah. Hyun Hee sudah membawa bekal makanan untuk Sungmin supaya tidak susah mencari makanan.
Beberapa waktu kemudian ia tiba di kantor Sungmin. Sedikit letih ia rasakan karena kandungannya itu, tapi ia tetap berusaha berjalan sedikit cepat.
“Won Jung ah, apa Sungmin di kantor?” tanya Hyun Hee pada sekretaris Sungmin yang sedang berada di meja kerjanya.
“Anniya, nyonya Lee. Tuan Lee tidak dikantor. Dia belum datang.“
“Jinjja? Jadi dimana dia? Dimana terakhir kau melihatnya?”
“Kemarin kami pergi ke kantor nona Kim Ha Raa karena ingin mengurus beberapa pekerjaan, tapi malam harinya, sekitar pukul 7 saya yang lebih dahulu pulang karena kata Tuan Lee dia bisa melanjutkan pekerjaan itu.”
“Jinjja? Kalau begitu beri aku alamat kantor nona Kim itu.” Sekretaris itu pun menuliskan alamat kemudian menyodorkannya ke arah Hyun Hee. Hyun Hee segera kembali ke lantai 1 melalui lift setelah mengucapkan terimakasih pada Won Jung. Ia kembali keluar kemudian menaiki taksi dan bergegas ke kantor Kim.

-kemudian…

“Nona Kim belum datang, nyonya… Apa anda mau menunggu?”
“Oh… Kira-kira pukul berapa dia sampai?”
“Paling cepat pukul 8, nyonya…” Hyun Hee melihat jam. Baru pukul 7 lewat beberapa menit.
“Aishh, paling cepat satu jam lagi. Aku tidak mungkin menunggu. Kalau begitu boleh aku meminta alamat tempat tinggalnya?”

-skip-

Hyun Hee sudah kelelahan. Dia bingung mencari Sungmin, bahkan karena kepanikannya, dia tidak tahu bekal yang dia bawa tadi sekarang ada dimana. Tapi dia tidak peduli, lebih baik fokus mencari Sungmin, dan satu-satunya yang bisa membantunya saat ini adalah Ha Raa. Sesekali ia memejamkan mata karena rasa kantuk yang menerpanya.
“Aishh, perutku sakit..” ucapnya perlahan namun ia menahan itu.
“Apa masih jauh lagi, ahjussi?” tanya Hyun Hee pada pengemudi taksi itu.
“Sekitar 10 menit lagi, nyonya…” jawabnya. Hyun Hee kembali bersandar. Ia mencoba menghubungi ponsel Ha Raa tapi ponsel Ha Raa tidak aktif.
“Ada apa dengan mereka berdua?! Apa jangan-jangan mereka kecelakaan mobil atau bagaimana?” Hyun Hee makin panik. Tidak biasanya Sungmin tidak pulang dan ponsel tidak aktif, karena itulah dia takut sekali.

Hyun Hee mendongak melihat gedung apartement yang tinggi.
“Omo! Aku harus ke lantai 15 untuk menemui Ha Raa? Gila…” Hyun Hee menepuk keningnya. “Aku lelah….” erangnya, namun semangatnya kembali muncul, “aku harus tanya padanya dimana terakhir kali bersama Sungmin.” sahutnya pasti, kemudian masuk menuju bangunan tinggi itu.

.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-min-

-min-


.
.
.
yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^


Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

FANFICTION – “GET MARRIED (Season 2)” – CHAPTER 1 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Season 2) – Chapter 1

Author: DeziloMing

Lee Sungmin, Song Hyun Hee (as YOU)

Other Cast: Kim Ha Raa, Cho Kyuhyun, Yun Ma, parents

Genre: mix

cuaps2 author:
Yuhuuu….
Masih ingat dengan ff get married yang kemarin2 author share? Dan masih ingat dengan tulisan author di akhir yang begini:
END???

Humm….

Mabye this is END for Season 1, but this is the sign that Season 2 will be aired

HAHAH

Just wait if u want to wait the next Season…

*bow*

:D

Yayaya, author memang sudah lama selesai menulis season 2, dan hari ini akan dimulai untuk nge-share season 2 nya… :D

Buat bocoran dikit nih, kan kalau yang season 1 itu isi ceritanya lebih ke humor dan jitak2an. :D Disana konfliknya cuma kayak konflik ringan doang, konflik rasa galau antar Sungmin dan Hyun Hee.
Nah, seiring dengan bertambah dewasanya sang penulis *ehm* dan seiring dengan bertambah dewasanya fanfict ini, maka konfliknya juga agak lebih dewasa lah.. *uuuu*
Yap, intinya konflik di cerita ini makin rumit dari yang season 1.

*kok gitu dez???
*kok pake acara bikin konflik sih Dez???

Yaaa, kan kalau ceritanya ga ada konflik pasti kurang seru. Hidup ini gak asik kalo datar-datar aja, ya kan.. ^_^

Jadi, kalau gitu kita mulai saja lah season 2 nya ya… Okeee??

p.s: yang belum baca season 1, kamu bisa buka ceritanya disini

Dan, this is it!

Season 2…

-boss-

-boss-


.
.
——————————————————————————

GET MARRIED (SEASON 2)

    ~~CHAPTER 1 – Not a Good Moment….~~

——————————————————————————

Song Hyun Hee POV

“Chagi….Cepat minum susumu. Jangan lupa makan vitamin itu dan setelah itu makan buah-buahan yang sudah kita beli kemarin.”
“Chagi…Kenapa sarapannya tidak kau habiskan… Aisshh..”
“Chagi… jangan banyak beraktivitas!”
“Chagi… Tidak usah bawa yang berat-berat!!”

Aku hanya bisa mempoutkan bibirku. Sejak kehamilanku, tuan Lee Sungmin jadi sangat cerewet. Menyuruhku ini itu dan melarangku ini itu. Aigoo… Dasar namja cerewet. Tapi ku akui, itu semua ia lakukan karena dia sangat menyayangiku dan kandunganku. Sekarang sudah menginjak bulan ke 6. Ya, 3 bulan lagi aku akan jadi ibu dan dia akan jadi ayah. Anak kami akan memanggil kami dengan sebutan Appa dan Eomma… Bukan pipi atau mimi seperti artis-artis itu. XD
Semuanya sangat lancar dan menarik. Semua keluarga sangat bekerja keras membantu kami dalam semua hal. Aku dan Ming chagi juga jadi tidak kesepian di rumah. Mertuaku, yah…. dia baik sekali. Suka menceritakan kisah humor padaku dan membantu kami memasak. Eommaku, hmh… dia cerewet seperti Ming. Tapi aku suka ^^. Kedua appaku, aishh.. mereka berdua kerjanya hanya main catur -,-“

@Kamar

Kami sedang berbaring. Tapi aku belum tertidur. Sejak perutku membesar aku jadi susah tidur karena anak kami terkadang menendang-nendang perutku. Hahaha… Untunglah Ming mau menemaniku sampai aku tertidur. Ckckck, kali ini ku akui ming sangat hebat ^^
“Chagi…”
“Hmm?” aku menatap wajahnya.
“Kau ingin anak kita namja atau yeoja?”
“Aku mau namja!!!” aku bersemangat menyahut pertanyaannya dengan wajah sumringah.
“Aishh… Aku maunya yeoja!” dia mempoutkan bibirnya. Imut sekali ^^
“Namja, Ming!”
“Anniyo… Yeoja! Harus yeoja!”
“Yak! Aku berharap anakku bukan yeoja!”
“Ishh.. Apa-apaan kau, harusnya kau setuju jika anak kita nantinya yeoja!”
“Shirreo!” aku mendengus kesal.
“Wae?”
“Karena aku ingin nanti aku punya seorang putra yang tampan sepertimu…” eh… aku keceplosan. Sungmin melongo. Poor me -,-“
“Eh, aku ingin seorang yeoja karena aku juga ingin nanti punya seorang putri yang cantik sepertimu, pabo..” Sungmin memelototiku. Eh, dia juga keceplosan.
“……..” hening sesaat.
“Muahahahahahahah…”seketika kami tertawa menyadari alasan kami masing-masing. Yah, tidak bisa dipungkiri kami ini sangat saling mencintai, sampai-sampai alasan kami pun mirip. Aigoo..
“Yak, chagi… Neomu saranghaeyo…” ~~chu.. Dia mengecup keningku. Aku tersenyum.
Lama-kelamaan aku mengantuk dan tertidur.
“Jaljjayo, chagiya… Saranghaeyo…” Aku mendengar sayup-sayup suara Sungmin di tengah tidurku dan kurasa seperti ada yang mencium pipiku.

* * *

Kembali melakukan aktivitas biasa, aku bangun pagi dan menyiapkan makanan. Sejak kehamilanku Ming melarang aku bekerja di kantor tempatku bekerja yaitu kantor appa karena takut nanti aku terlalu lelah dan membahayakan anak kami. Memang sejak dulu aku tetap bekerja di tempat kerjaku dan Ming bekerja di kantornya. Kami sengaja tidak bekerja sekantor karena aku dan Ming yang sepakat, supaya tidak ada pandangan buruk dari orang-orang. Nanti mereka mengira Sungmin pilih bulu mau memasukkanku ke kantornya. Aish, memikirkan hal itu pun rasanya mengerikan.

“Kyaa!!” Aku tersentak kaget dan sendok ditanganku terlepas. Sepasang tangan yang tidak asing itu melingkar di pinggangku.
“Yah, chagiya, perutmu sudah terlalu besar, jadinya tanganku tidak cukup untuk memelukmu..” ucapnya kemudian menempelkan dagunya di bahuku.
“Heh, namja pink, biarkan dulu aku memasak baru kau memelukku. Ah, satu lagi.. Cepat sikat gigimu karena napasmu hampir membuat bayiku pingsan…” ucapku datar.
“Mwoya? Bayimu? Bayi kita….!” dia kemudian mencubit pipiku dan segera kabur saat aku hendak menggetok kepalanya dengan sendok goreng ini. Seenaknya saja mencubit pipiku sekeras itu.
“Awas kau Lee Sungmin, tidak akan kubiarkan hidupmu tenang…” ucapku sambil mengacung-acungkan spatulaku dan hanya dibalas dengan tawa kencang darinya dari dekat kamar. Aku hanya menggeleng.
“Baik, lanjutkan pekerjaan…” Ah perlu kuberitahu, sekarang aku sudah lumayan bisa memasak karena kedua eommaku sudah sukarela mengajariku dengan sangat sangat sangaaaat sabar. Kenapa? Karena aku susah sekali diajari, namun berkat kesabaran mereka , akhirnya aku bisa memasak masakan yang sederhana. Ah, setidaknya bisa mengisi perutku dan perut si namja pink itu. Ne, suamiku, maksudku….

* * *

“Chagi… Aku berangkat kerja dulu ya… Ah, jangan lupa, nanti sore aku menjemputmu, perusahaan appa akan mengadakan pesta karena sukses menjalankan proyek besar baru-baru ini. Nanti kau akan kujemput.”
“Eh, kenapa baru memberitahuku pagi ini!! Aku kan belum menyiapkan apa-apa, termasuk pakaian yang pantas dan lainnya. Aish, kau ini mau membuatku pusing, eoh…?! T__T” ucapku sambil ikut mengantarnya ke pintu.
“Tenang saja, aku sudah meminta eomma untuk membantumu mencari pakaian nanti sore, sekalian mendandanimu supaya pantas bersanding denganku.” Ucapnya sumringah.
“Oh… Jadi selama ini aku tidak pantas bersanding denganmu hah?!” aku menaikkan nadaku.
“Omo, chagiya… Aku kan hanya bercanda. Makin hari kau makin galak saja. Ck” ucapnya sambil mengusap tengkuknya. Aku hanya mempoutkan bibirku.
“Ah, baiklah, aku pergi dulu ya… Daah..” dia melambaikan tangannya dan masuk ke mobil.
“Eh ada yang lupa…” ucapnya sambil kemudian buru-buru keluar dari mobil.
“Apa? Tas mu? Atau jas? Biar ku ambilkan.”
“Anniyo…”
“Jadi?”
Chu~~ Sungmin pabo mencium pipiku sekilas.
“Itu yang terlupa… :D” ucapnya lagi kemudian bergegas masuk ke mobil dan melarikan diri. Aku hanya tertawa melihat tingkah konyolnya yang akhir-akhir ini makin menjadi. -_-

-skip-

“Ah, eomma aku tidak percaya diri pergi ke pesta itu. Eomma tau kan, lihat, perutku gembung begini, rasanya aneh saja pergi ke pesta elit seperti itu. Aku kan tidak se-sexy yang dulu lagi…” sahutku sambil mendengus sedangkan eomma masih sibuk mencarikanku baju di butik langganannya.
“Eh, tidak boleh begitu. Seharusnya kau bangga dengan perutmu itu, karena kau sudah berhasil menjadi seorang wanita sempurna, yaitu bisa memiliki anak. Kau tahu, zaman sekarang ini tidak banyak yeoja yang seberuntung dirimu.” Ucap eomma mertua padaku.
“Dengar apa kata mertuamu.” Eommaku menimpali sambil ikut mencari pakaian, tapi bukan untukku melainkan untuknya. -_-
“Pakai yang ini saja…” ucap eomma sambil mencocok-cocokkan baju itu ke badanku.

* * *

“tiin tiin….”
“ah, itu suamimu datang…” ucap kedua eommaku sambil bertepuk tangan. Kalian tahu, mereka berdua yang lebih heboh daripada aku. Ckck
“Baiklah, aku pergi dulu eomma…”
“Ne…” sahut mereka berbarengan sambil mengantarku ke pintu.
“Pai pai..” ucapku sambil melambaikan tangan. Sungmin tidak turun, sepertinya dia buru-buru harus kembali ke kantor. Aku pun segera masuk ke kursi depan mobil kami.
“Eh, kau?” ucapku. Ternyata bukan Sungmin melainkan salah satu bawahannya.
“Tadi Tuan Lee yang menyuruh saya, Nyonya Lee…” ucapnya seakan mengerti kebingunganku.
“Oh, memangnya dia dimana?” sahutku sementara dia mulai menjalankan mobil ini kembali.
“Tuan Lee sepertinya sibuk sekali menyambut kollega lain, jadi karena para tamu tidak bisa ditinggalkan, aku yang di utus menjemput nyonya.”
“Hm… Mianhae, aku jadi merepotkan…” ucapku ke arahnya.
“Gwanchana…” sahutnya tersenyum sopan.

~~Kemudian…

Aku berjalan mengikuti namja tadi. Dia menuntunku untuk bisa menemukan Sungmin. Ah, itu dia. Dia sedang sibuk kesana kemari menyapa rekan kerjanya. Namja yang menjemputku tadi kemudian permisi pamit ke tempat lain.
Sudah banyak kulihat orang-orang di tempat ini. Gila! Aku tidak menyangka undangannya sebanyak ini. Ekor mataku kembali mencari dimana namja pink itu berada. Dia sekarang berada di sisi kiri. Aku hendak melambaikan tangannya, namun aku mengurungkan niat saat melihat ada seseorang disampingnya. Seseorang yang sangat familiar dimataku. siapa ya… Aku mencoba mengingat-ingat.
Song Hyun Hee POV end


Author POV

Hyun Hee masih sibuk dengan pikirannya, mencoba mengingat-ingat siapa orang tadi.
“Chagi….” Sungmin muncul sambil membawa puding coklat kesukaan Hyun Hee.
“Ah, kau ini, mengagetkanku saja…” ucapnya sambil menepuk bahu Sungmin.
“Tidak baik melamun begitu ditengah suasana begini. Dasar aneh…” sahut Sungmin sambil mengacak-acak rambut Hyun Hee.
“YA! Aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk tatanan rambut ini dan kau seenaknya mengacak-acak..” sahut Hyun Hee sambil mencubit lengannya.
“Aish… Mianhae..T-T” sahut Sungmin memelas sedangkan Hyun Hee hanya tertawa kecil melihat wajah kesakitan suaminya. Namun suasana itu tidak berlangsung lama.
“Ehm, mianhae…” sahut seseorang yang tadi sibuk menjadi bahan pikiran Hyun Hee. ‘siapa ini…’ Hyun Hee masih mencoba memaksa ingatannya untuk mengingat-ingat orang yang sudah ada dihadapannya dengan penampilan elegan.
“Oh, kau…” ucap Sungmin salah tingkah.
“Eh, chagiya. Ini… dia juga collega ku, dia yang nantinya ikut menjadi salah satu rekan bisnis perusahaan kita…” sahut Sungmin.
“Lama tak bertemu, Hyun Hee …” sahutnya dengan senyum anggun.
“Nah, itu. Sejak pertama aku melihatmu, aku seperti tidak asing dengan wajahmu, ternyata benar, kita sebelumnya sudah saling kenal, tapi mianhae… Aku sudah lupa namamu. Boleh aku tahu siapa namamu? “sahut Hyun Hee tersenyum.
“Aku Kim Ha Raa….”
“Kim Ha Raa?” tegas Hyun Hee karena merasa familiar dengan nama itu.
“Ne… Mantan tunangan Sungmin….” lanjut Ha Raa masih dengan senyum anggunnya. Hyun Hee sontak terkejut. Yap, dia sudah ingat sekarang. Yeoja itu, mantan tunangan Sungmin. Sebelum berpacaran dengan Yun Ma (sahabat Hyun Hee), Sungmin sebelumnya sudah bertunangan dengan yeoja yang ada dihadapannya ini, namun karena yeoja ini ingin mengenyam pendidikan bisnis dengan lebih matang dan ingin menjadi pemimpin hebat nantinya di perusahaan appanya, ia memilih memutuskan hubungan pertunangannya dengan Sungmin, kemudian meninggalkan Sungmin yang sedih di Korea, dan ia pergi ke LA untuk melanjutkan pendidikan. Kim Ha Raa adalah yeoja ambisius yang terkenal workaholic. Dia jauh mengutamakan kesuksesan karir dibanding yang lainnya. Bahkan jika disuruh memilih antara keluarga atau karir, ia akan dengan cepat memilih karir.
Hyun Hee tahu, hubungan Sungmin – Ha Raa sudah terjalin lama, bahkan sejak mereka di bangku SMA. Mereka dulunya pasangan yang sangat serasi. Sungmin tampan, Ha Raa anggun, Sungmin multitalenta, Ha Raa cerdas, jenius. Sungmin dikejar banyak yeoja, Ha Raa dikejar banyak namja. Mereka dianggap sebagai raja dan ratu di sekolah, bahkan berlangsung sampai di perguruan tinggi.
Hyun Hee juga tahu, bahwa dulu Sungmin sangat mencintai Ha Raa melebihi apapun, ia ingat bagaimana hancurnya keadaan Sungmin pasca kepergian Ha Raa. Ia tahu karena Sungmin adalah temannya sejak kuliah. Mereka memang baru saling mengenal saat di perguruan tinggi, itupun karena sama-sama ikut di klub music, namun saat kuliah, Sungmin dan Hyun Hee hanya sebatas teman biasa. Meski sebatas teman biasa, Hyun Hee sudah tahu kalau Sungmin berpacaran sejak SMA karena berita itu memang tersiar luas di kampus mereka.
Hyun Hee juga tahu, bagaimana perasaan Sungmin saat ditinggalkan Ha Raa. Kejadian itu terjadi setahun setelah mereka lulus kuliah. Sebagai teman yang memiliki rasa empati, Hyun Hee lah yang saat itu selalu berusaha membangkitkan semangat Sungmin saat baru ditinggalkan Ha Raa.

[FLASHBACK]

“Sungmin ssi…!” Hyun Hee segera menangkap tubuh Sungmin yang limbung, sepertinya Sungmin mabuk, karena tercium bau alkohol menyeruak dari napasnya. Mereka berpapasan malam itu, saat Hyun Hee baru saja keluar rumah karena ingin membeli sesuatu.
“Minggir, aku mau pulang…”
“Sungmin ssi, kau mabuk, bagaimana kalau kuantar saja. Rumahku dekat sini, biar kuambilkan mobilku, tunggu sebentar.” Hyun Hee segera kembali kerumahnya yang berselang 3 rumah dari posisi mereka.

-skip-

Sungmin sudah lumayan sadar dari mabuknya karena sempat tertidur di mobil Hyun Hee. Ia mengajak Hyun Hee masuk sebentar ke rumahnya sebagai ucapan terimakasih dan maaf, karena sudah merepotkan. Sungmin pergi sebentar membasuh wajahnya agar lebih segar.
“Emm… Maafkan aku, sudah merepotkanmu. Aku malu sekali…” sahut Sungmin sambil mengusap tengkuknya kemudian duduk di sofa lain, merasa tidak enak pada Hyun Hee.
“Gwanchana. Sebenarnya ada apa denganmu. Kenapa mabuk seperti tadi?” sahutnya.
“Putus asa…”
“Maksudmu?”
“Apa kau mau mendengar ceritaku…? Saat ini aku butuh teman dan kebetulan karena kau temanku, aku ingin bercerita padamu. Kau ada waktu, Hyun Hee ah?”
“Tentu saja. Kita kan teman…” sahut Hyun Hee sambil tersenyum, memberi kelegaan pada Sungmin.
“Ah, bagaimana kalau kita bicara di luar saja, di luar cuaca sedang baik dan udara lebih segar. Kajja..” Sungmin mengajak Hyun Hee ke taman rumahnya. Hmm, Sungmin sedang butuh teman curhat saat itu.

“Ceritakanlah.” Sahut Hyun Hee to the point. Terlihat Sungmin menghela napas sejenak, mencoba menenangkan batinnya, dan masih menimbang-nimbang apa-tidak-apa2-jika-aku-cerita.
“Kau tahu, terkadang cinta itu menyakitkan…Mencintai seseorang sangat dalam dan tulus itu menyedihkan…”
“Maksudmu….?”
“Aku… Ya, aku kehilangan cintaku…”
“Aku masih tidak mengerti…” ucap Hyun Hee sambil melihat sekilas ke sisi kirinya, mencoba membaca raut wajah Sungmin.
“Ha Raa meninggalkanku demi melanjutkan pendidikannya. Aku mengatakan padanya, hubungan jarak jauh kan bisa dilakukan, tapi dia mengatakan kalau aku hanya akan menjadi pengganggu dalam kesuksesan masa depannya. Dia memilih memutuskanku dan menganggap pertunangan itu tidak pernah terjadi. Aku tidak menyangka ia bisa berubah seperti itu. Bayangkan Hyun Hee, kami sudah mengadakan pesta pertunangan beberapa bulan lalu dan dengan seenaknya dia memutuskan hubungan hanya demi mengejar karir. Kenapa hubungan ini harus dikorbankan… Kenapa dia mencampakkanku setelah bersama-sama sejak SMA. Kenapa perasaannya cepat pudar! Aku kesal, Hyun Hee ah! Aku tidak mengerti jalan pikirannya. Aku marah padanya, tapi hatiku menolak. Aku ingin membencinya tapi hatiku masih mencintainya. Aku bingung Hyun Hee…” Hyun Hee terkejut mendengar itu. Raja dan ratu ini berpisah… Sangat diluar dugaan. Hyun Hee mencoba menyemangati Sungmin yang terlihat kusut saat itu.
“Aku yakin semua akan bisa kau lewati, Sungmin ssii…” sahut Hyun Hee menepuk bahu Sungmin prihatin.

[FLASHBACK END]

Tidak mudah bagi Hyun Hee mengembalikan semangat Sungmin. Butuh waktu bertahun-tahun, karena kembali lagi ke kenyataan, Sungmin sangat mencintai Ha Raa. Dengan susah payah iya selalu menyemangati Sungmin dimasa sulitnya. Dia berusaha membuat Sungmin tidak larut dalam kesedihan, dan kemudian mendekatkan Sungmin dengan sahabatnya, Yun Ma, agar Sungmin bisa menutup luka dihatinya. Itulah kisahnya bagaimana dulunya Sungmin bisa akhirnya bangkit dan berpacaran dengan Yun Ma, sahabat Hyun Hee. Dan berkat kebaikan Hyun Hee lah, mereka (Sungmin dan Hyun Hee) akhirnya menanggalkan status ‘teman’ dan berubah menjadi ‘sahabat’. Namun takdir bicara lain, mereka lah yang justru menjadi jodoh di masa depan mereka, yaitu saat ini. Sungmin dan Hyun Hee kini sudah menjadi suami istri yang saling mencintai… (masih ingat kan di season 1…) bahkan sebentar lagi akan punya anak ^^
“Hey…” Ha Raa membuyarkan lamunan Hyun Hee.
“Ah, mianhae, aku hanya mencoba mengingat-ingat masa lalu..” sahut Hyun Hee tersenyum, senyum yang sedikit berbeda.
“Ah, tidak kusangka Sungmin ternyata sudah menikah, dia tidak pernah membahasnya denganku…” sahut Ha Raa lagi.
“Kita hanya bekerjasama di bidang bisnis, jadi sungguh aneh jika aku membahas kisah pribadiku padamu. Lagipula baru kali ini kita bertemu.” Sahut Sungmin menjelaskan. Sekali lagi Ha Raa tersenyum. Hyun Hee hanya mencoba mengalihkan pandangannya, entah kenapa ia merasa kurang nyaman dengan senyuman Ha Raa.
“Ah, iya, dan ternyata sebentar lagi kalian akan punya anak ternyata…” sahut Ha Raa sambil menatap sekilas ke perut Hyun Hee.
“Begitulah….” sahut Hyun Hee singkat dan mencoba untuk tetap tersenyum. Dan entah mengapa, di sisi lain Sungmin seakan merasa tidak enak pada Ha Raa. Seperti rasa tidak nyaman, cemas, entahlah… Cinta itu sebenarnya masih membekas. Namun hanya sedikit. Hanya sedikit. Dan wajar saja begitu, mengingat Ha Raa adalah cinta pertama Sungmin dan juga merupakan orang yang pernah menjadi kekasih Sungmin dalam jangka waktu yang lumayan lama. Tidak mudah melupakan cinta pertama, bukan.
“Ah, aku pergi sebentar ya… Ada yang perlu ku urus..” sahut Sungmin saat melihat appanya memanggilnya. Sungmin segera pergi meninggalkan mereka berdua yang sebenarnya sangat kaku.
“Oh ya, Ha Raa ya, kau makin anggun dan makin cantik…” lanjut Hyun Hee karena memang kagum melihat kecantikan Ha Raa yang makin bertambah.
“Hahah… Gomawo, Sungmin ssi juga bilang begitu…” sahut Ha Raa lancar. Dan sukses membuat Hyun Hee tidak nyaman. Benar-benar tidak nyaman.

“Baiklah, mohon perhatiannya, para hadirin. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan anda semua… Jinjja gomawoyo yeorobun… Acara ini tidak akan menyenangkan tanpa kehadiran anda…” semua hadirin bertepuk tangan melihat tuan Lee, appa Sungmin, berbicara untuk membuka pesta. Wajar, karena dialah pemilik perusahaan ini.
“Mengingat bahwa baru saja terlaksana satu proyek besar dengan sukses, saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih kepada putraku, yang telah berhasil mengelola bisnis dengan baik. Putraku, appa benar-benar bangga padamu.” Sahut tuan Lee lagi sambil menatap ke arah putranya dengan senyum bangga. Sungmin hanya tersenyum membalas ucapan appanya.
“Untuk itu, aku akan memanggil putraku yang hebat untuk berbicara ke depan, Lee Sungmin, silahkan ucapkan sepatah dua patah kata atas keberhasilanmu ini…” semua hadirin kembali bertepuk tangan sambil menyambut Sungmin yang berjalan menuju podium. Semua mengaguminya, terutama istrinya. Hyun Hee tersenyum ceria melihat suaminya yang bisa membanggakan orangtua mereka. ‘Kau hebat, namja pink..’ gumam Hyun Hee dalam hati. Tidak jauh beda dengan yeoja yang berdiri disampingnya, Ha Raa. Dia juga menatap Sungmin dengan tatapan kagum, kagum melihat prestasi Sungmin yang tidak terduga ini, kagum melihat Sungmin yang terlihat makin tampan dan berwibawa. Ia tidak menyangka Sungmin akan sesukses dan sehebat ini. Perlahan penyesalannya muncul. Tidak, itu tidak boleh terjadi. Mereka berdua tanpa sadar menatap Sungmin dengan senyuman kagum saat Sungmin menyampaikan beberapa kata di podium.

“Tapi keberhasilanku ini, bukan semata-mata karena usahaku sendiri, melainkan berkat kerjasama dari seluruh karyawan di perusahaan ini. Dan satu lagi, aku tidak akan pernah bisa menjadi orang yang penyabar kalau tidak karena dampingan seseorang yang sangat penting dihidupku. Ne, dia adalah anaeku. Dia yang selalu menjadi penyemangat disaat aku merasa tidak yakin, cemas, khawatir, semuanya. Untuk itulah, hadirin sekalian, aku akan mengundang istriku kedepan ini. Hyun Hee ah, kemarilah…” Sungmin menatap Hyun Hee tersenyum, sedangkan Hyun Hee hanya melotot sambil menunjuk wajahnya dan bicara “aku?” sambil menunjuk wajahnya. Tapi dengan sigap Sungmin segera turun kemudian menuntun Hyun Hee untuk ikut kembali ke podium, sedangkan Hyun Hee hanya tersenyum dan menepuk pipi Sungmin gemas.
“Hadirin, kuperkenalkan, inilah istriku, nae anae, Song Hyun Hee…” semua orang kembali bertepuk tangan, mereka terlihat serasi. Sungmin tampan dan Hyun Hee sangat manis. Meskipun Hyun Hee sedang mengandung, kecantikannya tetap terpancar.
“Dan satu lagi, sebentar lagi kami juga akan memiliki anak, anak pertama… Oh, perlu kujelaskan sedikit, istriku bukanlah seorang wanita biasa, ia juga seorang pebisnis, namun ia bekerja diperusahaan appanya dan juga memiliki jabatan penting disana, dia juga orang hebat…” ucap Sungmin lagi dan semua hadirin kembali bertepuk tangan sambil berdecak kagum melihat pasangan itu. Sungmin masih lanjut berbicara dan tersenyum keseluruh hadirin, mereka berdua kelihatan sangat serasi, semua mata sangat suka melihat mereka, terkecuali satu pasang mata yang sedari tadi menatap dengan tatapan tidak suka.
‘Andai saat itu aku tidak meninggalkanmu, pasti aku yang akan berdiri disitu, mendampingimu, dan mendapat sanjungan dari semua orang…’ gumamnya dalam hati. ‘Kenapa kau tidak menungguku, Lee Sungmin..’ bisiknya lagi dan kembali menatap yeoja di depan itu dengan tatapan tidak suka.

-skip-

“yah, chukkae yeobo…” Hyun Hee menepuk pipi Sungmin saat mereka duduk di satu meja yang ada ditempat pesta itu. Mereka asyik mengobrol dan sesekali tertawa. Mesra sekali kelihatannya.
“Ehm… Boleh aku bergabung…” terdengar suara yang tidak asing ditelinga mereka. Hyun Hee memutar bola matanya menahan kekesalan, karena sejak tadi yeoja ini mengganggu saja.
“Hm, tentu..” sahut Hyun Hee kemudian.
“Chukkae Sungmin ssi, kau benar-benar hebat sekarang..” sahutnya sambil menyodorkan tangan, ingin memberi sebuah jabat tangan ke Sungmin. Sungmin membalasnya dengan senyum kaku. “oh, ya, kau juga Hyun Hee ah, chukkae karena memiliki suami yang hebat…” lanjut Ha Raa dengan senyum khasnya, senyum anggun.
“Ne, gomawo…” Hyun Hee hanya mengangguk sambil mencoba membalas senyumannya, meski sebenarnya hatinya sedikit kecewa, kenapa Ha Raa tidak menjabat tangannya dan bahkan sampai sekarang belum melepas jabatan tangannya dari tangan Sungmin, dan parahnya Sungmin pun tidak ada inisiatif melepaskan jabatan tangan itu.
“Ehm, aku rasa sudah cukup jabat tangannya…” Hyun Hee mencoba menegur dengan halus. Mereka kemudian melepaskan tangan.
“Ah, mianhae…” sahut Ha Raa seakan mengerti isi hati Hyun Hee.
“Tidak kusangka, kau bisa jadi orang besar seperti ini, Sungmin ssi…” sahut Ha Raa lagi.
“Ne… Tentu saja kau tidak pernah menyangka, karena kau tidak pernah bisa menerka nerka masa depan seseorang…” sahut Sungmin datar.
“Lama aku pergi ke LA, kau terlihat jauh lebih berwibawa…”
“Hm, yah kau tahu semua orang bisa melakukan perubahan besar-besaran..”
“Aku tidak berniat untuk pergi lama waktu itu…”
“Dan nyatanya hampir 5 tahun kau pergi, ya kan?” sahut Sungmin lagi.
“Aku hanya ingin menyelesaikan pendidikanku dulu, dan aku pasti kembali… Kau saja yang tidak bersabar…”
“Bukan aku yang tidak bersabar, tapi aku ini dibuang karena dianggap sebagai pengganggu…” sahut Sungmin tajam
“Sungmin ssi!”
“Dan itulah kenyataannya!” mereka saling memandang dengan emosi. Suasana terasa tidak nyaman bagi Hyun Hee. Bagaimana tidak, sekarang ia sedang menyaksikan pertengkaran antara suaminya dengan mantan tunangan suaminya. Hyun Hee benar-benar tidak nyaman. ‘Apa mereka sebenarnya masih saling menunggu?’ gumam Hyun Hee dalam hati. Ia merasa tidak betah, ia ingin segera pergi dari posisinya, tidak tahan berlama-lama melihat dua orang dihadapannya sedang sibuk membahas kisah masa lalu.
“Apa sudah selesai kalian berdebat? Emm, kalau belum biar kutinggal dulu, sepertinya bayiku ingin makan puding. Aku pergi sebentar…” tanpa mendapat izin dari mereka, Hyun Hee segera bangkit dari tempat duduknya dengan wajah menahan emosi.
“Ya, chagiya, tunggu….” Sungmin kemudian ikut menyusul Hyun Hee, ia bisa menyadari ada nada tidak suka saat Hyun Hee bicara.
“Selesaikanlah masalah kalian…” ucap Hyun Hee pura-pura tenang sambil terus berjalan tanpa menghiraukan Sungmin yang dibelakangnya.
“Anni… Mianhae, aku tidak bermaksud membahas itu… Aku…”
“Gwanchana. Tidak usah minta maaf, kan tidak ada yang salah, arra..” Hyun Hee berbalik untuk sekadar memberi senyum seadanya ke arah Sungmin agar bisa menyembunyikan perasaannya. Miris… Hyun Hee kembali berjalan entah menuju meja yang mana, dia tidak tahu dan tidak mau tahu dia sedang berjalan kemana, ia hanya ingin sendiri saat ini karena masih kesal.

* * *

.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-always handsome-

-always handsome-


.
.
.
.
.
.
yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

[UPDATE] – 19 Links Super Show 5 at TokyoDome (by Fuji Next TV)

[BUKAN FANCAM] – 19 LINK SS5 TOKYO at TOKYODOME (by Fuji Next TV)
.
.

-jika 13 membs menghadiri sushow 5 :D -

-jika 13 membs menghadiri sushow 5 :D -

jjaaa….
Setelah sekian lama author mencari-cari, author berhasil mengumpulkan 19 link ss5 tokyo yg ditayangkan fuji tv.
Sebenarnya berharap bgt sih yg so cold sama club no.1 ditayangin fuji tv, tapi Baca lebih lanjut

[UPDATE] – Dibalik Pertengkaran yang Hampir Memicu Bubarnya SJ – old news

Dibalik Pertengkaran yang Hampir Memicu Bubarnya SJ – old news

-SJ 'Hero' Photo Album-

-SJ ‘Hero’ Photo Album-

Ceritanya panjaaaaang… bahkan durasi Baca lebih lanjut

FANFICTION – “GET MARRIED” – CHAPTER 6 (LAST) – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Chapter 6 – Last Part)

Author: DeziloMing

Main Cast: Song Hyun Hee, Lee Sungmin

Others: Cho Kyuhyun, Kim Yun Ma, orangtua, nenek

Genre: maybe funny, and romance

cuaps2 author:
maapin ya baru share skrg… maap bgt :(
Untuk part akhir ini, isinya lebih panjang lah dari biasanya… ^_^
.
.
.

-saranghae-

-saranghae-


.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)
.
.
(Sungmin POV)
@Kamar

“Seenaknya saja mengusir tamuku.” Hyun Hee bicara sambil tidur dengan posisi membelakangiku seperti biasanya.
“Aku kan hanya berniat menjaga kesehatanmu. Kalau tidur terlalu larut bisa merusak badanmu.” Sahutku datar dan juga membelakanginya seperti biasa.
“Tapi itu keterlaluan. Kan kau bisa bicara baik-baik, tidak harus seperti itu!” dia meninggikan suaranya.
“Kau ini, aku kan hanya berniat memperhatikanmu!”
“Aku tidak perlu diperhatikan. Urus saja hidupmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusan pribadiku.”
“Yak, biasanya aku juga selalu ikut campur dengan kehidupanmu bahkan sejak sebelum kita menikah. Apa-apaan kau ini! siapa namja tadi? Pasti pacar barumu kan?”
“Dia bukan pacarku.”
“Halah, mengapa tidak mengaku saja heh?”
“Dia memang bukan pacarku. Justru kau yang harusnya mengaku kalau kau sudah punya pacar.” Balasnya. Pacar? Aku kan belum punya pacar.
“Maksudmu?”
“Hah, kau justru yang sudah lama punya pacar baru tapi tidak mau cerita padaku. Kau tidak menghargaiku lagi kan.”
“Aku belum punya pacar!”
“Dasar penipu!”
“Kau yang penipu! Tidak mau cerita kalau kau sudah dapat pacar berbibir tebal!”
“Berhenti memancing emosiku Lee Sungmin!”
“Siapa yang memancing emosimu!”
“Yak!” dia bangun dan mengambil bantal guling kemudian menggetok kepalaku dengan bantal.
“bugh…”
“Hey kau…Tidak sopan pada suamimu ya!”
“Hanya suami bohongan!”
“Tapi melalui pernikahan yang sah. Kuulangi, pernikahan SAH!”
“Aku tidak peduli!” “bugh…bugh…” dia menggetok kepalaku berulang-ulang. Aigoo…
“Bugh…” aku membalasnya dengan memakai bantalku. Yah, jadilah perang bantal sesaat di kamar kami ini. Aku tidak tahu berapa banyak pukulan mendarat di badanku. Begitu juga padanya. Untunglah bantal kami empuk, jadi tidak sakit.

~beberapa menit kemudian…

“Brukh…” Hyun Hee membaringkan badannya.
“Yak, Sungmin ah, kita damai saja ya. Aku sudah capek memukulmu. Aku sudah ngantuk. Kita lanjutkan besok saja ya.. Hoahm…”
“Tidak mau. Kau harus minta maaf dulu padaku baru aku mau berdamai.”
“Haiss…Kau seperti anak kecil! Aku tidak mau. Aku kan tidak salah!”
“Bugh…” aku melayangkan bantalku sekali ke arahnya kemudian ikut membaringkan badanku ke kasur. Aku juga sebenarnya sudah ngantuk sekali. Tapi, mumpung aku bisa berperang lagi dengannya, aku tidak akan menyia-nyiakan momen menarik ini. Hahahah… Sejenak kemudian aku membalikkan badanku ke arah Hyun Hee.
“Hyun Hee.. hey, Hyun Hee….”
“…..”
“hey, Yeoja pabo…”
“…..”
Aku bangun dan mengintip wajahnya, apa dia sudah tidur atau pura-pura saja. Kulihat matanya sudah tertutup. Sepertinya dia sudah pulas. Ck, baru saja dia bicara sekarang sudah bisa nyenyak begitu. Dasar yeoja manis. XD Aku kemudian mengusap kepalanya.
“Jaljjayo chagiya…” bisikku perlahan.

——————————————————————————————–
CHAPTER SIX (LAST PART)

    I LOVE YOUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!

    I LOVE YOU TOO….!!!!!!

——————————————————————————————–
Sungmin POV


~Pagi hari (lagi)…

Kali ini aku makan lebih awal supaya bisa mengantarnya seperti biasa dan dia tidak ada alasan untuk menolak ajakanku. Hahaha… Daebak, Sungmin!
“Cepat makan, setelah itu kita berangkat.” Sahutku di meja makan.
“Berangkat saja duluan. Aku tidak berangkat denganmu hari ini.”
“Wae?”

“tin…tin…” Aku mendengar klakson mobil. Jangan-jangan…
“Nah, itu jemputanku sudah datang. Aku pergi dulu ya…Pai…” dia meninggalkan piringnya begitu saja tanpa membereskannya.
“Eh, tolong rapikan meja makan sebelum kau pergi ya…” teriaknya dari pintu. Hyun Hee paboooo!
Aku mengintip dari jendela dan ternyata benar, dia memang dijemput si namja bibir tebal itu. Kenapa Hyun Hee mau berpacaran dengan namja jelek itu? Kenapa dia tidak mengaku kalau dia sudah dapat pacar. Aish, sangat tidak menghargaiku. Padahal biasanya dia akan menceritakan semua hal padaku.

-skip-

~@Kona Beans

“Mwo? Jadi kau…suka pada Hyun Hee sekarang?”
“Hmm…”
“Wuah….Spektakuler. Ckckck… Aku tidak menyangka hal itu terjadi juga. Hebat hebat…” Kyuhyun menepuk pundakku sambil tersenyum evil padaku.
“Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?”
“Ada yang ingin kutanyakan.”
“Tanya apa?”
“Hmm…Apa kau sudah…” dia menatapku lagi sambil menunjukkan seringai aneh. Membuatku risih saja.
“Apa!”
“Apa kau sudah melakukan ‘itu’ dengan Hyun Hee? Hayo, mengakulah…” di mencolek-colek lenganku. Aish, apa yang dibicarakannya.
“Plakk” aku menepuk kepalanya.
“Enak saja. Mana mungkin aku melakukan ‘itu’ dengannya!”
“Loh, siapa tahu, kau diam-diam cari kesempatan saat dia tidur. Hayo…Mengakulah…”
“Yak, seenaknya saja. Aku tidak sekurang ajar itu. Kalau kau, mungkin saja melakukan hal seperti itu dengan cara seperti itu.” Aku mencoba menahan rasa maluku karena aku jadi deg degan sendiri membayangkan jika aku benar-benar melakukan ‘itu’ dengan Hyun Hee. Eh, apa yang ku pikirkan!
“Baiklah, kalau kau tidak mengaku. Tidak apa-apa. Yang pasti, aku sudah tahu kebenarannya.” Dia senyum-senyum lagi. Aigooo
“Plakk”

“Jadi hanya untuk itu kau mengajakku bertemu?”
“Anniyo…Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”
“Apa itu?”
“Waktu kau mengutarakan perasaanmu pada Hyun Hee, apa yang kau lakukan?”
“Aku? Kenapa harus menanyakannya padaku. Bukankah kau juga pernah mengutarakan perasaan pada kekasihmu dulu, misalnya Yun Ma?”
“Itu kan beda. Kali ini yang dihadapi adalah yeoja cerewet dan galak. Kalau Yun Ma kan yeoja yang tenang-tenang saja dan tidak berisik.”
“Oh, jadi kau masih menyimpan rasa pada pacarku, hah!”
“Yak, dasar bodoh. Aku kan hanya menceritakan sifatnya. Bukan berarti aku masih menyimpan rasa pada PACARmu. Kembali ke topik. Bagaimana dulu caramu mengutarakan perasaanmu padanya?”
“Berusaha se-romantis mungkin.”
“Romantis? Memangnya kau itu bisa romantis? Memangnya dia suka romantis? si galak itu suka hal-hal romantis?”
“Plakk…” Kyu menggetok kepalaku pakai sendok.
“Jangan coba-coba mengejek mantanku ya. Meskipun galak begitu, kalau kau memperlakukannya dengan romantis, dia juga akan luluh.”
“Kalau begitu ceritakan padaku bagaimana caramu menembaknya.”
“Waktu itu…Aku membawanya ke pinggir sungai Han. Kebetulan sedang musim gugur, jadi suasana makin mendukung. Ya, singkat cerita, aku menyodorkan sebuket bunga dan mengatakan: Hyun Hee, ayo kita pacaran! Nah, begitu ceritanya…”
“…….”
“Wae? Kenapa diam?”
“Apanya yang romantis! Masa langsung bicara to the point begitu!. Payah…” -_-
“Aish, setidaknya dia kan tetap menerimaku.”
“Ada lagi yang ingin ku tanyakan, bagaimana tingkahnya padamu sebelum kalian pacaran? Apa dia menunjukkan tanda-tanda kalau dia suka padamu?”
“Sama sekali tidak! Dia selalu bersikap biasa saja padaku. Sampai-sampai aku sempat ragu untuk mengajaknya pacaran. Tapi, dengan modal nekad, aku memberanikan diri dan ternyata dia juga suka padaku. Hahahah…”
“Oh…” aku mengangguk sekilas.
“Kau tahu, Hyun Hee itu, meskipun galak, ia sangat baik. Dia sangat perhatian, dan terkadang kita tidak menyadari perhatiannya itu karena dia tidak menunjukkannya secara terang-terangan. Dia yeoja yang sulit untuk ditebak, tapi meski begitu, entah mengapa, setiap bersamanya aku bisa merasakan perasaan yang sangat sangat sangat nyaman. Tapi tenang saja, sekarang aku sudah bisa melupakannya. Jadi kau tidak usah khawatir.”
“Oh…” aku bergumam lagi.
“Segera ungkapkan perasaanmu padanya. Nanti bisa-bisa ada namja lain yang mengambilnya. Kau tahu kan, meski galak begitu, banyak namja yang tertarik pada kepribadiannya yang lugu dan polos itu.”
“Ne..Tapi, aku takut ditolaknya. ”
“Yah..Kau payah sekali. Seorang namja ditolak adalah hal biasa dan sebagai namja kita harus siap akan konsekuensi itu. Meski ditolak, kita jangan menyerah begitu saja. Tunjukkan kalau kita ini namja tangguh. Jika kau di tolak tapi kau tetap berjuang, aku yakin yeoja manapun akan luluh.”
“Begitu ya…”
“Hmm…”
“Tapi dia sudah punya pacar…”
“Mwo? Jinjja? Sejak kapan? Akh…Kau memang payah. Coba kau lebih berani sedikit, kau pasti bisa mendapatkan hatinya.” Aku hanya menghela napas. Kyu benar, coba kalau aku lebih berani sedikit, pasti aku tidak kecolongan begini. Malang sekali nasibku.

* * *


~Minggu sore (lagi)…

Aku melihat Hyun Hee berdandan. Mau apa dia?
“Heh, untuk apa berdandan sore-sore begini.” Sahutku sambil menghampirinya di kamar.
“Bukan urusanmu.” Aishh…Benar-benar menyebalkan. Aku segera keluar kamar dan kembali ke ruang TV. Tak lama kemudian Hyun Hee muncul.
“Aku pergi dulu ya.”
“Kemana?”
“Aku mau kencan dengan Eunhyuk.”
“Mwo? Ah…Aku tahu, dia memang pacarmu kan. Hmh, sudah kuduga. Kenapa kemarin-kemarin tidak mengaku juga, hah!”
“Waktu itu dia memang belum jadi pacarku! Kami baru kemarin resmi pacaran. Sudah, aku mau pergi. Dia pasti sudah menungguku di taman.”
“Tidak boleh!”
“Wae?”
“Masih banyak pekerjaan rumah.”
“Nanti setelah pulang kencan akan ku bereskan.”
“Hyun Hee !!!” dia tidak menggubris panggilanku dan tetap berlalu. Aku mendengus kesal.

* * *

Sudah jam 7 Hyun Hee belum pulang juga. Lama sekali mereka kencan. Apa yang mereka lakukan? Aku benar-benar tidak bisa tenang sekarang. Baru kali ini aku terbakar rasa cemburu sedalam ini. Hyun Hee memang pabo. Masa dia tidak sadar ada namja baik hati yang sangat mencintainya disini. Huah…
Aku mondar mandir. Aku benar-benar tidak rela Hyun Hee pergi kencan. Ya, aku harus menyusulnya dan menggagalkan kencan mereka. Tapi…Aku menyusul mereka kemana? Oh, iya! Bukankah tadi dia mengatakan kalau dia sudah ditunggu di…TAMAN! Ya, di taman. Aku tidak salah dengar. Mereka akan bertemu di taman. Tidak akan kulepaskan Hyun Hee begitu saja. Aku segera mengambil kunci mobilku dan berangkat ke taman kota.

-skip-

Aku memarkirkan mobilku kemudian aku masuk ke areal taman. Meski sudah malam, taman kota selalu ramai karena taman ini memang bagus dan nyaman ditempati oleh pasangan yang sedang memadu kasih maupun pasangan yang sudah berkeluarga. Aku menyusuri taman dan mencoba mencari keberadaan mereka. Aha! Itu mereka sedang berdiri berhadapan. Aku mengintip dari balik pohon yang dekat dengan posisi mereka. Sedang apa itu. Yak, Eunhyuk meraih kedua tangan Hyun Hee. Dasar namja genit! Aku saja jarang memegang tangan Hyun Hee begitu padahal aku suaminya! T.T

“Hyun Hee ah…”
“Ne…”
“Hm…Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini padamu.” Aku mendengar mereka mengobrol dengan saling berpandangan. sigh.
“Aku…Aku sudah lama mengagumimu. Kau selalu ada disisiku ketika aku dalam kesulitan mengerjakan pekerjaanku. Kau selalu siap membantuku ketika kubutuhkan, dan kau sangat baik padaku.”
Hyun Hee masih diam. Apa Eunhyuk ingin mengutarakan perasaannya? Loh, bukankah mereka sudah pacaran? Tadi , Hyun Hee bilang mereka sudah resmi pacaran kemarin. Ah, membingungkan.
“Hyun Hee ah… Saranghaeyo… Neomu neomu saranghaeyo… Maukah kau jadi yeojachinguku dan kelak jadi pendamping hidupku selamanya?” Mwo! Apa yang dikatakan namja itu! Pendamping hidup? Tidak bisa. Itu tidak bisa dan tidak akan pernah bisa terjadi. Hyun Hee istriku. Aku melihat Hyun Hee dan menunggu kira-kira apa jawabannya.
“Aku…”
“Ne? Apa kau juga mencintaiku? Aku harap…iya…” sahut Eunhyuk. Aku harap tidak!
“Na..nado saranghaeyo, oppa…” degh… Aku membelalakkan mataku tidak percaya. Jadi, Hyun Hee memang menyukai namja itu? Mwo? Tidak mungkin… Jadi, bagaimana dengan ku? Apa dia memang hanya menganggapku sahabat? Setelah setahun lebih tinggal bersama dan menjalani kehidupan bersama-sama. Kakiku lemas. Aku menyandarkan badanku di pohon itu. Aku tidak sanggup melihat kenyataan buruk itu. Tidak bisa! Aku tidak bisa membiarkan Eunhyuk merebut Hyun Hee dariku. Aku kembali mendongakkan kepalaku dan mengintip mereka. Yak, Eunhyuk terlihat seperti hendak mencium bibir Hyun Hee. Mereka akan ciuman? Yang benar saja! Wajah Eunhyuk makin dekat dan semakin dekat ke wajah Hyun Hee. Aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak rela…! Hyun Hee istriku!
Sungmin POV end

Song Hyun Hee POV

Aku baru saja menerima Eunhyuk oppa jadi kekasihku meskipun aku belum terlalu menyukainya. Tapi setidaknya, dengan menerimanya sebagai kekasihku, aku bisa melupakan bayangan Sungmin yang semakin hari semakin menjadi-jadi di otakku. Entah kenapa, meski aku sudah tahu kalau Sungmin sudah punya pacar, aku masih terus memikirkannya dan bahkan semakin merindukannya. Aku mencoba menjauhinya tapi justru ada rasa sakit di hatiku. Aku sempat merasakan kebahagiaan ketika kami perang bantal. Sudah lama aku tidak bercanda dengannya. Tapi ketika aku mengingat kalau dia sudah punya yeojachingu, seketika aku lemas dan menghentikan perang bantal itu dan mencoba mengalah. Hmh…Menyedihkan.
Eunhyuk sedang mendekatkan wajahnya. Aku berdebar-debar. Aku bingung dengan perasaan jantungku. Apakah ini rasa deg degan karena aku memang mencintainya atau karena aku belum siap menerima ciumannya? Aku tidak tahu. Tapi jujur, aku tidak menginginkan ciuman darinya saat ini. Wajahnya makin dekat. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bergerak sedikitpun karena aku tidak tahu harus bagaimana. Apakah aku menghindari ciumannya atau menyambut? Aku dilema. Kini bayangan Sungmin justru makin frekuentatif muncul di kepalaku. Apa-apaan ini. Aku hanya menyebut namanya terus menerus di dalam hatiku. Berharap semoga dia yang mencintaiku seperti ini, bukan Eunhyuk.

“Stop! Hentikan!” Spontan Eunhyuk berhenti mendekatkan wajahnya padaku karena terkejut mendengar suara itu. Aku dan Eunhyuk melihat ke sisi kiri kami dan terlihat namja yang sepertinya ku kenal. Itu… Sungmin. Sedang apa dia? Dia kemudian menghampiri kami dan menarikku ke sebelahnya.
“Hey, apa yang kau lakukan!” bentakku. Dia tidak menggubrisku tapi justru menatap tajam ke arah Eunhyuk.
“Jangan berani-berani menciumnya!”
“Wa… wae hyung? Kenapa aku tidak bisa mencium adikmu? Aku sekarang pacarnya.” Sahut Eunhyuk tidak mau kalah. Aku hanya bisa menatap bingung ke arah mereka.
“Dia bukan adikku. Dia sebenarnya istriku. Kuulangi, dia itu ISTRIKU. Arraseo! Jadi jangan coba mendekatinya apalagi menjadi pacarnya!” Degh… Jantungku terasa menghentak. Kenapa dia bicara begitu? Dia malah membongkar rahasia kami. Apa maunya? Aku hanya bisa membelalakkan mataku.
“Sungmin…” bisikku spontan.
“Mw..mwo? Hah, jangan bercanda hyung… Bilang saja kalau kau tidak merestui kami. Sejak awal aku sudah melihat gelagat tidak suka darimu.” Eunhyuk tersenyum sinis. Dia menatapku sekilas dan aku hanya menunduk.
“Kalau kau tidak percaya, silahkan tanya sendiri pada istriku!” Eh, kenapa melemparkannya padaku. Eunhyuk menatapku.
“Katakan kalau oppamu berbohong. Katakan kalau oppamu mengada-ada…” sahutnya sambil menatap mataku intens. Aku menghela napas. Kurasa aku lebih baik mengaku. Karena sejujurnya aku juga belum ingin berpacaran dengan Eunhyuk.
“Mian, Hyuk oppa…”
“Mwoya! Kenapa kau membohongiku, Hyun Hee ah!”
“Ini… aku tidak bermaksud begitu… Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ini sangat rumit…” ucapku pelan. Eunhyuk mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
“Kau dengar sendiri kan! Dia itu istriku! Jangan dekati dia lagi, kau mengerti! Kami pergi! Selamat tinggal!” Sungmin menarik tanganku dan membawaku ke mobilnya.


@Mobil…

“Kenapa kau melakukan itu hah!” Dia diam sambil terus menginjak pedal gas.
“Heh, jawab aku Lee Sungmin! Kau sudah membuatku kehilangan pacarku!” ucapku lagi tapi tetap tidak digubrisnya. Aku tidak tahu dia mau membawaku kemana karena ini bukan arah menuju rumah kami. Aku menarik napas panjang. Semua ini begitu membingungkan. Wajahnya masih terlihat kesal. Kenapa dia? Cemburu? Tidak mungkin… Dia kan sudah punya yeoja pujaan hatinya.

@Tepi danau…

“Yak, jangan menarikku begitu!” aku berusaha melepaskan genggaman tangannya yang sedang mencekik pergelangan tanganku namun tidak berhasil. Kami berada di tepi danau. Danau ini sangat indah jika malam hari.

“Kenapa kau membohongiku? Kau bilang sudah pacaran dengannya, tapi ternyata baru tadi dia mengutarakan perasaannya padamu. Wae?”
“Darimana kau tau?” aku balik bertanya.
“Aku mengintip kalian!” Eh, aku terkejut mendengar ucapannya. Aku berusaha menyembunyikan keterkejutanku.
“Memangnya kenapa? Aku kan berhak punya pacar! Justru kau seharusnya yang ku tanya, kenapa kau tidak cerita kalau kau sudah punya pacar, hah!!?”
“Pacar? Pacar apa! Aku belum punya pacar, Hyun Hee ah…!”
“Hah, masih tidak mengaku juga.”
“Apa alasanmu mengatakan kalau aku sudah punya pacar! Aisshh..”
“Malam itu, dimobilmu ada seorang yeoja kan? Karena ingin berkencan, kau tidak menggubrisku dan langsung mengganti kemejamu kemudian meninggalkanku begitu saja. Keterlaluan!”
“Yeoja mana?”
“Yang waktu itu memakai kemeja merah. Tidak usah berkelit lagi, tuan Lee!” sahutku kesal. Dia masih belum mengaku juga.
“Yeoja kemeja merah…Di mobilku…? Oh…Yak, yeoja pabo! Dia itu sekretarisku!”
“Dan juga yeojachingumu!”sahutku sambil menunjuk wajahnya dengan telunjukku. Aku memajukan bibirku dan tidak mau memandangnya sedikitpun. Aku benci padanya.
“Dia bukan kekasihku, Hyun Hee ah… Aku tidak punya kekasih!”
“Jadi kenapa kalian berdua pergi malam-malam dan kau mengganti kemejamu? Kau mau kencan dengannya kan waktu itu!” Aku terus mengiterogasinya. Ini kesempatanku untuk memecahkan rasa penasaranku selama ini.
“Aigoo… Kemarin kami ada meeting mendadak di kantor mitra bisnisku. Dia itu sekretaris sekaligus orang kepercayaanku. Karena aku akan meeting, tentu saja dia ku ajak karena memang itulah tugasnya, mendampingiku. Aku seharian belum pulang dan kemejaku sudah kotor, untuk itu aku mampir sebentar ke rumah untuk ganti baju. Bukan karena ingin kencan. Pabo!”
“Kenapa dia tidak naik mobil lain saja?” aku masih belum puas.
“Bagaimana mungkin aku membiarkannya naik mobli lain sementara kami dikejar waktu dan hanya kami berdua yang pergi meeting. Apa kau gila! Pabo! Jadi jangan menuduh yang bukan-bukan. Dan satu hal lagi, sekretarisku itu sudah lebih dulu menikah daripada aku dan dia baru saja punya anak!” lanjutnya masih sambil teriak-teriak. Ya sejak tadi kami teriak-teriak.
“Kalau begitu, kenapa belakangan ini kau sering pulang malam?”
“Sudah ku bilang, perusahaan memiliki proyek baru dan proyek ini sangat besar. Kami sering lembur untuk mengerjakan proyek ini!”
“Oh…” sahutku mengangguk-angguk. Ada perasaan lega di hatiku.
“Maka dari itu, lain kali bertanya dulu baru ambil kesimpulan….” lanjutnya. Aku cekikikan. Menyadari kebodohanku yang selama ini telah menemaniku berbulan-bulan lamanya. XD
“Heh, malah tertawa. Kau itu sebenarnya menyebalkan. Kenapa tidak bilang kalau kau sedang cari pacar!”
“Untuk apa memberitahumu, eoh..!” sahutku datar.
“Tentu saja harus begitu. Aku kan suamimu!”
“Hanya suami bohongan.” Sahutku masih sambil menatap ke arah danau. Tiba-tiba dia memegang kedua bahuku dan membalikkan badanku ke arahnya. Dia menatapku sangat dalam. Aku merasa ada sengatan dari matanya. #err
“Hanya suami bohongan? Kalau aku ingin jadi suami sungguhan bagaimana?” ia bicara sambil terus menatap mataku tajam. Aku kikuk di buatnya. Eh, apa yang dia katakan? Suami sungguhan?
“Mw..mwo? Apa..apa maksudmu?” ia menunjukkan wajah kesal dan menghela napasnya. Tiba-tiba…

Chu~~

Degh… Dia menciumku. Anni. Bukan di kening seperti waktu itu, tapi di bibir! Jantungku berdetak kencang dan aku masih membelalakkan mataku. Dia mencium bibirku lama dan aku hanya bisa mematung karena masih terkejut. Kemudian ia melepas ciumannya.
“Kau sudah mengerti maksud perkataanku?” Aku justru menggeleng karena masih shock.
“Yak…Pabo! Kau benar-benar yeoja ter-pabo yang pernah ku temui di muka bumi ini!”
#bletak… Satu jitakan panas bersarang di kepalanya.

“Haissh…Apa kau tidak mengerti maksud ciuman tadi! Aku ini mencintaimu, bodoh!” Dia menatap wajahku serius dan aku kembali membelalakkan mataku. Hatiku rasanya mau meledak mendengar pernyataannya. Aku girang sekali! Jadi… Sungmin mencintaiku? Apa aku tidak mimpi? Jadi, perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan?
“Jin..Jinjja?” sahutku bergetar sambil menatapnya.
“Ne! Aku mencintaimu!” dia mengangguk pasti. Dia kemudian berteriak.
“Saranghaeyo, Song Hyun Hee… Saranghae…Saranghae…Saranghae…Sarang..” Aku membungkam mulutnya yang sedang teriak itu dengan satu ciuman singkat di bibirnya. Aku benar-benar bahagia mendengar itu. Aku sangat bahagia. Penantianku tidak sia-sia. Dia menatapku kaget.
“Apa itu artinya…Kau juga…” Aku mengangguk sambil tersenyum. Sungmin kemudian meraih tubuhku dan memelukku erat. Sangat erat. Pelukannya sangat nyaman dan hangat. Aku menghela napas dalam pelukannya, merasakan sedikit demi sedikit kecemasanku selama ini mulai meninggalkan pikiranku. Aku benar-benar sangat bahagia.. Namja ini…Namja inilah yang selama ini kutunggu.
“Yak, jangan memelukku terlalu kencang! Itu sesak!” ucapku sambil menepuk punggungnya. Dia justru tertawa dan tawa renyahnya ini sangat membuat hatiku makin nyaman.
“Hmh….Saranghaeyo, Song Hyun Hee… Neomu neomu saranghaeyo…” ia berteriak lagi.
“Nado saranghaeyo, Sungmin ah…” aku tersenyum dipelukannya. Lega.

~@Kamar tidur (eits, jangan nge-yadong ya para reader…)

Kali ini kami menyingkirkan guling yang biasanya membatasi kami. Kami tidak butuh guling itu lagi. XD Kami berbaring tidak bertolak belakang lagi, tapi justru berhadapan. Jarak kami sangat dekat. Eh, mungkin malah tidak ada jarak lagi. Kekeke. Kami sama-sama belum tidur. Kami mengabiskan waktu untuk mengobrol dengan posisi yang menarik seperti ini.
“Sungmin ah…”
“Hmm?” dia menatap wajahku.
“Sejak kapan kau suka padaku?”
“Sejak malam mati lampu itu…Heheh..” dia mengelus rambutku sesaat. Aku tersenyum. Jadi dia sudah lama menyukaiku…
“Bagaimana denganmu chagiya..”
“Eh, kau memanggilku apa tadi?”
“Chagiya… Mulai sekarang aku akan memanggilmu chagiya dan kau juga begitu, arra?” aku mengangguk sambil tertawa.
“Sejak kapan chagi menyukaiku?” tanya Sungmin kemudian.
“Sama sepertimu, sejak insiden mati lampu itu. Hehehe..” Aku tertawa sambil mengelus pipi chuby Sungmin.
“Yak, jadi selama ini kita sama-sama saling suka tapi sama-sama tidak tahu? Aigoo… Sudah berapa bulan kita lalui semua ini dengan kepura-puraan seperti itu. Aishh… Kita sudah menyia-nyiakan banyak waktu. Ckckck” dia bicara panjang lebar dan aku hanya tersenyum. Dilihat dari sini, wajahnya makin tampan dan makin imut saja. Jantungku masih tetap berdebar berhadapan dengannya dengan posisi seperti ini. Yak, Lee Sungmin, aku sangat mencintaimu…bisikku dalam hati. Dia kemudian menarikkku dan meletakkan kepalaku di dadanya. (eh, jgn nge-yadong ya, elf. Hanya pelukan kok XD ) Dia memelukku dan mengusap kepalaku. Aku memeluk pinggangnya.
“Chagiya…”
“Hmm?” sahutku.
“Jangan pernah meninggalkanku ya..”
“Pasti. Kau juga, jangan pernah meninggalkanku.” Dia mengecup puncak kepalaku sekilas.
“Oh ya, kalau kau suka padaku sejak lama, kenapa kau menerima Eunhyuk jelek itu jadi kekasihmu?” dia bertanya.
“Habisnya, aku benar-benar patah hati saat kupikir kau sudah punya pacar dan hanya menganggapku sebatas sahabat. Untuk itu aku cari pelarian. Hahah…” Dia ikut tertawa dan kembali mengecup puncak kepalaku.
“Coba bayangkan jika sampai akhir kita tidak tahu perasaan masing-masing. Mungkin sekarang kita sedang mengurus surat cerai, kencan dengan orang yang tidak kita sukai, dan kehilangan cinta sejati kita. Dunia akan terasa hambar #plakk, dan batin kita akan tersiksa selamanya. Ckckckck…” Sahut Sungmin kemudian.
Tidak disangka ya, kita yang awalnya hanya sebagai sahabat dekat kini jadi saling mencintai…” Aku memulai pembicaraan.
“Ne…Ternyata keluarga kita hebat. Mereka bisa tahu kalau kita lah yang berjodoh. Hahah… Aku bersyukur telah dipaksa menikah denganmu.” Sahut Sungmin sambil memencet hidungku. Aku hanya bisa tersenyum (lagi).
“Kau benar. Justru, sekarang kalau misalnya mereka menyuruh kita bercerai, aku tidak akan mau! Aku akan menolak mentah-mentah.” balasku. “Pokoknya kita harus menunjukkan pada mereka kalau kita memang sudah benar-benar saling mencintai supaya mereka tidak meragukan kita. Kita harus membahagiakan mereka. Kita harus membalas perbuatan mereka yang telah mempersatukan kita. Pokoknya kita harus membuat mereka bahagia.. Iya kan?” aku melanjutkan ucapanku.
“Yap.. Eh, sepertinya aku tahu cara membahagiakan keluarga besar kita, chagiya…” dia melirikku sambil menunjukkan smirk aneh. Hiihh. ><”
“Bagaimana caranya?” Tanyaku penasaran. Dia kemudian membisikkan sesuatu di telingaku yang sontak membuatku mulas-mulas dan sakit jantung.
“Ayo kita punya anak..” bisiknya perlahan.
“Mwo…!!!!!!”
“Ayo kita bikin sekarang…!”
“Yak….! Lee Sungmiiin!!!” Aku menjauh dari pelukannnya dan dia menangkapku lagi dan…

-skip-

.
.
.
.
.
~~Beberapa bulan berlalu…

“Selamat ya, Kyuhyun dan Yun Ma…Semoga kalian hidup bahagia…” aku memeluk mereka berdua, begitu juga Sungmin. Yap, mantan kekasih kami kini telah mengikat hubungan mereka dalam upacara pernikahan. Mereka terlihat sangat bahagia.
“Heh, kurangi keevilanmu itu ya. Awas kalau sampai Yun Ma tersiksa.” Ancamku pada Kyu dan dibalas dengan tawa khasnya. Yun Ma juga ikut tertawa sedangkan namphyeonku, dia malah mengejekku dari belakang.
“Plakk” aku menepuk bokongnya.
“Yakk! Kau mempermalukanku sebagai seorang pria!” sahutnya sambil melotot ke arahku. Aku menjulurkan lidahku ke arahnya. Sedangkan pasangan yang baru menikah itu hanya cengengesan. Dasar pengantin baru! -,-“

“Eh, Hyun Hee ah, kau terlihat agak gemuk. Kau kebanyakan makan ya?” Yun Ma menatap tubuhku dari atas ke bawah. Kyu juga ikut memperhatikanku.
“Benar, dia lebih gemuk dari biasanya.” Kyu menunjuk ke arahku.
“Ah, aku lupa memberitahu kalian, sebentar lagi aku akan jadi ayah..” Sungmin merangkulku dan menunjukkan wajah aegyonya. Ishh…Aku risih dengan ekspresinya itu.
“Jinjja???” pasangan pengantin baru bicara sangat kompak.
“Ne.. Sudah menginjak bulan ke-4. Hahaha…” Sungmin melanjutkan.
“Wah….Sungmin ssi… Kau hebat.”
“Tentu saja..” mereka bertatapan evil. Ya, mereka: KyuMin -,-“
“Bagaimana dia melakukannya? Pasti…keren ya… Dan, bagaimana rasanya?” Ucap Kyu kepadaku sambil menunjuk Sungmin.
“Heeh… Jangan membicarakan itu!” Aku malu sekali mendengar ucapan Kyu.
“Chagi…Kita tidak boleh kalah. Kita juga harus bikin..”
“Eh….” Sontak Yun Ma tertunduk malu dan wajahnya bersemu merah mendengar ucapan Kyu.
“Ya, Kyu, kau harus berhasil ya! Yun Ma, lakukan yang terbaik. Hwaiting!!!” Sungmin kembali memancing dan membuat Yun Ma makin malu-malu. Kami tertawa melihat ekspresi Yun Ma.

Hmm….Masa-masa inilah masa terbaik yang pernah ada. Kini semuanya telah berjalan dengan baik. Aku bersama Sungmin, dan Kyu bersama Yun Ma. Kami berempat akan tetap membina keakraban sampai kami tua, bahkan sampai kematian menghampiri kami satu per satu. Aha, kalau anak kami dan kyu berbeda gender, kami akan menjodohkannya. Hmm…Sekarang aku mengerti, bagaimana dulunya perasaan orangtua kami sampai-sampai mereka bersikeras ingin menjodohkan aku dan Sungmin. Ya…Kurasa aku sudah mengerti…
Song Hyun Hee POV end


[BACKSOUND: ~~SUNFLOWER-Super Junior]
[BACKSOUND: ~~LOVELY DAY-Super Junior]

END

-annyeong yeorobuuuun-

-annyeong yeorobuuuun-


————————————————————————————–

END???

Humm….

Mabye this is END for Season 1, but this is the sign that Season 2 will be aired

HAHAH

Just wait if u want to wait the next Season…

*bow*

Gomawo buat readers, gomawo buat viewers…

Saranghaeyoo…

Annyeoong…

D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

FANFICTION – “GET MARRIED” – CHAPTER 5 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Chapter 5)

Author: DeziloMing

Main Cast: Song Hyun Hee, Lee Sungmin

Others: Cho Kyuhyun, Kim Yun Ma, orangtua, nenek

Genre: maybe funny, and romance

cuaps2 author:
maapin ya baru share skrg… maap bgt :(
.
.
.

-cute always-

-cute always-


.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)
.
.
Sungmin POV
“N..Ne?” ucapku perlahan. Aku menatap wajahnya kaget. Aku baru menyadari lagi kalau wajahnya sangat manis dan imut. Bibirnya lucu, matanya bening dan bulat, hidungnya runcing, pipinya mulus, dan dagunya sempurna.
Dia masih belum melanjutkan ucapannya. Kami masih dalam posisi bertatapan. sinar lilin yang bergerak-gerak menerangi wajah Hyun Hee sekilas. Aku makin deg degan. Dia terlihat sangat cantik di tengah kegelapan seperti ini. Kami masih saling berpandangan. Dia sangat cantik dengan ekspresi seperti ini. Aku tidak bisa bicara sedikitpun karena rasa grogiku.
Fhu~~
Terasa hembusan napas Hyun Hee menerpa wajahku dan membuatku makin deg degan. Tanganku bergetar. Aku ingin mengalihkan pandanganku ke arah lain tapi tidak bisa. Aku masih ingin melihat wajah lucunya. Kami tetap hening. Sekarang aku malah merasakan bahwa jantungnya juga mulai berdetak dengan cepat. Apa dia juga merasa grogi sepertiku? Sesekali ia berkedip dan masih tetap berpandangan denganku. Menggemaskan sekali.
“Hyun Hee..”
“Ne?”
“Apa yang tadi ingin kau katakan?”
“Mollayo…Aku lupa…”
“Oh… Eh, Boleh aku mengatakan sesuatu?”
“Hmm”
“Kau… manis sekali…” Yak…! Apa yang baru saja kuucapkan. Aku malu sekali. Bisa-bisa dia menertawaiku. Kurasakan wajahku memanas.
“Jinjja?” ia membulatkan matanya. Aku mengangguk.
“Gomawo…” Ia tersenyum. Senyum yang sangat manis. Aku sudah sering melihatnya tersenyum, tapi baru kali ini aku berdebar melihat senyumannya. Ada apa ini?

“Sungmin …”
“Ne?”
“Kau juga sangat tampan…” ucapnya kemudian ia tersenyum dan membenamkan wajahnya kembali di dadaku. Aku tersenyum mendengar ucapannya. Aku rasa ia juga sedang menyembunyikan wajah malu-malunya. Aku juga mempererat pelukanku padanya. Malam ini terasa berbeda.
Sungmin POV end

[BACKSOUND: HARU – Super Junior]
* * *

——————————————————————————-
CHAPTER FIVE

    THIS LOVE IS SO COMPLICATED!


——————————————————————————-

~~Pagi Hari…

Song Hyun Hee POV
“Hoahm…” aku terbangun dari tidurku. Kurasakan tubuhku masih dalam dekapan Sungmin. Ternyata sejak tadi malam posisi kami masih begini. Kudongakkan kepalaku dan ku lihat Sungmin masih terpejam. Wajah yang sangat polos dan damai. Entah mengapa, semalam rasanya beda. Mengapa aku harus berdebar-debar seperti semalam.. Ckckck… Aku ingin segera melepaskan pelukan ini tapi…aku masih ingin memeluknya. Arra, kurasa ini hanya perasaan sayang sebagai sahabat. Kurasa…

“Hoahmm…” tiba-tiba sungmin juga terbangun. Aku langsung memejamkan mataku dan pura-pura tidur. Aku penasaran, bagaimana kira-kira reaksinya setelah bangun melihat posisi kami yang masih berpelukan. Eh, tapi untuk apa aku melakukan ini? Wae?

“Hyun Hee~~” ia berbisik perlahan. Aku masih menutup mataku.
“Plakk” dia menepok pipi kananku. sialan! Tidak ada romantis-romantisnya. Aku masih tetap memejamkan mataku agar dia kesal. Dia juga belum melepaskan pelukannya. Dasar namja payah.
“Hyun Hee…Banguuunh..” ia berbisik lagi. Sangat pelan. Apa-apaan itu? Membangunkan orang kok dengan cara seperti itu? Dasar pabo. Aku ingin segera membuka mataku tiba-tiba…

Chu~~

Dia mengecup keningku! Ya, aku dulu sudah pernah mendapatkan ciuman yang sama ketika kami menikah. Tapi, mengapa ciuman kali ini terasa berbeda? Kenapa aku merasa nyaman saat dia menciumku begitu? Dan, kenapa jantungku berdetak lebih cepat dari semula? Mungkin…ya mungkin karena itu ciuman sebagai sahabat. Aku langsung membuka mataku untuk mengakhiri pagi aneh ini.
“Heh, cepat sana masakkan sesuatu! Kau ini malah enak-enak tidur dipelukanku.” Ucapnya. Isshh… Sudah jelas-jelas kalau dia yang memelukku! Menyebalkan.

* * *

Beberapa waktu berlalu begitu cepat. Aku dan Sungmin semakin akrab. Kuakui, sejak malam mati lampu itu, aku mulai jatuh hati padanya. Tapi aku masih ragu, apakah perasaanku ini memang perasaan cinta atau hanya rasa sayang sebagai sahabat. Entahlah. Yang pasti setiap hari jika bersamanya yang kurasakan adalah bahagia. ^^ Tapi, yang masih mengganjal di hatiku adalah, aku masih belum tahu bagaimana perasaannya padaku. Apa dia merasakan hal yang sama? Kurasa tidak. Setiap hari ia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kalau dia menyukaiku. Dia malah lebih sering cari gara-gara denganku. Huh, dasar tidak peka!

@Malam hari…

Haiss…Sungmin lama sekali dari kantor. Biasanya jam segini kami sudah menonton TV. Sedang apa dia? Kenapa lama sekali pulang. Ck. Tiba-tiba aku mendengar ada mobil parkir. Aku segera membukakan pintu karena aku memang benar-benar khawatir. Dia pasti lelah sekali.
“Yak sungmin ah, kenapa kau pulang lama se…”
“Aku buru-buru.” Sahutnya singkat kemudian pergi ke kamar. Aku melirik sekilas ke mobil Sungmin dan ternyata ada seorang YEOJA! Hey, siapa dia! Sedang apa dia disitu? Apa jangan-jangan… Sungmin sudah mencari pacar baru seperti yang dulu pernah kami rencanakan?

[FLASHBACK ON]
Beberapa hari setelah putus dengan pacar masing-masing…

“Sepertinya kita harus cari pacar lagi, Sungmin ssi…” ucapku santai.
“Yap, kurasa begitu. Kita tidak boleh berlarut-larut dengan kesepian kita. Pokoknya, hidup cari pacar baru!!” Dia mengacungkan tangannya.
“Hiduuuuup!” Sahutku kencang.

[FLASHBACK END]

Aigoo, jangan-jangan dia sudah menemukan pengganti Yun Ma? Memang belakangan ini dia sering pulang lebih lama. Malam ini justru lebih lama lagi dari yang biasanya. Jadi…dia sudah dapat pacar baru? Jadi, bagaimana denganku? Aku dianggapnya apa? Masih sebagai sahabat? Shit.. Menyedihkan.
Ia kembali sambil mengenakan kemeja yang lain. Dia mengganti kemejanya.
“Aku pergi dulu…” ucapnya singkat sambil langsung berlalu menuju mobil. Yak, setelah dapat pacar baru, kenapa dia jadi sombong begitu. Akh.. Mobilnya perlahan melesat meninggalkan areal rumah kami.

“Dhuar..” aku membanting pintu. Aku menghempaskan badanku di sofa. “huuh…” aku mengacak-acak rambutku. Segudang tanda tanya berayun-ayun dikepalaku. Hm, penuh dengan pertanyaan. Sejak kapan dia dapat pacar baru? Dimana dia bertemu yeoja itu? Apa saja yang sudah mereka lakukan berdua? Kenapa dia tidak pernah cerita kalau dia dapat pacar baru? Apa mereka baru resmi pacaran hari ini? Huah, apa mereka tadi mau berkencan? Isshh…Aku frustrasi!

Kemudian…

“Tok tok tok” Aku mendengar pintu diketuk. Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan membukakan pintu. Kulirik sekilas jam dinding, 23.00
“Hai, Hyun Hee… Huah, tolong ambilkan aku teh hangat ya…Aku lelah sekali…” ucapnya langsung merebahkan diri ke sofa. Aku masih kesal padanya karena tadi sangat sombong. Tapi aku juga tidak tega melihatnya lelah. Dengan malas aku pergi ke dapur dan mengambil segelas air putih.
“Ini..”
“Loh, mengapa air putih. Aku kan minta teh…”
“Bikin saja sendiri. Aku ngantuk.” Ucapku datar sambil berlalu ke kamar.
“Hey…Dasar yeoja pemalas..” Yak, seenaknya mengatakan hal itu. Dasar namja tidak peka. Dia tidak menyadari sejak tadi aku sangat khawatir padanya sehingga menunggunya pulang sampai tertidur di sofa. Bukannya menjelaskan dia darimana saja, ini malah mengomel. Menyebalkan! Satu lagi, kenapa dia tidak cerita kalau dia dapat pacar baru. Awas ya, aku akan cari pacar juga! Itu janjiku.

~Esoknya
~@Meja makan

“Kenapa semalam tidak membuatkanku teh? Dasar payah. Sudah tau suaminya lelah, bukannya memperhatikan malah malas-malasn.” Sungmin memulai pembicaraan.
“Heh, hanya suami bohongan.” Sahutku datar sambil mengunyah roti isiku. Dia mempoutkan bibirnya.
“Ya…Setidaknya kau sedikit peduli pada sahabatmu ini.” Ucapnya sambil menghela napas. Degh…Apa katanya? Sahabat? Jadi dia memang hanya menganggapku sahabat? Miris sekali hidupku. Aku yang awalnya ingin bertanya tentang kekasih barunya jadi mengurungkan niat karena aku yakin aku sudah tahu jawabannya.
“Aku pergi…” ucapku.
“Loh, biasanya kan kita sama-sama berangkat ke kantor.” Sahutnya.
“Aku harus cepat kekantorku. Lanjutkan saja makanmu.” Lanjutku.

-skip-

Belakangan ini kami tidak terlalu dekat lagi. Aku mencoba menghindar darinya untuk menyembunyikan rasa patah hatiku. Kami yang biasanya nonton berdua tiap malam jadi jarang. Aku lebih memilih untuk tidur daripada menonton bersamanya. Sepertinya dia menyadari perubahan sikapku karena dia sering bertanya ada apa denganku. Tapi aku tidak menggubris dan bersikap biasa saja. Ia juga makin sering pulang malam. Aku yakin dia setiap malam berkencan dengan pacarnya itu. Ah, aku pokoknya akan cari pacar juga. Akan kutunjukkan padanya kalau aku juga bisa dapat pacar baru. Kebetulan aku juga sudah menemukan seorang namja yang baik di kantorku. Aku rasa namja itu tepat untukku. Apalagi sepertinya namja itu menyukaiku. Lebih baik aku juga menyambut namja itu agar bisa menghilangkan rasa patah hatiku. Huaa…Patah hati. Aku benci Lee Sungmin! Dasar Lee Sungmin bodoh! Dia bodoh telah menyia-nyiakan yeoja baik sepertiku.
Hyun Hee POV end

Sungmin POV

Tidak biasanya Hyun Hee pulang malam. Biasanya aku yang terakhir tiba di rumah, tapi hari ini dia belum pulang juga. Apa ada yang buruk terjadi padanya? Aku tadi sudah menelponnya beberapa kali tapi tidak diangkat padahal masuk. -,-“ Belakangan ini dia aneh. Suka bicara ketus dan dingin padaku, jarang menonton tv bersamaku, dan sudah jarang memperhatikanku ataupun menanyai kabarku. Biasanya dulu kami sering bertukar cerita tentang keadaan kami, tertawa bersama, minum teh bersama, dan makan keripik bersama. Ck, ada apa sebenarnya dengannya! Apa dia sedang ada masalah? Kenapa tidak bercerita padaku? Biasanya dia paling rajin cerita. Dia memang yeoja aneh. Apa dia tidak tahu kalau aku sangat merindukannya. Meskipun serumah, rasanya aku dan dia sangat berjauhan. Dasar yeoja tidak peka! Apa dia tidak sadar kalau aku mencintainya!
“Bremm…” Eh, sepertinya ada suara mobil. siapa yang datang? Mungkin eomma. Mereka kan sudah lama tidak mampir. Aku menyibakkan tirai sedikit dan mencoba mengintip keluar. Itu Hyun Hee. siapa itu? siapa namja yang mengantarnya? Hm, mungkin hanya teman kantor. Kulihat mereka sedang mengobrol sebentar di depan mobil. Yak! Mereka berpelukan! siapa itu? Jangan-jangan namja itu pacar barunya? Apa dia sudah mendapatkan pengganti Kyuhyun? Jadi dia benar-benar melakukan rencana kami kemarin?

[FLASHBACK ON]

Beberapa hari setelah putus dengan pacar masing-masing…

“Sepertinya kita harus cari pacar lagi, Sungmin ssi…” ucap Hyun Hee santai.
“Yap, kurasa begitu. Kita tidak boleh berlarut-larut dengan kesepian kita. Pokoknya, hidup cari pacar baru!!”Aku mengacungkan tanganku.
“Hiduuuuup!” Sahutnya kencang.

[FLASHBACK END]

“Plakk..” aku menepuk jidatku. Akh, dia ternyata benar-benar melakukan hal itu. Apa dia tidak sadar dia sedang serumah dengan namja yang menyukainya? Kenapa dia tidak peka, sih? Kenapa dia malah menyia-nyiakan namja manis sepertiku. Huh. Dasar yeoja pabo! Tidak akan kubiarkan dia dengan namja lain. Aku harus mempertahankannya. Dia istriku. ISTRIKU!
Sebelum mereka melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi misalnya ciuman, lebih baik aku membuka pintu.
“Eh, Hyun Hee…Kau sudah pulang…” ucapku agak kencang dari pintu dan berhasil membuat mereka berdua terkejut sehingga melepaskan pelukannya. *bingo!
“Ne.” Ucapnya acuh. sial!
“Hey, ini sudah malam, cuaca dingin, masuklah!” ucapku lagi.
“Kau tidak masuk dulu?” aku mendengar Hyun Hee bicara pada namja itu.
“Apa tidak mengganggu?”
“Tentu tidak.” Sahut Hyun Hee ramah. Apa-apaan dia mengajak orang asing seenaknya masuk ke rumah kami. >,<” Mereka berdua langsung masuk dan namja itu menatapku dengan tatapan aneh. O.o

-skip-

“Ini, minumlah…” ucap Hyun Hee sambil meletakkan segelas teh kemudian duduk di kursi lain.
“Untukku?”
“Kau buat sendiri saja sana. Aku lupa membuatkanmu.” Jderr…Terasa seperti kepalaku kejatuhan batang kelapa(?). Aku menghela napas menahan emosi. Aku malu sekali diperlakukan begitu apalagi di depan namja asing ini. Membuat reputasiku sebagai namja ganteng jadi rusak. -,-“
“Siapa kau?” tanyaku to the point.
“Oh, Lee Hyuk Jae, imnida… Biasa dipanggil Eunhyuk.” Ucapnya datar sambil menatapku aneh. Tatapan apa itu? Itu terlihat seperti tatapan tidak suka. Dasar tidak sopan!
“Hyun Hee, siapa namja ini?” tanyanya pada Hyun Hee dan mencuekiku. Arggh.
“Aku adalah…”
“Dia adalah saudaraku. Dia oppaku.” Mwo? Sembarangan! Ya, sebenarnya itu memang kesepakatan kami sejak awal. Kami akan mengatakan kalau kami ini adalah saudara kepada orang lain dan sepakat untuk menyembunyikan pernikahan kami. Tapi, kali ini aku tidak terima! Aku geram.
“Jinjja? Wah, syukurlah…” dia mengelus dada. Aku menatapnya bingung. Apa maksudnya ‘syukurlah’?
“Apa dia benar oppamu?”
“Ne. Waeyo, oppa?” Shit! Dia memanggil namja itu dengan sebutan oppa padahal padaku tidak pernah meskipun umurku lebih tua dari Hyun Hee.
“Kalian terlihat tidak mirip sama sekali.”
“Oh, memang begitu. Wajahnya mirip eomma sedangkan wajahku lebih mirip appa.” Sahut Hyun Hee berdusta.
“Siapa namanya?” tanyanya lagi.
“Lee Sungmin!” sahutku spontan. Dasar namja aneh. Kenapa tidak tanya langsung saja? Kan aku duduk disini juga! Dia memperlakukanku seakan-akan aku tidak ada disitu dan parahnya, Hyun Hee sama sekali tidak membelaku. T.T
“Oppa, jangan galak-galak seperti itu!” Hyun Hee menatapku tajam. Akh. Kalau akting begini dia bisa memanggilku oppa, coba kalau sehari-hari, itu sangat mustahil. -,-“
“Haissh…Aku mau tidur saja.” Ucapku kemudian berlalu ke kamar. Sejujurnya aku tidak ingin meninggalkan mereka berduaan saja. Tapi mataku perih melihat tampang namja itu. Aku ingin sekali menendang bokongnya. #plakk
“Oppamu itu aneh ya…” aku sekilas mendengar bisikan Eunhyuk saat aku menuju kamar. Yak, aku dengar itu!

-skip-

Memaksakan mata untuk terpejam di saat suasana hati sedang tidak jelas seperti ini sangat susah. Aku tidak bisa tidur. Namja tadi belum pulang juga. Aku masih mendengar mereka berbincang-bincang.
Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kalau begini terus, bisa-bisa Hyun Hee mengajakku bercerai. Anni! Aku tidak mau. Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan pergi ke ruang tamu.
“Ehm..”
“…” hening seketika.
“Hey, kau, kurasa kau sudah boleh pulang. Kau lihat jam berapa sekarang? Tepat pukul 12 malam. Pulang sana.” Ucapku datar.
“Oppa, jangan begitu!” sahut Hyun Hee sambil melotot kepadaku. Yak! Tidak sopan.
“Masih banyak hari esok dan kalian masih bisa bertemu besok-besok. Sekarang pulanglah, aku tidak mau adikku tidur terlalu larut malam.”
“Oppa…”
“Cepat pulang sana!”
“N..Ne…” Eunhyuk bangkit dari kubur *eh dari tempat duduknya kemudian pamit pada Hyun Hee.
“Aku pergi ya, Hyun Hee..Jaljayo.” Ia membungkuk ke arah Hyun Hee kemudian pergi keluar dan TIDAK PAMIT padaku! Aisshh… Dasar namja bibir tebal! #plakk >,<

-skip

@Kamar

“Seenaknya saja mengusir tamuku.” Hyun Hee bicara sambil tidur dengan posisi membelakangiku seperti biasanya.
“Aku kan hanya berniat menjaga kesehatanmu. Kalau tidur terlalu larut bisa merusak badanmu.” Sahutku datar dan juga membelakanginya seperti biasa.
“Tapi itu keterlaluan. Kan kau bisa bicara baik-baik, tidak harus seperti itu!” dia meninggikan suaranya.
“Kau ini, aku kan hanya berniat memperhatikanmu!”
“Aku tidak perlu diperhatikan. Urus saja hidupmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusan pribadiku.”
“Yak, biasanya aku juga selalu ikut campur dengan kehidupanmu bahkan sejak sebelum kita menikah. Apa-apaan kau ini! siapa namja tadi? Pasti pacar barumu kan?”
“Dia bukan pacarku.”
“Halah, mengapa tidak mengaku saja heh?”
“Dia memang bukan pacarku. Justru kau yang harusnya mengaku kalau kau sudah punya pacar.” Balasnya. Pacar? Aku kan belum punya pacar.
“Maksudmu?”
“Hah, kau justru yang sudah lama punya pacar baru tapi tidak mau cerita padaku. Kau tidak menghargaiku lagi kan.”
“Aku belum punya pacar!”
“Dasar penipu!”
“Kau yang penipu! Tidak mau cerita kalau kau sudah dapat pacar berbibir tebal!”
“Berhenti memancing emosiku Lee Sungmin!”
“Siapa yang memancing emosimu!”
“Yak!” dia bangun dan mengambil bantal guling kemudian menggetok kepalaku dengan bantal.
“bugh…”
“Hey kau…Tidak sopan pada suamimu ya!”
“Hanya suami bohongan!”
“Tapi melalui pernikahan yang sah. Kuulangi, pernikahan SAH!”
“Aku tidak peduli!” “bugh…bugh…” dia menggetok kepalaku berulang-ulang. Aigoo…
“Bugh…” aku membalasnya dengan memakai bantalku. Yah, jadilah perang bantal sesaat di kamar kami ini. Aku tidak tahu berapa banyak pukulan mendarat di badanku. Begitu juga padanya. Untunglah bantal kami empuk, jadi tidak sakit.

~beberapa menit kemudian…

“Brukh…” Hyun Hee membaringkan badannya.
“Yak, Sungmin ah, kita damai saja ya. Aku sudah capek memukulmu. Aku sudah ngantuk. Kita lanjutkan besok saja ya.. Hoahm…”
“Tidak mau. Kau harus minta maaf dulu padaku baru aku mau berdamai.”
“Haiss…Kau seperti anak kecil! Aku tidak mau. Aku kan tidak salah!”
“Bugh…” aku melayangkan bantalku sekali ke arahnya kemudian ikut membaringkan badanku ke kasur. Aku juga sebenarnya sudah ngantuk sekali. Tapi, mumpung aku bisa berperang lagi dengannya, aku tidak akan menyia-nyiakan momen menarik ini. Hahahah… Sejenak kemudian aku membalikkan badanku ke arah Hyun Hee.
“Hyun Hee.. hey, Hyun Hee….”
“…..”
“hey, Yeoja pabo…”
“…..”
Aku bangun dan mengintip wajahnya, apa dia sudah tidur atau pura-pura saja. Kulihat matanya sudah tertutup. Sepertinya dia sudah pulas. Ck, baru saja dia bicara sekarang sudah bisa nyenyak begitu. Dasar yeoja manis. XD Aku kemudian mengusap kepalanya.
“Jaljjayo chagiya…” bisikku perlahan.

.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-love-

-love-

.
.
.
yaaapsssss..
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^
Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

FANFICTION – “GET MARRIED” – CHAPTER 4 – SERIES – SUNGMIN

FF

Tittle: GET MARRIED (Chapter 4)

Author: DeziloMing

Main Cast: Song Hyun Hee, Lee Sungmin

Others: Cho Kyuhyun, Kim Yun Ma, orangtua, nenek

Genre: maybe funny, and romance

cuaps2 author:
Kemarin harusnya udah di share nih, tapi kebetulan author lagi sibuk mau ujian blok di kampus, jadi yah, baru sekarang sempatnya.. :D
yaps, ini saatnya untuk nge-share chapter 4.. Ga perlu lama2, lah ya.. Selamat baca… ^_^
.
.
.

_smile_

_smile_


.
.
.
(PART SEBELUMNYA…)
.
.
Song Hyun Hee POV
Aku pergi lebih dulu dari Sungmin. Dia juga akan berkencan sore hari. Aku sudah tiba di taman kota menunggu kehadiran Kyuhyun. Aku duduk di salah satu bangku taman tempat dimana aku dan Kyu janjian. Kemudian aku menatap ada seorang namja berjalan ke arahku. Mataku rabun jadi aku belum bisa melihatnya dengan jelas. Aku rasa itu Kyu, tapi kyu kan tidak sependek itu. Namja itu semakin mendekat.
“Sungmin?”
“Hyun Hee..? Apa kalian juga kencan disini?”
“Ne…”
“Wah…Kenapa kita bisa kebetulan begini ya..” ucapnya tertawa. Aku juga tertawa.
“Sepertinya kita bisa double date seperti biasa ya.” Aku mengangguk mengiyakan ucapan Sungmin.

“Nah itu mereka.” Kami melambaikan tangan ke arah Kyuhyun dan Yun Ma.
“Kita ngobrol di kafe saja ya…” ucap Kyu kearah kami.
“Baiklah. Kajja…” ucapku kemudian menggandeng Kyu.

~@Kafe

“Sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian berdua.” Yun Ma membuka pembicaraan setelah makanan sudah tersedia di hadapan kami. Aku mulai memakan makananku begitu juga mereka.
“Ya…Katakan saja, chagi…” sahut Sungmin sambil menyeruput minumannya. Kyu dan Yun menghentikan makannya dan mulai menunjukkan ekspresi serius. Aku hanya menatap sekilas kemudian melanjutkan makanku.
“Sebelumnya mianhaeyo…” sahut Kyu.
“Wae?”
“Sebenarnya ada hal penting yang…”
“Iya…Kau sudah mengatakannya tadi. Apa hal penting itu?” aku juga mulai penasaran dan tetap melanjutkan makanku. Begitu juga Sungmin.
“Sebenarnya, aku dan Yun Ma sudah berpacaran…”
“…”
“…”
“Sudah sejak 2 bulan yang lalu.”
“…”
“…”
“Kumohon jangan diam saja. Berikan tanggapan kalian.” Sahut Yun Ma. Aku dan Sungmin sudah menghentikan makan kami sejak pernyataan pertama. Mulutku tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Aku sangat kaget dengan hal itu. Berpacaran?
“Wae? Waeyo? Mengapa kalian melakukan semua ini!” Sungmin mulai bicara dengan nada tinggi. Mungkin karena kekagetannya. Aku hanya tertunduk. Aku menghela napas menahan kesedihanku.
“Mian, Sungmin ah…Kami punya alasan atas hal ini. Kyu yang akan menjelaskan.” Sahut Yun Ma.

——————————————-
CHAPTER FOUR

    RESTART THIS LIFE

——————————————–
“Begini…Sejak kalian menikah, aku dan Yun Ma yang memiliki nasib sama mulai sering membicarakan semua ini. Kami mulai dekat. Awalnya hanya teman biasa. Namun, semenjak kita semua jarang bertemu bersama, aku mulai kesepian, Yun Ma juga. Akhirnya kami lebih sering menghabiskan waktu berdua. Kami jalan-jalan, menonton film, dan sebagainya. Tanpa sadar, kami jadi saling menyukai. Kami awalnya ragu untuk mengungkapkan perasaan kami masing-masing. Tapi, kami akhirnya saling jujur.”
“Hmh…Kami melakukan ini karena kami juga mulai jenuh menunggu kalian. Sampai kapan kami menunggu kalian bercerai. Ini sudah bulan ke-10 sejak pernikahan kalian. 2 bulan lagi, kalian genap menikah selama satu tahun. Tapi tanda-tanda kalian bercerai sama sekali belum ada. Kami jenuh menunggu hal yang sangat tidak pasti seperti ini. Kami lelah ketika kalian tidak bisa diajak bertemu. Dan akhirnya, semuanya jadi begini. Aku harap, kalian bisa mengerti…” Ucap Yun Ma menambahkan. Hening. Aku dan Sungmin belum bisa menanggapi.
“Sungmin ssi, Hyun Hee si, semoga kalian bisa menerima hal ini. Mianhae… Oh ya, siapa tahu kalian juga bisa berjodoh…” Kyu menambahi. Aku dan Sungmin hanya tertunduk. Meresapi perasaan kecewa yang melilit batin kami.
“Mianhaeyo, Sungmin ssi…”
“Mianhaeyo, Hyun Hee ssi…”
“Em…Kami…kami pergi ya…Mianhae…” Ucap Kyu kemudian, lalu beranjak dari kursi mereka dan berlalu meninggalkan kami berdua. Sore ini, ditemani hembusan angin yang sangat dingin, aku hanya bisa diam di tempat dudukku. Tidak bicara dan hanya menunduk. Aku sudah tidak selera untuk melanjutkan makanku. Aku menatap sekilas ke arah Sungmin. Dia juga hanya bisa terdiam. Aku tahu, ia juga terpukul sepertiku. Kenapa mereka tidak bisa bersabar sedikit menunggu kami. Mengapa mereka tidak bisa menjaga cinta mereka seperti kami yang masih menjaga cinta kami pada mereka. Perlahan air mataku menetes.
[BACKSOUND: Love Really Hurts- Yesung Super Junior]

* * *

“Hyun Hee, ayo pergi karaoke!” Sungmin bangkit dari tempat duduknya dan menarikku. Dasar namja aneh. Untuk apa berkaraoke di saat buruk seperti ini. Aisshh…
“Aku tidak mau.”
“Pokoknya ayo…” Sungmin terus menarikku dan akhirnya aku terpaksa ikut dengannya.

~@Karaoke

Kami menyanyikan bermacam-macam lagu patah hati dan lagu kemarahan. Yak, kami melampiaskan kekesalan kami disini. Kyuhyun menyebalkan! Yun Ma menyebalkan! Kami juga minum sedikit alkohol untuk menghilangkan kekesalan.
“Sungmin ssi, aku benar-benar benci kekasihmu!”
“Aku juga benci kekasihmu!”
“Kenapa Kyu lebih memilih Yun Ma padahal jelas-jelas aku yang jauh lebih baik dan lebih cantik darinya… Huaaaaaaa…” Aku berteriak histeris.
“Enak saja. Seharusnya aku yang bicara begitu, kenapa Yun Ma lebih memilih Kyu yang jelas-jelas lebih jelek dariku.”
“Sungmin ssi.”
“Mwo?”
“Jangan mengada-ada..” ucapku santai. Pletakk… Dia menggetok kepalaku.
“Ini semua gara-gara kau, tuan Lee!”
“Waeyo? Kenapa aku?”
“Kalau kau tidak merencanakan pernikahan menyebalkan ini, kita tidak akan mengalami semua ini…Pabo!”
“Heh, ini juga salahmu. Kalau kau waktu itu tidak setuju, ini tidak akan terjadi! Ini kan bukan keputusanku sepihak, tapi juga karena persetujuanmu!” Sungmin tidak mau kalah.
“Siapa suruh kau mengusulkan semua itu!”
“Siapa suruh kau menerima usulku!”
“Pabo!”
“Terserah…”
“…”
“Mereka benar-benar keterlaluan..,Huaa….”
“Benar, mereka keterlaluan. Huaaaaaaaa” Sungmin ikut berteriak di ruang karaoke yang hanya dihuni oleh kami berdua.

* * *

~Beberapa waktu berlalu…

Kami sudah bisa melupakan kekecewaan kami dan kami juga sudah mulai lebih tenang. Seperti malam-malam lalu, malam ini kami habiskan hanya dengan berada di rumah. Yang kami lakukan hanya menonton tv dan mengobrol. Benar-benar membosankan. Kami sekarang tidak punya sesuatu yang ingin di perjuangkan untuk kedepannya. Dulunya kami masih punya perjuangan, yaitu pacar. Tapi sekarang, apalagi yang mau diperjuangkan? Apa yang akan kami perjuangkan setelah bercerai? Huh…Aku jadi malas untuk memikirkan perceraian.
Sungmin menghampiriku dan membawa sedikit makanan ringan untuk kami santap malam ini.
“Wah, keripik kentang. Gomawo…” Ucapku setibanya ia dari minimarket.
Kami mulai melanjutkan menonton film. Kebetulan kami menyukai genre film yang sama, yaitu genre horor dan romance. Malam ini kebetulan ada film horor yang ditayangkan di TV. Kami menonton dengan serius. Yak, film nya benar-benar mengerikan tapi aku masih ingin tetap menonton.
“Jleb…”
“Waaaaaaaaaaa!!!!” Aku berteriak histeris. Lampu tiba-tiba mati dan aku sangat benci kegelapan.
Song Hyun Hee POV end

Sungmin POV
“Waaaaaa!!!” Hyun Hee tiba-tiba berteriak di sampingku ketika lampu mati. Aku terloncat sangking terkejutnya mendengar teriakan yeoja ini. Dia langsung memelukku.
“Yak, aku tahu kau takut gelap, tapi tidak usah berteriak seperti itu!” Dengusku kesal.
“Cepat cari lampu! Lilin! Senter! Korek api! Kompor gas! Cepaaattt!” Aku sontak menutup telingaku karena dia sekarang berteriak persis ditelingaku! -,-“
“Berisik!”
“Cepat cari penerangan!” Ia mempererat pelukannya. Terlalu erat sampai membuatku sesak. -,-“
“Bagaimana aku bisa mencari penerangan kalau kau memelukku sekencang ini! Sesak tahu! Lepaskan aku biar aku mencari senter!”
“Tidak mau!” Yaishh…Manjanya keluar. Satu sifat Hyun Hee yang belum pernah hilang sejak aku mulai mengenalnya adalah dia terlalu phobia dengan kegelapan. Merepotkan saja. Hadeh… -,-“
“Kalau begitu ikuti aku mencari kompor gas ke dapur!” Sahutku kemudian.
“Anni! Aku takut ada hantu seperti yang di film tadi! Lagipula, untuk apa mencari kompor gas? Kau ingin menyalakannya di ruang tv ini? Dasar pabo!”
“Yakk, kau ini! Kita kan tidak punya korek api, setidaknya kita bisa memakai kompor gas untuk menyalakan lilin!” Sahutku sambil menggetok kepalanya.
“Aku takuuuttt…”
“Tenang saja, kan ada aku…” #author: ini malah gombal!
“Baiklah. Kajja…” ucapnya.
“……”
“Sungmin ah, kenapa kau malah tidak berdiri?”
“BAGAIMANA AKU BISA BERDIRI KALAU KAU MEMELUKKU SEKENCANG INI…!”
“Hehehe…” ia tertawa dan melepaskan pelukannya. Hiuhh…Aku bisa bernapas lagi sekarang. #plakk
Ia pun menggenggam tanganku sangat erat supaya tidak terpisah dariku. Telapak tangannya terasa dingin. Ternyata ia benar-benar ketakutan. Kami mulai beranjak dari kursi dan mencoba berjalan tertatih-tatih menuju dapur.
“Bugh..”
“Adaw!” Aku menjerit manakala kakiku menendang meja.
“hahahha…” Yeoja cengeng ini malah menertawaiku.
“Kau masih ingin menertawaiku? Kalau kau masih tertawa, aku akan melepaskan tanganmu dan meninggalkanmu sendirian!” Ucapku perlahan agar terasa makin horor.
“Hiihh…Anni…anni…Aku tidak akan tertawa lagi…” Ucapnya sambil menggenggam tanganku lagi dengan erat dan kali ini dengan menggunakan kedua tangannya. Kami kembali berjalan.
“Prang…”
“Sungmin ah…! Itu pasti vas bungaku! Ganti!”
“Berisik! Lagipula aku tidak sengaja…” aku makin kesal mendengar si cengeng ini. Haduh.
~tuing~~
Dia mencubit lenganku dan sukses membuatku menjerit.
“Rasakan itu!”
#author: ck. Ke dapur aja lama banget! >,< *author gregetan
#sungmin: sabar thor…namanya juga mati lampu T.T

Kami kembali berjalan. Kami berjalan lebih perlahan agar tidak sampai menabrak sesuatu lagi. Yah, akhirnya kami sampai di dapur.
“Ctekk” aku menghidupkan kompor gas.
“Yee…Menyala! Wooo…” kami bertepuk tangan.
“Tunggu. Dimana lilinnya?”
“Ah iya, ada di kamar.” Sahut Hyun Hee sambil menepuk jidatnya.
“Mwo? Kenapa tidak bilang dari tadi! Kan kita bisa mengambil lilin dulu baru kesini.” Aku kesal kemudian singkat cerita kami pergi ke kamar dan mengambil sebuah lilin. Kami mengambil sebuah lilin karena kami memang hanya punya 1. T.T
Kami kembali lagi ke dapur. Kompor gas masih menyala sehingga membuat kami lebih mudah melihat jalan saat di dapur. Aku pun menyalakan lilin.
“Syukurlah…” Hyun Hee menghela napas.
“Jleb” tiba-tiba kompor gasnya mati.
“Kenapa itu?” tanyaku.
“Molla…” Aku dan Hyun Hee mengecek tabung gas dan ternyata sudah kosong! Aduh, ini hari apa? Mengapa sial sekali!
“Kita harus menjaga lilin ini supaya tidak mati. Karena kalau mati kita tidak bisa menyalakannya lagi. Maka dari itu, sebagai seorang ibu rumah tangga, lain kali kau harus menyiapkan korek api.” Ucapku panjang lebar. Hyun Hee hanya memajukan bibirnya. Sedikit geli di lidahku saat mengatakan ‘ibu rumah tangga’. Hahahah

-skip-

Kami duduk berbarengan. Dia duduk di samping kiriku. Kami hanya diam sambil menatap lilin yang sebiji itu. Kami sangat fokus mengawasi lilin itu agar tidak mati.
“Dhuarr…” Terdengar petir tiba-tiba menggelegar. Hyun Hee mendekatkan diri kepadaku.
“Tenang saja…” ucapku sambil memegang tangannya. Dingin. Tangannya memang dingin. Dia pasti makin ketakutan. Tak lama kemudian hujan turun dengan deras. Suasana makin mencekam, hari makin malam, dan angin mulai menerobos ke rumah kami.
“Fhuu…” Angin berhembus sangat kencang.
“Aaaaaaaaa….Sungmin ah…Kita akan mati…! Aaaa….” Dia kembali menjerit-jerit dan mulai bringas(?).
“Heh, tenanglah…Kau jangan memperburuk keadaan dengan tingkahmu itu…” Ucapku. Aku juga mulai takut karena Hyun Hee terus berteriak.
“Sssttt…Kubilang diamm…” bisikku perlahan. Aku mulai kedinginan sehingga suaraku menjadi pelan.
“Sungmin ssi…Jadi kita bagaimana? Aku takut sekali..Hiks..” Aigoo…Dia mulai menangis. Apa yang harus kulakukan.
“Sudah, tenang saja. Kau tidak usah takut ya…Pasti sebentar lagi lampunya juga hidup. Kan masih ada cahaya lilin. Cup cup cup…” sahutku. Ia menggengam tanganku erat. Dia mulai tenang.
Hening sesaat. Aku juga mulai makin kedinginan. Anginnya benar-benar kencang padahal kami tidak memakai jaket ataupun sarung tangan. Lengkaplah sudah penderitaan ini.
“Sungmin ssi…”
“Hmmm?”
“Aku kedinginan~~ Hiks..” Dia mulai menangis lagi.. Mendengar suara tangisan seorang yeoja di tengah suasana yang mencekam seperti ini membuat bulu kudukku meremang.
“Hey, jangan menangis..” Ucapku. Aku menarik tubuhnya dan mulai memeluknya agar dia tenang. Dia pun menangis sesaat dipelukanku. Aku mengusap kepalanya agar ia bisa lebih damai. Perlahan tangisnya mulai reda. Aku hendak melepas pelukannya.
“Heh, biarkan begini dulu. Aku kedinginan…” Ucapnya perlahan. Aku pun mengangguk dan tetap memeluknya.
Kami pun berpelukan di tengah malam menyeramkan ini. Kuulangi, di tengah malam menyeramkan dan derasnya hujan. Ditambah dengan suara petir yang terus-menerus muncul. Aku mempererat pelukanku setiap aku kaget mendengar suara petir.
.
.
.
Kepala Hyun Hee sekarang menelungkup di dadaku. Puncak kepalanya persis di bawah daguku. Aku melirik sesaat kearah kepalanya. Aku terhenyak. Baru aku sadari kalau aroma rambutnya sangat harum. Aku menghirup aroma rambutnya dan membuat perasaanku nyaman. Suasana antara kami berdua masih hening.
“Hyun Hee…”
“Hmm?”
“Kau sudah tidur?”
“Belum.”
“oh…”
Suasana kembali hening. Posisi masih seperti tadi – berpelukan. Aku secara refleks masih mengelus kepala Hyun Hee. Baru kusadari lagi, kalau ternyata rambutnya sangat lembut dan tebal. Aku makin nyaman. Hyun Hee mempererat pelukannya saat petir baru saja berbunyi. Degh…Aku mulai merasa aneh. Aku sedikit grogi. Aku sedikit deg degan. Perasaan apa ini? Pelukan Hyun Hee sangat nyaman. Aku memang pernah berpelukan sebelumnya dengan kekasihku. Namun pelukan yang ini beda. Terasa nyaman dan hangat. Aku menelan salivaku sejenak dan menarik napas mencoba mengendalikan perasaanku.
“Degh…degh…degh…” Aku merasakan jantungku berdetak makin kencang. Kenapa aku jadi deg degan begini. Aishh…

“Sungmin ssi…”
“Mwo?” ucapku.
“Kau baik-baik saja?”
“Ne. Memangnya kenapa?” tanyaku penasaran.
“Jantungmu berdetak sangat cepat. Aku bisa mendengarnya.” Degh…Aku yakin jika lampu masih menyala, wajahku pasti terlihat sangat memerah karena mendengar ucapannya. Aku malu sekali dia bisa mendengar detak jantungku.
“Loh, ini malah makin cepat..” ucapnya lagi dengan polosnya. Yak…Aku makin deg degan.
“Sungmin ssi..” ucapnya dan mendongakkan kepalanya ke arahku tanpa sepengetahuanku. Aku pun melihat ke arahnya dan sekarang wajahnya persis di bawah wajahku. Kau bisa bayangkan posisi kami bukan?
“N..Ne?” ucapku perlahan. Aku menatap wajahnya kaget. Aku baru menyadari lagi kalau wajahnya sangat manis dan imut. Bibirnya lucu, matanya bening dan bulat, hidungnya runcing, pipinya mulus, dan dagunya sempurna.
Dia masih belum melanjutkan ucapannya. Kami masih dalam posisi bertatapan. sinar lilin yang bergerak-gerak menerangi wajah Hyun Hee sekilas. Aku makin deg degan. Dia terlihat sangat cantik di tengah kegelapan seperti ini. Kami masih saling berpandangan. Dia sangat cantik dengan ekspresi seperti ini. Aku tidak bisa bicara sedikitpun karena rasa grogiku.
Fhu~~
Terasa hembusan napas Hyun Hee menerpa wajahku dan membuatku makin deg degan. Tanganku bergetar. Aku ingin mengalihkan pandanganku ke arah lain tapi tidak bisa. Aku masih ingin melihat wajah lucunya. Kami tetap hening. Sekarang aku malah merasakan bahwa jantungnya juga mulai berdetak dengan cepat. Apa dia juga merasa grogi sepertiku? Sesekali ia berkedip dan masih tetap berpandangan denganku. Menggemaskan sekali.
“Hyun Hee..”
“Ne?”
“Apa yang tadi ingin kau katakan?”
“Mollayo…Aku lupa…”
“Oh… Eh, Boleh aku mengatakan sesuatu?”
“Hmm”
“Kau… manis sekali…” Yak…! Apa yang baru saja kuucapkan. Aku malu sekali. Bisa-bisa dia menertawaiku. Kurasakan wajahku memanas.
“Jinjja?” ia membulatkan matanya. Aku mengangguk.
“Gomawo…” Ia tersenyum. Senyum yang sangat manis. Aku sudah sering melihatnya tersenyum, tapi baru kali ini aku berdebar melihat senyumannya. Ada apa ini?

“Sungmin …”
“Ne?”
“Kau juga sangat tampan…” ucapnya kemudian ia tersenyum dan membenamkan wajahnya kembali di dadaku. Aku tersenyum mendengar ucapannya. Aku rasa ia juga sedang menyembunyikan wajah malu-malunya. Aku juga mempererat pelukanku padanya. Malam ini terasa berbeda.
Sungmin POV end

[BACKSOUND: HARU – Super Junior]
* * *
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.

-Chu~~ -

-Chu~~ -


.
.
.
yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D
FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)
Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^

Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

Diproteksi: FANFICTION – “GET MARRIED” – Chapter 3 – Series – Sungmin

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

FANFICTION – “GET MARRIED” – Chapter 2 – Series – Sungmin

FF

Tittle: GET MARRIED (Chapter 2)

Author: DeziloMing

Main Cast: Song Hyun Hee, Lee Sungmin

Others: Cho Kyuhyun, Kim Yun Ma, orangtua, nenek

Genre: maybe funny, and romance

cuaps2 author:
yaps, ini saatnya untuk nge-share chapter 2.. Ga perlu lama2, lah ya.. Selamat baca… ^_^
.
.
.

-ming cute-

-ming cute-


——————————————–

CHAPTER 2

    WE’LL MARRY

———————————————-

(PART SEBELUMNYA……..)
.
.
Song Hyun Hee POV
.
“Huahh…” Aku menyandarkan kepalaku di kursi di koridor rumah sakit. Appa, eomma, ahjumma, dan ahjussi sedang makan malam. Aku menolak karena belum lapar.
“Jadi, bagaimana kita?” Sungmin menghampiriku. Ternyata dia juga tidak ikut makan.
“Molla…Aku mau mati saja ah…”
“Pabo! Itu tidak akan menyelesaikan masalah..”
“Jadi, bagaimana? Aku sangat bingung dengan semua ini. Menyebalkan.” Aku mendengus kesal. Hening diantara kami sesaat. Kami sama-sama frustrasi karena hal ini. Sungmin juga terlihat acak-acakan. Bagaimana tidak. Dia kan sangat mencintai temanku, Yun Ma. Begitu juga aku. Aku sangat mencintai temannya, Kyuhyun chagi…
“Ah, Hyun Hee… Aku ada ide..” ia menepuk tangannya sekali sambil menyeringai aneh. Menyeramkan -,-“

* * *
—————————–

CHAPTER 2

~Siang hari…
~@Kona beans.. (cie…warungnya sungmin, kyu, teukki masuk crita nih… XD)

“Apa idemu?” tanya Kyuhyun penasaran. Yun Ma juga penasaran.
“Kami akan menikah.”
“Mwoya!!!???” spontan Kyu dan Yun Ma muncrat. Alhasil wajahku (aku duduk di hadapan kyu) dan wajah Sungmin (dia duduk di hadapan Yun Ma) basah seketika. Tragisss
“Kalian gila!”
“Dengar dulu chagiya…” aku mencoba menenangkan Kyuhyun.
“Aku tidak rela chagiyaku menikah dengan namja pink sepertimu!” ucap Kyu menunjuk-nunjuk muka Sungmin. Aku cekikikan.
“Aku juga tidak rela chagiyaku menikah dengan yeoja tukang tidur sepertimu.” Yun Ma menunjuk-nunjuk mukaku dan Sungmin balik menertawaiku. Aisshh…Aku memajukan bibirku.
“Aku juga tidak mau menikah dengan namja pink seperti dia.” Ucapku langsung sambil menggetok kepala Sungmin.
“Aku juga. Tidak ingin menikah dengan yeoja berisik dan tukang tidur seperti dia.” Sungmin balik menggetokku. Pasangan kami malah tertawa. -,-“

“Arraseo..Lupakan yang tadi. Jadi, apa rencanamu dibalik pernikahan kalian ini?” Kyuhyun kembali ke topik awal.
“Begini. Kami akan menikah dalam waktu yang standar. Yah, mungkin setahun. Mungkin. Nah, kami akan pura-pura bertengkar dan setelah itu kami akan mengumumkan kalau kami ingin bercerai. Tapi, selama kami jadi sepasang suami istri, kami akan pura-pura saling mencintai agar mereka tidak curiga. Pokoknya, semuanya sudah kami pikirkan matang-matang. Tenang saja…”
“Satu lagi, meskipun kami sudah menikah, kita harus tetap menjalin hubungan. Kami kan hanya menikah saja bukannya sama-sama mencintai. Anggap saja kami sedang kos di tempat yang sama. Jadi, meskipun nanti kami sudah menikah, kita tetap bisa pacaran dengan pasangan masing-masing. Bagaimana?” ucapku berbinar-binar.
“Brilliant!” Kyuhyun bertepuk tangan. Aku hanya menghela napas melihat tingkah kekanak-kanakannya keluar.
“Itu yang kau sebut gagah?” Sungmin menyindirku. Huh.Sungmin malah cekikikan.
“Heh, bagaimanapun juga, dia itu teman mu loh…” Aku mempertegas.
“Yun Ma, aku saja yang duduk disitu. Duduk di sebelah Sungmin membuatku sakit kepala.” Sahutku ke arah Yun Ma.
“Bletakk…” dijitak lagi -,-“

* * *

Akhirnya kami menyampaikan rencana kami kepada seluruh keluarga.
“Benarkah? Wah…Gomawo Hyun Hee, Sungmin… Nah, begitu dong. Dengan begini kan kami semua bisa bahagia. Aigoo…Kami sangat bangga pada kalian. Kalian memang serasi.” Kata-kata ‘serasi’ membuat perutku mual. ><
Ya, akhirnya aku dan Sungmin mengabari mereka kalau kami setuju untuk dinikahkan. *author: Sungmin oppa, jangan menikah dengannya! Ingat, aku dan anak kita sudah menunggumu sejak lama. *ELF: huuuuuuuuu #nimpuk mimin pake kerikil
-skip-

~Pernikahan

“Lee Sungmin, apakah kau bersedia bersama Song Hyun Hee disaat senang maupun sedih, di saat suka maupun duka, dan bersedia berada di sisinya sampai maut memisahkan kalian?”
“Ne. Saya bersedia.”
“Song Hyun Hee, apakah kau bersedia bersama Lee Sugmin disaat senang maupun sedih, di saat suka maupun duka, dan bersedia berada di sisinya sampai maut memisahkan kalian?”
“Ne. Saya bersedia.”
“Sekarang kalian silahkan memasangkan cincin ke jari manis pasangan kalian.” Sungmin mulai menyematkan cincin ke jariku dan kemudian aku melakukan hal yang sama. “Mianhaeyo, Tuhan…” bisikku dalam hati. Ya, aku sewajarnya meminta maaf pada Tuhan karena telah mempermainkan hal sakral ini, yaitu pernikahan.

“Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Lee Sungmin, silahkan beri ciuman kepada istrimu yang menandakan kalau kalian sudah menjadi pasangan yang sah. Tuhan memberkati kalian.” Aigoo…Ciuman dengannya? Bagaimana nanti reaksi Kyu dan Yun Ma melihat ini.
Chu~~
Baguslah. Sungmin hanya mengecup keningku. Pintar juga dia. Semua bertepuk tangan dan kami hanya tersenyum, menyembunyikan ketersiksaan kami. T.T

* * *

“Sungmin ssi, kau jangan macam-macam dengan kekasihku ya. Awas kau kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan padanya.” Aku tertawa mendengar ucapan Kyu. Baguslah. Setidaknya sampai saat ini dia masih mau bersamaku dan menerima keadaanku dengan hati ikhlas. Begitu pula dengan Yun Ma.
“Kau, ya, kau, Hyun Hee. Jaga Sungminku dengan baik. Jangan lupa memasak yang enak untuknya. Jangan buat aku malu.” Sungmin juga tertawa mendengar ucapan kekasihnya.
“Hahah..Tenang saja. Kalian percayakan saja semuanya pada kami. Kami tidak akan macam-macam. Kami kan sudah lama jadi sahabat. Akan susah mencintai sahabat sendiri, kalian tahu itu kan…” ucap Sungmin.
“Ne. Tentu saja. Untuk itulah aku dan Yun Ma menyetujui rencana kalian ini.” Kami kembali tertawa berbarengan.
“Ah, iya…Untung saja kalian tadi tidak ciuman bibir. Bisa-bisa aku pingsan di tempat…” ucap Yun Ma sambil menghela napas.
“Itu berkat kecerdikanku, chagi. Aku langsung memilih untuk mengecup keningnya.” Sambil menunjuk wajahku.
“Ne. Kuakui kau cerdik.” Ucapku menepuk-nepuk bahunya.
Song Hyun Hee POV end

Sementara itu…

Author POV

“Nyonya, mereka itu sepertinya memang mantan kekasih tuan dan nyonya Lee.” Seorang pelayan melapor ke arah dua wanita itu. Eomma Sungmin dan Hyun Hee mengangguk.
“Kita harus hati-hati dengan keberadaan mereka. Bisa-bisa mereka mencoba kembali bersatu…”
“Ne. Jangan sampai mereka berdekatan lagi. Bisa-bisa mereka berpacaran secara terselubung. Ihh… Membayangkannya saja sudah membuat kepalaku sakit.” Ucap Eomma Hyun Hee.
“Ya. Pokoknya, kita tidak boleh membiarkan mereka merusak hubungan Hyun Hee dan Sungmin. Bukan begitu?”
“Arraseo…Kau benar…” Kedua wanita tua(!) itu mengganguk.
Author POV end
* * *

Song Hyun Hee POV
“Nah, sekarang kalian naik mobil itu. Mobil itu yang akan mengantarkan kalian ke rumah kalian.”
“Mwo?” Aku dan Sungmin kaget. Rumah?
“Ne. Kami sudah membelikan kalian sebuah rumah. Semoga kalian suka.” Aku dan Sungmin hanya mengangguk pasrah. Tinggal berdua? Ah, aku pikir kami akan tinggal di rumah appaku atau appa sungmin. Kami pun masuk ke mobil. Aku membuka kaca di sebelahku agar bisa melambaikan tangan ke arah semua tamu dan juga tentunya ke arah orang tua kami. Orang tuaku dan mertuaku(!).
“Oh ya, kalian bulan madunya di rumah itu saja ya…Tidak usah pergi jauh-jauh ne…Selamat bulan madu…” ucap nenekku yang sontak membuatku melotot. Aku yakin Sungmin juga begitu.

~@mobil

“Sungmin ssi, setelah ini kita bagaimana?” aku berbisik agar supir tidak mendengar pembicaraan kami.
“Entahlah. Nanti saja kita bicarakan. Aku mau tidur.” Ia memejamkan matanya dan aku hanya mendengus kesal. Sudah tau sekarang sedang emergency, malah memilih untuk tidur. Dasar namja payah.

Setelah beberapa waktu mobil membawa kami di perjalanan, akhirnya kami tiba di rmah baru kami. Rumahnya berukuran tidak terlalu besar. Cocok ditinggali oleh dua orang. Halamannya juga lumayan lebar sehingga beberapa mobil pasti bisa parkir. Aku segera membangunkan Sungmin dan kemudian kami turun dari mobil.
“Silahkan tuan, nyonya…” ucap Supir itu kepada kami. Supir itu kemudian masuk kembali ke mobil.

“Wah, rumahnya bagus juga ya…” Sungmin sumringah. Aigoo…Disaat seperti ini dia masih bisa bergembira seperti itu? Dia tidak tahu, banyak tantangan yang akan kami hadapi setelah ini. Kurasa dia juga tidak pantas bergolongan darah A tetapi lebih cocok bergolongan darah AB, karena moodnya sukar ditebak. -,-“

Kami segera melangkahkan kaki menuju depan rumah kemudian aku membuka pintu yang tidak terkunci itu. Kami kemudian masuk berbarengan dan tiba-tiba…
“Dhuar..dor..dor..dor…toeeet…” Tiba-tiba terdengar suara terompet dan ledakan-ledakan dari balon-balon yang bergelantungan di dalam rumah. Aku dan Sungmin spontan terloncat karena kaget. Ah, ternyata ini ulah keluarga kami lagi. Tunggu, sejak kapan mereka disini? Bukankah tadi mereka kami tinggalkan di tempat pesta?
“Bagaimana kalian bisa disini?” Sungmin berinisiatif untuk bertanya. Wajahnya juga pucat karena kaget. Sumpah demi apapun, wajah Sungmin terlihat sangat lucu ketika pucat begitu. Matanya membulat, napasnya ngos-ngosan, dan keringat bercucuran di keningnya. Hahaha.

“Ini kejutaaannn…” ucap mereka.
“Kami sengaja kesini untuk merayakan kebahagiaan kalian..” ucap eommaku. Anniyo. Mereka salah. Bukan kebahagiaan kami, tapi kebahagiaan mereka. T.T
* * *
Beberapa waktu kemudian kedua eomma kami menunjukkan kami ruangan-ruangan di rumah ini. Dimana kamar, dapur, kamar mandi, dan sebagainya.
“Nah, ini yang akan jadi kamar kalian. Kalian berdua harus tidur disini. Ingat, berdua!. Tidak ada istilah pisah ranjang. Mengerti?” Aku dan Sungmin hanya mengangguk pasrah dan pura-pura bahagia (lagi). -,-“
Kami berkumpul sampai larut malam. Para eomma sudah menyiapkan banyak kue untuk merayakan pernikahan kami. Aku dan Sungmin berpura-pura mesra untuk mengecoh mereka sehingga mereka bisa percaya kalau kami saling mencintai.
“Kami akan menginap disini.” Ucap keluarga kami. Yang benar saja.
“Tidak bisa. Kalian pulang saja.” Ucapku refleks. Aku sama sekali tidak ingin mereka menginap. Mereka pasti ingin memata-matai aktivitas kami. Aigoo… Sungmin juga mengangguk. Tentu saja kami sependapat. Mereka diam sejenak seperti sedang berpikir. Kemudian muncullah smirk-smirk evil di bibir mereka. Apa lagi sekarang? Kenapa orang-orang ini berperilaku seperti kekasihku sih! (read: kyu)
“Ah, ne… Biarkan saja mereka berdua disini. Kita sebaiknya tidak usah menginap. Sepertinya mereka ingin menghabiskan malam ini berdua. Hmm…Kita tidak boleh mengganggu malam pertama(!) mereka, bukan?.” Ucap nenekku bersemangat. Yak, kakiku lemas mendengar kata-kata ‘malam pertama’. >,< Hiiihh..
“Arrasseo…arrasseo…” Terdengar suara mereka ricuh karena setuju dengan pendapat nenek.
“Baiklah. Kami rasa nenek kalian benar. Kalau begitu, kami pulang ya…” Ucap appa Sungmin dengan sumringah. Kami kemudian mengantar mereka sampai ke pintu. Saat mereka akan masuk ke mobil, mereka semua berpandangan sejenak yang tentunya membuat aku dan Sungmin bingung. Mungkin ada yang tinggal atau apalah…
“Sungmin, Hyun Hee…” panggil eommaku.
“Ne?” ucap kami serempak. Hening sejenak.
“Berikan kami cucu yang banyak ya… Daahhh…” ucap mereka serempak. SEREMPAK! Aku dan sungmin berpandangan ngeri. Seketika aku meloncat menjauh dari Sungmin dan begitu juga Sungmin. Mereka kemudian mulai berlalu dan makin menjauh. Apa kata mereka? Berikan cucu? CUCU? BANYAK CUCU?! Aahhh… Aku mau mati. Aku dan Sungmin kemudian masuk ke dalam rumah. Kami kemudian duduk di sofa.
“….” Hening. Suasana sedikit kaku pasca ucapan keluarga kami tadi, memberi cucu.
“….” Aku dan Sungmin jadi kikuk sendiri. Apa-apaan ini.
“Sungmin ssi, kau tidur di kamar itu, aku di kamar yang satu lagi ya.” Ucapku.
“Ne…” ucapnya kemudian. Aku akhirnya memindahkan barang-barangku yang sudah diletakkan orang tuaku di kamar utama menuju kamar tamu. Sungmin juga membantu.
“Yak, barang-barang apa ini? Banyak sekali.” Dengusnya kesal.
“Sudah jangan banyak bicara. Cepat bantu agar semuanya selesai.” Ucapku sambil menatapnya tajam.
* * *

“Setelah ini kita harus bagaimana?” ucap Sungmin memulai pembicaraan setelah kami selesai memindahkan barang.
“Molla…” aku mengangkat bahuku. Aku menyandarkan punggungku ke sandaran sofa.
“Kau sadar akan sesuatu?” ucapku.
“Sadar apa?”
“Kita sekarang sudah jadi suami istri. Ini benar-benar gila kan…”
“Ne. Betul…betul. Ini gila. Gila!” Sungmin menghela napas kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa.
“Aku masih tidak menyangka akan semua ini. Semoga pasangan kita sabar menunggu ya…” ucap Sungmin kemudian.
“Yah…Kuharap begitu. Aku rindu Kyu…”
“Aku juga rindu Yun Ma. Hey, Hyun Hee, bagaimana kalau…” Dia bangkit dari tempat duduknya dan menatapku.

Sekarang sesuai rencana Sungmin, Yun Ma dan Kyuhyun sudah berada di rumah baru kami. Kami menyuruh mereka datang agar kami bisa mengadakan double date. Hahaha… Double date di tengah malam. Ckckck
Kami mengobrol panjang lebar berempat. Tertawa lepas dan mencoba menghilangkan kepenatan. Begini lebih baik. Kalau begini kan rasanya tidak jenuh. Aku dengan Kyu, Sungmin dengan Yun Ma. Semoga mereka (kyu dan yun) bisa bersabar menunggu perceraian kami.
* * *

~Beberapa bulan berlalu…

Sudah 3 bulan aku dan Sungmin menjalani hari-hari seperti ini. Berpura-pura jadi suami istri yang harmonis di depan keluarga besar. :D Padahal diam-diam kami selalu kencan dengan pacar asli kami. :D Malam ini seperti biasa Yun Ma dan Kyuhyun mampir ke rumah kami untuk double date. Kami memang memilih kencan di rumah agar lebih aman. Kami sering melakukan ini. Tapi hanya kencan biasa. Minum teh, mengobrol, bercanda, dan sebagainya. Tidak lebih dari itu. Kami sedang tertawa ketika tiba-tiba ada yang menekan bel.
“Ting tong…”
“Siapa itu, datang di larut malam seperti ini?” tanyaku.
“Mungkin itu tetangga karena terganggu mendengar suara berisik kita.” Ucap Sungmin.
“Biar ku bukakan pintu…” Aku beranjak dari posisiku (di sebelah Kyuhyun) dan menuju pintu.

“Annyeong…” sapa kedua wanita ini. Aku terlonjak kaget. Mataku membulat. Kenapa mereka datang di larut malam seperti ini?
“Eh…Eomma ternyata…Heheheh..” Aku berusaha bersikap biasa namun jantungku ketukannya benar-benar sangat tidak karuan lagi. Tiba-tiba aku merasa panas. Tentu saja panas. Aku takut sekali.
“Ba..bagaimana bisa eomma berdua datang malam-malam begini?” ucapku masih di pintu.
“Aishh…Wae? Kan tidak masalah toh kami juga diantar supir kan. Apa aku dan mertuamu tidak bisa mampir? Mana Sungmin?” tanya eommaku.
“Mobil siapa itu?” tanya mertuaku sambil nunjuk mobil milik kyu.
“Eh.. itu mobil..teman. Mereka sedang mampir..”
“Yak, apa kau tidak punya inisiatif untuk mempersilahkan kami masuk? Disini dingin, pabo!” ucap eommaku kemudian mencoba menerobos pintu.
“Eh…itu…” aku tidak sempat mencegat mereka. Tamatlah aku dan Sungmin malam ini.

“Mwo?” teriak eommaku dan eomma Sungmin berbarengan. Mungkin mereka kaget melihat banyak bungkus makanan yang berserakan di meja. Ah, setidaknya mereka belum tahu siapa Kyu dan Yun Ma.
“Eomma…Bagaimana bisa…” aku mendengar Sungmin berbicara. Aku segera menyusul ke ruang tengah.
“Oh…Jadi begini ya perilaku kalian selama ini hah?” terdengar Suara eomma Sungmin meninggi. “Kalian berkencan dengan pasangan masing-masing? Dasar gila!” Aku hanya tertunduk. Habislah kami.
“Mereka hanya teman kerja kami, eomma…” ucapku menenangkan.
“Heh, jangan coba menipu kami! Kau pikir kami tidak tahu, siapa kedua orang ini.”
“Memangnya siapa?” ucapku sambil mencoba tenang.
“Mereka ini mantan kekasih kalian kan! Kami sudah tahu itu!” sahut eomma. Aigoo… Darimana mereka tahu?
“Wae? Mengapa wajahmu bingung, Sungmin ssi?” Eommanya menatap tajam ke arahnya. Kemudian melirik ke arah Yun Ma yang sedang duduk di sisi kanan Sungmin. Aigoo… T.T
“Heh, kau yeoja sialan! Menyingkir dari putraku! Jangan duduk disitu!” bentak mertuaku.
“Eomma, kami hanya teman.”
“Tidak usah berbohong. Itu tidak mempan!”
“Aishh….Dia bukan kekasihku. Justru mereka ini Kyuhyun dan Yun Ma adalah sepasang kekasih, eomma!” Sungmin mencoba menyelamatkan keadaan.
“Aku tidak mau mendengar ucapan kalian. Sekarang kau #nunjuk muka Yun Ma, dan kau #nunjuk kyu, KELUAR dari rumah iniiiiiiiiii…..” teriak eommaku. Spontan Yun Ma dan Kyu segera berlari keluar dan membawa mobilnya menjauh. Kasihan sekali mereka.
Kedua wanita tua(!) itu kemudian menatap kami tajam secara bergantian. Aku bergidik ngeri melihat pertunjukan(?) itu. Aku masih berdiri di sebelah eommaku dan Sungmin juga sedang berdiri di sebelah eommanya.
“Bugh..” “Bugh…” kedua wanita itu memukul kepala kami dengan bantal sofa.
“Dasar namja pabo!”
“Dasar yeoja pabo!”
“Bugh…” “Bugh…”
“Seharusnya kalian tidak berselingkuh seperti itu!” bentak eommanya pada Sungmin.
“Seharusnya kalian tidak bertemu dengan dua manusia tadi..” bentak eomma padaku.
“Bugh,..bletak..plakk…twing…ciitt..gubrak…” mereka menghajar kami habis-habisan dengan bantal kecil itu. Untung bantalnya empuk.
.
.
.

TO BE CONTINUED

.
.
.

-stress XD -

-stress XD -


.
.
.
.
yaaapsssss
Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D

FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)

Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^


Makasih, annyeoooong…’

D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

FANFICTION – “GET MARRIED” – Chapter 1 – Series – Sungmin

FF

Tittle: GET MARRIED

Author: DeziloMing

Main Cast: Song Hyun Hee, Lee Sungmin

Others: Cho Kyuhyun, Kim Yun Ma, orangtua, nenek

Genre: maybe funny, and romance

cuaps-cuaps author:
jadi gini… *gimana? *ya, gini… *gini gimana Dez? *ya…gini deh… #dibakar
Okeh2, diulang deh :D
Nah, FF ini merupakan FF series pertama yang tahun lalu aku tulis. FF ini termasuk FF lama, dulu udah pernah aku publish di fanpage yang aku kelola, jadi sekarang di re-share supaya ga dilupain FF nya… Hahah
Namanya juga FF lama, jadi wajar lah ya jika banyak typo2, :( atau mungkin alurnya yang abal2 dan kurang menarik, dan mungkin jika kebanyakan perpindahan POV, yahh apa mau dikata… Dulu saya mampunya nulis beginian… Jadi, yah… *banyak banget ‘yah’ nya Dez *suka suka dong.. #ngomong sendiri lagi

Ya, baiklah, tidak perlu berlama-lama, langsung saja, cap cuzz… Semoga terhibur…

p.s: FF ini murni dari pikiran sendiri, tidak pernah memplagiat karangan orang. Yang memplagiat fanfict ini aku doain semoga kamu dimaafkan sang Penciptamu..
.
.
.
————————————————

-Cool-

-Cool-


.
.

GET MARRIED

CHAPTER ONE

    ~This!!! Nightmare!!!~


————————————————


[BACKSOUND: TIC TOC – Super Junior]

.
.
.

Song Hyun Hee POV

“Mwo???” ucapku kaget sambil membelalakkan mataku.”Uhuk..uhuk…uhuk…” Seketika aku tersedak.
“Yaishh…Tidak usah mendramatisir seperti itu.” Ucap appaku menggeleng sambil terus mengunyah makanannya.
“Aku tidak mau, appa. Aku sudah punya kekasih.” Ucapku bersikeras.
“Pokoknya harus. Appa tidak yakin dengan namja pilihanmu. Selama ini kan orang yang pernah jadi kekasihmu aneh-aneh semua. Appa lebih yakin dengan pilihan appa dan eomma. Kau tahu, namja ini adalah anak dari seorang presiden direktur. Dia itu anak dari mitra kerja appa yang juga merupakan sahabat lama appa dan eomma. Dia juga sangat tampan. Kami sudah pernah bertemu dengannya sekali saat kami mampir ke kantor appanya. Kau tahu, kami bahkan sudah menjodohkan kalian sejak kalian belum mampir (?) ke dunia ini.” Ucap appaku masih sambil mengunyah makanannya. Eomma hanya manggut-manggut. -,-“
“Appa, zaman sekarang masih berlaku acara perjodohan? Yang benar saja…” Aku mendengus kesal.
“Appa, namjachinguku itu sangat baik, tampan, menarik, gagah, semuanya…Kali ini aku berani jamin kalau aku memang tidak salah pilih. Kalau appa tidak percaya, aku akan mengajaknya menemui…”
“Anniyo. Appa tidak mau bertemu dengan namjachingumu itu.” Appaku langsung memotong perkataanku yang belum selesai kuucapkan.
“3 hari lagi kalian akan dipertemukan.” Gubrak. Aku hanya bisa melotot. Kacau. Apa yang harus ku katakan pada chagiyaku. Omo…Tuhaaaaaaaaaaaaaan….!
Song Hyun Hee POV end

* * *

Sungmin POV

“Yoboseo…”
“Sungmin ssi, ayo bertemu sekarang.”
“Mwo? Ah,aku tidak mau. Aku sedang tidur.”
“Yakk, Sungmiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn!!!!!” dia berteriak di telepon.
“Arraseo…arasseo…Dimana kita bertemu?” ucapku kesal.
“Di kedai handel and gretel” sahutnya kemudian. *ciee…masuk cerita ni warkop(?)nya bang Ecung… XD
“tut tut tut…” telepon langsung dimatikan. Hmh, ada apa lagi dengannya. Kenapa dia mengajakku bertemu di sore hari yang sangat dingin seperti ini. Ckckck.. Dasar yeoja aneh.

* * *

“Sungmin ssi…Aku dijodohkan.” Ucapnya lesu.
“Mwo?” ucapku kaget.
“Huaa…Sungmin ssi, apa yang harus ku lakukan…” ucapnya menjerit sampai-sampai semua pengunjung melirik ke arah kami. Aku segera membungkam mulutnya.
“sstt…Kau ini membuatku malu saja!” ucapku kesal. Dia memajukan bibirnya.
“Seharusnya kau maklum, aku kan sedang dilanda bencana.” Ucapnya lagi.
“Tapi tidak harus berteriak seperti itu di tempat umum seperti ini.” Aku melotot ke arahnya. Dia hanya nyengir. “Kau lebih cocok bergolongan darah AB daripada A” ucapku lagi.
“Waeyo?”
“Karena emosimu tidak stabil. Tadi sedih, sekarang nyengir.” #bletak… Aku mengelus kepalaku.
“Apa yang harus ku lakukan…” ucapnya lemas sambil mengguncang-guncang lenganku. Aku kasihan juga padanya.
“Tolak saja. Katakan kalau kau sudah memiliki namjachingu.” Ucapku serius.
“Sudah…Tapi mereka tidak mau mendengarkanku dan tetap bersikeras menjodohkanku pada namja pilihan mereka. Aishh…Padahal aku sudah terlanjur sangat mencintai namja ku.” Ucapnya lagi. Aku tersenyum.
“Wae?”
“Ternyata kau bisa juga ya mencintai seorang namja.”
“Mwo?”
“Kan dulu kerjamu hanya mempermainkan mereka…” ucapku. #plakk… Satu jitakan panas kembali mampir ke kepala imut(?)ku.
“Bukan waktunya untuk bercanda. Sekarang bantu aku, apa yang harus ku lakukan.” Ucapnya masih lemas.
“Kenapa kau tidak bicarakan langsung saja dengan Kyuhyun?”
“Aku tidak tega padanya.”
“Lalu, kenapa kau malah menemuiku?”
“Kau kan biasanya punya segudang ide yang cemerlang. Kau kan sahabat terdekatku, Sungmin ssi. Untuk itu aku meminta bantuanmu. Kau kan sahabatku yang sangat jenius…” Dia menatapku sambil menyeringai evil #seperti namjachingunya -,-“
“Aku juga tidak tahu harus bagaimana. Untuk masalah yang seperti ini, aku belum berpengalaman.”
“Yah, Sungmin ah, carikan aku ide…”
“Aku tidak punya ide!”
“Dasar payah!”
“Hahahah…Aku kasihan sekali padamu, harus menghadapi kehidupan rumit seperti ini. Untung saja orang tuaku tidak seperti itu. Kau memang malang sekali…” aku menggeleng sambil tertawa.
“Heh, malah mengejekku. Dasar payah. Harusnya kau ikut merasakan kesedihanku, bukan malah membanding-bandingkan nasib kita.”
“Hahahah…Arraseo…Aku hanya bercanda. Ya, kalau kau belum siap mengatakannya pada Kyu, kau tidak usah mengatakannya sekarang. Sebelum kau resmi di jodohkan, kau coba lagi memikirkan apa yang akan kau katakan nantinya pada Kyu.” Aku kehabisan kata-kata. Aku juga bingung harus bilang apa padanya.
Sungmin POV end
* * *

Song Hyun Hee POV

Hari ini calon suamiku T.T akan datang ke rumah kami. Aku ingin segera kabur tapi sepertinya eomma lebih cerdik. Mungkin karena dia sering menonton sinetron, dia jadi tahu apa yang ingin kulakukan sehingga sejak tadi, dia selalu mengawasiku dan tidak pernah membiarkanku sendiri. Ya Tuhaaaannn…. Nasibku ini… T.T
“ting tong…” Sepertinya mereka sudah datang. Appa dan eommaku segera bangkit berdiri. Aku hanya duduk lesu di sofa.
“Ayo…berdirilah. Kita harus menyambut mereka.” Eomma menarik-narik tanganku dan aku berdiri dengan malas-malasan. Aku kemudian berjalan di belakang appa dan eommaku. Berharap agar aku tidak bertemu mereka. T.T
“Annyeong Jae Hee si, Yong Eun si..” mereka menyapa kedua orang tuaku. Mereka sangat bahagia kelihatannya. Berbanding terbalik denganku. T.T
“Mana putramu?” tanya eommaku.
“Sebentar. Dia sedang mengambil sesuatu di mobil.” Ucap ahjumma senyum. Aku penasaran dengan namja yang dibangga-banggakan appa. Seperti apa tampangnya? Pasti tidak lebih tampan dari Kyu. Aku hanya berdiri di belakang appa dan eomma tanpa melihat ke arah mereka. Kuharap dengan begitu, mereka jadi tidak suka padaku dan membatalkan perjodohan ini. Haahhah
“Inikan putrimu yang bernama Song Hyun Hee…?” tanya ahjumma sambil menunjukku yang sedang berdiri di belakang appa dan eomma. Appa dan eomma langsung menarikku ke depan agar aku langsung bertemu ahjumma dan ahjussi.
“Song Hyun Hee imnida…” ucapku tersenyum sambil membungkuk ke arah mereka.
“Wah…Putrimu benar-benar cantik.” Ucap mereka sambil mengusap kepalaku. Pertanda buruk. -,-“

“Nah, itu dia. Itu putraku.”
Aku langsung mendongakkan kepalaku dan melihat ke arah namja yang sedang datang ke arah kami. Mataku rabun jauh jadi wajahnya masih terlihat samar-samar. Namja itu makin dekat. Nah, wajahnya sudah terlihat jelas. Tunggu! Tunggu dulu. Bukankah dia itu…Omo…! Omo…!!!!!!
“Ini putraku, Lee Sungmin…” ucap mereka sambil sumringah. Aku hanya bisa melotot menahan rasa terkejutku.
“Cepat jabat tangannya..” eomma berbisik di telingaku.
“Ah, sepertinya mereka berdua saling mengagumi. Lihat ekspresi terkejut mereka ini…” ucap appa dan eommaku penuh kebahagiaan. Ya, kami memang terkejut. Tapi bukan karena saling mengagumi melainkan karena kami itu sahabat. Kupertegas, kami itu SAHABAT! Aku akan dinikahkan dengan sahabatku sendiri? Apa kata dunia…! Kami pun berjabat tangan dan berpura-pura tidak saling kenal.
“Lee Sungmin imnida…”
“Song Hyun Hee imnida…” kami saling melotot.

* * *

Sepanjang pertemuan kami berdua hanya diam. Kami tidak tahu harus bicara apa karena aku yakin dia juga sangat terkejut dengan semua ini.
“Nah, sepertinya sekarang saatnya kita tinggalkan mereka berdua, supaya mereka bisa mengobrol dengan leluasa…” ucap ahjumma sambil tersenyum dan mentowel towel lengan ahjussi.
“Ya, sepertinya begitu. Selamat mengobrol ya…” ucap mereka.
“Appa, eomma, ahjumma, ahjussi, aku rasa lebih baik kalau kami mengobrol di luar, misalnya di kedai kopi atau kedai roti. Arra?” ucapku spontan. Sungmin hanya menatapku bingung sambil menaikkan kedua alisnya.
“Wah…Benar.. silahkan silahkan.. Huhuy..” mereka berempat sangat riang dengan permintaanku sambil bertepuk tangan. Memalukan! -,-“ Aku segera menarik Sungmin keluar rumah.
“Sepertinya putrimu menyukai putraku…” aku mendengar sayup-sayup suara mereka mengobrol. Aigoo.. Aku suka pada putranya? Yang benar saja…
* * *

“Waeyo? Mengapa mengajakku keluar? Ah…Jangan-jangan kau memang benar-benar menyukaiku ya..?” ia mendekatkan wajahnya ke arahku sambil melirikku dengan menunjukkan smirknya.
“Plakkk..” aku menggetok kepalanya sangat keras. Ia mengusap-usap kepala jeleknya.
“Dasar namja pabo! Kenapa malah bicara seperti itu! Pabo!”
“Jadi kenapa mengajakku kesini?” ucapnya memajukan bibirnya. Aegyonya keluar lagi. -,-“
“Disini kita bisa bicara dengan leluasa. Kalau di rumah, aku yakin mereka berempat akan menguping, kau mengerti tuan Lee…Huah…” aku mendengus kesal. Aku mengacak-acak rambut hitamku. Tidak kusangka pikirannya sempit juga.
“Oh…Hahahha…Kau pintar juga ya…” ia menepuk keningnya menyadari kebodohannya (kurasa).

“Jadi…kita dijodohkan?” ucap kami serempak. Sedikit menarik perhatian pengunjung. Kami langsung menutup mulut kami.

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau mau dijodohkan denganku?” tanyanya padaku.
“Aku juga tidak tahu kalau aku akan dijodohkan denganmu.” Ucapku kesal. Aku frustrasi.
“Heh, kau bilang hidupmu beruntung, tidak dijodohkan sepertiku. Tapi apa, kau malah dijodokan juga. Payah…Kenapa kau tidak cerita padaku kalau kau juga dijodohkan?”
“Aku juga tidak menyangka akan dijodohkan nona Song. Aku mengetahui ini baru tadi pagi. Mereka bilang mereka akan bertemu mitra bisnis yang sangat penting dan mereka bilang aku harus ikut karena membutuhkan bantuanku. Ya, aku menurut saja. Tapi setelah di dalam mobil, mereka baru cerita kalau aku akan dipertemukan dengan seorang yeoja yang nantinya akan jadi istriku. Aigoo…Aku tidak menyangka kalau yeoja itu kau! Katanya akan bertemu dengan yeoja cantik, tapi ini malah..”
“Apa?” aku langsung melotot ke arahnya.
“Anni…Anniyo…Tidak jadi..” ia cengengesan.
“Orangtuaku juga bicara seperti itu. Mereka akan mempertemukanku dengan seorang namja tampan tapi ini malah…” aku meliriknya sinis dan ia juga melirikku sambil melotot mencoba mengancamku agar tidak melanjutkan kata-kataku.
“Tapi malah di pertemukan dengan namja aneh sepertimu.” Aku menyelesaikan kata-kataku dan mampirlah satu jitakan di keningku.
“Jadi bagaimana ini? Sekarang kita harus bagaimana, Sungmin ah…” ucapku kalut.
“Yaishh…Aku juga bingung Hyun Hee ah.. Apa yang harus kita katakan pada Yun Ma dan Kyuhyun?” Benar. Apa yang harus kami katakan pada kekasih kami. Perlu ku pertegas, kami berdua juga sama-sama sudah punya kekasih.
“Tidak ada jalan lain. Kita berdua harus menyampaikan ini pada mereka berdua.” Ucapku mantap.
“Anniyo…Aku tidak bisa membuat Yun Ma kecewa.”
“Kau pikir aku juga tidak merasa begitu? Aku juga tidak ingin membuat Kyuhyun kecewa, tapi menurutku lebih baik kita mendiskusikan semua ini pada mereka. siapa tau mereka bisa memberikan solusi dan jalan keluar.”
“Aku tidak yakin…”
“Kita coba saja Sungmin…” ucapku menepuk bahunya.

* * *
~Esoknya…


~@handel and gretel…

“Mwo?” Sudah ku duga, Kyuhyun dan Yun Ma akan mengucapkan kata-kata itu.
“Cagiya…Bagaimana bisa?” ucap Kyuhyun padaku.
“Molla..Aku saja masih tidak percaya akan semua ini.” Ucapku sambil meletakkan kepalaku di bahunya. Begitu juga Yun Ma yang sedang bermanja-manja dengan Sungmin.
“Jadi, kalian menerima perjodohan ini?” tanya Yun Ma pada Sungmin.
“Kami tentu saja menolak. Tapi orangtua kami sangat bersikeras ingin menikahkan kami. Chagiya, Kyuhyun ah, untuk itu kami mengajak kalian bertemu. Kami membutuhkan kalian untuk mencarikan ide agar bisa segera keluar dari semua masalah ini.” Ucap Sungmin. Aku mengangguk pasti.
“Aku bingung chagi…” ucap Yun Ma.
“Bagaimana denganmu Kyuhyun ah?” Sungmin melihat ke arah Kyuhyun. Dia hanya menggeleng sambil mengangkat bahunya.

* * *

Beberapa minggu berlalu.

“Nah, kami sudah putuskan, pernikahan kalian akan diadakan bulan depan.” Ucap nenekku.
“Mwo?” aku dan Sungmin bertatapan ngeri. Apa-apaan ini. Ingin menikahkan kami bulan depan? Aisshhh…Seenaknya saja. T.T
“Nenek, aku dan Sungmin sebenarnya sudah punya kekasih. Kumohon jangan paksa kami untuk menikah…” ucapku membujuk nenek.
“Ne. Kami sudah memiliki kekasih dan kami sangat mencintai kekasih kami itu, nek..” Sungmin menambahkan. Orangtua kami melotot tajam tidak terima dengan apa yang baru saja kami ungkapkan.
“Tapi nenek ingin kalian yang menikah… Itu yang nenek beserta orang tua kalian inginkan…” ucap nenek sedikit parau.
“Nenek, appa, eomma, ahjumma, ahjussi, mengertilah. Bukan kami berdua yang berjodoh melainkan kami dan kekasih kami. Bukankah kami juga berhak menentukan pasangan hidup kami sendiri? Bukankah kelak kami juga yang akan menjalani semuanya. Kami lebih bisa menentukan siapa yang tepat jadi pendamping kami… Kami harap kalian semua bisa mengerti…”
“Ne. Aku dan Hyun Hee juga memiliki perasaan. Kami sama sekali tidak saling mencintai. Kami sudah memiliki pilihan sendiri. Kami juga tidak asal memilih. Kami sudah dewasa dan sudah tahu, mana yang baik mana yang buruk. Kami harap kalian memaklumi…” Sungmin menambahkan. Mereka diam sejenak. Perlahan terdengar isakan nenek. Aigoo…Aku tidak ingin ini terjadi.
“Nenek mohon…Kalian berdua menikahlah..Hanya itu. Nenek yakin kalian lah jodoh yang sebenarnya…”
“Tidak bisa, nek…” ucapku perlahan sambil menggenggam tangannya. Tapi nenek langsung menepisnya.
“Jangan sentuh tanganku kalau kau tidak mau memenuhi permintaanku.” Aku tertegun. Hmh… Mengapa semuanya serumit ini.
“Nek, seperti yang kami katakan tadi, kami masing-masing sudah memiliki pilihan sendiri. Kenapa kami tidak dinikahkan dengan pilihan kami saja? Toh tujuannya sama nek, yaitu menikah.” Aku menatap nenek. Aku menarik napas panjang dan Sungmin juga demikian. Sungmin terlihat makin frustrasi.
“Anniyo. Kalian berdua tetap akan menikah!” ucap appa Sungmin tegas tanpa memikirkan penjelasan kami barusan.
“Appa…”
“Kalian itu sudah serasi, apa lagi yang perlu dipertimbangkan…” ucap Ajhussi.
“Pernikahan tanpa cinta itu hanya memperburuk keadaan…” Sungmin bersikeras. Nenek makin terisak dan menangis sesenggukan. Tiba-tiba nenek pingsan.

* * *

“Kalian lihat, karena kekeraskepalaan kalian, nenek jadi jatuh sakit seperti itu…” Aku dan Sungmin hanya menunduk. Kami juga tidak menginginkan ini. Ya Tuhan…Kenapa takdir hidupku tragis seperti ini… T.T
“Ehm, kalian disuruh masuk oleh nyonya Kim Dae…” dokter menghampiri kami. Kim Dae adalah nama nenekku. Kami segera masuk ke ruangan nenek. Aku menatap nenek. Kelihatan sangat memprihatinkan. Banyak peralatan medis yang menempel di lengannya. Aku menarik napas perlahan.
“Song Hyun Hee…”
“Ne…”
“Lee Sungmin…”
“Ne…”
“Apa kalian tega melihatku seperti ini…” nenek bicara sangat perlahan dan sedikit terbata-bata. Aishh…Mana mungkin kami tega.
“Anniyo, nek…Kami sama sekali tidak tega…” Sungmin menjawab perlahan sambil menggenggam telapak tangan nenek.
“Apa kalian ingin hal seperti ini terjadi lagi padaku?” Kami berdua menggeleng.
“Kalau begitu, kabulkanlah permohonan nenek. Menikahlah…”

* * *

“Huahh…” Aku menyandarkan kepalaku di kursi di koridor rumah sakit. Appa, eomma, ahjumma, dan ahjussi sedang makan malam. Aku menolak karena belum lapar.
“Jadi, bagaimana kita?” Sungmin menghampiriku. Ternyata dia juga tidak ikut makan.
“Molla…Aku mau mati saja ah…”
“Pabo! Itu tidak akan menyelesaikan masalah..”
“Jadi, bagaimana? Aku sangat bingung dengan semua ini. Menyebalkan.” Aku mendengus kesal. Hening diantara kami sesaat. Kami sama-sama frustrasi karena hal ini. Sungmin juga terlihat acak-acakan. Bagaimana tidak. Dia kan sangat mencintai temanku, Yun Ma. Begitu juga aku. Aku sangat mencintai temannya, Kyuhyun chagi…
“Ah, Hyun Hee… Aku ada ide..” ia menepuk tangannya sekali sambil menyeringai aneh. Menyeramkan -,-“

* * *

TO BE CONTINUED

—————————————————

-aegyo king-

-aegyo king-


.
.
.
.
yaaapsssss

Kelanjutannya ditunggu aja ya… :D

FF ini sudah kelar di tulis kok, tinggal nge-share nya aja yang diatur, kira2 kapan… :)

Kalo ada yang niat review, boleh boleh aja tuh.. ^_^


Makasih, annyeoooong…’


D.g.D

DeziloMing

YeSungmin

FANFICTION – “SS5 OH SS5″ – Super Junior – Oneshot

    SS5 oh SS5
-aigoo-

-aigoo-

title: SS5 oh SS5
author: Desi Gloria Damanik a.k.a DeziloMing a.k.a D.g.D
Main cast: Sungmin, Siwon, Ryeowook, Kangin
OC: other members, sj manager
genre: humor, fun
length: oneshot

cuap2 author:
jadi begini ya. FF ini sebenarnya udah lama aku tulis. Pas suju tampil SS5 di Indo, ff ini udah ada.
Nah, FF ini emang terinspirasi dari sana. Pas presscon, siwon cerita kalau dia suka lupa make bra pas crossdressing :D dan juga ming suka lupa pake short pants :D Yah, jadinya timbullah ide bikin ff norak ini… *tsk* Tidak lupa juga, pas FF ini dibuat, si Ming kakinya lagi keseleo. Ingat kan insiden dia yang cedera? Nah, pas ss5 ming belum sembuh total… :(

Okelah, happy reading yeorobun… Kecup basah dari aku… :*

————————————————————————————————-
————————————————————————————————-

And the story begin….

.
.
.
Sushow sejak tadi sudah berlangsung, dan para member masih sibuk tampil di panggung. Melelahkan pastinya. Ah, sepertinya mereka sudah selesai. Waktunya untuk berganti kostum, dan member segera bergegas ke belakang panggung sementara VCR sedang diputar.

Aigoo, appo….” Shindong menepuk-nepuk leher kanannya yang terasa pegal. Donghae yang juga kelelahan memilih untuk meneguk 1 botol penuh air mineral dingin yang disediakan staff. Eunhyuk dan kyuhyun duduk di kursi dan ada beberapa staff yeoja yang ngipasin mereka. Ah, like a boss, right?

“rasanya seperti lari maraton, cape…” brukk. Donghae merebahkan tubuhnya di satu sofa panjang setelah puas meneguk minumannya dan mencuri setengah botol minuman Siwon. tanpa sepengetahuan Siwon dong tentunya.

Keringat masih bercucuran di kening mereka. Mungkin suasana kota Jakarta yang panas membuat mereka serasa terbakar. Oh, iya, sekarang mereka sedang konser di Indonesia, salah satu negara Asia dengan jumlah ELF yang bejibun. Jangan tanyakan seberapa banyak ELF yang di Indonesia. Kau mau tahu berapa? Silahkan hitung jumlah rambut kyuhyun, ditambah rambut Cho Ahra dan orang tua Kyuhyun. kira-kira segitulah jumlah ELF di Indonesia. *author meninggi LOL*

“Semangat hyung… Ayo semangat semangat!” Henry layaknya seorang cheerleader mengacung-acungkan tangannya untuk memberi semangat ke hyung nya yang sudah pada gontai itu sementara Zhoumi sibuk memijit-mijit bahu Shindong. Ya, Henry dan zhoumi tidak selelah member lainnya, mereka hanya tampil di beberapa lagu doang, jadi tenaga mereka tidak terlalu di porsir.

Noona, aku keringatan….” ucap Hyuk bermanja-manja pada staff yeoja yang lebih tua darinya.

“Ya, Eunhyukie, ini aku sedang mengambil tisu. Sabar sedikit kenapa, dasar myeolchi.!”

“Haha.. Geure, noona, namja kurus itu memang myeolchi.” sahut Donghae tertawa bahagia melihat Eunhyuk sedang dibully noona staff.

“Awas kau, Mokpo, sehabis kembali ke Korea, aku tidak akan mengajakmu ke TLJ…”

“Pelit!” sahut Donghae.

sepertinya mereka santai sekali ya, padahal sebentar lagi mereka harus tampil lagi.
Tapi ngomong-ngomong, mana yang lainnya? Ayolah, jangan katakan mereka menghilang di tengah konser seperti ini. Ya, kemana member lainnya??
.
.
.
.
.
“Mana Siwonie, Kangin hyung, Sungminie , dan Ryeowookie?” Shindong yang sedang bersiap-siap mengganti baju bertanya sambil melihat ke sekeliling ruangan.”

“Ini waktunya mereka tampil hyung…” sahut Henry.

Oh, iya. Mereka sebentar lagi harus tampil berempat. Tampil berempat sambil berlenggak lenggok dengan busana wanita andalan mereka. Oh, pantas saja sejak tadi batang gigi mereka tidak kelihatan. *batang idung, thor *iya2
*ngomongsamadirisendiri*

“Apa Sungmin hyung nanti pakai high heels juga?” Kyuhyun bertanya sambil membuka jas hitamnya, disusul dengan membuka satu persatu kancing kemeja hitamnya, hendak mengganti kostum seperti Shindong. #janganNgintip,elf! *jitakElf

“Anni. Dengan kakinya yang cedera seperti itu, bahaya sekali kalau memaksakannya memakai hak tinggi.” sahut salah seorang staff yeoja disitu. Yak, beruntung sekali staff itu berkeliaran ditempat member yang sudah mulai buka-buka baju. O_o

“Ah, syukurlah. Aku tidak mau mantan roomateku a.k.a kelinci pink ku cedera.” sahut Kyuhyun berceloteh ke arah orang-orang disekitarnya.

Baiklah, bagaimana kalau kita mengintip 4 member itu, yeorobun?
#elf: Ayuk min

Mari kita menyusul mereka ke ruang ganti khusus.
.
.
.
@ruang ganti khusus

.
.
“Gedebuk~”

“Kangin hyung, waeyo? ahahaha….” Siwon terbahak-bahak sambil menunjuk-nunjuk badan Kangin yang sudah tergeletak di lantai sambil berguling kesana kemari menahan encok di bokongnya. Ryeowook yang juga melihat kejadian itu hanya bisa terjongkok dan ikut tertawa.

Stocking ini benar-benar menyebalkan! ini susah dipakai, kalian tahu!” Kangin mengangkat-angkat stoking hitam bertali miliknya yang belum berhasil ia pakai. Ah, itu, wig pirangnya juga jadi terjatuh karena ia terguling di lantai barusan.

Palli, hyung, jangan malah keasyikan berguling, waktu kita sempit.” sahut Sungmin sambil mulai memakai pakaian berloreng miliknya.

“Tattomu hyung…”

“Oh iya…” Sungmin menepuk keningnya kemudian kembali melepas roknya, dan mengenakannya kembali sambil mencoba menutupi pinggangnya.

“Omo… Kalian tidak tahu ini sudah jam berapa eoh? masih belum selesai juga??” prince manager datang bersama satu manajer lagi *itu loh, yg suka pake topi #ngangguk2

Hyuungg…. bantu aku, palli…” Kangin merengek ke satu manajer kemudian dengan susah payah, satu manajer membantu Kangin memakai stoking sempit itu.

“Dasar payah, lihat aku, haaa, sudah beres kan… Tinggal sepatu.” sahut Ryeowook bangga sambil berputar-putar layaknya princess sambil mengayun ayunkan rok putihnya.

Aishh, cepat pakai heels mu, Ryeowookie.” sahut prince manajer.

Manajer sibuk memperhatikan setiap member dengan teliti. Seperitnya sudah beres semua. Kangin sudah selesai dengan stokingnya, Ryeowook sudah selesai dengan heels nya, Siwon sudah komplit berbalutkan gaun biru mentereng dan rambut keriting miliknya, dan Sungmin juga sudah beres dengan kostum sexy berdada montok serta wig panjang miliknya.

“Sudah waktunya tampil. Segeralah menuju panggung.” sahut salah satu staff ke arah 4 member itu.

“Palli. kalian tampillah. Ming, hati-hati ne, ingat kakimu.” sahut prince manajer ke arah mereka yang sudah mulai meninggalkan ruang ganti.

“Ne hyung…”

Saat mereka menuju ke panggung, sepertinya Ryeowook teringat sesuatu. Ia menatap Siwon yang di sampingnya dan Sungmin yang didepannya.

“Seperti…ada yang kurang, tapi apa ya?” gumam Ryeowook sambil mencermati dua hyungnya itu dan terus berfikir.

“Hyung!!!!!” Siwon melotot ke arah Sungmin sambil berteriak. Biasalah, kalian tahu kan, Siwon itu sangat ekspresif, suka melotot-melotot kalau terkaget.

“Apa??”

“Ada yang kurang Hyung!”

“Apa??” sahut Sungmin ke arah Siwon yang barusan menjerit-jerit kepo. Sungmin gemas melihat Siwon, disaat-saat seperti ini, Siwon malah berisik. Sebentar lagi mereka akan naik ke panggung.

“Hyung!”

“Yak, Siwonie! Ada apa denganmu!” kali ini Kangin yang angkat bicara.
.
.
.
“Waeyo, Siwonie??”

“Hyung!!! AKU LUPA PAKAI BRA!!!” Siwon meraba-raba dada bidangnya kemudian menepuk kedua pipinya seperti tokoh ‘Kevin’ di film home alone 1.

“Aahhh! itu dia! pantas saja aku merasa ada yang kurang dari Siwon hyung…!” sahut Ryeowook setelah berhasil menemukan jawaban dari kebingungannya tadi.

“Dan kau hyung. Coba cek dulu pakaianmu. AKu merasa ada yang kurang juga.” sahut Ryeowook pada Sungmin. Sungmin mulai celingak celinguk menatap busananya, dan…tepat. Ada yang kurang.

“SHORT PANTS! AKU LUPA PAKAI CELANA DALAM HITAMKU!!” Sungmin menjambak-jambak rambut keritingnya. Mereka berdua segera berlari ke ruang ganti tadi, sementara Ryeowook dan Kangin hanya bisa jantungan. Kenapa jantungan? tentu saja karena sebentar lagi mereka harus ke panggung, tapi dua orang yang tadi malah kembali ke kamar ganti.

“Hyung! jangan lama-lama…!” hanya itu yang bisa Ryeowook teriakkan. Soal nanti penampilan mereka sukses atau tidak, hanya Tuhan yang tahu.

@ruang ganti (lagi)

“Omona!! Kenapa kembali hah?? KE PANGGUNG SEKARANG!!!” Salah satu manajer menunjuk ke arah pintu keluar saat melihat Siwon dan Sungmin berkeliaran mencari sesuatu.

“Hyung, BRA ku mana??? BRA??? Aigoo…” Siwon histeris dihadapan hyungnya. Astaga, bisa kau bayangkan kah, seorang Siwon cemas karena kehilangan bra? Ah, aku belum bisa membayangkannya yeorobun.

“Celana dalamku juga hyung, short pants ku dimana??? MANAAA…” Sungmin juga bolak balik mencari dimana benda keramat itu berada. Bisa gawat kalau dia tidak memakai dalaman.

“Aish, sudah lah, tidak usah pakai BRA! tidak usah pakai SHORT PANTS! Sudah tidak sempat lagi! Palli kembali ke panggung. Yaakkk!!” manajer juga histeris mengomeli kedua anak asuhnya itu. sedangkan manajer satu lagi mengecek, bagaimana keadaan dipanggung.

“Ryeowook sudah mulai tampil,. sebentar lagi Kangin, kemudian Siwon, lalu terakhir Sungmin.” sahut satu manajer.

“Sudahlah. Kubilang segera kembali ke panggung! yak, Choi Siwon, Lee Sungmin!” prince manajer yang sejak tadi bersama mereka sudah kehilangan kesabaran.
.
.
“I got it ! I got it!! huwaa… BRA ku sudah ketemu…!!!!” Siwon sumringah sambil melambai-lambaikan bra keramat yang selama ini ia pakai saat crossdress.

“Aish, pants ku mana??? mana??” Sungmin mengubek-ubek tumpukan kain didekatnya.

“Tidak ada waktu lagi! tidak usah pakai bra! tidak usah pakai pants! Sekarang sudah Kangin yang dipanggung, kalian berdua segera tinggalkan tempat ini.”

“Tapi hyung, nanti pahaku kelihatan hyung kalau aku tidak pakai short pants!!” sahut Sungmin protes.

“Tapi, tapi hyung… BRA nya hyung…” Siwon keras kepala. #aigoo, gara-gara bra, siwonie???

“Tidak ada pants! tidak ada BRA! kau tidak usah pakai bra, mengerti! dan kau Lee Sungmin, tidak usah pakai pants.”

“Tapi….!” mereka berdua protes,sampai akhirnya kedua manajer menarik paksa mereka menuju stage.

_SKIP_

“Teng teng teng teng teng teng” suara piano dari lagu ‘alone’ milik Sistar mulai diputar, dan 4 namja tampan itu kini mulai menari bersama ala member Sistar yang terkenal sexy itu. Mereka kini sudah berubah menjadi wanita sexy. Ah, bahkan banyak ELF yang iri melihat kecantikan mereka. *termasuk author

Mereka mulai menggerakkan pinggulnya saat suara Hyorin mulai terdengar disela-sela suara “wo hoo hoo hooo”
Jangan lupakan kepala mereka yang meliuk-liuk saat menari.

Sekarang mereka sedang menggerak-gerakkan kaki mereka seperti kaki nya member Sistar. Oh my God itu memang sexy! O_o

Siwon yang sedang iseng tiba-tiba menghampiri Sungmin dan berusaha untuk menarik rok Sungmin ! Yak, dan terdengarlah jeritan ELF yang pada terkejut melihat aksi cabul Siwon. Sedangkan Sungmin berusaha mengelak sambil mencoba memukul-mukul siwon.
#awasKauSiwonie, dia suamiku! #asahMartil
#mianhae thor

Yah, dan penampilan mereka diakhiri dengan
tepuk tangan ELF. Chukkae Sistar Junior…

_SKIP_
.
.
.

Konser sudah usai, para member, manajer, dan staff sedang asyik makan malam sambil barbeque-an.

“Kalian tahu, tadi ada yang menjerit-jerit padaku seperti ini: ‘hyung BRA ku hyung, BRA ku….’ Seperti seorang gadis kehilangan bra.” sahut prince manajer. Semua orang disana tertawa sekencang-kencangnya. Terlebih lagi orang-orang yang memang melihat kejadian itu secara langsung, seperti Ryeowook, Kangin, Sungmin, beberapa staff yeoja, dan kedua manajer. Siwon yang sedang asyik menyesap tehnya segera muncrat.

“Heh, wajahku masih di pakai, pak pendeta!” sahut Kangin protes karena kena semburan maut milik Siwon. Siwon hanya nyengir.

“Aish, igoigo karena, aku, itu, bra nya, kan harus dipakai, kalau tidak, jadi aneh. Kan itu…” Siwon bicara terbata-bata dan tidak beraturan karena malu.

“Jangan lupakan gadis berpayudara montok yang histeris mencari dimana celana dalam hitamnya.” sahut manajer bertopi. Kembali semua orang tertawa, dan Sungmin hanya bisa menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangannya.

“Mingie hyung, kau sexy sekali tadi, tanpa pants..” goda Eunhyuk, yang langsung mendapat death glare dari kyuhyun.

“Hyung, makanya lain kali, BRAnya disimpan di saku, atau langsung dipakai saja…” sahut Donghae asal-asalan.

“Jadi maksudmu, aku pakai BRA saat kita menyanyi Mr.simple dan lagu lainnya begitu? Hah???” Siwon memelototi Donghae dan Donghae hanya tertawa cekikikan diikuti Henry dan Zhoumi.

“Boleh juga tuh hyung…”

“Yakk!”

“Jja, baiklah. Konser hari ini sangat hebat. Kalian sangat luar biasa, juga semua staff..”

“Hyung manajer juga..” sahut Shindong memuji manajer mereka.

“Ayo kita taklukkan lagi SS5 Ina besok! Sekalian ulang tahun ELF, arrayo???” Sahut Kangin berdiri sambil mengangkat gelasnya.

“Yeaaahh!!” mereka semua berdiri dan tos.

Hah, SS5 yang melelahkan sekaligus penuh kenangan bagi member Super Junior. Semoga mereka sukses melakukan SS5 di negara lainnya..

God Bless You always, SUJU members….

FIN

kasih komentar ya…
:D
Untuk typo yang tidak sengaja, author Dez minta maaf ya yeorobuuun… *bow sampe lantai* kk~~

Annyeong…


D.g.D

SS5

SS5

[ARTICLE] SAD!! SUPER JUNIOR, BOY GROUP THAT ALWAYS GET BASHING

Sebenarnya ini sudah publish tanggal 26 Agustus 2013 di fanpage SJD. Author awalnya aman-aman aja sih. Tapi setelah ngeliat ada beberapa page yang reshare tulisan ini tanpa credit lengkap, author memutuskan untuk re-share di blog ini, sebagai pengesahan doang sih :D
Sedih ya kan, kalau tulisan kita di bagi sesuka hati tanpa credit yang lengkap. Begitulah perasaan author saat itu sampai saat ini~

Okelah tidak perlu berlama-lama, langsung saja.


WARNING:
Jika anda merasa tidak sejalan dengan ini, lebih baik anda tidak udah membaca sampai akhir dan sesegera mungkin langsung tutup tulisan ini. Jangan habiskan waktu anda untuk membaca tulisan yang tidak anda sukai. Bukan begitu? Baca lebih lanjut

[UPDATE] LEE SUNGMIN (Who is He)??? (76 Interesting Points of Sungmin)

LEE SUNGMIN, NUGUNDE (Who is He)??? (76 Interesting Points of Sungmin)

...SUNGMIN...

…SUNGMIN…

_Sungmin_Young namja_

_Sungmin_Young namja_

Lee Sung Min – Kesejahteraan, Kekuatan ; Terselesaikan ; Kecerdasan

Hah? Maksudnya?? Mungkin ada yang bingung dengan satu frase atau lebih tepatnya 4 kata sifat yang baru disebutkan diatas. Maksudnya apa? Nah, tahukah kamu, Uri Sungminie memiliki makna nama seperti disebuntukan diatas. Suatu nama Korea selalu memiliki makna tersendiri dari tiap penggalan. Jadi, nama asli uri Ming memiliki arti juga, yaitu: Baca lebih lanjut